Wanita Kesayangan Tuan Keanu

Wanita Kesayangan Tuan Keanu
Pengacau


__ADS_3

Saat ini Alexa dan juga Helena, tengah berada di sebuah kedai yang menjual jajanan tradisional di negara itu. Karena setelah selesai memakan rujak buah, tiba-tiba saja Alexa menginginkan memakan makanan tradisional.


Mau tak mau suka tak suka, Helena harus menuruti keinginan dari wanita yang telah menjadi menantunya itu. walaupun itu bukan benih dari Keanu, tapi Helena sudah terlanjur sayang terhadap wanita itu. dan juga pesan dari seseorang yang ingin dirinya selalu menjaga Alexa.


"bagaimana apa kamu suka?"tanya Helena menatap ke arah sang menantu yang tengah menikmati makanan tradisional itu dengan lahap.


"emmm ini enak banget. aku suka makanan ini."ucap Alexa Seraya kembali memasukkan makanan itu ke dalam mulut.


Helena yang mendengar itu, seketika tersenyum kecil. tiba-tiba saja, perutnya merasa seperti diaduk. wanita paruh baya itu segera berpamitan kepada sang menantu, untuk menuntaskan keinginannya.


Perlu kalian ketahui, walaupun lilinnya terlahir dari seorang wanita sosialita dan juga tidak bisa hidup tanpa kemewahan, namun wanita paruh baya itu juga masih bisa untuk menikmati sesuatu yang berbau sederhana.


Seperti yang tengah ia nikmati saat ini. selain karena mengikuti keinginan dari ibu hamil, Helena juga merasa nyaman berada di tempat yang penuh dengan keramaian dan juga orang berlalu lalang itu.


"iya Mom. aku tunggu di sini."ucap Alexa Seraya tersenyum tipis. dan tak lama berselang, kembali fokus menikmati makanan yang ada di dalam tangannya itu.


Helena segera menganggukkan kepala dan langsung melajukan langkah kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi yang tidak jauh dari tempat Mereka berdiri saat ini.


Di saat Alexa tengah menikmati makanan yang ada di hadapannya saat ini, tiba-tiba saja datang seorang wanita yang menghampirinya.


"halo keponakanku,"siapa seorang wanita yang memakai pakaian serba warna hitam.


Tentu saja, hal itu membuat Alexa yang tengah asik menikmati makanannya, langsung menoleh ke arah sumber suara. kedua bola matanya, seketika membulat sempurna.


"bi...bibi,"ucap Alexa dengan tubuh gemetar dan juga suara tercekat.


Seketika itu pula, wanita paruh baya itu segera menarik tubuh Alexa untuk menjauh dari keramaian itu. karena kebetulan, suasana di sana sedikit lenggang.


"Bibi mau apa?"tanya Alexa dengan cepat dan raut wajah yang sangat ketakutan. sementara Diandra, wanita paruh baya itu seketika tersenyum menyeringai. karena ternyata, keponakannya itu masih bodoh seperti terakhir kali mereka bertemu.


"lama kita tidak bertemu. aku pikir kau sudah lebih cerdas dari kemarin. tapi ternyata, Kau masih sama. sama-sama bodoh! hahaha!"wanita paruh baya itu seketika tertawa lepas.

__ADS_1


Membuat Alexandra seketika melangkah mundur. hingga langkahnya terhenti, saat tubuhnya menabrak dinding yang ada di belakangnya.


"kau tidak akan pernah bisa kabur kemana-mana!"ucap wanita paruh baya itu Seraya melangkahkan kakinya untuk mendekati Alexa yang tampak ketakutan.


"kenapa, kenapa kau ketakutan seperti itu? seharusnya kau berterima kasih padaku. karena berkat aku, kau dapat merasakan apa yang dinamakan puncak kebahagiaan dunia."ucap wanita paruh baya itu. dan setelahnya, tertawa terbahak-bahak.


Tangan Diandra terulur hendak menarik tangan Alexa. namun, dengan segera terhenti saat mendengar suara seseorang yang memanggil keponakannya itu.


"dia siapa?"tanya Diandra pada dirinya sendiri. dan dengan segera, wanita paruh baya itu berlari sekencang mungkin agar tidak ketahuan.


Sementara Alexa, wanita cantik itu segera menelungkupkan wajahnya di antara dua kaki. dengan tubuh yang bergetar hebat.


"Alexa kau kenapa?"tanya Helena yang langsung merasa terkejut saat melihat menantunya dalam keadaan seperti itu.


Bukannya menjawab, Alexa semakin histeris. menolak untuk disentuh. Helena yang melihat itu merasa sangat kebingungan.


"sebaiknya kita pulang saja ya?"tanya Helena Seraya menggenggam tangan menantunya itu yang tampak terasa sangat dingin.


Wanita cantik itu masih merasa sangat takut tentang ancaman yang dilakukan oleh keluarga pamannya itu. Keanu hanya mengetahui, jika istrinya pernah di perlakukan seperti bukan manusia.


Bukan tidak ingin menyelidiki semuanya, tapi, Alexandra selalu melarang suaminya itu, untuk menyelidikinya. Akhirnya, mereka tidak mengetahui dimana keberadaan keluarga itu.


Sesampainya di kediaman Keanu, masih terlihat ketakutan. Hal itu membuat Natasha yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, seketika mengerutkan kening karena merasa terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.


"kakak ipar kenapa Mom?"tanya gadis cantik itu Seraya duduk di samping Alexa yang masih tampak ketakutan.


"Momy juga tidak tahu. tapi sepertinya, aku memiliki firasat yang buruk."ucap Helena menatap ke arah putrinya itu.


"firasat apa Mom?"tanya Natasha dengan raut wajah penasaran.


"sepertinya ada yang mengganggu Kakak iparmu."ujar Helena lagi.

__ADS_1


"aku akan telepon Kak Keanu." ucap Natasha yang mengerti arah perbincangan saat ini.


Tak lama berselang setelah menghubungi Keanu, laki-laki itu telah datang dengan wajah yang sangat khawatir.


"apa yang terjadi pada Alexa?"tanya laki-laki tampan itu dengan melangkahkan kakinya tergesa-gesa.


"sepertinya ada pengacau."ucap Helena Seraya menatap putranya itu dengan tatapan yang sangat lekat.


Keanu yang mendengar ucapan dari sang ibu dan menatap wanita paruh baya itu, seketika mengerti apa yang dimaksud oleh ibunya.


"baiklah kalau begitu. aku akan segera bertindak."ucap laki-laki itu tegas dan langsung terbalik badan untuk menuju ke suatu tempat.


Namun dengan segera gerakannya terhenti, saat merasakan tubuhnya di pelyk dari belakang oleh seseorang. kedua sudut bibir laki-laki itu seketika tersenyum saat mendapati Alexa memeluknya dari arah belakang.


"jangan aku mohon jangan."ucap wanita itu Seraya menggelengkan kepala. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, membuang nafas dengan kasar. karena Lagi Dan Lagi, Alexa melarang mereka untuk bertindak. entah apa yang ditakutkan oleh wanita itu.


"baiklah lebih baik kamu istirahat saja."ucap Helena menatap ke arah putranya memberikan kode untuk membawa Alexa masuk ke dalam.


****


"Ibu dari mana?"tanya Veronica saat melihat ibunya pulang dalam keadaan girang.


"Ibu baru saja bertemu dengan seseorang. tebak dia siapa?"tanya wanita paruh baya itu menatap ke arah putrinya itu.


"siapa memangnya?"tanya Veronica dengan raut wajah penasaran.


"Ibu baru saja bertemu dengan Alexa."ucap wanita paruh baya itu dengan berbisik.


"bertemu di mana? kenapa tidak membawanya? agar wanita gempal itu menyukainya?"tanya Veronica dengan bertubi-tubi.


"tidak semudah itu sayang. Tapi yang jelas, Ibu sudah mengacaukan mentalnya."ucap wanita paruh baya itu dengan tawa terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2