
Selesai melaksanakan kegiatan sarapan, Keanu memutuskan untuk segera pergi ke kantor miliknya. karena sebentar lagi, laki-laki tampan itu akan menghadapi meeting yang sangat penting bersama dengan investor dari luar negeri.
"Nicholas, apakah kau sudah siap?"tanya Keanu menatap ke arah pengawal pribadi sekaligus sopirnya itu.
"semuanya sudah beres, tuan."ucap Nicholas Seraya menunduk hormat.
"Bagus kalau begitu. ayo, sekarang kita pergi."ucap laki-laki tampan itu Seraya beranjak dari tempat duduknya. berniat untuk melangkahkan kaki keluar dari Mansion itu.
Namun, sebuah suara membuat langkahnya terhenti. dan dengan segera, laki-laki tampan itu menoleh ke arah sumber suara.
"emm maaf, tuan mau ke mana?"tanya Alexandra Seraya menundukkan kepala karena merasa gugup dengan situasi yang ada di hadapannya saat ini.
"kamu tidak dengar tadi saya bicara apa? saya rasa, kamu juga mendengarnya, kan?"tanya Keanu Seraya menatap heran ke arah Alexa.
Karena menurutnya, tidak mungkin Gadis itu tidak mendengar perbincangan yang ia lakukan bersama dengan Nicholas. karena mereka melakukannya, tidak dengan sedang berbisik. Melainkan, berbicara dengan sedikit lantang. bahkan cenderung, berbicara dengan nada tinggi.
Alexa yang mendengar, itu seketika menggelengkan kepala."Bu... bukan itu maksudnya."ucap gadis itu Seraya menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal.
"bagaimana maksudnya?"tanya Keanu Soraya tersenyum miring. sepertinya hobinya sekarang adalah menggoda gadis yang ada di hadapannya saat ini.
Karena dengan menggoda Alexa, entah mengapa membuat Keanu merasa sangat senang dan juga merasa gemas dengan wanita cantik itu.
"bolehkah aku ikut?"tanya Alexa Seraya menggigit bibir bawahnya dan menenggelamkan wajahnya ke bawah.
Sungguh, saat ini Alexa sangat merasa malu. Karena Wanita itu, dengan terang-terangan mengatakan bahwa ingin menumpang di kendaraan laki-laki yang telah menolongnya itu.
"memangnya kau mau ke mana?"tanya ke anu menatap ke arah wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"emm, bertemu dengan Aurora."ucapnya lirih.
Keanu yang mendengar itu, seketika mengerutkan kening. laki-laki itu mencoba untuk mengingat siapa itu Aurora.
"siapa?"tanya Keanu pada Alexa.
__ADS_1
"sahabatku."ucapnya cepat.
Seketika, ingatan Keanu menerawang jauh saat mereka pertama kali bertemu. karena memang Alexa pada waktu itu bersama dengan seorang gadis berkulit hitam manis.
"oh gadis itu."ucap Keanu mengangguk-anggukkan kepala.
"jadi, apa boleh?"tanya Alexa menatap ke arah laki-laki itu.
Keanu yang mendengar, itu sejenak terdiam. membuat Alexa seketika merasa was-was. takut jika laki-laki yang ada di hadapannya saat ini, melarangnya untuk bertemu dengan Aurora. apalagi dengan keadaan yang masih tidak aman untuknya saat ini.
"boleh."ucap Keanu setelah beberapa menit terdiam.
Tentu saja, hal itu membuat Alexa yang mendengarnya seketika tersenyum tipis."terima kasih ya Tuan,"ucapnya Seraya tersenyum samar.
"tapi, ada syaratnya."ucapan dari Keanu, membuat Alexa seketika terdiam. karena pikiran wanita itu, seketika menjurus ke arah yang negatif. akibat dari pengalaman buruk Beberapa hari yang lalu.
"a...apa syaratnya?"tanya Alexa dengan nada gugup. itu membuat Keanu yang mendengarnya, seketika tersenyum kecil.
Tentu saja, hal itu membuat Alexa yang mendengarnya, seketika mengerutkan kening karena merasa heran.
"memangnya kenapa?"tanya Alexa dengan polosnya.
Keanu yang mendengar itu seketika menghela nafas panjang. merasa sangat gemas dengan gadis yang ada di hadapannya saat ini.
"kau masih ingat kan, kenapa kau bisa ada di sini?"tanya Keanu menatap ke arah Alexa.
Seketika wanita itu, membulatkan kedua matanya dan juga mulutnya karena baru mengerti apa yang dimaksud oleh laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
"oh oke baiklah."ucap wanita itu Seraya menampilkan senyum yang sangat manis. Alexa seketika mengikuti langkah Keanu yang menuju ke pintu utama Mansion itu.
"kalian mau ke mana?"tiba-tiba saja suara seseorang membuat Keanu dan juga Alexa yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah sumber suara.
"maaf nyonya, eh mommy,"terlihat sangat jelas, Alexa menjadi kikuk. karena harus memanggil wanita paruh baya itu, dengan sebutan mommy.
__ADS_1
"saya ingin menemui teman-teman saya."sambung gadis itu.
Membuat Henna yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.
"boleh. tapi,.."ucapannya terhenti saat bertatapan dengan Sang putra sulungnya itu."kamu harus memastikan dia aman."sambung wanita paruh baya itu Seraya menatap ke arah Keanu.
"Mommy Tenang saja. aku sudah melakukan planning yang tepat untuk mengawal keamanan Alexa."ucap laki-laki itu dengan lantang.
Tentu saja hal itu membuat Alexandra yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua mata. Karena Wanita cantik itu tidak menyangka, bahwa Keanu akan melakukan hal yang seperti itu.
Namun Gadis itu juga tidak bisa berbuat apa-apa. karena memang kondisinya saat ini masih dalam bahaya. karena sewaktu-waktu, wanita itu akan ditangkap oleh para ajudan dari wanita gempal itu.
"Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati."ucap Helena Seraya melambaikan tangan saat melihat putranya bersama dengan Alexa mulai menjauh dari Mansion itu.
"semoga Tuhan mentakdirkan kalian."setelah mengatakan hal itu, Helena melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar. wanita paruh baya itu sangat berharap, jika Alexa memang adalah orang yang diutus oleh Tuhan untuk menemani sisa umur putranya. karena wanita paruh baya itu melihat, vibes positif yang dikeluarkan oleh Alexa.
*****
Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi oleh Alexa telah sampai di sebuah terminal yang terlihat sangat kumuh. dengan segera wanita cantik itu keluar dari dalam mobil. dan langsung menghampiri para sahabatnya yang saat ini tengah menjajakan bunga dan juga makanan kecil.
"hai Aurora!"teriak wanita cantik itu Seraya menghampiri Aurora yang tengah berdiri bersama dengan Cakra.
Sontak saja kedua sahabatnya itu, menoleh ke arah sumber suara. mereka sangat merasa terkejut saat melihat siapa yang sedang memanggilnya.
"A.. Alexa,"ucap Aurora dengan ekspresi wajah tidak percaya. begitupun juga dengan Cakra. laki-laki itu seketika mengitari tubuh Alexandra beberapa kali karena merasa tidak menyangka dengan perubahan wanita itu.
"ini beneran kamu?"tanya Aurora dan juga Cakra hampir bersamaan. dan hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh Alexandra.
"kok bisa?"tanya Aurora dan juga Cakra yang kembali hampir bersamaan.
Alexa seketika menatap mereka berdua dengan tatapan mata yang sangat sendu. dan dengan segera, menghirup udara banyak-banyak. dan setelahnya, menghembuskannya secara perlahan.
Dengan perlahan-lahan, gadis cantik itu segera menceritakan apa yang sebenarnya ia alami. Hal itu membuat Aurora dan juga chakra yang mendengarnya, merasa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
__ADS_1