
Beberapa saat setelah penanganan itu, Alexa segera dipindahkan ke ruang rawat VVIP. Karena Wanita itu, semakin lama semakin membaik. dan sudah melewati masa kritisnya. terbilang sangat cepat. karena biasanya, orang yang mengalami hal seperti itu, akan lama dalam melewati masa kritisnya. namun ini tidak untuk Alexa.
Wanita cantik itu, hanya membutuhkan beberapa jam saja untuk melewati masa kritisnya. tentu saja hal itu membuat para dokter, sedikit merasa kebingungan. Bukannya mereka tidak senang akan hal itu. namun, menurut mereka itu adalah salah satu hal yang mustahil.
"ini sungguh-sungguh keajaiban Tuan. karena istri anda, dapat melewati masa kritisnya dalam beberapa jam saja. tidak seperti para pasien yang kami tangani sebelumnya."ucap dokter itu.
Tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat lega. namun tidak dengan Keanu. karena laki-laki tampan itu, merasa sangat bersalah dengan kejadian yang menimpa istrinya.
Andai saja dirinya tidak meninggalkan Alexa seorang diri di dalam Mansion itu, semuanya tidak akan pernah terjadi. ya walaupun, wanita itu bersama dengan beberapa pengurus rumah itu. Namun nyatanya, mereka tidak bisa untuk menjaga Alexa.
"kamu kenapa bersedih sayang?"tanya Helena saat menyadari wajah yang ditunjukkan oleh putranya itu.
Pada akhirnya, para dokter itu segera meninggalkan tempat itu. sementara kondisi putri dari Keanu, sudah semakin membaik. karena laki-laki itu sendiri, telah mengerahkan seluruh tenaganya dan kekuasaannya untuk mencari dokter ahli anak yang terbaik untuk menangani kondisi putrinya itu.
Saat ini, putrinya dalam keadaan baik-baik saja di dalam ruang NICU. tadi sewaktu Keanu ingin menghampiri dan memberikan pelajaran kepada mereka yang telah melakukan hal itu pada Alexa, laki-laki itu dicegah oleh ibunya. hingga membuat laki-laki itu kembali ke rumah sakit untuk menemani Alexa.
__ADS_1
"Ini semua salahku Mom, kalau saja aku tidak meninggalkan Dia seorang diri, maka ini tidak akan pernah terjadi."ucap Keanu menyalahkan dirinya sendiri.
"kamu jangan mengalahkan diri kamu sendiri seperti ini. semuanya telah terlalu. yang terpenting saat ini, semuanya telah baik-baik saja."ucap Helena dengan tenang dan suara yang sangat lembut.
Membuat semua orang yang ada di sana, ketika menatap wanita itu dengan tatapan tak percaya.
"kenapa melihat di Mommy seperti itu?"tanya wanita paruh baya itu. saat menyadari, tatapan semua orang tertuju padanya.
"Mommy tidak usah bercanda. kami tahu sifat Mommy."ucap Natasha menatap ibunya itu dengan tatapan yang sangat dalam.
"kalian tahu aja apa yang akan Mommy lakukan."ucap Helena masih dengan senyuman manisnya.
"memangnya Mommy mau melakukan apa?"tanya Keanu dengan raut wajah kebingungan.
"nanti kalian juga akan tahu."ucap Helena Seraya berlalu dari sana.
__ADS_1
"Dad, jangan sampai Mommy berbuat yang tidak tidak."ucap laki-laki itu kepada sang ayah mencoba untuk memperingatkan.
"kalian tenang saja. lebih baik kamu fokus kepada keluarga kecilmu."telah mengatakan hal itu, Dario menyusul sang istri.
"kalau begitu, Kakak masuk dulu ya."ucap Keanu pada Natasha. membuat wanita itu seketika menganggukkan kepala.
****
Saat ini, laki-laki itu tengah duduk di samping ranjang rumah sakit. tengah menggenggam tangan istrinya.
Rasa bersalah seketika menyeruak masuk ke dalam relung hatinya."ku mohon maafkan aku. bukalah matamu. jangan membuat aku semakin merasa bersalah seperti ini." ucap laki-laki itu Seraya mengalirkan bulir bening dari dalam matanya.
Laki-laki itu tak henti-hentinya, menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian ini. andai saja dirinya tidak meninggalkan istrinya itu seorang diri, maka semua ini tidak akan pernah terjadi.
"aku sudah melanggar sumpah aku sendiri. aku telah lalai kepadamu."ucap laki-laki itu tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.
__ADS_1
Sungguh saat ini, Keanu merasa tidak berguna."aku berjanji akan membalas semuanya."ucap laki-laki itu seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.