Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 10


__ADS_3

Sepulang kuliah. Zahira langsung menemui ibu dan bapak mertuanya di showroom. Zahira meminta kepada mereka berdua untuk membeli mobil second Saja. karena Zahira merasa tak enak jika menghabiskan banyak uang pak Rohmat dan Bu Mona.


awalnya kedua mertuanya menolak. Namun karena Zahira bersikeras. maka mereka pun menuruti. Pilihan Zahira jatuh pada sebuah minibus berwarna silver. tanpa banyak babibu pak rohmat dan Bu Mona langsung melakukan pembayaran. tentunya pak Rohmat sudah membawa seorang teknisi untuk mengecek kondisi mobil tersebut.


"pak Bu makasih banyak ya. Zahira sangat bersukur memiliki bapak dan ibu saat ini"ucap Zahira dengan mata berkaca kaca.


pak Rohmat dan Bu Mona tersenyum. Bu Mona lalu memeluk Zahira."kami juga beruntung memiliki kamu sebagai menantu kami"ucap Bu Mona.


****


"wah aku tak menyangka Zahira malah memilih kendaraan second daripada mobil baru."ucap Arman sambil melihat ponselnya.


Raisya yang sedang asik menyantap makanannya langsung ikut melihat isi ponsel Arman. ternyata pak Rohmat mengirimkan gambar mobil yang dipilih Zahira hari ini.


Arman dan Raisya seperti biasa sedang menghabiskan waktu berdua.


"apakah kau membelikan dia mobil mas?!"tanya Raisya penuh dengan rasa cemburu.


Arman menatap kekasihnya"tidak sayang ini ibu dan bapak membelikan Zahira mobil. katanya untuk hadiah pernikahan kami."ucap Arman sembari membelai pucuk kepala Raisya.


Raisya bukannya lega malah semakin cemburu. orang tua Arman sangat menyayangi Zahira. dia harus secepatnya bisa menikah dengan Arman. setelah orang tua Arman, bisa saja Arman yang jatuh cinta pada Zahira.


****


"turun kau!"ucap om Aris kepada Raisya yang sedang meliuk liuk di atas tubuhnya. Raisya merasa terkejut dengan nada om Aris yang tinggi.


saat ini ia sedang melayani sugar Daddy nya. tetapi fikirannya malah melayang menyusun berbagai rencana.


"maafkan aku om. aku sedang banyak fikiran."ucap Raisya sembari menutup tubuhnya dengan selimut hotel.

__ADS_1


om Aris berjalan menuju kursi. tanpa rasa sungkan meski tanpa mengenakan sehelai benangpun. ia mengambil rokoknya dan mulai menghisap rokok tersebut.


"Ada apa? apakah masalah uang? jika masalah uang kau tinggal bilang padaku"ucapnya sembari menatap wanita yang telah berkali kali tidur dengannya.


wanita muda yang menggairahkan. berbeda sekali dengan istrinya dirumah. menurutnya istrinya sudah tak menarik lagi. bahkan saat harus berhubungan Badan dengan istrinya, ia harus melihat terlebih dahulu video syur nya bersama Raisya. om Aris memang sering merekam kegiatan mereka saat bercinta. dan Raisya pun merasa oke oke saja. karena om Aris membayarnya besar sekali.


" bukan om. hanya saja ini masalah pribadi"ucap Raisya.


"apakah masalah percintaan mu dengan lelaki lugu itu? yang sekarang sudah memiliki istri?"tanya om Aris.


Raisya menggangguk lemah."iya om. orang tua nya sangat menyukai istrinya. hingga membelikan mobil untuk istrinya tersebut"ucap Raisya lirih.


"hahahaha jadi kau ingin mobil? bilang saja. akan kubelikan untukmu."ucap om Aris.


"bukan mobilnya om. tapi yang membuatku cemburu adalah perhatian kedua orang tuanya kepada wanita tersebut. lagipula aku tidak bisa menerima mobil om. Arman pasti akan bertanya tanya darimana aku dapat uang membeli mobil. kalau ibuku pasti senang senang saja tanpa mau tahu darimana uang ku dapat"ucap raisya.


"yasudah. kau tinggal fikirkan saja bagaimana caranya. masak iya kau tidak terfikirkan rencana sedikitpun"ucap om Aris."jangan lupa juga kau fikirkan apa alasanmu kepada lelakimu ketika memang tujuan mu tercapai dan kalian melakukan malam pertama. apa alasanmu kepadanya. karena kau sudah tidak perawan. sedangkan selama ini dia tak pernah menyentuhmu"ucap Aris.


****


Tak terasa sudah 6 bulan Zahira menjalani rumah tangga dengan Arman. kehidupan rumah tangga palsu mereka berjalan dengan lancar.


Zahira melayani kebutuhan Arman layaknya seorang istri, kecuali kebutuhan ranjang. dan Arman mulai terbiasa dengan kehadiran Zahira di dalam hidupnya. jika sebelum tidur mereka menghabiskan waktu dengan kegiatan masing masing. Zahira lebih suka menggambar gambar sketsa baju. sedangkan Arman kadang menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor yang belum selesai.


Zahira sekarang sudah lancar mengemudikan mobil. Bu Rima sangat senang melihat Zahira tampak bahagia. setiap bulan Zahira rajin memberikan uang untuk bu Rima guna keperluan adik adik di panti. Zahira tidak pernah bercerita sedikitpun mengenai keadaan rumah tangga yang sebenarnya.


betapa sepi malam malamnya karena memiliki suami namun tak pernah bisa ia sentuh dan menyentuhnya. bagaimana dia harus menahan perasaan ketika suaminya melakukan video call dengan kekasihnya di depan matanya.


Zahira selalu berusaha bersikap baik baik saja. padahal dalam hatinya ia merasa sakit.

__ADS_1


malam ini. Arman masuk ke kamar dengan wajah sedikit pucat. Zahira yang biasanya sibuk dengan kegiatannya. mulai memperhatikan Arman. karena tidak biasanya Arman tidur dengan memakai baju berlapis.


"kau kenapa mas?"tanya Zahira.


"aku tak tahu. aku merasa kurang enak badan. kepalaku sangat pusing. dan aku merasakan kedinginan dan badanku terasa seperti sakit semua."jawab Arman.


Zahira mendekati suaminya. dengan ragu ragu ia menyentuh kening Arman."ya Allah mas. kau panas sekali"ucap Zahira langsung menuju nakas Dan mengambil termometer. Lalu ia menyuruh Arman meletakkan di ketiaknya. setelah termometer berbunyi diambil Zahira dan tertera angka 38.6


"sepertinya kau demam.sejak kapan kau merasakan ini mas?"tanya zahira.


"sebenarnya sejak tadi sore. pekerjaan kantor sangat banyak. karena akan ada audit. sudah sekitar seminggu ini aku harus memeriksa banyak file. dan sering terlambat makan."ucap Arman.


"pantas saja. pasti kau kelelahan. mas kau tidurlah di ranjang. aku akan buatkan teh madu untukmu. dan aku akan mencari obat obatan dibawah"ucap Zahira tanpa menunggu jawaban Arman.


ketika Zahira membuat teh. Bu Mona Yang saat itu ingin minum dan melihat Zahira sibuk membuat teh bertanya pada Zahira"kau minum teh malam za?".


"eh ibu. tidak bu. ini untuk mas Arman Bu. sepertinya mas Arman sedang tidak enak badan"jawab Zahira."oiya Bu. apakah kita ada obat pereda panas?"tanya Zahira.


"ada dikotak obat za"ucap Bu Mona. ia melihat Zahira mencari obat tersebut.setelah dapat ia membawa obat dan teh tersebut ke dalam kamarnya. lalu ia turun lagi kedapur untuk menyiapkan air hangat. sepertinya zahira akan mengompres Arman.


Bu Mona memperhatikan Zahira yang sangat gesit melakukan semuanya. lalu ia pun ikut naik untuk melihat keadaan anak semata wayangnya.


"ada apa man? apakah kau tak enak badan?"tanya Bu Mona sembari memegang kening anaknya.


"iya Bu. Arman merasa tidak enak badan. mungkin Arman kelelahan Bu"ucap Arman lirih.


Zahira langsung memberikan Arman teh madu untuk diminum. lalu ia menyiapkan obat untuk Arman. setelah siap ia memberikan obat tersebut pada Arman. Arman langsung meminum obat tersebut.


"Untung saja man kau memiliki istri yang perhatian dan pintar mengurusmu jadi ibu tidak terlalu khawatir" ucap Bu Mona.

__ADS_1


Arman dan Zahira hanya saling berpandangan. seandainya rumah tangga mereka sungguhan. pasti pernikahan mereka sangat bahagia.


****


__ADS_2