
Zahira masuk kembali ke kamar sembari membawa semangkuk bubur.
"za kamu membuat bubur lagi?"tanya Bu Mona.
"iya Bu tadi mas Arman baru makan sedikit sekali"ucap kemudian duduk di depan Arman.
Arman memandangi Zahira kembali. gadis ini amat sangat perhatian dan sabar. pantas saja orang tuanya memilihkan Zahira untuk menjadi pendamping hidupnya.
"mas kau makan lagi ya. tadi kau hanya makan sedikit sekali. kau harus banyak makan mas". ucap Zahira sembari menyuapi Arman.
Bu Mona dan pak Rohmat menunggu zahira selesai menyuapi Arman. karena ada yang ingin mereka bicarakan dengan Zahira dan juga Arman. mereka heran mengapa sikap Zahira biasa saja ketika melihat Raisya. apakah Zahira sebenarnya sudah tahu.
ketika melihat Arman telah selesai makan. pak rohmat dan Bu Mona memulai pembicaraan. Bu Mona dan Zahira duduk di ranjang sedangkan pak rohmat duduk di kursi meja rias Zahira.
"za bapak ingin bertanya. mengapa kau seperti tidak terkejut dengan kedatangan Raisya?"tanya pak Rohmat.
Zahira pun tersenyum."mas apakah boleh aku ceritakan yang sebenarnya kepada bapak dan ibu?"Zahira lebih dahulu meminta izin kepada Arman.
Arman hanya bisa mengangguk. sudah kepalang tanggung. lebih baik semuanya menjadi jelas."lakukanlah za"ucap Arman.
"pak Bu. dari hari pertama pernikahan za dan mas Arman. semuanya sudah za ketahui. mas Arman meminta za untuk bertemu dengan kekasihnya"Bu Mona nampak membolakan matanya. namun ia dan pak Rohmat harus sabar menunggu Zahira menyelesaikan ceritanya.
__ADS_1
"mas Arman membawa za menemui wanita tersebut di sebuah cafe. dan mas Arman jujur mengakui jika ia telah memiliki kekasih dan ia tak bisa melepaskan kekasihnya. saat itu za merasa sangat hancur. za mengira jika setelah menikah kebahagiaan akan bisa za raih namun kemudian hanya sakit yang za dapatkan. mas Arman meminta za untuk tetap menjalani pernikahan ini. namun ia tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya.sampai mendapatkan restu dari bapak dan ibu."ucap Zahira. Arman merasa bersalah mendengarkan perkataan Zahira. termasuk Bu Mona dan pak Rohmat. karena bagaimanapun mereka memiliki andil yang besar karena meminta kedua orang yang tak saling cinta untuk menikah.
"lalu mengapa kau mau bertahan nak?"airmata Bu Mona sudah mengalir di pipinya.
"karena za punya banyak pertimbangan Bu. yang pertama za tidak mau membuat Bu Rima, bapak dan ibu bersedih. kedua za belum siap menjadi janda di usia pernikahan yang masih sangat muda ketiga mas Arman meskipun tidak mencintai za namun ia memperlakukan za dengan baik ia memberikan za nafkah yang layak dan tidak pernah menyakiti fisik za. Dan yang terakhir untuk anak Yatim.piatu seperti za diberi kesempatan hidup ditengah keluarga yang hangat ini merupakan anugerah terindah untuk za. mengenai hati dan perasaan za. biarlah itu menjadi urusan za untuk mengaturnya agar tidak terus patah dan terluka"jatuh juga airmata dari pipi Zahira. selama ini ia berusaha kuat namun ia hanyalah manusia biasa. luka dan sakit tetap ia rasakan. mengingat baginya pernikahan bukanlah hal yang main main.
pak rohmat menarik nafasnya. ia tak bisa sepenuhnya menyalahkan Arman. Karena jika dilihat lebih dalam ialah orang yang paling bersalah."Arman. kau sudah mendengar semuanya. bapak tidak menyalahkanmu nak. semua ini salah bapak yang tidak memahami hatimu dan Zahira. sekarang bapak serahkan semuanya padamu. jika memang kau benar benar mencintai raisya dan tidak bisa mencintai Zahira. maka bapak tidak akan memaksamu karena itu hanya akan menyakitimu dan Zahira. tapi jika di dalam hatimu ada sedikit keinginan untuk memulai rumah tangga yang sebenarnya bersama Zahira. maka kau harus melepaskan raisya"pak Rohmat menyerahkan segalanya pada Arman. namun dalam hatinya tetap berdoa semoga saja hati Arman terbuka untuk Zahira.
"mas aku tahu kau sangat menghormati dan menyayangi orang tuamu. namun ikuti saja kata hatimu mas. aku ikhlas dan rela saat ini, kejarlah kebahagiaanmu. sekarang semuanya sudah terungkap tak ada gunanya lagi pernikahan pura pura kita. kini restu orang tuamu sudah kau dapat."ucap Zahira. ia merasa inilah saat nya untuk pergi dari kehidupan Arman. sudah cukup baginya selama 6 bulan merasakan kebahagiaan dan kesedihan dirumah ini.
mendengar perkataan Zahira. seharusnya memang benar. inilah saat yang ditunggunya. orang tuanya merestui ia dan Raisya. dan Zahira sudah ikhlas untuk pergi. namun mengapa hatinya sakit. dia sudah terbiasa dengan Zahira dengan segala perhatiannya. apalagi saat dia sakit semalam , Zahira merawatnya dengan sangat baik. rasanya ia tak mau kehilangan sosok Zahira. apakah ia mencintai Zahira. entahlah ia tak tahu. saat ini yang ia inginkan hanyalah mempertahankan rumah tangganya.
Arman meraih tangan Zahira. semuanya memandang dengan terkejut."za maafkan atas semua kesalahanku. mungkin kau tidak akan mudah melupakannya. namun aku ingin melanjutkan pernikahan denganmu. jujur memang aku masih mencintai Raisya saat ini. rasa itu tak mungkin hilang dalam semalam. tapi aku berjanji padamu. aku akan meninggalkannya, menghilangkan rasa cintaku padanya dan belajar mencintaimu. aku memang egois namun aku tak mau menyesal melepaskan wanita sepertimu."ucap Arman tulus.
"mas aku bahagia akhirnya pintu hatimu terbuka untukku. aku akan memberimu satu kesempatan mas. aku mohon jangan kecewakan dan patahkan hatiku lagi. aku hanya wanita biasa yang ingin menjalani biduk rumah tangga seperti pasangan lainnya. karena bagiku janji pernikahan dihadapan sang pencipta bukanlah hal yang main main"Zahira kembali meneteskan airmata.
Arman meraih tubuh Zahira dan memeluknya. tubuhnya terasa hangat dan nyaman saat memeluk Zahira. diusapnya kepala istrinya."terimakasih atas kesempatan ini. semoga kita bisa memperbaiki dan memulai segalanya dari awal"ucap Arman tersenyum.
pak Rohmat dan Bu Mona terharu akhirnya zahira dan Arman sudah saling membuka hati. mereka berdoa semoga saja tidak ada duri dalam rumah tangga mereka.
****
__ADS_1
Raisya sudah sampai di lobby hotel. fikirannya masih sangat kacau apalagi Arman tidak bisa dihubungi. ia langsung menghubungi om Aris untuk menjemputnya ke lobby. kali ini mereka bertemu di hotel yang berada di luar kota. mereka harus bermain aman agar tidak ketahuan.
om Aris tampak keluar dari lift dan langsung memeluk Raisya. tanpa mereka sadari ada seorang laki laki yang sedang duduk dan mengabadikan moment tersebut.
karena sudah tak tahan om aris langsung mengajak Raisya menuju ke kamar. begitu masuk kamar ia langsung mencium bibir raisya dengan rakus. Raisya sempat kewalahan dan merasa risih. namun mau tak mau ia harus membalas ciuman bandot tua tersebut. Untung saja terdengar ketukan di pintu.
"ah mengganggu saja"gerutu om Aris. Raisya menarik nafas lega karena ia sudah seperti kehabisan nafas.
om Aris membuka pintu. ternyata ada pelayan hotel mengantarkan makanan."masuklah"ucap om Aris. pelayan tersebut masuk dan mendorong kereta makan."taruh disitu saja."pelayan tesebut menaruh kereta makan tepat di depan ranjang. om Aris pun mengeluarkan selembar uang berwarna merah dan memberikan kepada pelayan tersebut.
"aku sudah memesankan makanan untukmu sayang. tapi terlebih dahulu aku akan memakanmu"ucap om Aris langsung menindih tubuh Raisya dan menikmati tubuh ranum gadis tersebut.
****
"bagaimana? sudah kau lakukan perintahku?"wanita tersebut bertanya pada seseorang melalui ponsel sambil menghisap rokoknya
"sudah Bu. aku sudah menaruh kamera tersembunyi di kereta makan tesebut. menurut hematku kamera itu akan dapat merekam apapun yang terjadi diranjang tersebut"jawab pria tesebut.
"kerja bagus. aku akan tunggu hasilnya"jawab wanita itu sambil memandangi Poto suaminya yang sedang memeluk gadis muda di sebuah lobby hotel.
kenapa aku begitu bodoh. baru mencari tahu sekarang. selama ini aku terlalu percaya padanya yang terlihat mencintaiku. kalau saja saat itu aku tak sengaja melihat ponselnya dan ada pesan dari ****** tersebut. tentu aku masih menjadi wanita naif hingga saat ini.
__ADS_1
lihat saja mas Aris. akan kubuat kau menjadi gembel!!!!.
****