
Aris memandang Raisya yang nampak tersenyum sinis kepadanya. akhirnya ia sadar jika raisya adalah bagian dari mereka. ia hanya bisa pasrah saat mereka mengikat tangan dan kakinya menggunakan tali.
Raisya mendekati aries."om aku sudah sangat muak denganmu. kau seenaknya mempermainkan harga diriku. haruskah aku membunuhmu saat ini?"ancam Raisya.
Aris merasakan sekujur tubuhnya gemetar. Raisya terlihat sangat menakutkan dimatanya."jangan Sya. om minta maaf padamu.om tidak akan mengganggumu lagi.om berjanji padamu"Aris memohon pada Raisya.
Raisya tertawa terbahak bahak. hatinya sangat bahagia melihat Aris yang nampak ketakutan dan tak berdaya.
"baiklah om aku akan mengampunimu. tetapi kau harus menghapus semua video yang ada di ponselmu."ucap Raisya sembari mengambil ponsel Aris. ia meminta Aris memberitahu kode sandi ponselnya.
Aris langsung menyebutkan 6 angka. Raisya membuka galeri berisi Poto dan video. ia merasa geram melihat banyak sekali videonya di ponsel Aris. lekas Raisya menghapus semuanya. lega sekali hatinya ketika bukti bukti video panasnya hilang dalam sekejap.
ia melemparkan ponsel tersebut ke Aris lalu mendekati dan memegang dagu Aris."aku peringatkan padamu om. berhenti menggangguku. atau akan kubuat dua orang ini menghilangkan nyawamu kapan saja"ancam raisya. ia harus terlihat kuat dan berani di depan Aris agar ia bisa terbebas sepenuhnya dari bandot tua ini.
Aris langsung menganggukkan kepalanya. menurutnya Raisya sangat menakutkan saat ini.ia tak menyangka Raisya yang selama ini manis dan manja padanya bisa berbuat senekat ini.
Raisya tersenyum miring."oiya aku lupa lekas transfer aku sebesar 150 juta. hitung hitung jasa ku selama ini melayanimu tanpa kau bayar bangsat!"geram raisya.
"ba ba baiklah sya.tolong lepaskan tanganku dulu"mohon Aris.
"lepaskan tangannya. tapi jangan sampai lengah. jangan biarkan ia berusaha untuk lari"perintah Raisya.
"baik non"jawab pria suruhan Raisya. dengan tangan gemetar Aris membuka aplikasi mobile bankingnya lalu mentransfer sebanyak yang Raisya inginkan. lalu ia menunjukkan bukti transfer kepada raisya.
"hahahaha terimakasih om. baiklah kami akan segera pergi dari sini. tunggulah disini sekitar 30 menit baru kau keluar. kau paham!"ucap Raisya.
lalu ia dan dua orang pria tersebut meninggalkan Aris yang nampak tak berdaya. Aris mengusap kasar wajahnya. sial sekali dia hari ini.
****
Raisya tiba dirumah pukul 20.00 dan ternyata Arman sudah ada di kamar sedang bermain ponsel.
__ADS_1
"kau sudah pulang?"Arman menoleh pada Raisya.
"iya mas aku mandi dulu ya"jawab Raisya.
selesai mandi Raisya duduk di sebelah Arman di atas kasur. Arman memandang Raisya."sya ada yang ingin kutanyakan. tadi pagi aku mendengar ucapan Ranu. mengenai kau yang mampu membelikan mereka barang mewah. setahuku kau hanya bergaji UMR saat bekerja. bagaimana bisa kau memenuhi keinginan mereka?"tanya Arman.
Raisya nampak salah tingkah. namun bukan Raisya namanya jika tak mampu merangkai kebohongan.
"itu Ranu lakukan hanya untuk memancingmu. ia berharap kau bisa memberikan jatah bulanan yang besar pada mereka. sudahlah mas tidak usah kau fikirkan. aku juga minta maaf ya mas atas sikap keluargaku"ucap Raisya sendu.
Arman menatap raisya. Raisya yang dihadapannya nampak seperti Raisya yang pertama kali ia kenal. tanpa sadar ia ******* bibir raisya. Raisya sangat bahagia. mereka pun hanyut dalam kenikmatan suami istri.
****
pagi ini Zahira nampak sangat ceria. karena hari ini adalah hari pertama kali ia akan menerima gajinya.
ia melihat Raisya dan Arman turun dengan wajah yang ceria. sepertinya pasutri ini sangat bahagia. Zahira mencoba tak menghiraukan mereka. ia lekas menghabiskan sarapan nya dan pergi bekerja.
sesampai di kantor tampak wajah wajah penuh berseri karena hari ini adalah hari pembayaran gaji. menurut yang Zahira dengar gaji akan masuk ke rekening setelah jam makan siang. ia sudah tak sabar ingin membelikan hadiah hadiah untuk Bu Rima, Vivi, Bu Mona dan anak anak panti. perayaan ia menerima gaji pertamanya.
lift terbuka terlihat Zayn dan Alfarizi keluar dari lift tersebut. jantung Zahira berdetak ketika menatap Zayn. bos nya nampak sangat tampan dalam balutan stelan jas berwarna biru langit.
"pagi za."Zayn menyapa Zahira dengan tersenyum. ia pun merasakan dadanya berdebar debar. sungguh menyenangkan sekarang berangkat kekantor karena ia akan bertemu Zahira.
"pagi pak Zayn pagi pak Al"sapa zahira.
"za hari ini kita akan ada kunjungan ke kantor pusat operasional pukul 10.00. Ada investor dari jepang yang akan melakukan survey sebelum mereka menanamkan modal. tolong kau siapkan beberapa materi yang berguna untuk presentasi nanti.dan jika sudah selesai kirimkan melalui email kepadaku"ucap Zayn sembari masuk keruangannya.
"baik pak"sahut Zahira dan langsung mengerjakan apa yang diminta ceo-nya. ketika masuk keruangan Zayn memandang Alfarizi karena mukanya nampak tidak baik baik saja.
"kau kenapa Al?"tanya Zayn.
__ADS_1
"perutku sakit sekali Zayn. sebenarnya dari tadi pagi aku merasakan sakit. mungkin asam lambungku naik. karena aku kemarin terlambat makan."ucap Al memegang perutnya.
"kenapa kau malah berangkat kerja bukannya memeriksakan dirimu ke dokter"omel Zayn mendekati sahabatnya.
"ini hari penting Zayn. kita kedatangan investor dari Jepang bagaimana bisa aku tidak mendampingimu"muka Al terlihat pucat menahan sakit. tanpa banyak bicara Zayn menelepon Zahira.
"za suruh pak komang untuk keruanganku sekarang"perintah Zayn.
Zahira langsung menelepon bagian resepsionis untuk menyuruh pak komang ke ruangan CEO. karena pak komang adalah supir kantor. jadi dia memang lebih banyak berada di lobby kantor.
pak komang langsung naik begitu mendapat perintah."silahkan masuk ke ruangan pak Zayn pak"ucap Zahira sopan.
ketika pak komang masuk. Zayn meminta bantuan pak komang untuk memapah Al turun kebawah. ia dan pak komang membawa Al yang nampak kesakitan.
Zahira nampak khawatir melihat kondisi pak Al.
"za kau tunggu disini, aku akan mengantar Al ke rumah sakit dahulu. nanti aku akan kembali sebelum pukul 10.00"ucap Zayn.
Zahira menganggukkan kepalanya. ia melihat bagaimana Zayn sangat mengkhawatirkan keadaan asistennya. ah mungkin memang aku terlalu besar rasa. memang pak Zayn baik ke semua orang.
lebih baik mulai saat ini aku membatasi rasaku pada pak Zayn. karena selain aku masih berstatus istri orang, aku seperti pungguk merindukan rembulan. lalu Zahira kembali menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
tak lama ponselnya berbunyi. nampak pesan dari kak Zizi tertera di layar ponselnya.
(za hari ini bisakah bertemu ada yang ingin ku sampaikan padamu)
Zahira membacanya.oiya dia hampir melupakan kak Zizi dari daftar pemberian hadiahnya.
(bagaimana jika nanti sore kak. aku juga berniat untuk mentraktir kakak makan. hari ini aku mendapat gaji pertamaku)
(oke za. nanti kakak kirim maps dimana kita bisa bertemu)
__ADS_1
Zahira meletakkan Kembali ponselnya. ia harus menyiapkan materi dengan baik. agar Zayn tidak kecewa. selain itu hari ini pak Al tidak bisa mendampingi pak Zayn di hari yang penting. maka ia harus mengerahkan kemampuan terbaiknya.
****