Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 25


__ADS_3

Raisya menjadi sangat gusar. apalagi melihat air muka Bu Mona nampak sangat tidak bersahabat."jelaskan Raisya mengapa orang tuamu datang kemari dan berkata akan tinggal disini. apakah kau yang memintanya?!"tanya Bu Mona dengan kesal.


"tenang dulu Bu. kita dengar penjelasan dari mereka dulu bu"Arman berusaha menenangkan ibunya. meskipun dalam hati ia pun terkejut dengan hal ini.


Bu Mona menarik nafas dalam. belum hilang gundahnya karena pertikaian Raisya dan Zahira barusan kini masalah baru sudah muncul kembali.


saat suasana sedang panas. nampak Zahira datang dengan penampilan yang sudah rapi dan cantik.


Zahira memandang semuanya.bu Mona pun menjawab"ini za. ibunya Raisya dan adiknya berkata ingin tinggal disini. rasanya kepala ibu akan pecah za"keluh Bu Mona sambil memijat keningnya.


Bu Yulia nampak memandang Zahira dengan sinis. sedangkan Ranu memandang Zahira dengan kagum. ia terpukau dengan kecantikan yang dimiliki Zahira. Arman yang menyadari pandangan Ranu kepada Zahira nampak sangat terganggu."Ranu jaga pandanganmu, dia adalah kakak iparmu juga".


Ranu yang mendengar peringatan Arman tidak memperdulikannya. pantas saja raisya sampai menjebak Arman. saingan Raisya sangat cantik. Arman menjadi sangat jengkel melihat kelakuan Ranu, ia pun memandang istirnya"za bukankah kau bilang akan pergi. pergilah daripada kau terlambat"ucap Arman. ia ingin Zahira lekas pergi agar Ranu tidak seenaknya memandangi istrinya.


Zahira merasa jika ia memang tak mau ikut campur dalam hal ini biarlah ibu dan Arman yang menyelesaikannya. lekas diraihnya tangan Bu Mona dan menciumnya. kemudian ia meraih tangan Arman dan menciumnya. tanpa menghiraukan Bu Yulia Dan Ranu, Zahira melangkahkan kaki menuju ke mobilnya.


tampak Bu Yulia memandang dengan sinis. wah bisa bisanya ****** cilik itu memiliki mobil sendiri. ini tidak bisa dibiarkan ia akan menyuruh Raisya meminta Arman membelikan mobil juga.


****


Zahira mampir terlebih dahulu ke swalayan, ia membeli banyak camilan untuk adik adiknya di panti. setelah selesai kembali ia melajukan kendaraanya ke panti asuhan tempatnya dibesarkan.


Bu Rima dan Vivi menyambut Zahira. perasaan hangat yang Zahira rasakan setiap kali kembali kesini. ia merasa pulang kerumahnya yang nyaman dan tenang.


"kamu semakin cantik saja za"ucap Vivi sambil membantu Zahira membawa berbagai camilan.


Zahira hanya tersenyum menanggapinya. mereka pun jalan beriringan menuju ke ruangan bu Rima.


Zahira sudah tak sabar untuk membagikan apa yang dibawanya."adik adik ada dimana vi?",tanya Zahira.


"ada dihalaman belakang. mereka seperti biasa sedang bermain. mereka pasti senang kau datang"ucap gadis manis berlesung pipi tersebut.

__ADS_1


"kak zahiraaa"terdengar anak anak panti menyambut Zahira dan memeluk Zahira. Zahira pun memeluk mereka.zahira membagikan semua yang ia bawa. anak anak kecil tersebut sangat senang. tidak ada yang berebut mereka sabar menunggu bagian mereka diberikan. setelah semuanya kebagian mereka pun duduk dibawah pohon rimbun dan memakan camilan masing masing.


Zahira menatap dengan bahagia pemandangannya didepannya. saat ini hal sederhana seperti ini adalah obat terbaik untuk kegundahan hatinya.


"za apakah kau bahagia dengan pernikahanmu"ucap Vivi sambil memandangi Zahira yang sudah ia anggap sebagai saudari nya sendiri.


zahira tersenyum menanggapinya. vivi Dan Bu Rima memang sudah tahu yang sebenarnya. namun Zahira selalu berkata ia baik baik saja. dan Bu Mona meyakinkan Bu Rima jika ia akan menjaga Zahira.


"saat ini yang aku rasakan hanyalah aku sendiri yang tahu Vi. aku hanya mencoba melihat sisi positif dari semua kejadian yang menimpaku. mau tak mau aku harus ikhlas menjalaninya. meski kadang hilang juga sabarku dan jatuh airmataku."ucap Zahira sendu.


Vivi mengusap pundak Zahira. ia ikut bersedih setelah mengetahui bagaimana rumah tangga Zahira yang sebenarnya. ia hanya bisa berdoa Zahira bisa kuat dan sabar menjalani semuanya.


****


sementara dirumah Arman. Bu Mona masih terlihat sangat tidak terima jika besannya akan tinggal disini."man ibu sudah cukup pusing dengan semuanya. kau selesaikan man. tapi jangan kau izinkan mereka tinggal disini. jika kau memberikan izin maka lebih baik kau sewa rumah dan tinggal bersama mereka. saat ini ibu hanya ingin merasakan ketenangan.ibu mau pergi dulu..konsumen ibu sepertinya sudah menunggu"Bu Mona bangkit dari duduknya. Bu Yulia memandang besannya.cih! sombong sekali wanita itu, bathinnya.


Arman menghela nafasnya."mi apa sebenarnya yang membuat mami memutuskan ingin tinggal sini?"tanya Arman berusaha bersabar.


Arman nampak terdiam. sebenarnya Arman merasa jika Bu Yulia keterlaluan membebankan tanggung jawab pada Raisya.namun Arman tak ingin membahasnya. ia tak ingin masalah menjadi semakin runyam.


"mi, Arman tidak bisa mengizinkan mami tinggal disini. karena rumah ini bukan milik Arman. sebagai gantinya Arman Akan menggantikan Raisya memberikan jatah bulanan pada mami dan Ranu. namun hanya secukupnya untuk makan dan sekolah Ranu"ucap Arman tegas.


Bu Yulia nampak menelan ludahnya. ia memandang raisya. Raisya nampak membuang mukanya.


"lalu bagaimana dengan janji kakak membelikan Ranu motor kak"ucap Ranu tak tahu malu. Raisya memandang sengit pada Ranu. adiknya sungguh sangat keterlaluan.


"tidak akan ada motor baru Ranu. dan sadarlah saat ini kakakmu sudah tidak bekerja dan saat ini ia adalah istriku sebentar lagi kami akan memiliki anak. tentu kebutuhan akan lebih banyak. kau harus mengubah sifatmu. jangan terlalu berfoya foya seolah kau anak berpunya"Arman memandang tajam Ranu.


Ranu kesal sekali dibuatnya."kak setelah kakak menikah bukannya menjadi lebih baik. malah Kaka sekarang sangat pelit. dulu kakak selalu bisa menuruti keinginan Ranu dan mami. membeli apapun yang. kami inginkan. dulu penghasilan Kaka besar. hanya Karena menikah kakak jadi berubah"Ranu semakin menjadi jadi.


"diam kau Ranu! mi sebaiknya mami segera pulang. bawa Ranu bersama mami! atau mas Arman tidak akan memberikan mami uang bulanan"ancam Raisya.

__ADS_1


Arman sebenarnya terkejut mendengar ucapan Ranu. setahunya Raisya hanya bekerja sebagai staf administrasi dan bergaji standar umr. mengapa Raisya mampu membelikan semuanya untuk mami dan adiknya. nanti akan Arman bahas setelah ini.


"iya mami pulang tapi mami minta uang untuk membeli makanan. dari semalam mami cuma makan mie instan bersama Ranu."ucap Yulia tanpa malu.


Raisya merasa ingin menghilang dari sana. ia sangat malu pada Arman. Arman mengeluarkan dompetnya dan memberikan lima lembar uang berwarna merah kepada mertua dan adiknya.


Bu Yulia langsung menerima uang itu dan menarik Ranu pulang. Arman hanya bisa memandang kepergian mertuanya dengan perasaan tak menentu.


****


Zahira merasa sudah cukup bermain dengan adik adiknya. ia pun pamit pada Vivi. Vivi terlihat masih betah disana. ia akan keruangan Bu Rima terlebih dahulu untuk berpamitan.


saat ia ingin masuk, ternyata Bu Rima sedang ada tamu. Zahira ragu ingin masuk. namun Bu Rima nampak memanggilnya"za kemarilah. kenalkan ini pak Kusuma dan Bu Caroline. mereka adalah donatur di panti ini"ucap Bu Rima sembari tersenyum.


Zahira pun mendekat. ia menyalami kedua pasangan suami istri tersebut. terlihat sekali jika mereka sangat kaya raya.


Bu Caroline memandang Zahira. sepertinya ia pernah mendengar nama Zahira disebut. tapi ia lupa kapan persisnya. gadis ini sangat cantik dan nampak sopan. Zahira memilih duduk di samping Bu Rima.


tak lama nampak lelaki tua sedang membawa beberapa kardus. menyusul dibelakangnya Lelaki muda dengan tubuh tingginya nampak ikut kesulitan membawa kardus yang berisi mainan dan makanan. tumpukan kardus menutupi separuh wajahnya.


"dad apakah kau tak berniat menolongku. aku kesulitan membawa ini"Rajuk pria tersebut. pak Kusuma yang mendengarnya hanya menertawakan ucapan anaknya.


sedangkan Zahira nampak terkesiap mendengar suara tersebut ia merasa mengenal suara tersebut. pak Didi yang telah meletakkan kardus yang dibawanya lekas menolong tuan mudanya. menaruh kardus kardus tersebut.


saat kardus diturunkan.zayn kembali menggerutu tanpa melihat sekitar."ternyata ini alasan mommy and Daddy menyuruhku ikut. untuk membawa semua barang barang ini"Zayn kembali merajuk.


"pak Zayn anda ada disini"sapa zahira lembut. zayn yang mendengar suara Zahira segera memalingkan wajahnya.


"Zahira cintaku. ternyata kau ada disini."ucap Zayn tanpa sadar."UPS!!!!"Zayn menutup mulutnya ia merasa malu ketika semua Mata memandang ke arahnya.


****

__ADS_1


__ADS_2