
Zayn nampak kikuk ketika semua orang menatapnya. ia menggaruk kepalanya, ia menunduk kepada Bu Rima dan lekas duduk disebelah mommynya.
beberapa saat suasana menjadi canggung. sampai akhirnya Zahira berdiri dan membungkukkan badannya kemudian menegakkan kembali tubuhnya dan berbicara dengan sopan dan lembut"maafkan saya Bu Caroline dan pak Kusuma jika terlambat memperkenalkan diri. perkenalkan nama saya Zahira Luna. saya ada sekretaris baru pak Zayn."ucap Zahira sembari tersenyum kepada Bu Caroline dan pak Kusuma.
Bu Caroline dan pak Kusuma pun balas tersenyum."duduklah kembali Zahira. kami sudah banyak mendengar tentangmu dari Zayn."Bu Caroline nampak menggoda Zayn sembari menatap anaknya.
"mom, please"rengek Zayn. ia takut mommy nya akan berbicara yang tidak tidak.
"oh benarkah Bu Caroline. semoga saja pak Zayn menceritakan yang baik baik saja"ucap Zahira sembari tersenyum.
"tenang saja za. baik kok. malah sangat baik"gantian pak Kusuma menggoda Zayn. Zayn hanya bisa mengusap wajahnya. entah mengapa mommy dan Daddynya sangat senang sekali menggodanya.
"ngomong ngomong. Zahira ada keperluan apa kemari? apakah mengunjungi anak anak panti dan bertujuan sama seperti kami?"tanya pak Kusuma.
seketika senyuman Zahira memudar. bukan malu untuk mengakui jika ia besar di panti ini tapi lebih ke rasa tidak percaya diri. karena Zahira merasa ada sebagian orang yang memandang rendah dirinya ketika tahu ia adalah anak yatim piatu.
Bu Rima melirik Zahira. ia memahami jika Zahira merasa kurang nyaman saat ini. maka ia pun memilih menjawab mewakili Zahira. digenggamnya tangan Zahira."Zahira adalah anak saya"ucap Bu Rima.
"maksudnya Zahira anak ibu atau bagaimana Bu?"tanya Bu Caroline.
"ia adalah anak saya. sama seperti anak anak di panti ini. mereka semua adalah anak anak saya. Zahira besar di panti ini. tapi meskipun ia anak yatim piatu namun Zahira adalah anak yang pintar dan juga baik. ia kuliah dengan beasiswa prestasi dan lulus dengan predikat cumlaude."Bu Rima bukan ingin menyombong. ia hanya ingin Zahira tahu jika ia memiliki banyak kelebihan dibandingkan kekurangannya.
Bu Caroline dan pak Kusuma memahami maksud dari Bu Rima. tak ada sedikitpun terbersit dalam hati mereka untuk merendahkan atau memandang remeh Zahira. justru mereka kagum dan sangat menghargai Zahira. keterbatasan tak membuat Zahira patah semangat. dan bahkan mampu memperoleh pekerjaan seperti saat ini.
Zayn memandang Zahira. bertambah saja kekagumannya pada sosok wanita dihadapannya.
"kami ikut bangga mendengarnya Bu Rima. sosok Zahira memang sangat mengagumkan" ucap Bu Caroline. Zayn nampak mengambil teh yang sudah disediakan. entah mengapa tenggorokannya terasa kering dan ia tak mampu berkata apa apa.
"Zahira terlihat sangat cantik dan masih sangat muda. apakah ia sudah memiliki pasangan?.jika belum rasanya saya sangat ingin menjadikannya menantu"ucap Bu Caroline.
"uhuk!uhuk!uhuk!"Zayn yang sedang meminum tehnya langsung tersedak. ia yakin mommynya kembali sengaja menggodanya.
wajah Zahira nampak memerah. ia memandang ke arah Zayn. dan wajah Zayn tak ada bedanya. merah seperti kepiting rebus.
"mom, stop it"pinta Zayn. ia merasa sangat salah tingkah saat ini.
__ADS_1
"maaf Bu Caroline saat ini Zahira sudah menikah.mungkin saat ini suaminya sedang sibuk jadi tidak bisa menemani kemari"ucap Bu Rima kembali menjawab karena Zahira diam saja. terlihat sekali Zahira merasa malu dan gugup.
"sayang sekali Bu Rima. kami terlambat melihat Zahira. padahal kami sudah beberapa kali kemari dan baru hari ini memiliki kesempatan bertemu dengan Zahira"ucap pak Kusuma.
"iya pak selama ini Zahira sibuk dengan kuliah dan kerja. jadi baru kali ini bisa bertemu"jawab Bu Rima dengan tersenyum.
"oke. kita tak tahu kedepannya bagaimana kan"ucap pak Kusuma terdengar ambigu. Zahira dan Bu Rima hanya saling berpandangan.
"yasudah Bu Rima kami pamit dahulu. semoga yang kami bawa ini bisa bermanfaat untuk anak anak disini. Dan ini ada sebagian rezeky yang bisa kami berikan untuk panti ini"Bu Caroline berpamitan dan mengangsurkan amplop coklat yang cukup tebal.
Bu Rima menerimanya dan mengucapkan terima kasih. kemudian bersalaman dengan Bu Caroline pak kusuma dan Zayn.
"oh iya za.kau sudah mau pulang. apakah mau pulang bersama biar kami antar sekalian"ucap Bu Caroline memandang Zahira.
"tidak usah Bu. za kebetulan bawa mobil sendiri"jawab Zahira tersenyum.
"oh baiklah. padahal pasti akan ada yang sangat senang jika kau mau pulang bersama"ucap Bu Caroline memandang Zayn. Zayn hanya meringis mendengarnya.
Zayn pamit kepada Bu Rima. dan ia pun berpamitan pada Zahira"za saya duluan. sampai bertemu dikantor besok"ucapnya terdengar canggung.
Zahira hanya mengangguk dan memberikan senyuman.
****
"what's wrong dear?masih kefikiran Zahira?"tanya Bu Caroline yang duduk disebelah Zayn. sementara pak kusuma duduk di depan di sebelah pak Kusuma.
"honestly yes mom. Zayn merasa semakin kagum pada sosok Zahira. bagaimana ini mom. sepertinya rasaku bukan melemah tetapi semakin kuat"ucap Zayn lirih.
pak kusuma dan Bu Caroline hanya diam.mereka bingung bagaimana caranya menghibur Zayn. karena pada dasarnya saat ini posisi Zayn tidak memungkinkan untuk memiliki Zahira yang telah menikah.
ah cinta memang kadang tak ada logika.
****
(temui aku nanti malam.ditempat biasa)kembali Aris seenaknya meminta Raisya untuk datang menemuinya. Raisya sangat muak. terlintas dalam benaknya untuk membunuh bandot tua tersebut. namun itu hanya akan merugikan dirinya.
__ADS_1
(sya si anak yatim piatu itu diberi mobil ya. mami baru tahu. kau juga jangan mau kalah minta mobil pada Arman gunakan kehamilanmu)pesan dari Bu Yulia. Raisya membacanya. namun ia tak menghiraukannya. dibenaknya kali ini bagaimana caranya menghentikan si bandot tua tersebut.
akhirnya setelah ia berfikir ia menemukan cara.
(baiklah om. pukul 20.00 aku akan menemui om)raisya mengirimkan pesan kepada Aris.
setelah itu ia turun ke bawah untuk menemui Arman Dan seperti biasa meminta izin untuk pergi kerumah maminya dengan alasan untuk membicarakan hal penting.
"sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu. tapi nanti saja. pergilah kerumah mami. jangan pulang terlalu malam.kau mau ku antar?"tanya Arman basa basi karena ia sangat tahu pasti Raisya akan menolaknya.
"tidak usah mas. ingat mas jangan berduaan dengan Zahira lagi seperti kemarin. anak kita tidak suka"ancam Raisya.
Arman bosan mendengar peringatan dari Raisya namun karena tidak mau ada keributan lagi ia pun mengiyakan.
****
Raisya menemui temannya yang mempunyai kenalan beberapa preman yang bisa dibayar. lalu temannya membawanya ke tempat dimana bisa bertemu preman tesebut.
setelah bertemu lalu terjadilah kesepakatan. raisya sudah memberitahu semua rencananya.rencana ini harus berhasil agar ia bisa terbebas dari bandot tua tersebut.
pukul 20.00 Raisya sampai di lobby. ia menghubungi Aris untuk menjemputnya ke bawah. sebelumnya raisya sudah bertanya terlebih dahulu nomor kamar mereka.
Aris tidak menaruh curiga sedikitpun, dengan dua pria yang ikut naik bersamanya. karena Aris menduga kedua pria tersebut sama sama tamu hotel yang menginap. karena mereka memiliki kartu akses untuk naik menggunakan lift.
sesampai dikamar seperti biasa Aris tidak sabaran untuk memakai Raisya. raisya hanya diam saja. saat Aris sedang sibuk mencumbu Raisya. terdengarlah ketukan di pintu.
"bukalah om. siapa tahu itu petugas hotel."ucap Raisya sambil melepaskan tangan Aris dari tubuhnya. Aris seketika memberengut. dengan enggan ia membuka pintu tersebut.
saat ia membuka pintu tiba tiba dua orang pria menerobos masuk. satu orang langsung membekuk Aris. dan satunya langsung menutup pintu. Aris ingat kedua pria tersebut adalah dua orang yang bersamanya naik lift tadi.
"mau apa kalian?!sya cepat telepon resepsionist minta security kemari. nampaknya mereka ini kawanan perampok"ucap Aris memandang Raisya yang nampak terlihat tenang.
Raisya hanya tersenyum mendengarnya. salah satu pria tersebut mengeluarkan pisau lipat dan menempelkan ke leher Aris.
"jangan banyak bicara!jika tidak pisau ini akan menembus lehermu!!!!"ancam pria tersebut.
__ADS_1
Aris langsung terdiam tak berdaya.
****