Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 24


__ADS_3

hai hai terimakasih sudah membaca karyaku.


di bab ini aku ingin memberikan visual tokoh tokoh utama di novel ku. semoga sesuai dengan ekspetasi kalian ya.






itulah visual karakter utama dalam karyaku. semoga kalian menikmati karyaku. love you all.


****


Zahira bangun pukul 05.00 kemudian langsung mandi dan mengerjakan kewajibannya. setelah selesai ia langsung turun ke dapur. rencananya pagi ini akan membuat sarapan nasi uduk favoritnya. sudah cukup lama sejak bekerja Zahira jadi jarang sekali memasak.


dengan cekatan dia mengerjakan semuanya. ketika telah selesai ia pun menata di meja makan. nampak Bu Mona sudah rapi keluar dari kamar dan menyapa Zahira. matanya berbinar menatap hidangan di meja makan"akhirnya anak ibu masak lagi"ucapan Bu Mona membuat Zahira sedikit malu.


"maafkan za ya Bu. karena terlalu sibuk dengan pekerjaan yang baru membuat za jarang sekali memasak"ucap Zahira sambil menyiapkan makanan untuk Bu Mona.


Bu Mona tertawa mendengarnya"ibu hanya bercanda za"Bu Mona menowel hidung mancung Zahira.


mereka pun tertawa bersama sama. Arman yang


keluar dari kamar tamu dan sudah rapi ikut bergabung di meja makan"apa yang lucu Bu?"tanyanya ingin ikut dalam kegembiraan ibu dan istrinya. namun kedua wanita itu hanya diam tak menyahut. Arman hanya bisa menarik nafasnya. Zahira pun lekas menyiapkan sarapan untuk Arman.


"dimana Raisya?apakah ia belum bangun"tanya Bu Mona sembari menyantap makanannya. Arman hanya mengedikkan bahunya. ia masih kesal dengan tingkah Raisya semalam.

__ADS_1


pucuk dicinta ulam tiba. Raisya nampak menuruni tangga dengan wajah yang ceria. sampai sampai membuat yang melihat merasa heran.


"ada apa? mengapa kelihatan ceria sekali?"tanya Arman datar. bukannya menjawab Raisya meraih tangan Arman dan mendekatkan ke perutnya."kau kenapa sih?"tanya Arman sembari ingin melepaskan tangannya.


"tunggu dulu mas. coba kau usap perutku.cepatlah."dengan wajah berbinar Raisya meminta Arman melakukan hal tersebut. Arman pun menuruti kemauan raisya. Dan tiba tiba senyum hadir di wajahnya, ia menatap Raisya"bayi kita mulai bergerak sya?"ucapnya dengan penuh haru."Bu, bayi Arman sudah mulai bergerak Bu. ia menendang tangan Arman"kentara sekali kebahagiaan di wajah Arman.


Bu Mona sebenarnya ingin ikut merasakan. namun ia selalu menahan hatinya. mengingat bagaimana Raisya. ia harus memastikan jika benar anak itu adalah cucunya. Bu Mona hanya tersenyum menanggapi kebahagiaan Arman.


sedangkan Zahira menatap dengan mata berkaca kaca. bukan kecemburuan yang ia rasakan. ia ikut bahagia karena makhluk kecil tak berdosa tersebut dicintai disayangi dan dinantikan kehadirannya oleh kedua orang tuanya. tidak seperti dirinya yang hingga kini tak tahu siapa orang tuanya dan tak tahu apa alasan ia dibuang di panti. namun Zahira selalu bersyukur karena ia mendapatkan kasih sayang yang tulus dari Bu Rima dan sesama anak panti.


Zahira menghapus airmata disudut matanya. Raisya sempat menangkap pemandangan tersebut. rasakan kau Zahira. kau begitu sombong mengatakan aku adalah bayang bayangmu. tapi lihat sekarang suami kita mengusap dan menciumi perutku di depan matamu. padahal tidak seperti itu yang ada dalam fikiran Zahira.


"sini duduk sya. besok kita akan memeriksakan anak kita ke dokter sekaligus kita bisa tahu kan apa jenis kelamin anak kita"sebagai calon orang tua baru Arman banyak membaca artikel mengenai ibu hamil dan perkembangan janin.


Raisya sangat senang Arman sudah kembali memperhatikannya dan tidak marah. ia mengusap perutnya.sembari berkata dalam hati. sehat sehat sayang. kaulah harapan bunda untuk merebut penuh hati ayahmu.


Zahira lekas menghabiskan sarapannya. rencananya hari ini ia akan berkunjung ke panti asuhan. setelah selesai ia ke dapur dan langsung mencuci piringnya.


"iya sayang. sebenarnya ibu ingin ikut. tapi ada konsumen yang ingin melihat beberapa barang hari ini. kebetulan ia kenalan dekat ibu. sampaikan salam ibu pada Bu Rima ya za"ucap Bu mona.zahira mengangguk dan tersenyum."tidak apa apa Bu. akan za sampaikan salam ibu"Zahira pun melangkahkan kakinya ingin naik ke atas.


Arman hanya bisa memandang Zahira. Raisya yang melihat Zahira akan Kembali kekamarnya sengaja berdiri berpura pura untuk ke dapur. saat Zahira lewat ia sengaja menyilangkan kakinya.


"bruk!"Zahira terjatuh. lututnya terasa sangat sakit karena membentur lantai dengan keras. ia tak percaya Raisya sangat kekanak kanakan sekali. Arman dan Bu Mona Sangat terkejut. Arman berniat membantu Zahira namun ternyata gadis itu sudah bangkit. dengan wajah marah ia menatap raisya."kau sengaja melakukannya kan!"ucap Zahira, ia yang biasanya bisa sabar kali ini tidak bisa menahan emosinya.


Raisya memasang wajah tanpa bersalah"kenapa kau menuduhku. aku tidak melakukan apapun"


Zahira semakin kesal mendengar jawaban Raisya. ia pun menuju kemeja makan mengambil gelas berisi air putih lalu kembali mendatangi Raisya dan menyiramkan air tersebut ke wajah raisya.


semuanya sangat kaget. apalagi Raisya."kau!!!! beraninya!!!!"ucapnya marah sembari mengusap wajahnya yang basah terkena air.

__ADS_1


"ya aku bahkan bisa berbuat lebih. tapi aku masih waras karena aku ingat kau sedang hamil. berhentilah menggangguku. karena aku tidak akan tinggal diam"ucap Zahira tegas.


Raisya pun memainkan perannya. ia memegang perutnya.arman langsung mendekati Raisya Dan memeriksa keadaanya. sedangkan Bu Mona mendekati Zahira dan memeriksa kondisi Zahira.


"kau kenapa sya?"tanya Arman khawatir. baru tadi dia bahagia merasakan pergerakan anaknya di perut raisya. kini Raisya mengeluh kesakitan.


"perutku kram mas. mungkin karena aku terkejut dengan perlakuan Zahira"ucap Raisya mengadu. Arman sebenarnya tidak enak untuk memberikan Zahira peringatan,namun sepertinya harus dilakukannya kali ini. demi calon buah hatinya.


"za bersikaplah sedikit lunak pada raisya. dia sedang hamil"ucap Arman lembut tetapi penuh penekanan. Zahira menatap Arman tajam"mas aku juga istrimu. meskipun aku tidak sedang hamil kau harus tetap bersikap adil. harusnya kau cari tahu dahulu sebenarnya siapa yang salah disini. tapi aku lupa. jika kau memang lelaki yang tak memiliki pendirian"Zahira pun meninggalkan mereka.


Bu Mona hanya menarik nafas. kepalanya sakit melihat pertengkaran ini. ia sangat tahu pasti Raisya yang mencari gara gara.


"man sebaiknya bawa istrimu ke kamar dan peringatkan dia agar tidak membuat keributan terus menerus dirumah ini"ucap Bu Mona memperingatkan Arman.


baru saja selesai kejadian tersebut. tiba tiba terdengar suara ketukan pintu yang keras dari depan. lekas bik irah membuka pintu. matanya nampak membola melihat siapa yang datang dan bawaannya yang sangat banyak.


"mana nyonya mudamu?lekas panggil" ucap Bu Yulia mami Raisya. Ranu nampak kelelahan dibelakang Bu Yulia.


"sebentar saya panggilkan"jawab bik irah.


lekas bik irah kebelakang dan memanggil non raisya nya."non raisya ada mami non di depan"ucap bik irah.


Raisya yang mendengarnya nampak keheranan. kenapa maminya pagi pagi sudah datang kesini.


Raisya melangkahkan kakinya dengan perasaan tak enak. pasti akan ada hal tidak baik yang terjadi.


Arman dan Bu Mona pun mengikuti Raisya ke depan."mi ada apa mami dan Ranu pagi pagi kemari?"tanya Raisya."dan mengapa mami membawa koper koper ini"raisnya menjadi bingung.


Bu Yulia mengembangkan senyuman dengan sempurna."mami dan Ranu sudah memutuskan untuk tinggal disini bersamamu sayang"ucapnya tanpa dosa.

__ADS_1


"APA?!"Bu Mona seperti bermimpi mendengarnya.


****


__ADS_2