
Mendengar ucapan dari sahabatnya itu, seketika membuat Aurora dan juga Cakra, kompak membulatkan kedua matanya. mereka tidak menyangka, bahwa nasib yang akan dialami oleh sahabat mereka itu sangatlah tragis dan juga menyedihkan.
Aurora dengan segera menarik tubuh Alexandra dan memeluknya dengan erat. gadis berwajah hitam manis itu, seketika menitikan air mata.
"maafkan kami ya, seharusnya kami yang pertama kali menolongmu. tapi ternyata,.."ucapan Aurora terhenti. karena gadis manis itu, tidak sanggup lagi untuk bercerita dan membayangkan hal itu terjadi pada sahabatnya.
Alexa yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepalanya."ini semua bukan salah kamu, kok. memang mereka saja yang jahat. dan juga, mungkin ini memang sudah menjadi takdirku." ucapnya lirih di akhir kalimat.
Tak terasa, air mata Alexandra kembali jatuh membasahi wajah cantiknya. saat mengingat kejadian kelam itu menimpa dirinya. Aurora yang melihat itu, semakin mengeratkan pelukannya.
"sudah tidak usah menangis."tiba-tiba saja Cakra menarik tubuh Alexa dan memeluknya dengan erat.
Laki-laki tampan itu, merasa sangat hancur saat mendengar kenyataan pahit yang menimpa gadis yang selama ini ia impikan itu. tangannya seketika terkepal erat dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"aku berjanji, akan membuat mereka hancur."ucapnya dengan nafas naik turun. pertanda, bahwa Cakra saat ini, tengah menahan emosi yang sangat kuat.
Dengan perlahan, laki-laki itu mendorong pelan tubuh Alexa. membuat wanita itu, seketika menatap sahabatnya itu dengan tatapan keheranan.
"Mau ke mana kamu?"tanya Aurora menatap ke arah Cakra.
Laki-laki itu seketika menoleh ke arah kedua wanita itu. dan kembali fokus ke arah depan."aku harus membuat perhitungan dengan mereka."ucap Cakra Seraya melangkahkan kakinya dengan mantap.
sontak saja hal itu membuat Alexsa yang mendengarnya, berlari dan langsung memeluk tubuh laki-laki itu dengan erat. tujuan dari Alexa, bukanlah untuk mencari kesempatan dalam kesempitan. melainkan wanita itu memeluk Cakra dari belakang, hanya untuk menenangkan laki-laki itu.
Karena Alexa tau betul jika laki-laki yang ada di hadapannya saat ini tengah marah, maka Cakra tidak akan pernah berpikir jernih. dan bahkan, dapat melukai dirinya sendiri. dan membuat urusannya semakin terasa runyam.
"jangan kedepankan emosi. aku mohon,"ucap wanita itu Seraya menangkupkan kedua tangannya di atas dada. menatap Cakra dengan tatapan yang sangat dalam.
__ADS_1
Seketika itu pula, Cakra menghirup udara sebanyak mungkin. Dan setelahnya, laki-laki itu menghembuskannya secara perlahan.
"tapi mereka telah berbuat buruk padamu. aku tidak bisa membiarkan mereka hidup dengan tenang."ucap Cakra menatap ke arah wanita yang ada di hadapannya itu dengan tatapan yang sangat dalam.
Alexa yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis."terima kasih, terima kasih karena kamu begitu peduli padaku."gumam wanita itu Seraya menatap ke arah Cakra dengan tatapan penuh kasih sayang.
Dan hal itu, langsung dibalas oleh Cakra dengan tatapan yang juga penuh dengan kasih sayang dan juga penuh dengan domba.
"karena aku menyayangimu."bisik laki-laki itu, di telinga Alexa.
Sontak saja hal itu membuat Alexa yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala. dengan wajah merah padam. Entahlah, mengapa Alexa bisa bersikap seperti itu. Karena Wanita itu sedari awal berteman dengan Cakra, hanya untuk melipur lara. bukan untuk melabuhkan hatinya pada laki-laki itu.
Dengan cepat, wanita itu menggelengkan kepala. dan dengan segera, merubah ekspresi dan raut wajahnya menjadi seperti semula.
"aku juga menyayangimu."ucap wanita itu Seraya mendongakkan kepala menatap ke arah laki-laki itu. membuat kedua sudut bibir Cakra, seketika terangkat membentuk senyuman manis.
"tapi hanya sebagai teman."ucap wanita itu dengan raut tanpa dosa.
Namun dengan cepat, ekspresi wajah Cakra kembali berubah seperti biasanya. dengan senyuman yang harus dipaksakan oleh laki-laki itu.
"aku akan berusaha membuatmu menautkan hati untukku."bisik Cakra pada sahabat wanitanya itu.
Pemandangan yang sangat romantis itu, tentu saja disaksikan oleh Aurora dan juga beberapa pengawal yang diutuskan oleh Keanu untuk menjaga Alexandra.
Dan tanpa disadari oleh semua orang, ada seorang laki-laki yang saat ini tengah mengepalkan tangannya kuat-kuat saat melihat pemandangan yang ada di layar komputernya saat ini.
****
__ADS_1
Di lain tempat, Keanu baru saja melaksanakan meeting bersama dengan investor dan juga klien berharganya. laki-laki tampan itu, memutuskan untuk kembali ke dalam ruangannya untuk beristirahat dan menenangkan diri.
Namun betapa terkejutnya laki-laki itu, saat membuka layar komputernya dan mendapati pemandangan yang sangat mengganggu kedua penglihatannya itu.
"apa-apaan ini?!"tanya ke anu Soraya menggebrak meja dengan sangat keras.
Hingga membuat Nicholas yang berada di sebelah laki-laki itu, seketika terjingkat kaget. dengan perlahan, laki-laki itu mengusap dadanya yang terasa berdenyut akibat rasa terkejut.
"Ada apa Tuan?"tanya Nicholas dengan suara berhati-hati. walaupun, laki-laki itu tahu apa yang membuat tuannya itu marah-marah seperti ini.
"tidak apa-apa. Kau boleh pergi aku mau istirahat."ucap Keanu dengan nada datarnya.
Nicholas yang mengerti apa yang dialami oleh tuannya itu, hanya menganggukkan kepala dan keluar dari dalam ruangan itu.
"apa benar aku cemburu?"tanya laki-laki tampan itu pada dirinya sendiri. sampai saat ini pun, Keanu masih berusaha keras untuk menepis perasaan yang menyeruak masuk ke dalam relung hatinya itu.
Laki-laki itu menggelengkan kepala."ini pasti hanya karena aku merasa lelah."ucap laki-laki itu masih menepis perasaannya sendiri.
Kemudian dengan segera, mulai memejamkan kedua matanya untuk beristirahat. namun bayangan bayangan saat Alexa berpelukan dengan laki-laki itu, seketika menyeruak memenuhi kepalanya.
"aarrrrggghh!"teriak Keanu dengan menjambak rambutnya frustasi."kenapa aku bisa seperti ini?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri.
Dengan nafas memburu, laki-laki tampan itu akhirnya mengambil ponselnya dan segera menghubungi Nicholas untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Ada apa Tuan?"tanya Nicholas dengan raut wajah kebingungan. karena sejak tadi, tuanya itu terlihat uring-uringan seorang diri. seperti seseorang yang baru saja patah hati.
"ikut aku."ucap Keanu dengan nada datar dan juga sorot mata yang sangat menakutkan.
__ADS_1
Selama keluar dari kantor, tidak ada karyawan yang berani menyapa laki-laki itu seperti biasa. karena mereka, sudah merasa sangat takut saat melihat raut wajah dan aura yang menakutkan dari bos mereka itu.
Karena memang, laki-laki itu jika sedang marah tidak dapat diluluhkan oleh siapapun. termasuk juga Helena dan juga Dario. sebagai orang tuanya.