
Bu Yulia melangkah pasti masuk kedalam. Ranu sudah menjelaskan kepada Bu Yulia mengenai apa yang sebenarnya terjadi tentang rencana Raisya menjebak Arman. alih alih melarang anaknya dan memarahi ia malah mendukung dan ingin ikut membantu. karena menurutnya keluarga Arman meski tidak terlalu kaya raya namun tentu akan mampu menghidupi Raisya dan tentu saja dirinya serta Ranu. tak masalah menjadi yang kedua bagi Raisya. tinggal nanti mereka memikirkan cara menyingkirkan istri Arman.
"anakmu harus bertanggung jawab karena telah mengambil keperawanan anakku. dan melakukannya di luar ikatan pernikahan"Bu Yulia berbicara dengan yakin. seharusnya dia merasa malu anaknya digerebek warga. namun tak terlihat sedikitpun rasa marah atau kecewa mengetahui hal tersebut.
pak Rohmat menarik nafas panjang. ternyata ibu dan anaknya sama saja. sial sekali Arman bertemu dengan keluarga toxic ini.
"iya benar itu. sudah pak RT mari kita nikahkan saja keduanya. jangan dengarkan bapak ini. ia orang tua pak Arman. wajar saja jika ia berusaha membela anaknya. padahal anaknya sudah tahu memiliki istri masih saja meniduri gadis lain."pak ujang kembali menyampaikan aspirasinya.
"pak. saya harap bapak mengerti dengan keinginan warga disini. karena baru kali ini kejadian seperti ini disini. sehingga membuat warga menjadi shock."ucap pak RT.
"saya terserah anak saya saja. kalau dia mau bertanggung jawab. ya silahkan nikahkan saja. sepertinya kehadiran saya disini juga tidak ada gunanya.saya pamit dahulu"ucap pak Rohmat dan mengajak Andre pergi. rasanya percuma saja. ia tak dapat mencegah pernikahan ini. ia kalah suara dan argumentasi.
"pak tunggu pak"ucap arman.
pak Rohmat menoleh."kau adalah lelaki Arman. maka kau harus bertanggung jawab dan kau pun tahu sendiri apa konsekuensinya"ucap pak Rohmat.
mata Arman memerah. ia sangat tahu maksud bapaknya. bahwa kemungkinan besar ia akan kehilangan Zahira. Arman hanya bisa memandang bapaknya yang pergi menjauh.
Sepeninggal pak Rohmat. pernikahan Arman sedang disiapkan. Arman sempat curiga. bagaimana Ranu sudah kembali lagi kesini. bukankah ia sedang berada di luar kota.
tak lama tampak penghulu pun hadir. semakin menambah keyakinan Arman bahwa ia dijebak.arman merasakan hatinya sangat panas. namun ia tidak mampu berbuat apa apa.
akhirnya mereka pun menikah dengan mas kawin uang tunai 2 juta yang ada di dalam dompetnya. setelah prosesi selesai. wargapun membubarkan dirinya.
kini Raisya dan Arman sedang berada dikamar. Arman nampak mencari ponselnya. dan memeriksa ponselnya. Raisya bersukur karena ia tadi segera menghapus pesan yang ia kirimkan pada Zahira. Arman lekas menghubungi istrinya.
namun tidak ada jawaban. ia pun menghubungi ibunya juga tidak ada jawaban.
"mas"panggil Raisya menyentuh pundak Arman.
Arman langsung mengenyahkan tangan raisya."jangan menyentuhku!"ucapnya ketus.
Raisya sempat terkejut. namun segera ia menetralkan perasaanya. bagaimanapun ia tahu ini resikonya. setelah melakukan rencananya.
"kenapa kau seperti ini mas?"tanya Raisya mencoba bersikap lembut.
"tidak usah bersandiwara. aku tahu kau menjebakku. seharusnya selama ini aku mendengarkan kedua orang tuaku. dan mendengarkan istriku. tetapi entah mengapa aku tetap percaya kau adalah perempuan baik baik"ucap Arman tajam.
luruh airmata Raisya. Meskipun ia sudah menyiapkan hatinya. namun mendengar perkataan Arman barusan hatinya menjadi sakit. bagaimanapun ia mencintai Arman. ia tak sanggup jika Arman membencinya.
"aku terpaksa melakukan ini mas. aku tidak bisa melepasmu begitu saja. dua tahun lebih kita berjuang. lalu kau fikir akan mudah bagiku merelakan semuanya."ucap Raisya.
Arman memalingkan wajahnya. apa yang dikatakan Raisya memang benar adanya. namun itu bukanlah suatu pembenaran atas perbuatannya.
__ADS_1
"terserah kau! saat ini aku akan pulang kerumahku. kau mau ikut atau tidak terserah"ucap Arman.
Raisya lekas membereskan pakaiannya. ia harus ikut kerumah tersebut. biarlah Arman merasa marah dan kesal padanya saat ini. ia akan berusaha untuk mencairkan kembali hati Arman.
"kalian mau kemana?"tanya Bu Yulia melihat dua orang tersebut seperti ingin pergi."apakah kalian akan berbulan madu?"Arman menarik nafasnya. sepertinya Bu Yulia tidak mengerti atau berpura pura bodoh.
"mi Raisya akan kerumah mas Arman malam ini."jawab raisya.
"maksudmu kau akan tinggal disana?"tanya Bu Yulia. sementara Arman langsung berjalan keluar menuju ke mobilnya.
"iya mi.setelah ini Raisya akan tinggal dirumah mas Arman"jawab Raisya.
"lalu mami dan Ranu bagaimana? kau tetap akan memberikan uang kan?"tanya Bu Yulia.
Raisya menghela nafas."tiiiinnnntiiiinnn"terdengar suara klakson panjang dari Arah depan.
"iya mi"ucap Raisya cepat sembari menarik kopernya.
"iya cepatlah. mengapa Arman menjadi sangat tak sopan."gerutu Bu Yulia.
****
Arman membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. membuat Raisya disebelahnya menjadi ketakutan namun Arman seolah tak perduli.
airmata menetes di pipi raisya.kamu harus kuat Raisya, kau sudah melangkah sejauh ini. maka jangan menyerah.
****
pak Rohmat nampak terbaring dikamarnya ditunggui Zahira dan Bu Mona. dalam perjalanan pulang pak Rohmat merasakan dadanya terasa nyeri. Bu Mona dan Zahira hanya mendengar jika Arman mau tak mau harus menikah dengan raisya. Zahira mencoba menelan perihnya karena melihat kondisi mertuanya nampak tak baik baik saja.
"assalamualaikum pak, Bu, za"Arman masuk dan memanggil keluarganya. sedangkan Raisya nampak mengikuti sambil menarik kopernya.
"semuanya sedang berada di kamar tuan besar. Tuan Arman. bapak sepulang dari sana merasa lemas dan dadanya terasa nyeri"ucap Bik irah sambil memandang raisya. haduh. kacau sudah jika perempuan ini tinggal disini. mengingat betapa kasarnya perilakunya.
Arman bergegas menuju kekamar bapaknya. dengan tak tahu malu raisya ingin ikut. Arman menoleh dan memandang sebal pada Raisya."kau tidak usah ikut. tunggulah diruang tamu!"ketus Arman.
Raisya hanya mengangguk. tak ada gunanya ia menentang Arman saat ini.
Arman memasuki kamar bapaknya. semuanya memandang Arman dengan tatapan kecewa.
"pak bapak kenapa?"tanya arman. karena dilihatnya bapaknya terlihat sangat lemas dan wajahnya pucat.
"dada bapak terasa nyeri man. semenjak pulang dari rumah raisya"jawab Bu Mona.
__ADS_1
pak Arman mencoba duduk. Zahira segera mengambil bantal.untuk menyangga tubuh pak Rohmat.
"man kau tidak lupa kan ucapan. bapak waktu itu. ketika kau menikah dengan raisya. maka kau harus melepaskan Zahira."ucap pak Rohmat."biarlah untuk selanjutnya Zahira menjadi tanggung jawab bapak dan ibu"ucap pak Rohmat terengah engah.
"pak Arman tidak mau pak. Arman tidak mau bercerai dengan Zahira. Arman dijebak pak"ucap Arman.
pak Rohmat memandang anaknya. ia sangat tahu apa yang dikatakan Arman benar. namun nasi sudah menjadi bubur..ia tak mau menyiksa Zahira dengan pernikahan ini.
"bagaimana denganmu za?"tanya pak Rohmat.
airmata luruh kembali di wajah Zahira."maaf pak Bu. sepertinya za akan mundur dari pernikahan ini. aku merasa tak mampu menjalaninya. lebih baik aku pergi. maafkan aku dan terimakasih banyak untuk semuanya."ucap Zahira.
Arman langsung berlutut di kaki Zahira."tidak za jangan tinggalkan mas. mas memang salah. mas dijebak za. mas tidak berniat melakukan ini"mohon Arman.
meski memang Arman benar namun semuanya tak dapat Zahira terima. karena Zahira yakin dari Poto tersebut. dan Arman sebelumnya tidak memberitahunya jika ia akan kerumah Raisya.
"lepaskan aku mas.semuanya sudah berakhir."ucap Zahira.
"tidak za!!!!tidak!!!!"Arman meraung Raung.
"hentikan mas!!!!mengapa kau begitu bodoh memohon kepadanya. ingat mas dia hadir menghancurkan hubungan kita. lebih baik kau ceraikan saja dia. bukankah dulu impianmu untuk kita menikah. kau rela menyembunyikan hubungan kita dari kedua orangtuamu. sekarang impian kita sudah terwujud mas!!!!"tiba tiba Raisya menerobos masuk. ia mendengar suara ribut ribut dan ingin tahu. ia tak terima ketika melihat Arman nampak memohon kepada Zahira.
Raisya pun tiba tiba menyerang Zahira. ia menjambak Zahira yang saat itu tak siap."kau ******. kau yang merusak semuanya. kau mematikan cinta Arman untukku!!!!"
Arman berusaha melerai dan Bu Mona juga. namun raisya Yang sedang kalap sangat tak terkendali.zahira mencoba untuk melawan namun kepalanya terasa sangat sakit. jambakan Raisya sangat keras bahkan Bu Mona terjatuh saat berusaha memisahkan mereka.
pak Rohmat merasakan dadanya semakin nyeri. ia kesulitan bernafas. sampai akhirnya tubuhnya terkulai lemas. bik irah yang baru datang melihat tuannya sudah terkulai lemas. sebenarnya ia takut untuk mendekat namun karena sepertinya keributan semakin menjadi ia beranikan dirinya.
didekatinya pak Rohmat diguncangnnya badannya. dan didekatkan tangannya ke hidung pak Rohmat. tidak ada nafas yang terasa.seketika ia menjerit.
"pak Rohmat!!!!tidak bernafas!!!!"seketika semua yang sedang berseteru pun berhenti mereka semua menghampiri pak Rohmat.
Bu Mona memeriksa suaminya, Bu Mona mengecek denyut nadi suaminya. tidak terasa denyut nadi.
seketika tubuhnya luruh ke lantai.
"Bu ayo kita bawa kerumah sakit!!!!"teriak Arman.
"tidak ada gunanya man. bapakmu sudah pergi"Bu Mona terisak.
Zahira memandang tak percaya. kejadian demi kejadian buruk ini seperti mimpi baginya. baru saja dia tahu suaminya menikah lagi dan kini bapak mertua yang sangat menyayanginya harus pergi.
semua larut dalam tangisan kecuali Raisya. ia tersenyum. setidaknya salah satu penghalangnya sudah pergi. tinggal satu lagi yang tersisa dan Raisya merasa tidak akan sulit mengenyahkannya.
__ADS_1
****