Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 34


__ADS_3

Arman dan Zayn memutuskan pandangan ketika mendengar suara Bu Rima.


"pak Kusuma dan Bu Clara serta pak zayn terimakasih sudah datang kemari"sapa Bu Rima.ia menyadari tatapan mata kedua pria tersebut tampak tak biasa.


Zayn segera mengalihkan tatapannya.bu Clara menyentuh lengan Zayn memberikan isyarat untuk menjaga sikap.


Bu Clara mendekati Bu Rima."Bu saya sangat terkejut ketika Zayn bercerita ibu mengalami kecelakaan.saya berharap ibu segera pulih"ucap Bu clara.pak Kusuma hanya memberikan senyuman.dan memilih duduk di sofa.


sedangkan Zahira tetap berada disisi Bu rima.ia sudah bersalaman dengan Bu Clara dan pak kusuma.sedangkan dengan Zayn ia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.arman yang melihat Zahira tersenyum kepada Zayn semakin kesal.


Zayn mendekati Bu Rima."bagaimana Bu sudah baikan kan?"


"sudah nak zayn.twrimakasih banyak untuk semuanya.nak Zayn sudah menanggung semua biaya perawatan saya."ucap Bu Rima terharu.


"tidak perlu merasa segan bu.jika saya bisa menolong maka akan saya tolong."Zayn berkata sembari menatap arman.ia menyunggingkan senyum miring.


"oh iya.pak Kusuma Bu Clara dan pak Zayn silahkan berkenalan.ini adalah Bu Mona dan arman.mwrtua dan suami dari Zahira"ucap Bu Rima.ia sampai lupa mengenalkan mereka.sedangkan Zahira nampak seperti serba salah.


Bu Mona yang sedari tadi diam mendekati Bu Clara dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman.pak Kusuma pun berdiri dan bersalaman dengan Bu mona.lalu selanjutnya giliran Arman,ia bersalaman dengan Bu Clara,pak kusuma.ketika bersalaman dengan Zayn.arman menggenggam erat tangan zayn.zayn yang merasa Arman sengaja.tidak mau kalah.ia balik meremas tangan Arman dengan keras.


"pak Zayn ini adalah atasan Zahira di kantor."Bu Rima kembali menyelamatkan keadaan.arman dan Zayn melepaskan jabatan tangan mereka.


"za kenapa diam saja.tidak langsung mengenalkan bos mu kepada ibu?"tanya Bu Mona.


"ehm..tadi Zahira sudah berniat mengenalkan Bu tapi sudah dihalui Bu Rima"jawab Zahira semakin salah tingkah.apalagi ketika ia tak sengaja menangkap pandangan tajam Zayn padanya.


"pak zayn.zahira anak yang baik dan saya percaya dia juga bekerja dengan baik dan penuh loyalitas.saya harap pak Zayn bisa cocok bekerja bersama Zahira untuk waktu yang lama"ucap Bu Mona kepada Zayn.


"soal kemampuan Zahira tidak usah diragukan bu.saya sangat senang memiliki sekretaris yang berpotensi seperti dia.dan saya juga merasa sangat cocok bekerjasama dengan Zahira"jawab zayn.bu Clara segera menyenggol lengan zayn.arman yang mendengar perkataan Zayn seperti menangkap maksud lain dari ucapannya.


Bu Mona pun berpamitan kepada Bu Rima dan Zahira."nak ibu pulang dulu.kau jaga kesehatan ya.jangan sampai telat makan.jaga Bu Rima dengan baik ya nak"Bu Mona mengusap pundak menantunya dengan lembut.


Bu Clara dapat melihat jika Bu Mona menganggap Zahira bukan sebagai menantunya.pantas saja Zahira berat untuk menolak permintaan Bu Mona.


Arman pun mendekati Zahira untuk pamit"sayang..mas pulang dulu ya.jika ada apa apa kau bisa hubungi mas.mas akan segera datang."Arman mengusap lembut kepala Zahira.nampak jika orang yang melihat Arman terlihat sebagai suami yang sangat penyayang.


Zahira merasa risih diperlakukan seperti itu oleh Arman.ia pun menggerakkan kepalanya dengan halus.agar Arman berhenti melakukan hal tersebut.


Zayn memalingkan wajahnya.sepertinya pecundang itu sengaja ingin membuatku panas.dasar kekanakan sekali.fikir Zayn.

__ADS_1


Bu Mona Pun pamit kepada Bu Clara pak Kusuma dan zayn.saat Arman akan keluar ruangan dan melewati zayn.ia berbisik"jangan macam macam.apa kau tak malu menjadi perebut istri orang"ucap Arman berharap zayn mundur dan tidak menggangu Zahira lagi.


Zayn tersenyum"istri yang mana maksudmu.istri yang hanya di atas kertas?.lebih baik kau urus istri keduamu yang sedang mengandung anakmu!"ejek Zayn.


Arman terdiam.apakah Zahira sudah menceritakan semuanya.kalau iya Zahira sangat keterlaluan mengumbar rumah tangganya.


"Arman ayo nak"panggil Bu Mona.


Arman pun berlalu meninggalkan Zayn.


****


dirumah maminya Raisya memberikan uang sebanyak 10 juta rupiah.bu Yulia tentu saja sangat senang.apalagi uang yang diberikan Arman hanya tiga juta rupiah saja.ia sekarang harus banyak berhemat.


"kenapa kau memberi mami uang?!bukannya kau bilang sendiri jika kau tak mau memberi mami uang"Bu Yulia masih merasa kesal pada raisya.


"mami tak mau?jika tak mau sini berikan lagi pada Raisya.akan Raisya berikan pada Ranu saja"ancam Raisya.


dengan cepat Bu Yulia memeluk uang tersebut"sya kenapa kau sekarang sangat temperamen sekali.mami mau dong uang ini.mami ingin shopping seperti dahulu.lagipula sya kenapa menikah dengan Arman malah membuatmu miskin tidak seperti saat kau bekerja dulu"gerutu Bu Yulia yang tidak bisa bersukur.


raiysa memutar bola matanya.jelas saja dahulu ia sangat royal.karena satu kali pertemuan saja aries memberinya uang lima juta rupiah.dalam sebulan ia bisa lima hingga enam kali bertemu.namun membayangkan apa yang dahulu ia lakukan bersama aries.membuat raisya bergidik.ia sangat jijik jika mengingat persetubuhannya dengan aries.untung saja semua video sudah ia musnahkan.


"mi. mami harus banyak bersukur.mas Arman harus membagi gajinya untukku dan Zahira.masih untung mami dan Ranu mendapatkan bagian"jawab raiysa.


haduh tumben sekali mami ingin tahu asal uang tersebut.biasanya juga ada uang di depan mata mami langsung menerima tanpa mau tahu uang tersebut raiysa dapatkan darimana.


"dari uang tabungan raiysa mi.taruhlah Raisya menebus kesalahan Raisya pada mami karena kejadian kemarin"jawab Raisya berbohong.


bu Yulia langsung tersenyum lebar.melihat Ranu datang Bu Yulia bergegas membawa uangnya ke kamar.jika Ranu tahu pasti Ranu akan banyak meminta.


"darimana Bu?"tanya raisya melihat adiknya yang entah darimana.


"biasa kak.nongkrong"jawab Ranu santai.


"sekolah yang benar nu.jangan hanya main saja"ucap Raisya memeringatkan adiknya.


Ranu hanya diam dan mengotak atik ponselnya.


"nu motor seperti apa yang kau inginkan?"tanya raisya.ranu yang mendengar perkataan kakaknya langsung mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.

__ADS_1


"kakak jadi mau membelikan Ranu motor?"tanyanya dengan wajah sumringah.


"iya..kenapa kau tak mau?"raisya menggoda Ranu.


Ranu melonjak kegirangan.ia melompat lompat seperti anak kecil.


"hei hentikan nu.jawab dulu kau mau motor seperti apa?jika terlalu mahal Kakak tidak jadi membelikan"Raisya mencoba menghentikan tingkah Ranu yang seperti anak kecil.


Ranu langsung duduk kembali.ia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah gambar.


"ini kak motor matic keluaran terbaru.ranu sangat suka dengan modelnya.ranu juga ingin sekali ikut bergabung dengan komunitas motor ini kak.mereja baru saja membentuknya bulan kemarin."ucap Ranu bersemangat.


"bagus sih.tapi mahal tidak?"Raisya sebenarnya bersukur.ia mengira Ranu akan meminta motor trail atau motor besar yang sudah pasti harganya amat mahal.


"harganya standar kak.17 juta rupiah.please ya kak.jangan mengecewakan Ranu yang sudah terlanjur gembira"Ranu merayu Raisya.


"baiklah.tapi ada syaratnya"jawab Raisya.


"apapun syaratnya akan Ranu penuhi."Ranu sangat menginginkan motor tersebut.


"kau kan sedang libur sekolah.kau harus mengikuti zahira.jika ada sesuatu yang mencurigakan maka kau harus mengambil gambarnya"perintah raisya.


"baik bos!!!!aku akan dengan sangat senang hati mengikutinya"ucap Ranu dengan cepat.ia dengan senang hati jika diperintahkan seperti itu.mengawasi wanita cantik tentu akan sangat menyenangkan bukan.


"ada apa ini?"tanya Bu Yulia setelah kembali dari kamar.raisya pun menceritakan rencana yang telah ia susun di kepalanya untuk menyingkirkan Zahira dari kehidupan rumah tangganya.


"bagus sya!!!!tapi sebenarnya mami tidak terlalu setuju kau tetap berumah tangga dengan arman.untuk apa sya.arman tidak memberimu uang berlebih"keluh Bu Yulia.


"mi hal ini dikarenakan mas Arman harus membagi nafkahnya kepadaku dan Zahira.jika Zahira sudah lenyap dari kehidupan rumah tangga kami.tentu saja semua uang mas Arman aku jatuh ke tanganku."ucap raisya.


Bu Yulia nampak mengangguk angguk.dia bersemangat mendengarnya.


"iya juga ya.lagipula mami tidak menyukai gadis itu.dia hanya gadis yatim piatu.namun gayanya selangit.tidak sedikitpun ia menegur mami ketika berada disana.dan juga ia sudah memiliki mobil sya."Bu Yulia memancing Raisya.


"itu mobil pemberian mertuaku Raisya mi.itu hanya mobil bekas.nanti jika rencana raiysa berhasil raiysa akan meminta mas Arman untuk membelikan Raisya mobil baru.mas Arman sangat menyayangi anak di perut Raisya mi"ucap raisya sembari mengusap perutnya.


"maka dari itu jaga baik kandunganmu.anak itu adalah alat yang paling ampuh untuk meluluhkan hati Arman"ucap Bu Yulia seolah yang dikandung Raisya bukan cucunya dan hanya benda yang memberikan manfaat.


"jangan berkata seperti itu mi.raisya menyayangi anak ini"ucap Raisya tak suka.tetapi sebenarnya ia tak memungkiri jika anak dikandungannya akan menjadi jembatan untuk melancarkan rencananya nanti

__ADS_1


"terserah kau sajalah"jawab Bu Yulia jengah.


****


__ADS_2