Wanita Kesayangan Tuan Keanu

Wanita Kesayangan Tuan Keanu
Trauma


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian, terlihat kelopak mata Alexandra, bergerak-gerak. Hal itu membuat Keanu yang melihatnya, seketika langsung berdiri. dan memanggil Dokter wanita yang memang masih berada di dalam mansionnya.


"cepat periksa dia!"ucap Keanu Seraya melangkahkan kakinya untuk keluar dari sana.


Dokter wanita itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, memeriksa tubuh Alexandra yang masih sangat menyedihkan itu.


Tak lama berselang, Dokter wanita itu segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar milik Keanu.


"bagaimana keadaannya?"tanya Keanu yang langsung berdiri saat mengetahui, Dokter wanita itu membuka pintu kamarnya.


"sebentar lagi, dia akan sadar."ucap Dokter wanita itu yang bernama dokter Pricilia.


Sejenak, Dokter wanita itu terdiam. dari raut wajahnya, wanita cantik itu ingin menyampaikan sesuatu. namun ada keraguan di raut wajahnya. Helena yang menyadari hal itu, segera menegur Dokter wanita itu.


"dokter Pricilia, ada apa? kenapa Anda terlihat begitu khawatir dan gelisah?"tanya Helena Seraya berjalan menghampiri Dokter wanita itu.


Dokter Pricilia yang mendengar itu, seketika mendongakkan kepala." emmm. kalau saya boleh saran, sebaiknya anda semua mendatangkan dokter psikologis."ucap wanita itu dengan kata hati-hati.


Tentu saja hal itu membuat Keanu dan kedua orang tuanya, seketika saling pandang."maksud dokter bagaimana?"tanya Helena yang memang tidak mengerti dengan situasi sebenarnya.


"sepertinya wanita itu,..."belum sempat dokter Pricilia melanjutkan ucapannya, terdengar suara gaduh dari arah dalam kamar Keanu.


Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika menoleh dengan kompak. dan tanpa pikir panjang lagi, Keanu segera berlari untuk menghampiri Alexandra.


"pergi tolong pergi!"teriak Gadis itu dengan sangat kencang. tubuhnya, seketika bergetar hebat. Bayangan akan kejadian itu, ketika berputar-putar di dalam kepalanya.


Keanu yang mendengar itu, bukannya menuruti perintah Alexandra. justru laki-laki tampan itu, melangkahkan kakinya secara perlahan untuk mendekati gadis itu.


Alexandra yang mengetahui hal itu, seketika berlari ke sembarang arah. Seraya berteriak kencang."pergi! aku mohon, pergi!"ucap Gadis itu seketika merosotkan tubuhnya dengan tatapan yang sangat menyedihkan.


Namun demikian, Keanu tetap melangkahkan kakinya untuk mendekati gadis yang berhasil mencuri hatinya itu. tentu saja hal itu membuat Alexandra, merasa semakin ketakutan.

__ADS_1


"jangan teruskan!"tiba-tiba saja, seseorang menarik bahu laki-laki itu dan membawanya keluar dari kamar.


"Mommy,"ucap Keanu dengan sorot mata kebingungan.


"maaf tuan, tapi sepertinya wanita itu mengalami trauma yang sangat berat."ujar dokter Pricilia pada laki-laki tampan itu.


Seketika, wajah dari Keanu berubah menjadi sangat mengerikan. dan Hal itu membuat Dario, segera menenangkan Sang putra. karena jika sudah seperti ini, dapat dipastikan bahwa laki-laki itu, akan hilang kendali.


"tenang, tenangkan dirimu."ucap Dario Seraya menekan kedua pundak putranya itu.


Sementara Helena yang menyaksikan hal itu, seketika tersenyum kecil. karena sepertinya, hati putranya itu telah berhasil sedikit diluluhkan oleh gadis itu.


"semoga saja memang benar."gumam Helena dalam hati. kemudian kembali menatap suami dan juga putranya itu, dengan tatapan intens.


"tapi Dad, orang-orang seperti itu harus dimusnahkan dari muka bumi ini. karena mereka, sama sekali tidak menjunjung harga diri seorang wanita!"ucap Keanu masih dengan emosi yang meluap-luap di dalam dadanya.


"Daddy tahu, apa yang kamu rasakan. tapi kamu harus ingat, kita tidak boleh bertindak gagabah. atau kita, akan mengalami kekalahan yang akan membuat kita malu nantinya."ucap Dario mencoba untuk menenangkan putranya itu.


Mereka sampai tidak sadar, jika sejak tadi, dokter Pricilia masih berada di sana. wanita cantik itu, menatap keluarga itu dengan tatapan kebingungan.


Karena tujuannya saat ini, adalah menyembuhkan orang sakit. dan setelahnya akan mendapatkan bayaran atas pekerjaannya itu.


"jadi bagaimana Tuan, apakah Anda membutuhkan seorang dokter psikolog?"tanya dokter Pricilia.


Membuat keluarga itu, seketika menatap kompak ke arahnya. Helena sampai merasa terkejut. wanita paruh baya itu melupakan sesuatu. jika dokter cantik itu, ternyata masih berada di tengah-tengah keluarganya.


"lakukan semua yang terbaik."ucap Keanu tanpa melihat ke arah wanita itu.


Pikiran laki-laki itu saat ini tengah kacau. Entahlah, mengapa ini bisa terjadi. Padahal sebelumnya, laki-laki itu, tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya.


Dokter Pricilia yang mendengarnya, hanya dapat menganggukkan kepala. dan setelahnya, pamit untuk undur diri.

__ADS_1


"apa kamu mencintai wanita itu?"tanya Helena secara tiba-tiba. setelah kepergian dari dokter wanita.


"maksud Mommy?"tanya Keanu, pura-pura tidak mengerti.


Helena yang mendengar, itu seketika memutar bola mata malas."tidak usah berlagak bodoh. kamu tidak cocok untuk memerankan peran sebagai pembohong."tukasnya dengan ketus.


Keanu yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang."entahlah aku juga tidak tahu."ucap laki-laki itu pada akhirnya.


"padahal Mommy pernah ingin menjodohkan mu dengan dokter cantik itu. tapi kalau kamu sudah memiliki dambaan hati, Momy tidak bisa berbuat apa-apa lagi."ucap Helena tersenyum-senang.


Tentu saja hal itu membuat Keanu yang mendengarnya, sedikit merasa tercengang. karena Keanu berpikir, jika perasaannya kali ini akan ditentang oleh kedua orang tuanya terutama Sang Mommy. seperti hubungannya dengan Jessica dulu.


Namun ternyata, dugaanya salah besar. karena kedua orang tuanya, sepertinya malah mendukung tindakannya kali ini.


****


Sementara itu di dalam kamar milik Keanu, Alexandra terlihat masih meringkuk di atas tempat tidur. Gadis itu, masih sangat bergetar hebat. bayangan-bayangan itu masih berputar kuat di atas kepalanya.


"aku benci kalian semua!"ucap Alexandra dengan suara bergetar hebat. sepertinya, Gadis itu mengalami trauma yang sangat berat kali ini.


"ibu! aku merindukanmu!"ucapnya dengan lelehan air mata yang membasahi pipi. tiba-tiba saja, matanya menatap ke arah sekeliling.


Sepertinya, wanita cantik itu tengah mencari sesuatu di dalam kamar itu. Hingga kedua mata indahnya itu, seperti menangkap benda yang ada di sudut lemari.


Tanpa pikir panjang lagi, gadis itu berjalan dengan cepat menghampiri benda itu.


"aku ingin menyusul kalian!"teriak Alexandra dengan kuat. dan dengan segera, Gadis itu mengarahkan benda tajam itu, setinggi mungkin.


Srett,...


Benda tajam itu, seketika mengenai pergelangan tangannya. darah segar segera mengucur dari pergelangan tangannya itu.

__ADS_1


Sungguh, trauma yang dialami oleh Alexandra kali ini benar-benar sangat berat. karena gadis itu, sampai harus melakukan hal sekonyol itu. karena dalam prinsip Alexandra, tindakan bunuh diri adalah tindakan yang sangat konyol. Namun ternyata, kenyataannya lebih pahit dari yang ia bayangkan.


Sehingga, wanita itu menanggalkan semua prinsip dalam hidupnya.


__ADS_2