
Zahira bangun ketika mendengar adzan subuh. lekas ia kekamar mandi. setelah selesai ia pun langsung melaksanakan kewajiban 5 waktunya.
Dilipatnya mukenanya. Matanya beralih menatap ke suaminya. Suami yang hanya di atas kertas. Mungkin sudah takdirnya harus seperti ini dan akan ia jalani semampunya.
Zahira pun turun kebawah dan menuju ke dapur. Dilihatnya bik irah, art dirumah mertuanya sudah sibuk menyiapkan sarapan.
"Pagi bik. boleh za bantu?"tanya Zahira. dia sudah terbiasa membantu Bu Rima di dapur ketika masih di panti.
Bik irah sempat terkejut. Namun dia lalu tersenyum melihat nona barunya."tak usah non. bik irah bisa kok memasak sendiri"ucap bik irah sungkan.
"tak apa bik ya bik za bantu. za bingung mau mengerjakan apa. biasanya za sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk anak anak panti"Zahira tetap bersikeras ingin membantu.
"Yasudah non. baiklah."ucap bik irah akhirnya.
Zahira sangat cekatan mengerjakan pekerjaan dapur. sampai bik irah hanya menjadi penonton saja. ia memilih mencuci peralatan bekas memasak saja. daripada tidak mengerjakan apapun fikirnya.
Tak lama harum nasi goreng buatan Zahira memenuhi ruangan."wah bik masak apa. wanginya menggugah selera"ucap Bu Mona yang baru memasuki dapur.
"Maaf nyonya bukan saya yang memasak. tapi non Zahira. saya sudah melarang namun non za memaksa."bik irah takut jika nyonya nya mengira jika ia menyuruh Zahira untuk memasak.
Zahira merangkul bik irah."iya Bu. ini semua kemauan za. karena za sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah."Zahira berbicara sembari mengusap pundak bik irah.
Bu Mona tertawa."tidak usah ketakutan seperti itu bik. saya malah senang. berati Zahira sudah mengganggap disini adalah rumahnya sendiri"
"ayo kita tata makanannya bik."ajak Zahira. Bu Mona tergerak untuk membantu padahal selama ini dia tak pernah tahu urusan dapur.
"Bu ibu menunggu di meja makan saja. biarkan za yang menyiapkan semuanya."Bu Mona tersenyum dan menuruti ucapan Zahira.
Ketika makanan sudah siap Bu Mona ke kamar untuk memanggil pak Rohmat sarapan sedangkan Zahira pun naik ke atas untuk memanggil suami palsunya sarapan dibawah.
Ketika Zahira masuk. ternyata Arman sedang mandi. lekas dibereskan Zahira selimut bekas Arman tidur semalam. Lalu ia menuju lemari baju Arman dan menyiapkan segala keperluan Arman. mulai dari kemeja celana bahan dalaman Arman dia letakkan rapi di atas kasur serta tak lupa kaos kaki yang akan Arman gunakan.
setelahnya Zahira keluar dari kamar. dia langsung menuju ke meja makan. sudah ada ibu dan bapak mertuanya duduk disana.
"mas Arman sedang mandi pak Bu"ucap Zahira.
"yasudah kita tunggu Arman dulu. padahal bapak sudah tidak sabar mencoba masakan menantu bapak"ucap pak rohmat.
__ADS_1
"iya pak ibu juga. nampaknya masakan Zahira nampak lezat"ucap Bu Mona dan mereka bertiga pun tertawa.
****
Keluar dari kamar mandi, Arman terkejut melihat perlengkapannya untuk bekerja sudah tertata rapi di atas tempat tidur. Diperhatikan Arman stelan yang dipilihkan Zahira. boleh juga selera gadis itu, fikir Arman. Tanpa fikir panjang Arman memakai yang sudah disiapkan oleh zahira.
setelahnya ia pun turun kebawah. Zahira pun lekas menyiapkan sarapan untuk Arman. Diambilkannya Arman nasi goreng beserta telur dadarnya, tak lupa ia menuangkan air putih ke gelas Arman. Zahira sangat telaten meladeni Arman sebagai seorang istri meski hanya istri palsu.
Arman lega Zahira mau mengikuti permainannya. Ia pun mulai menyantap nasi gorengnya. suapan pertama dia terkejut karena nasi goreng bik irah hari ini sangat enak. Berbeda dengan biasanya."wah bik hari ini nasi goreng buatan bibik sangat enak"ucap Arman.
"maaf tuan arman. bukan bibik yang masak tetapi nona zahira"ucap bik irah.
"uhuk uhuk uhuk" Arman terbatuk batuk.
dengan sigap Zahira mengambil minum dan memberikannya pada Arman. ditepuknya pelan punggung Arman.
"makanya man kalau makan pelan pelan saking enaknya kau makan sangat lahap dan terburu buru" ucap Bu Mona. dia dan pak Rohmat dari tadi memperhatikan Zahira. Zahira sangat perhatian dengan Arman. mereka senang melihatnya.
"za apakah kau ada jadwal kuliah hari ini?"tanya Bu Mona.
"za ibu harap kamu tidak tersinggung. tapi bisakah kau berhenti kerja Saja. ibu ingin kau lebih banyak waktu dirumah menemani ibu. dan ibu ingin kau tidak kelelahan jadi kau bisa fokus memberikan ibu cucu"ucap Mona.
Zahira dan Arman berpandangan terkejut. namun Zahira lekas menguasai keadaan.
"Kalau untuk berhenti bekerja za akan lakukan Bu. tapi untuk memiliki anak. Za mohon maaf Bu. za ingin fokus dulu menyelesaikan kuliah. apalagi tinggal berapa bulan lagi za lulus"ucap Zahira.
Arman menarik nafas lega. Zahira memang bisa di andalkan dalam hal ini. dia tidak perlu banyak beralasan.
"iya za, kau berhenti saja nanti aku akan memberikan nafkah bulanan yang layak untukmu. aku minta rekeningmu akan kutransfer hari ini"ucap Arman.
"baiklah mas aku dengan senang hati menerimanya. akan kupergunakan dengan benar uang pemberian darimu"ucap Zahira. Lebih baik ia menerima nafkah dari Arman daripada Arman memberikan pada selingkuhannya. sumpah mati Zahira tak rela.
Selesai sarapan. Zahira mengantarkan Arman menuju ke mobilnya. diraihnya tangan arman dan diciumnya telapak tangannya."hati hati ya mas"ucap Zahira tulus. meskipun Arman telah menyakitinya namun Zahira akan tetap menjalankan kewajiban lahiriah nya karena Arman pun memenuhi nafkahnya.
"terimakasih ya za. ternyata kau bisa di ajak kerjasama"ucap Arman.
"aku tidak melakukannya untukmu mas. aku melakukan semua ini untuk orang tuamu Bu Rima dan diriku sendiri. menyandang gelar janda di usia pernikahan yang seumur jagung tidak pernah terfikirkan olehku. lagipula kau memberikanku nafkah. aku anggap sebagai bayaran semua sandiwaraku"ucap Zahira tenang.
__ADS_1
Arman merasa tertohok mendengar perkataan Zahira. ternyata Zahira adalah sosok yang kuat dan mampu menghadapi masalahnya.
Arman mengusap kepala Zahira"maafkan aku za. aku tidak bermaksud menyakitimu namun keadaan yang memaksa semuanya"ucap Arman.
Zahira tidak merasakan apapun saat Arman menyentuh kepalanya. penolakan Arman terhadapnya di hari pertama pernikahan mereka serta ucapan Arman di depan selingkuhannyaa membuat Zahira mati rasa terhadap Arman.
Zahira hanya menganggukkan kepalanya.
lalu Arman pun berlalu menuju ke mobilnya.
****
Zahira sedang dalam perjalanan menuju ke kampus dengan ojek online. sesampainya di kampus. langkah Zahira yang sedang ingin menuju ke kelasnya dihadang oleh Zidane
Zidane adalah kakak tingkat Zahira namun mereka berbeda jurusan. entah melihat Zahira dimana namun semenjak tahun pertama Zahira berkuliah hingga kini Zidane tak pernah menyerah mengejar Zahira meski Zahira tak pernah menanggapi Zidane.
banyak yang menyukai Zahira. Namun zidanelah yang paling gencar mendekatinya. Zidane memiliki wajah yang tampan dan semua sudah tahu jika Zidane berasal dari keluarga kaya raya. namun entah mengapa Zahira tidak bisa merasakan cinta kepada Zidane.
"hai matahariku. apa kabarmu? kenapa sih kau selalu mengabaikan panggilanku?"ucap Zidane lembut.
Zahira hanya tersenyum. "aku sedang sibuk"ucap Zahira sambil berjalan.
" kenapa kau semakin sulit digapai. apakah kau sudah menemukan tambatan hati?"goda Zidane.
"iya, bukan hanya tambatan hati tapi aku menemukan seorang imam dalam rumah tanggaku" jawab Zahira. memang tak ada yang tahu jika ia telah menikah. namun ia sengaja memberi tahu Zidane agar Zidane berhenti mengganggunya.
"jangan berbohong hanya karena kau tidak menyukaiku."ucap Zidane gusar.
"aku tidak berbohong. ini lihat ini adalah cincin pernikahanku. dan ini adalah foto pernikahanku"ucap Zahira sambil menunjukan tangannya dan foto yang ada di ponselnya. Untung kemarin Vivi sempat memoto nya pada saat akad nikah. Sedangkan foto dari fotografer masih di edit.
Zidane menelan ludahnya kasar. dia tidak mengira jika gadis yang sangat dicintainya sudah menikah. Zidane pun merasakan matanya memanas. ternyata perasaanya terhadap Zahira bukanlah main main. lekas ia pergi meninggalkan Zahira.
Zahira menarik nafasnya sebenarnya ia tak tega namun ini lebih baik daripada Zidane terus berharap pada dirinya.
Zahira menatap cincin dan foto pernikahannya. ternyata ada gunanya juga pernikahan palsu ini untuk dirinya.
****
__ADS_1