
Gegas Keanu berlari menghampiri Alexandra yang siap melukai dirinya menggunakan benda tajam itu.
"Alexa jangan!"cegah Keanu Seraya melangkahkan kakinya mendekati gadis itu.
Sontak saja, Alexa yang mendengarnya seketika melangkah mundur. karena Gadis itu sepertinya, terlalu mengalami guncangan psikis yang sangat hebat. terlihat dari tubuhnya yang saat ini bergetar sangat hebat.
"aku mohon jangan mendekat."ucap gadis itu dengan tubuh gemetaran.
"tenangkan dirimu. aku bukan orang jahat. oke,"ucap Keanu Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.
Namun bukannya percaya, Alexandra justru malah berteriak sekencang mungkin. Hal itu membuat beberapa orang yang ada di sana termasuk juga Hansel dan juga Pricilia, segera berhambur masuk ke dalam ruangan.
"sebaiknya Anda keluar dulu. sepertinya pasien masih mengalami trauma yang cukup berat."ujar dokter Pricilia pada Keanu.
Laki-laki itu hendak membantah. namun, seketika diurungkan. saat tangannya, ditarik keluar oleh sang ibu.
"sudah turuti saja apa kata dokter."ucap Helena dengan tegas.
Keanu yang mendengarnya, hendak membantah perintah ibunya. namun, seketika terhenti saat mendengar suara dari sang Ayah.
"sudah percayakan saja pada dokter Pricilia. dan teman-temannya."ucap laki-laki paruh baya itu mengajak putranya untuk duduk di kursi ruang tunggu.
Keanu yang mendengar itu, seketika membuang nafasnya kasar. sementara Helena dan juga Dario, seketika saling tatap. saat melihat raut wajah khawatir dari putranya itu.
"Di mana kalian bertemu?"tanya Helena yang merasa tidak sabar dengan cerita pertemuan antara putranya dan Alexandra.
"maksud Mommy?"tanya Keanu berusaha untuk mengalihkan pembicaraan dan fokus kedua orang tuanya.
Karena memang, saat ini Keanu tengah kebingungan dengan apa yang ia rasakan pada gadis itu. Keanu masih saja membantah, bahwa dirinya memiliki perasaan pada Alexandra.
Keanu masih meyakinkan dirinya, bahwa perasaan cintanya tidak akan pernah luntur untuk Jessica sang tunangan. yang saat ini, telah pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
Helena yang mendengar itu, seketika mencebikkan bibir dan memutar bola mata malas.
"sudah, tidak usah dipaksa. sepertinya putra kita, belum menyadari tentang perasaan itu. akibat pengaruh dari gadis yang ia cintai sebelumnya."Dario berbisik kepada sang istri.
Helena yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang. tak membutuhkan waktu lama, dokter Pricilia dan juga temannya keluar dari dalam ruangan dan berjalan menghampiri keluarga Walter yang masih berkumpul di ruang tunggu.
"bagaimana keadaannya?"tanya Keanu dengan spontan yang langsung berdiri dengan wajah yang sangat khawatir.
Tentu saja pemandangan itu, membuat Helena dan Dario seketika mengulum senyum.
"dia sudah lebih baik. kalau anda ingin menjenguknya, silakan. tapi ingat, jangan pernah menyinggung tentang kejadian yang baru saja ia alami."dokter Pricilia memberi wejangan kepada Keanu.
Laki-laki tampan itu seketika menganggukkan kepala. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan rawat milik Alexandra.
ceklek
Alexandra seketika terjingkat kaget, saat wanita itu mendengar suara pintu kamar terbuka.
"tuan, Ter... terima kasih karena telah menolong dan menyelamatkan aku."ucap Alexandra dengan sekuat tenaga menahan rasa takut yang menyeruak di dalam dadanya.
Keanu yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis. dan tak berselang lama, itu melangkahkan kakinya untuk mendekati brangkar. dan setelahnya, duduk di samping Alexandra.
Tangannya menggenggam tangan mungil milik Alexandra."jangan pernah menyakiti dirimu hanya karena rasa trauma."ucap laki-laki itu Seraya mengulas senyum tipis.
Alexandra yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala. karena gadis itu, kini tengah berusaha sekuat tenaga untuk menghalangi air matanya agar tidak jatuh.
"aku benar-benar ketakutan."ucap Gadis itu pelan Seraya menggigit bibir bawahnya. sontak saja hal itu membuat Keanu, segera berdiri dan langsung memeluk tubuh Gadis itu dengan sangat erat.
Alexandra, seketika menangis tersedu-sedu di dalam pelukan laki-laki yang baru saja ia kenal itu. mungkin jika situasi tidak seperti ini, Alexandra tidak akan pernah mau dipeluk oleh seseorang.
Apalagi orang itu, adalah orang asing menurut Alexandra. karena gadis cantik itu mempunyai prinsip, jangan pernah terpengaruh terhadap seseorang yang baru saja ia kenal. Karena orang itu, belum tentu baik.
__ADS_1
Namun untuk saat ini, Alexandra mengabaikan prinsipnya itu. Gadis itu merasa sangat tenang saat berada dalam pelukan Keanu.
"tenangkan dirimu. aku berjanji, akan membantumu untuk menyelesaikan masalah ini."bisik Keanu tepat di telinga Alexandra. membuat Gadis itu seketika mengulas senyum tipis. dan Hal itu membuat Keanu, sedikit terdiam.
Karena memang laki-laki itu sempat terpana dengan senyuman yang begitu manis yang terpancar dari wajah gadis yang saat ini berada dalam pelukannya itu.
"apa sekarang kamu sudah tenang?"tanya Keanu Seraya melarai pelukannya.
Alexandra yang mendengarnya, hanya dapat menganggukkan kepala Seraya tersenyum malu-malu. Keanu merasa sangat gemes. ingin sekali laki-laki itu, mencubit pipi Gadis itu yang terlihat sangat chubby.
"Ya sudah. kalau begitu, kamu istirahat saja. aku akan menunggu kamu di sini."ucap laki-laki tampan itu Seraya menggenggam tangan dari Alexandra.
Alexa mengganggu kan kepala. dan tak lama berselang, Gadis itu memejamkan mata. dan Hal itu membuat Keanu, seketika tersenyum tipis.
"aku akan merawatmu sampai kau sembuh."gumam laki-laki itu penuh dengan keyakinan.
***
Tanpa disadari oleh keduanya, ada dua orang yang menatap pemandangan itu dengan tatapan penuh dengan kebahagiaan. siapa lagi orangnya jika bukan Helena dan juga Dario
"semoga gadis itu, bisa membuat anak kita melupakan wanita itu."ucap Helena dengan nada yang sangat ketus. entah apa yang diketahui oleh wanita paruh baya itu. sehingga membuat Helena, begitu membenci mantan tunangan putranya itu.
"sudahlah lebih baik kita pulang saja."ucap Dario yang menarik tangan sang istri untuk menjauh dari sana.
Helena yang melihat itu, hendak memprotes. namun seketika terdiam, saat mendengar penuturan dari sang suami.
"beri mereka waktu. agar mereka, bisa cepat menjadi satu keluarga. bukankah itu yang kamu mau?"tanya Dario menatap istrinya dengan penuh arti.
Helena yang awalnya cemberut, seketika tersenyum lebar. dan tak berselang lama, wanita paruh baya itu mengganggukan kepala dengan antusias.
"Daddy tau aja, kalau Mommy memang menginginkan hal itu segera terjadi."ucap Helena Seraya tersenyum manis.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita segera pulang saja. supaya putra kita, dapat merawat Gadis itu dengan sepenuh hati tanpa ada gangguan dari Mommy."goda Dario