Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 12


__ADS_3

pak Rohmat mendekat ke arah Raisya.


"saya bertanya padamu. siapa kau membuat keributan dirumahku!"ucap pak Rohmat. dia memandang Raisya penuh tatapan tak suka.


Raisya seketika memucat. ia tahu ia telah melakukan kesalahan. karena emosi dia bertindak secara impulsif.


"maafkan Raisya om. Raisya hanya merasa cemburu melihat Arman berduaan dengan Zahira"ucap Raisya.


"atas dasar apa kau cemburu?!"memang kau siapanya Arman. bukankah kalian sudah tidak memiliki hubungan?"ucap Bu Dona yang tiba tiba masuk ke kamar.


Zahira memilih diam. dan Arman bingung harus berbuat apa. disamping ia memang masih merasa lemas. ia juga kecewa dengan sikap Raisya.


Raisya memandang Arman seperti meminta perlindungan. namun Arman tak sedikitpun memandangnya.


"kenapa diam?ayo jawab"tantang Bu Mona."yang saya tahu Arman sudah mengakhiri hubungan kalian bukan?"ucap Bu Mona. sebenarnya ia dan pak Rohmat tahu jika Raisya dan Arman masih menjalin hubungan. namun ketika akan menikahi Zahira. pak Rohmat menyuruh Arman untuk memutuskan hubungan nya dengan raisya. dan Arman menyanggupi saat itu. sekarang adalah kesempatan Bu Mona untuk mengetahui bagaimana Arman akan bersikap.


"yasudah man. jika Raisya tak bisa menjawab. kau yang menjawab man. apa alasan Raisya untuk cemburu?"ucap pak Rohmat.


Raisya masih memandang Arman penuh harap.


Arman menarik nafas panjang."Arman tidak ada hubungan apa apa lagi dengan Raisya pak Bu"ucap arman tegas. saat ini yang ia inginkan hanyalah Raisya segera pergi dari rumahnya. Karena ia tak mau masalah menjadi semakin runyam.


bukan hanya Raisya yang terkejut. namun Zahira tak menyangka jika Arman akan berkata seperti itu. dapat ia bayangkan bagaimana hancurnya perasaan Raisya saat ini.


"mas. kau benar benar keterlaluan. bahkan di saat aku merasa terpojok disini. bukannya kau membelaku tapi kau malah tidak mengakui ku?"Isak raisya tak percaya. bagaimana mungkin Arman yang selama ini begitu memujanya malah saat ini adalah orang yang paling menenggelamkannya.


Arman menatap Raisya. dikuatkan hatinya, yang terpenting saat ini Raisya pergi dahulu dari rumahnya. dan nanti ia akan bicara secara pribadi dengan Raisya."ya Raisya. jadi berhentilah kau mengacau dirumahku. dan jangan lagi mengganggu kehidupanku bersama istriku"ucap Arman.


bagaikan ditusuk ribuan jarum hati Raisya saat ini. sakit Amat sakit yang ia rasakan."baiklah mas. jika memang itu maumu. aku akan pergi dari sini dan dari kehidupanmu"ucap Raisya berlalu sambil menangis.


Arman menarik nafas kasar. ia memang tidak bisa berkutik di depan orang tuanya. ia kecewa mengapa Raisya tak bisa bersabar dan mengikuti permainan dahulu. bukankah Arman sudah berkata akan memperjuangkan cintanya. namun mengapa saat ini Raisya malah memperkeruh suasana.

__ADS_1


Bu Mona dan pak Rohmat lega mendengarnya. namun tidak dengan Zahira. ia merasa Arman melakukan ini sebenarnya hanya karena didesak oleh kedua orang tuanya. namun Zahira sudah tidak mau terlalu ambil pusing. saat ini yang ia lakukan hanyalah mengikuti saja kemana takdir hidup akan membawanya.


lekas Zahira bergegas untuk membersihkan tumpahan Bubur tersebut. dan membereskan piring yang pecah."biar bik irah saja za"ucap Bu Mona.


"tidak apa apa Bu. biar Zahira saja."Zahira lalu membawa hasil kekacauan yang dibuat raisya menuju ke dapur.


sepeninggal Zahira. pak Rohmat mendekati Arman."apakah kau sudah baikan?"tanya pak Rohmat.


"sudah pak. Arman sudah merasa baikan. hanya tinggal lemasnya saja"jawab Arman.


"man bapak hanya ingin berbicara padamu. kau lihat sendiri bagaimana kelakuan wanita yang kau cintai. bukannya bapak tidak tahu mengenai kau masih berhubungan dengan raisya. bapak hanya ingin kau menyadari sendiri. apakah dia memang wanita yang tepat untukmu atau tidak. dan seharusnya kau bisa menilai sendiri bagaimana kepribadian dia yang sebenarnya. bapak sebagai orang tua tidak mau jika kau akhirnya menyesal. cobalah buka hatimu untuk Zahira. dan jalani rumah tangga ini dengan semestinya."ucap bapak.


Arman hanya mengangguk mendengar bapak berbicara. dia tak menyangka jika sebenarnya orang tuanya tau jika ia masih berhubungan dengan raisya.


"kami memilihkan Zahira bukan tanpa alasan. kami yakin Zahira gadis yang baik."ucap Bu Mona menambahkan.


"iya pak Bu. Arman akan benar benar menyelesaikan hubungan Arman dengan Raisya. namun mungkin butuh waktu. Arman tidak bisa jika langsung meninggalkannya"ucap Arman menunduk.


Bu Mona dan pak Rohmat tersenyum. setidaknya pintu hati Arman sudah sedikit terbuka untuk saat ini.


****


tidak bisa!!!!hanya Arman harapanku satu satunya. aku pun sangat mencintainya. aku harus melakukan sesuatu agar bisa menjadi istri Arman. bathin raisya.


ketika sampai dirumah Raisya langsung masuk ke kamarnya dan membanting pintu. membuat seisi rumah terkejut. namun mereka kembali tak perduli dan melanjutkan kehidupan masing masing.


Raisya memeriksa ponselnya. tak ada pesan ataupun panggilan dari Arman. sepertinya Arman sudah benar benar tak perduli padanya.


(maafkan aku mas. aku terlalu cemburu. sehingga melakukan hal tadi. aku sangat menyesal mas. seharusnya aku mengikuti kata katamu untuk lebih sabar. aku mohon maafkan aku mas)raisya mengirimi Arman pesan.


lama ditunggunya tak kunjung mendapat balasan. Raisya pun memutuskan untuk mengganti bajunya. namun ketika ia akan berdiri tiba tiba terdengar notifikasi pesan.

__ADS_1


ia langsung mengambil ponselnya. dan Raisya kecewa ternyata bukan Arman melainkan rekan kerjanya yang menanyakan mengapa ia tidak masuk.


Raisya sampai lupa meminta izin tidak masuk kerja. lalu ia pun mengirimkan pesan kepada atasannya jika ia meminta izin karena sedang sakit.


saat selesai mengirimkan pesan. ada panggilan masuk ternyata dari om Aris.(halo sayang)sapa pria tua tersebut.


Raisya sempat bergidik namun ia harus menjawab dengan nada manja."iya om. kenapa kangen Raisya ya?"jawabnya dengan nada genit.


om aris diujung sana tertawa senang mendengar Raisya berbicara.(tentu sayang. malam ini aku ingin bertemu denganmu)ucap pria tua itu sambil menghisap cerutunya.


"oke sayang. dimana? ditempat biasa kan?"jawab raisya berpura pura antusias.


(iya di hotel Amelia ya sayang)jawab om Aris.


"baiklah aku akan melayani om dengan service terbaikku"ucap Raisya. lalu menutup panggilan. diperiksanya lagi ponselnya. ketika melihat nama Arman di layar ponsel membalas pesannya. Raisya langsung terlihat bahagia. dibacanya pesan tersebut dengan tidak sabar.


(nanti kita bicara lagi. saat ini aku sedang tidak enak badan. akan kuhubungi nanti.)hanya itu pesan Arman. Raisya menjadi semakin kalut. pesan Arman sangat singkat dan datar sekali.


saat Raisya sedang galau akan sikap Arman.tiba tiba Ranu masuk ke kamarnya.


"kak, Ranu butuh uang untuk beli sepatu"ucap Ranu adik raisya sembari masuk ke kamar kakaknya.


"beli sepatu? bukankah kau baru membeli sepatu bulan kemarin?"tanya Raisya mencoba menahan emosinya. saat ini ia sedang. sangat gelisah malah adiknya menambah pusing kepalanya.


"teman Ranu pakai sepatu model terbaru kak. masak Ranu kalah"ucap adik raisya tanpa rasa bersalah. salah Raisya juga selama ini selalu berusaha menuruti kemauan adiknya.


"Ranu kakak tidak bisa menuruti kemauanmu. kakak juga capek mencari uang hanya untuk mengikuti maumu dan mami. kau Fikir Kakak ini gudang uang atau bagaimana!"ucap Raisya sedikit emosi.


"kenapa kakak berbicara seperti itu. ketika papi meninggal kakak sendiri yang bilang jika keadaan tidak akan berubah. kenapa sekarang kakak mengeluh. pokoknya Ranu tidak mau tahu Ranu mau sepatu baru. Dan kakak harus memenuhinya!"teriak Ranu.


Raisya Sampai bergetar menahan amarahnya.

__ADS_1


ditariknya adiknya."keluar kau dari sini. asal kau tahu kakak sangat menyesal pernah berkata seperti itu!!!!"lalu Raisya mendorong Ranu keluar dari kamarnya. ditutupnya pintu kamar. ia lelah sangat lelah. raisya menangis terisak. kini ia merasa sangat sendiri. bahkan anggota keluarganya tak ada yang mengerti dirinya. yang mereka tahu raisya harus menghasilkan banyak uang untuk memenuhi keinginan mereka.


****


__ADS_2