
Arman segera menghampiri Zahira dikamarnya.ia melihat Zahira masih mengemasi barang barangnya kedalam sebuah tas koper kecil dibantu Bu Mona.setelah selesai Zahira segera berpamitan dengan bu Mona.bu Mona meminta Zahira menyampaikan salamnya kepada Bu Rima dan berjanji besok akan menengok kerumah sakit.
"ayo za.aku sudah siap"ucap Arman sembari ingin membantu Zahira membawakan tasnya.namun Zahira langsung menolaknya.ia masih merasa sangat kesal dengan Arman.
saat mereka keluar dari kamar.terlihat Raisya sudah menunggu di depan pintu.
"mau kemana kau?"tanya Arman heran.
"aku ikut ya mas.aku tidak bisa tidur jika kau belum menemaniku"ucap Raisya manja.
Arman menghela nafasnya.lagi lagi raiysa tak memberikan kesempatan baginya untuk berdua dengan Zahira.tadinya Arman sangat berharap ia bisa berbicara dengan Zahira di perjalanan.
"kau tidak usah ikut.ini sudah malam.tidak baik bagimu,ibu hamil berada diluar.aku tidak akan lama hanya mengantarkan Zahira kemudian langsung kembali lagi"rayu Arman pada istrinya.
wajah Raisya nampak murung.ia ingin sekali ikut.tetapi ia tak berani membantah Arman.apalagi Arman terlihat dalam kondisi hati yang tidak baik baik saja.
"kau boleh ikut sya.banyak berdoa ketika berada di perjalanan nanti agar kau dan bayimu dilindungi"ucap zahira.ia ingin segera sampai dirumah sakit.kasihan Vivi menunggunya.selain itu dengan kehadiran raiysa membuat ia tidak hanya berdua dengan Arman di mobil nanti.jujur saja ia merasa tidak nyaman berduaan dengan Arman saat ini
"tapi za...."Arman masih berusaha mencegah Raisya untuk ikut.
"sudah sudah.cepatlah antar Zahira man.kasihan Vivi menunggu disana.tidak usah berdebat hanya karena hal sepele."ucap Bu Mona memutus perdebatan mereka.ia kasihan pada Zahira.tentu saat ini fikirannya tercurah kepada bu Rima.
"baik Bu"jawab arman.akhir akhir ini ia memang tak mau membantah ibunya.akhirnya raiysa pun ikut mengantarkan.
"oiya man nanti mampir dulu beli makanan untuk Zahira.dia pasti belum makan"ucap Bu Mona.
"tidak usah Bu.nanti gampang za bisa mencari makanan di kantin rumah sakit."tolak Zahira.
"yasudah terserah kau saja za.hati hati ya nak.jika bisa kau juga beristirahat ya nak"pesan Bu Mona.
__ADS_1
Zahira meraih tangan Bu Mona dan menciumnya.raisya tidak menyia nyiakan kesempatan itu,ia langsung membuka pintu depan dan duduk dikursi sebelah Arman.arman yang sudah berada di kursinya hanya menatap Raisya dengan jengkel.
Zahira pun naik Dan duduk di kursi belakang.ia meletakkan kepalanya pada sandaran kursi.kejadian demi kejadian hari ini sungguh menguras tenaga dan emosinya.arman mencuri pandang melalui spion.ia kasihan dan merasa bersalah pada Zahira.karena wajah Zahira terlihat sangat letih.
ponsel Zahira bergetar.di layar menampilkan nama zayn.zahira memilih mengabaikannya.ia tak mau jika Arman kembali marah dan membuat drama.itu akan memperlama ia sampai dirumah sakit.
Arman menepikan mobilnya didepan sebuah rumah makan.ia turun tanpa berkata apa apa dan kembali dengan dua bungkus nasi Padang.lalu menyerahkannya pada Zahira.
"makan ini nanti disana.satu untukmu.satu untuk temanmu.meskipun tak nafsu makan kau harus tetap makan."ucap Arman datar.namun baik Raisya maupun Zahira merasakan kepedulian Arman terhadap zahira.
Raisya hanya bisa diam dan menahan sakit hatinya.sedangkan Zahira hanya mengucapkan terimakasih.perjalanan mereka diisi oleh kesunyian.
setelah sampai di parkiran rumah sakit.zahira bergegas untuk turun."terimakasih mas sudah mengantarkan ku.aku turun dulu ya"ucap Zahira berpamitan.
Arman hanya mengangguk.sedangkan Raisya merasa tidak di anggap oleh Zahira."memang aku nampak tak terlihat di mata dia.mengapa hanya berpamitan denganmu?!"raisya mulai mencari masalah.
Arman memandang istri keduanya."sudah jangan berlebihan.zahira itu lelah dan banyak fikiran.tidak usah membesarkan masalah.sejak kapan kalian menjadi akrab hingga Zahira harus berpamitan denganmu?"ucap Arman sarkas.
emosi Arman menjadi turun karena melihat perut raisya.ia sangat menyayangi calon anaknya.perasaanya tulus.meskipun seringkali ia merasa kesal dengan tingkah ibu calon bayinya.
Arman mengulurkan tangannya mengusap perut Raisya."maafkan ayah sayang.ayah hanya merasa sedikit lelah.ayo kita pulang agar kau dan ibumu bisa beristirahat"ucap Arman lembut.raisya merasa sangat bahagia.seandainya hanya ada dia dan Arman serta calon anaknya tanpa adanya Zahira.tentu saja kebahagiaan mereka akan semakin lengkap.
"mas besok aku akan mengunjungi ibu.aku sudah agak lama tidak bertemu dengannya.boleh ya mas?"ucap Raisya.
Arman pun menganggukkan kepalanya.ini bagus.besok ia akan menjenguk Bu Rima dirumah sakit bersama ibunya.tentu jika Raisya dirumah ibunya maka ia bisa berbicara dengan Zahira tanpa gangguan Raisya.
raisya tahu Arman pasti mengizinkannya.raisya rindu pada ibu dan adiknya.meskipun ibu dan adiknya sering mengecewakannya.namun tetap saja merekalah keluarga yang raisya punya.
ia juga ingin memberikan ibu Yulia sebagian uang yang ia dapatkan dari Aries si bandot tua.
__ADS_1
kemarin ia telah membayar kedua preman tersebut masing masing 10 juta rupiah.sisanya akan ia berikan kepada ibunya sedikit lalu ia akan memenuhi janjinya membelikan Ranu motor.karena siapa tahu di kemudian hari nanti ia akan kembali membutuhkan bantuan adiknya.
Raisya sekarang merasa amat tenang.karena Aris tidak lagi mengganggunya.mengapa tidak dari Dulu saja aku melakukan ini.fikir Raisya.
****
Zayn memandang layar ponselnya dengan lesu.ia melihat jam di ponselnya.sudah menunjukkan pukul 23.00 apakah Zahira sudah tertidur sehingga tidak menjawab panggilannya.
"kenapa sayang?kau terlihat selalu kusut belakangan ini?"mommy Clara mendekati Zayn yang masih berada di ruang televisi.
Zayn menoleh ke mommy nya."mommy belum tidur?"
"mommy haus zayn.makanya terbangun.mommy lupa mengisi teko di kamar.sekarang mommy ingin tahu ada apa lagi denganmu?pasti Zahira lagi kan?"mommy Clara berusaha mengorek informasi dari anaknya.
"aku menghubungi Zahira mom.tapi ia tidak menjawab panggilanku.aku khawatir dengannya"ucap Zayn sendu.
"ini sudah malam zayn.dia sedang bersama suaminya.dan mungkin mereka sedang memadu kasih.makanya dia mengabaikan panggilanku"ucap mommy Clara sengaja agar Zayn menyadari status zahira.
"stop it mom!aku tidak mau mendengar!tidak mungkin sekarang mereka seperti itu"Zayn menyangkal.
"kenapa tidak mungkin.mereka adalah pasangan suami istri yang sah secara hukum dan agama.kau yang berhenti mendamba seorang wanita yang telah menikah.buka hatimu untuk wanita lain yang masih single"mommy Clara sedikit kesal.zayn telah salah dalam hal ini.tetapi tetap saja dia bersikeras.
"mom sekarang Zahira sedang dirumah sakit menjaga Bu rima.bu Rima kecelakaan tadi pagi.dan sedang dirawat saat ini.aku tadi yang menemani Zahira mengurus Bu Rima di rumah sakit"ucap Zayn.
"what?! Bu Rima kecelakaan.kenapa.kau tidak mengabari mommy?.bagaimana keadaanya?dirumah sakit mana?besok mommy akan menjenguk kesana bersama daddymu."mommy Clara merasa sangat terkejut.ia khawatir jika terjadi sesuatu pada Bu rima.karena Bu Rima adalah harapan bagi anak anak yang ada di panti tersebut.
Zayn menjelaskan tentang keadaan Bu Rima saat ini dan Dimana kamar rawatnya.ia juga berjanji akan menemani mommy Dan Daddynya untuk ikut menjenguk kesana.
"biarkan Zahira izin tidak masuk besok.agar dia fokus menjaga Bu Rima."perintah mommy Clara.
__ADS_1
"Zayn sudah menyuruh Zahira untuk tidak masuk mom.tapi ia menolak karena Al sedang dirawat dirumah sakit"lalu Zayn menepuk keningnya.mengapa ia sampai lupa menanyakan keadaan asisten pribadinya.ia merasa sangat bersalah.
****