
Beberapa waktu pun berlalu dengan begitu cepat. dengan kebahagiaan yang tercipta dari keluarga kecil Keanu. sementara Helena dan juga Dario, sering mengunjungi keluarga kecil itu. karena mereka memang sudah benar-benar melepaskan putra dan menantunya untuk hidup mandiri di Mansion itu.
Mereka saat ini sedang berada di ruang tamu Mansion milik Keanu. dengan baby Alana yang masih menjadi pusat perhatian mereka semua.
"bagaimana perusahaanmu Keanu ?" tanya Dario Seraya menatap ke arah putra sulungnya itu yang masih asik bermain dengan baby Alana.
"semuanya baik-baik saja Dad. Daddy tidak usah khawatir semuanya sudah bisa aku tangani. oh ya bagaimana kabar dari Jessica dan yang lain. bukankah mereka sudah bebas, lalu gimana Mereka sekarang?"hanya laki-laki tampan itu dengan raut wajah khawatir.
Dario yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang. karena laki-laki paruh baya itu, juga mulai mencari keberadaan wanita licik itu. namun sampai sekarang, Dario belum menemukan Di mana keberadaan wanita itu.
"dia itu seperti hilang ditelan bumi tidak ada kabar sama sekali."ucap Helena Seraya menatap ke arah suami dan juga putranya secara bergantian.
"aku harus memperketat penjagaan."ucap Keanu Seraya mengambil ponselnya dari saku celana.
Sementara Alexa, wanita cantik itu sejenak terdiam dengan raut wajah memerah seperti menahan sakit.
"Kak Alexa kenapa?"tanya Natasha yang pertama kali melihat raut wajah kakak iparnya yang seperti menahan rasa sakit itu.
Alexa yang mendengar pertanyaan dari adik iparnya itu, hanya menggilingkan kepala dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
"aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. tapi aku merasa, badanku seperti baru saja dipukuli seseorang rasanya sakit sekali."ucap wanita itu Seraya menyentuh bagian-bagian yang dirasa sangat sakit.
Tentu saja hal itu membuat Keanu yang mendengarnya, merasa begitu panik. laki-laki itu langsung menghubungi dokter keluarga mereka untuk menangani sang istri.
Tak membutuhkan waktu lama, seorang dokter wanita datang menghampiri mereka dan langsung memeriksa kondisi dari Alexa.
"bagaimana keadaan istri saya?"tanya Keanu saat Dokter wanita itu, udah selesai memeriksa keadaan Alexa.
"tidak ada yang aneh dengan Nyonya Alexa. semuanya baik-baik saja." ucap wanita itu dengan raut wajah kebingungan.
Membuat semua orang yang ada di sana ketika terdiam. karena mereka juga merasa kebingungan dengan kondisi yang dialami oleh Alexa itu.
Mereka yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya menatap Alexa dengan tetap campur aduk. rasa sedih marah dan juga kesal bercampur aduk dalam pandangan mereka.
"kenapa bisa aneh seperti ini?"tanya Keanu dengan wajah kebingungan. sementara orang-orang itu hanya terdiam. karena mereka ,juga tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
***
Sementara itu di sudut lain ruangan itu, ada seseorang yang tersenyum kecil mendengar penuturan dari dokter itu. siapa lagi jika bukan Jessica yang masih menyamar menjadi pelayan Mansion milik Keanu.
__ADS_1
"akhirnya aku berhasil menyingkirkan wanita itu secara pelan-pelan. serbuk itu mulai bereaksi secara perlahan dan seperti apa kata peneliti itu, bahwa serbuk itu tidak terdeteksi oleh medis. sungguh, aku merasa sangat senang dan bahagia."ucap Jessica Seraya tersenyum kecil.
Di dalam Mansion milik Keanu itu, memaksa Jessica untuk bersikap biasa saja agar tidak ketahuan oleh orang-orang yang ada di sana. karena misi wanita itu, belum selesai untuk menghancurkan wanita yang telah mendekati orang yang ia incar selama ini.
"setelah ini aku yakin secara perlahan, wanita itu akan hancur dalam rasa sakit yang menyiksa. karena obat itu, akan bekerja sangat lambat sehingga tidak terdeteksi oleh siapapun."ucap Jessica masih dalam hati dengan masih menampakkan senyuman kecilnya.
Setelah puas bermonolog seorang diri, Jessica kembali untuk berperan dengan baik. tak lama berselang, ponselnya kembali berdering. dan tertera nama Veronica di layar ponsel itu.
"apakah kamu memiliki waktu untuk kita bertemu? Jika kamu memiliki waktu, temui aku di jalan beringin. karena aku mempunyai barang bagus untuk menghancurkan wanita itu."itulah isi pesan yang ditulis oleh Veronica pada Jessica.
Tentu saja hal itu membuat Jessica, merasa sangat bahagia. dengan masih mengerjakan pekerjaannya, wanita itu sesekali akan membalas pesan dari Veronica.
Bisa dibayangkan, seorang Jessica rela melakukan hal itu hanya untuk mendapatkan seorang laki-laki. yang jelas-jelas, laki-laki itu sudah tidak mencintainya. namun dengan ambisi yang sangat tinggi, Jessica akan kembali berusaha merebut Keanu untuk berada di tangannya kembali.
"kamu ngapain Di sini?"tanya Helena Seraya menepuk pundak wanita itu. membuat Jessica, sedikit terjingkat.
"eh, saya tidak apa-apa nyonya. kalau begitu saya permisi dulu." ucap Jessica Seraya menundukkan kepala dan berlari dari sana.
Sementara Helena yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya menatap lekat ke arah wanita itu.
__ADS_1
"kenapa aku merasa tidak asing dengan wanita itu? tapi aku belum pernah melihat wajahnya. ah sudahlah mungkin itu hanya perasaanku saja."setelah mengatakan hal itu, wanita paruh baya itu segera pergi dari sana.