Wanita Kesayangan Tuan Keanu

Wanita Kesayangan Tuan Keanu
Campur Aduk


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, kondisi Alexandra telah lebih baik dari sebelumnya. hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat bahagia. terutama Keanu. laki-laki tampan dan gagah itu, tidak bisa menyembunyikan raut wajah kebahagiaannya.


Membuat Helena dan Dario, semakin yakin. bahwa putranya itu telah jatuh cinta pada sosok gadis sederhana bernama Alexandra Agustin.


"Dad, putra kita nantinya meminta untuk menikah dengan Alexandra, apakah Daddy setuju?"tiba-tiba saja pertanyaan seperti itu, muncul di dalam kepala Helena.


Dario yang mendengarnya, seketika menatap ke arah sang istri."kenapa tanya Daddy seperti itu? bukankah semua ada di tangan Mommy?"tanya Dario bertujuan untuk menyindir istrinya itu.


Karena, beberapa kali putranya itu menjalin hubungan dengan beberapa wanita sebelum menjatuhkan hati kepada Jessica, Helena selalu tidak setuju. berusaha untuk mengakhiri hubungan dari putranya itu dengan berbagai cara yang ia punya.


Sang istri, seketika mencebikkan bibirnya. saat mendengar ucapan bernada sindiran dari suaminya sendiri itu.


Helena pun teringat, saat pertama kali Keanu memperkenalkan Jessica. wanita paruh baya itu sampai harus membuat drama jika dirinya merasa sangat kesakitan pada perutnya akibat salah makan.


Tujuannya adalah hanya untuk membuat Keanu segera mengantar Gadis itu pulang. dan sesuai rencana, mereka akhirnya tidak jadi untuk bermesra-mesraan.


"ya karena, Mommy tidak suka kepada wanita itu. Dan terbukti kan sekarang, bahwa Jessica itu bukanlah gadis baik-baik?"tanya Helena menatap ke arah sang suami.


Dario yang mendengarnya, seketika mengangguk-anggukkan kepala karena memang jika soal insting, wanita adalah jagonya. apalagi, wanita yang telah memiliki seorang anak. maka instingnya akan setajam beberapa kali lipat dari sebelumnya.


"Ya sudahlah lebih baik kita pulang saja. Mommy yakin, Keanu dapat mengatasinya sendiri."ucap Helena Seraya menarik tangan sang suami untuk segera keluar dari area rumah sakit itu.


Di perjalanan pulang, mereka bertemu dengan Hansel dan juga Pricilia. Mereka pun berbasa-basi dan saling menyapa satu sama lain.


"Om Tante, Ada yang ingin aku bicarakan."ucap Hansel Seraya menatap ke arah dua manusia paruh baya itu.


"Ada apa Hansel?"tanya Helena.


"sebaiknya, kita bicara di ruangan saya."tukas Hansel Seraya menatap ke arah Pricilia sembarang sebentar.

__ADS_1


Dokter Pricilia yang menyadari akan hal itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum kecil. ada perasaan tak menentu di hati wanita cantik itu saat melihat Keanu bersama dengan wanita lain.


Karena memang, dirinya juga sempat memiliki rasa pada Keanu. saat Helena, mencoba menjodohkan mereka beberapa waktu yang lalu.


"Ada apa denganku? bukankah aku sudah bertekad akan membunuh perasaan ini dan menguburnya secara dalam? tapi kenapa perasaan ini tetap saja ada?"tanya Pricilia pada dirinya sendiri. karena memang hatinya saat ini, merasa begitu aneh ada perasaan campur aduk di dalamnya.


"sudahlah, lebih baik aku kembali saja ke ruanganku."tekad Pricilia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan pribadinya.


Tidak ada gunanya juga untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting seperti itu. karena Pricilia masih sangat bersyukur, Keanu mau memperkerjakan dia di rumah sakit pribadinya. karena Pricilia pikir, semua akan menjadi berantakan saat perjodohan itu tidak dilaksanakan. tapi semuanya, ternyata salah besar. dan Pricilia merasa sangat bersyukur untuk hal itu.


****


"kau menginginkan sesuatu?"tanya Keanu, menatap ke arah Alexandra yang masih menyandarkan dirinya di kepala ranjang rumah sakit itu.


Alexandra menggelengkan kepala."aku tidak butuh apa-apa tuan. terima kasih atas bantuannya."ucapnya mengulas senyum tipis.


Untuk beberapa saat, suasana kembali hening. karena mereka berdua, larut dalam pikiran masing-masing. terutama Keanu, semakin lama perasaan laki-laki itu semakin tidak menentu. apalagi saat dirinya, selalu berada di dekat Alexandra. terasa sangat nyaman dan juga damai.


"iya?"ucap Keanu Seraya menatap ke arah gadis itu.


"apakah saya boleh pulang?"tanya Alexandra pelan. Karena sejujurnya Gadis itu sudah merasa tidak tahan berada di rumah sakit seperti ini.


"oh, pulang ya?"Keanu mencoba untuk mencari tombol pertolongan darurat untuk memanggil dokter Pricilia ataupun dokter Hansel untuk datang ke ruangan itu. dan setelah menemukannya, Keanu segera memanggil kedua dokter itu.


"Ya, Ada apa Tuan?"tanya Pricilia saat wanita itu baru saja sampai di ruangan rawat Alexandra.


"apakah Alexandra sudah boleh pulang?"tanpa basa-basi, Keanu menanyakannya kepada Dokter wanita itu.


"oh, sebentar. saya periksa dulu. ya?"dokter cantik itu berjalan mendekati brangkar yang ditempati oleh Alexandra. keduanya sama-sama tersenyum, saat tidak sengaja saling tatap.

__ADS_1


"sepertinya, pasien sudah diperbolehkan pulang. semua kondisinya telah membaik."ucap Dokter wanita itu Seraya menatap ke arah Keanu.


Laki-laki tampan itu hanya menganggukkan kepala."baiklah kalau begitu. Kau boleh kembali ke ruanganmu."ucapnya bernada mengusir.


Pricilia yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang. dan tidak memiliki alasan, wanita cantik itu keluar dari dalam ruang perawatan VVIP itu.


Sementara Alexandra, wajah Gadis itu seketika berubah menjadi murung. karena dirinya bingung, kini harus pergi ke mana.


Karena rumah yang satu-satunya menjadi peninggalan keluarganya, telah dijual oleh keluarga bibinya tanpa sepengetahuan dirinya sebagai satu-satunya ahli waris.


"aku harus ke mana sekarang?"tanya Alexandra dengan tatapan sendu dan juga perasaan yang campur aduk.


"hei kenapa menangis?"tegur Keanu pada gadis itu.


Alexandra yang mendengarnya, dengan segera mengusap air mata yang hampir sejak jatuh dari mata indahnya itu.


Namun, semuanya telah terlambat. karena Keanu melihat dengan jelas raut kesedihan dari gadis yang semakin lama, telah semakin masuk ke dalan ruang hatinya itu.


"kenapa kau menangis, hmm?"tanya Keanu Seraya mengusap air mata yang telah berhasil lolos dari mata indah gadis itu.


"aku bingung. setelah ini, aku harus ke mana?"tanya Alexandra Seraya menunjukkan kepala.


Keanu segera mengusap kepala Gadis itu dengan penuh kasih sayang."tenangkan dirimu. kau akan tinggal di dalam Mansion ku."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum tipis.


Alexandra, seketika menggelengkan kepala."tidak aku tidak ingin berhutang Budi terlalu banyak kepadamu."tolaknya dengan tegas.


"lalu kau mau ke mana? ingat posisimu saat ini masih belum aman. karena kamu, masih menjadi target pencarian mereka."ucap laki-laki itu Seraya mencoba untuk menakut-nakuti Alexandra.


Karena memang laki-laki tampan itu tidak memiliki stok untuk mengulur waktu seperti orang-orang pada umumnya.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari laki-laki itu, seketika membuat Alexandra menundukkan kepala."karena memang, apa yang dikatakan Keanu itu benar. dirinya tidak memiliki pilihan lain untuk hal ini.


__ADS_2