Wanita Kesayangan Tuan Keanu

Wanita Kesayangan Tuan Keanu
Kehangatan sebuah keluarga.


__ADS_3

Mereka semua, kini berada di ruang keluarga. dan sejak tadi, Keanu tidak henti-hentinya menatap ke arah Alexa dengan tatapan yang sulit diartikan.


Hal itu membuat Alexa yang melihatnya, seketika menundukkan kepala. karena gadis itu seketika mengingat apa yang terjadi sebelum dirinya berada di tempat ini. raut wajahnya, seketika menegang.


Helena yang melihatnya, seketika menegur ke arah sang putra."jangan dilihat terus Keanu, apa kau tidak sadar? bahwa wajah Alexa sudah terlihat sangat ketakutan?"tanya wanita paruh baya itu Seraya menggenggam tangan Alexa yang terasa sangat bergetar hebat.


Sontak saja hal itu membuat Keanu, seketika menundukkan kepala. laki-laki itu merutuki dirinya sendiri. kenapa bisa, dirinya terpesona dengan seorang wanita sampai seperti itu? padahal dulu, semua jenis wanita telah ia lihat. tapi tidak ada yang dapat menggetarkan hatinya. bahkan dengan Jessica sekalipun.


Tapi, lihatlah sekarang Keanu menatap ke arah Alexa dengan tatapan yang sulit diartikan. dan di dalam hati laki-laki itu, seperti mengalir sebuah aliran listrik yang sangat kuat.


"astaga ada apa denganku ini?"tanya Keanu pada dirinya sendiri.


"sudah sudah. lebih baik kita segera masuk ke ruang makan. karena sepertinya, Mira telah mempersiapkan semuanya."ucap Dario mencoba untuk mencairkan suasana.


Akhirnya mereka semua memutuskan untuk segera menuju ke ruang makan. mata Alexa ketika berbinar saat melihat hidangan yang sangat menggugah seleranya yang tersaji di atas meja saat ini.


Sementara Helena dan juga Dario, yang menyaksikan itu, seketika saling pandang. dan tak berselang lama, mereka semua mengulum senyum.


"kenapa diliatin saja, kau tidak ingin mencicipinya?"tanya Helena menyenggol bahu gadis itu. hingga membuat Alexa, seketika gelagapan dibuatnya.


"apakah aku boleh makan?"tanya Gadis itu dengan nada suara yang dipelankan. dan juga, kalimat yang dikeluarkan dengan sangat berhati-hati.


"Tentu saja boleh, memangnya kenapa?"tanya Helena mencoba untuk memancing gadis yang ada di sebelahnya itu.


Alexa yang menyadari kesalahannya, seketika menggilingkan kepala."tidak apa-apa aku hanya menanyakannya saja."kilah Alexa.


Mereka segera duduk di tempat masing-masing. dengan formasi, saling berhadapan satu sama lain. Helena berhadapan dengan Sang suami, Alexandra berhadapan dengan Keanu.


Entah mengapa, jantung Gadis itu berdetak sangat cepat. saat menyaksikan kedua matanya, bertemu dengan mata elang milik laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"kenapa bisa seperti ini?"tanya Alexa pada dirinya sendiri. Gadis itu cepat-cepat menunjukkan kepala. atau kalau tidak, mungkin jantungnya sudah merasa tidak aman.


Sementara Keanu, laki-laki yang memiliki rahang tegas itu, seketika memalingkan wajah. dan tak berselang lama, wajahnya merona. dengan kedua sudut bibir yang ditarik ke atas membentuk sebuah senyuman.


Tak berselang lama, Mira datang membawa sebuah nampan yang berisi bubur. Hal itu membuat atensi alexas ketika teralihkan.


"ibu itu bubur apa?"tanya Alexa menatap ke arah Mira dan juga nampan itu secara bergantian.


Sontak saja, pertanyaan dari gadis itu, membuat semua orang yang awalnya sibuk pada dunianya masing-masing, seketika menatap Gadis itu dengan tatapan keheranan.


"ibu?"tanya Keanu menatap ke arah Mira dan juga Alexa secara bergantian. begitu juga dengan Dario dan juga Helena. bedanya, Mereka bertanya melalui bahasa isyarat.


"emm saya juga tidak tahu tuan, mengapa Nyonya Alexa memanggil saya dengan sebutan ibu "ucap Mira cepat-cepat.


Karena wanita paruh baya itu melihat tatapan mengintimidasi dari tuan Keanu. Sungguh, Mira merasa sangat ketakutan jika mendapati tatapan dari Tuannya itu.


"euumm. karena dia lebih tua dariku. aku merasa tidak pantas untuk memanggilnya dengan sebutan nama saja. menurutku tidak sopan "ucap Alexa dengan jujur.


Hal itu membuat Dario dan juga Helena yang mendengarnya, seketika menatap kagum ke arah gadis cantik itu.


"di sini memang cocok jika dijadikan pendamping putraku."ucap wanita paruh baya itu pada dirinya sendiri. tentu saja hal itu dilakukan oleh Helena, di dalam hatinya.


Karena jika dilontarkan secara langsung, dapat dipastikan bahwa putranya itu pasti akan langsung, melayangkan protes. dan ujung-ujungnya, mereka akan berdebat yang tidak ada habisnya.


Alexa menatap ke arah Mira, dengan tatapan memohon."apakah boleh aku memanggilmu ibu?"tanya Alexa pada wanita paruh baya itu.


Mira yang mendengar itu, seketika terdiam. dirinya juga merasa kebingungan harus menjawab apa. kemudian menatap ke arah Keanu, untuk meminta izin.


"silakan saja."ucap Keanu pada akhirnya. Hal itu membuat Mira yang mendengarnya, seketika menghela nafas lega.

__ADS_1


"dan satu lagi,"ucap Alexa membuat Mira seketika menatapnya."jangan panggil aku nyonya. karena aku adalah orang luar di sini. dan sewaktu-waktu, aku bisa meninggalkan tempat ini."ucap Alexa dengan suara datar namun dengan senyuman manis yang ditampilkannya.


"tapi, semua orang yang ada di sini wajib memanggil kamu dengan sebutan nyonya. karena kamu adalah tamu."ucap Keanu membantah permintaan dari Alexa.


Sementara Alexa, Gadis itu tersenyum kecil Seraya menggelengkan kepalanya."maaf tuan, tapi saya rasa saya tidak sanggup Mendengar orang lain memanggil saya dengan sebutan nyonya. Sementara saya sendiri, hanyalah orang yang baru saja ditolong oleh pemilik rumah."ucapnya tersenyum lebar.


"tapi,....."Keanu hendak membantah ucapan dari Alexa. namun seketika langsung dicegah oleh tangan sang ibu yang terangkat ke atas.


"sudahlah, kalian berdua jangan bertengkar hanya karena masalah kecil seperti ini."ucap Helena Seraya mendengus kesal.


Wanita paruh baya itu seperti melihat Keanu dan juga adiknya yang tengah berdebat kusir yang tidak akan pernah menemukan titik terang. sayangnya, adik Keanu itu kini berada di luar negeri.


"tuh kan Mommy jadi rindu adik kamu Keanu,"ucap Helena Seraya menghela nafas panjang.


"ya kan tinggal telepon saja Mi,"ucapkan masih menatap ke arah Alexa dengan tatapan tidak terima.


Sementara gadis itu, juga tidak mau kalah. menatap Keanu dengan tatapan datarnya.


"silakan dinikmati nyonya, mumpung buburnya masih panas."ucapan dari Mira, membuat atensi Alexa teralihkan.


"Bu,"tegur Alexa menatap ke arah Mira.


"eh, emm."Mira merasa sangat kebingungan kali ini. apakah dirinya harus menuruti keinginan Alexa, padahal jelas-jelas tuan rumah melarangnya untuk memanggilnya seperti itu.


"sudah turuti saja."ucap Helena pada akhirnya.


Hal itu membuat Alexa yang mendengarnya, seketika tersenyum kecil. Mira yang mendengarnya, juga ikut tersenyum.


Mereka kini menikmati makanan yang ada di atas meja itu dengan sesekali bercanda tawa. Hal itu membuat Alexa seketika menitihkan air mata. karena Gadis itu dapat merasakan kehangatan sebuah keluarga.

__ADS_1


__ADS_2