Wanita Kesayangan Tuan Keanu

Wanita Kesayangan Tuan Keanu
Seperti menemukan berlian


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, kondisi dari Alexa semakin lama semakin membaik. Wanita itu sudah tidak mengamuk seperti pertama kali mengetahui bahwa dirinya hamil. hanya saja, Alexa lebih banyak terdiam. bahkan saat kedua temannya didatangkan langsung oleh Keanu, wanita itu hanya tersenyum simpul. dan selebihnya, akan kembali melamun.


Helena yang melihat itu, merasa tidak tenang. karena memang wanita paruh baya itu sudah menganggap Alexa seperti putrinya sendiri.


"ini tidak bisa dibiarkan. aku harus bisa membujuknya. aku tidak ingin, mereka kecewa karena aku tidak menepati janjiku. lagi pula, aku juga sudah mulai menyayangi anak itu."ucap wanita paruh baya itu Seraya menatap Alexa dengan tatapan yang sangat lekat.


"jangan pernah menyesali sesuatu. karena semua yang terjadi di dunia ini, tidak lepas dari campur tangan Tuhan."ucap Helena Seraya mendudukkan dirinya di samping sang menantu.


Alexa yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan beberapa saat kemudian, tersenyum samar. walaupun sangat berat, namun Alexa masih tetap untuk mencoba memaksakan diri tersenyum semanis mungkin.


Karena wanita yang ada di sampingnya saat ini, telah tulus menyayanginya. walaupun Alexa juga merasa sedikit kebingungan. apalagi saat mendengar cerita dari Natasha dan juga Keanu sendiri. bahwa ibu mertuanya itu adalah tipe orang yang susah untuk menyayangi seseorang.


Apalagi, jika orang itu baru saja ia temu. tapi saat bertemu dengan dia, Helena sudah menunjukkan sikap ramah dan juga penyayang. ingin sekali, wanita cantik itu bertanya apa tujuan sebenarnya wanita paruh baya yang saat ini berada di sampingnya itu.


Apakah rasa yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya itu adalah rasa yang sebenarnya ada di dalam hatinya, atau rasa yang sengaja dibentuk untuk mengelabui seseorang, seperti apa yang dilakukan oleh keluarga pamannya.


"kenapa lihatin Mommy seperti itu?"tanya Helena menatap ke arah menantunya itu.


Tentu saja, ucapan dari wanita paruh baya itu, membuat Alexa tersentak kaget. wanita cantik itu buru-buru merubah ekspresi wajahnya. dan tak lama berselang, Alexa menggelengkan kepala.


"kau harus makan. ada kehidupan di dalam rahimmu. kau tidak boleh menyiksanya."ucap wanita paruh baya itu Seraya menyentuh perut Alex saya masih rata.


Membuat wanita cantik itu seketika tersenyum kecut."apakah aku masih pantas mendapatkan kasih sayang?"tanya Alexa menatap ke arah Ibu mertuanya itu.


Membuat Helena yang mendengarnya, seketika tersenyum. dan langsung mendekat tubuh menantunya itu dengan sangat erat.


"siapapun berhak mendapatkan kasih sayang. karena mereka semua adalah juga makhluk Tuhan yang telah diberi anugerah hati dan juga perasaan."


"tapi aku sudah hina."lirih Alexa.


Helena menggelengkan kepala."kata siapa Kau wanita hina? Kau adalah menantu kesayanganku."ucapnya menatap dalam ke arah menantunya itu.

__ADS_1


Alexa yang mendengar itu semakin merasa beruntung karena mendapatkan keluarga yang memiliki kasih sayang yang tidak terbatas seperti ini.


"terima kasih Tuhan, Karena Kau mempertemukan aku dengan keluarga baik seperti ini."ucap Alexa Seraya memejamkan mata.


Wanita cantik itu seperti menemukan berlian di tumpukan jerami. sungguh saat ini Alexa merasa, menjadi wanita yang sangat beruntung karena mendapatkan keluarga yang hangat dan juga harmonis seperti itu.


"bagaimana kalau kita jalan-jalan,"ucap Helena menawarkan kepada menantunya itu.


"mau ke mana?"tanya Alexa menatap ke arah ibunya itu.


"terserah kau mau ke mana memang?"tanya Helena.


"emm rasanya aku ingin pergi ke pasar tradisional membeli rujak buah yang ada di abang-abang penjual itu. pasti sangat nikmat."ucap wanita itu Seraya membayangkan betapa nikmatnya menikmati rujak buah di bawah sinar matahari seperti ini.


"kau mengidam ya?"celetuk Helena. membuat Alexa seketika menatap ke arah wanita paruh baya itu.


"mungkin iya."ucapnya Seraya tersenyum tipis.


"mau ke mana?"tanya Natasha saat melihat ibu dan juga kakak iparnya keluar dari dalam Mansion.


"mau menuruti ngidamnya Kakak iparmu."ucapnya Seraya melangkah."kamu mau ikut?"tanya Helena menoleh ke arah putrinya.


"ke mana memang?"tanya Natasha merasa penasaran.


"pasar tradisional. Kakak iparmu ingin memakan rujak yang di jual oleh abang-abang yang ada di pinggir pasar tradisional itu."jelas Helena.


"nggak ah, aku nggak mau ikut."tolak Natasha dengan cepat.


"kenapa?"tanya Alexa yang kini menatap ke arah adik iparnya itu.


"di situ kan kotor banyak kuman."ucap Natasha tanpa sadar. dan setelah tersadar dari apa yang ia katakan, Gadis itu segera membungkam mulutnya sendiri."kau ini ceroboh sekali." gumam Natasha pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Namun ternyata di luar dugaan. karena Alexa hanya tersenyum tipis. Hal itu membuat Natasha bisa bernafas sedikit lega. karena tidak menyinggung perasaan ibu hamil yang terkadang masih sensitif.


"Ya sudah kalau nggak mau ikut ayo Alexa."ucap wanita paruh baya itu Seraya membuka pintu mobil.


Mereka segera berangkat menuju tempat yang di inginkan oleh Alexa.


***


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah mewahnya. rumah mewah hasil dari penjualan harta benda milik kakaknya.


"kamu mau ikut Ibu nggak?"tanya Diandra pada Veronica.


"mau ke mana memangnya?"tanya Veronica yang saat ini tengah asik menonton drama kesukaannya.


"ke pasar tradisional."ucap sang ibu.


*enggak ah di rumah aja."ucap Veronica kembali menatap ke arah layar laptopnya itu.


"Ya sudah kalau nggak mau ikut."ucap wanita paruh baya itu Seraya masuk ke dalam mobil dan menyesatkannya keluar dari area komplek perumahan itu.


Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang dikendarai oleh Diandra telah sampai di sebuah pasar tradisional yang cukup ramai.


"huh rame sekali."ucap wanita paruh baya itu Seraya membuka pintu mobilnya. setelah berhasil memarkirkan mobilnya dengan selamat.


"lebih baik aku segera cepat. di sini pasti banyak kuman iyuh "ucap wanita paruh baya itu Seraya mengibaskan tangannya ke udara.


Beberapa saat kemudian, wanita paruh baya itu telah selesai dengan belanjaannya. dan Diandra berniat untuk mampir ke sebuah warung untuk membeli minuman. karena kebetulan, hari ini terlihat sangat panas.


"Panas sekali sih. lebih baik aku membeli minuman saja di sana."ucap wanita paruh baya itu Seraya melangkahkan kakinya untuk mendekati warung bambu itu.


Setelah selesai menikmati segelas es teh manis, wanita paruh baya itu segera keluar dari warung itu. saat dirinya berjalan untuk kembali ke arah mobilnya, ekor matanya tidak sengaja menatap ke arah seseorang yang sangat familiar.

__ADS_1


"itu Alexa, kan?"tanya wanita paruh bayi itu pada dirinya sendiri. dan seketika, senyuman aneh terbit dari wajahnya.


__ADS_2