Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 36


__ADS_3

Zahira mendapatkan kabar jika hari ini Bu Rima bisa keluar dari rumah sakit.zahira pun mengirimkan pesan kepada Zayn untuk meminta izin mengurus kepulangan Bu Rima dan meminta izin tidak masuk kantor hari ini.


Zayn yang membaca pesan zahira pun membalas jika ia akan kesana dan membantu Zahira mengurus kepulangan bu rima.karena bagaimanapun ia sudah berjanji akan membantu dari awal hingga akhir mengenai perawatan bu Rima.


Zayn mengajak Al untuk ke rumah sakit.beberapa meeting sudah ditunda dan diganti esok harinya.


sesampai dirumah sakit Zayn dan Al segera menuju ke kamar perawatan Bu rima.al yang sudah mengetahui tentang Zahira dari cerita Zayn semakin respek pada wanita yang ternyata memiliki latar belakang mengharukan.


"bapak sudah datang"sapa zahira ketika melihat Zayn masuk keruangan rawat.


Zayn hanya mengangguk.ia menghampiri bu Rima"sukurlah bu.ibu sudah pulih.saya akan mengurus administrasi kepulangan ibu dahulu.nanti saya dan asisten saya akan mengantarkan ibu pulang ke panti.oiya ibu kenalkan ini asisten saya Alfarizi"Zayn mengenalkan Al pada Bu rima.


"kenalkan Bu saya Alfarizi"Al menjabat tangan Bu Rima dengan sopan.


"saya Bu rima.ibu dari Zahira"jawab Bu Rima lembut."oiya pak Zayn terimakasih banyak bapak sudah repot repot mengurus semuanya.saya merasa saya terlalu merepotkan bapak dan mengganggu waktu bapak yang sangat sibuk"ucap Bu Rima tak enak hati.


"tidak apa apa Bu.saya tulus membantu ibu.tanpa ada niat apapun dibelakangnya."ucap Zayn sembari melirik Zahira.


Zahira hanya bisa menelan ludahnya.ia tahu maksud dari perkataan Zayn barusan.ada sedikit rasa kecewa yang terasa tak wajar.


"assalamualaikum"terdengar suara vivi.ia baru datang dari panti.ia datang untuk membantu Zahira membawa Bu Rima pulang.


"waalaikumsalam"jawab Zahira."kau sudah datang vi.aku sudah membereskan semua barang.nanti tinggal kita angkat saja"ucap Zahira sembari menunjukkan barang yang akan dibawa kepada Vivi.


Al yang memandang Vivi yang baru datang tak bisa mengalihkan pandangannya.gadis dengan tubuh mungil mata Belo yang indah kulit kuning Langsat dan rambut sebahu terlihat sangat manis.


Zayn yang menyadari bagaimana tatapan Al hanya bisa tersenyum jahil.ia tak menyangka seorang kulkas seribu pintu bisa terpesona pada gadis muda yang baru dilihatnya padahal selama ini banyak wanita cantik mendekatinya namun Al selalu bersikap dingin.

__ADS_1


"za mengapa kau tidak mengenalkan Al pada Vivi sepertinya Al sangat penasaran dengan temanmu"ucap Zayn yang membuat Al menyikut perut bos nya.


Zahira sempat heran melihat kelakuan Al yang melakukan hal tersebut kepada Zayn.seolah tak ada jarak antara mereka.


"za mengapa diam saja?!kenalkan Vivi kepada Al"ucap Zayn sekali lagi.


Zahira tersadar dan mengajak Vivi untuk berkenalan dengan al.bu Rima hanya tersenyum melihat para anak muda dihadapannya.


"pak Al kenalkan ini Vivi teman saya,kami sama sama anak Bu Rima di panti"ucap Zahira kepada Al.


0Vivi pun mengulurkan tangannya ia memandang wajah al.wah ternyata asisten pak Zayn tak kalah tampan.


Al menerima uluran tangan Vivi dengan muka yang memerah.sungguh ia sangat salah tingkah apalagi ketika tahu sedang memandanginya.


"Vivi"ucap Vivi ramah.


"Al lepaskan tangan vivi.apakah Kau akan langsung membawanya ke pelaminan?"goda Zayn lagi.


wajah Vivi dan Alfarizi nampak memerah.ternyata Zayn bisa sangat konyol fikir Zahira.setelah Zahira pikir pikir sikap dingin Zayn hanya tertuju padanya saat ini.ia mencoba berfikir apa kesalahan yang telah ia perbuat.


"baiklah saya akan ke bagian administrasi dulu Kalian tunggu sebentar disini"jawab Zayn.


"saya ikut pak."ucap Zahira.ia merasa ia harus ikut.ia tak bisa lepas tangan begitu saja dengan membiarkan Zayn mengurus semuanya.


"oke"jawab Zayn singkat.


sementara Alfarizi dan Vivi nampak salah tingkah.bu Rima berpura pura tidur.makin bingunglah mereka berdua.akhirnya mereka berdua memilih untuk sibuk dengan ponsel masing masing.

__ADS_1


********


Zahira dan Zayn berjalan dalam diam.keduanya larut dalam fikiran masing masing.setelah menyelesaikan semua administrasi dan Zyan bersikeras menolak ketika Zahira ingin membayar memakai uangnya sendiri mereka kembali lagi berjalan dalam diam.


"maaf pak kalau saya lancang.apakah saya berbuat kesalahan kepada bapak?"tanya Zahira hati hati.


"bisa dibilang iya bisa juga tidak"jawab Zayn santai.


Zahira menghentikan langkahnya."pak bapak membuat saya bingung.sikap bapak yang dingin membuat saya tidak nyaman"ucap Zahira.


Zayn memandang Zahira."bukan hanya kau tetapi aku juga"jawab zayn sendu."maukah berbincang sebentar di taman sembari memberi Al kesempatan untuk lebih dekat dengan Vivi"ucap Zayn langsung mengarahkan kakinya ke taman tanpa menunggu persetujuan Zahira.


"aku mencintaimu za.tetapi aku tahu rasa ini salah Dan di waktu yang tidak tepat.aku hanya ingin mengungkapkan nya tanpa meminta jawaban darimu.aku tahu semua cerita rumah tanggamu.tapi itu bukan alasan bagiku untuk merebutmu dari suamimu.biarkan aku seperti ini mencintaimu dalam diam dan menjaga jarak darimu.mungkin ini yang terbaik.aku tak tahu akan bagaimana kedepannya tapi setidaknya aku sudah mengungkapkan semua kepadamu."ucap Zayn jelas namun ada getar pada Suaranya.


"dan kau bertanya apakah kau membuat kesalahan?ya kesalahanmu adalah membuatku jatuh cinta padamu disaat statusmu masih menjadi istri orang.memang terdengar gila namun itulah yang ada di dalam fikiranku.aku sangat cemburu ketika melihat suamimu mengusap rambutmu didepan mataku.tetapi aku bisa apa."kini suara Zayn terdengar makin lirih.


tak terasa airmata mengalir di wajah zahira.pernyataan cinta Zayn yang tiba tiba menggetarkan hatinya.ternyata perasaan mereka sama hanya saja saat ini terdapat tembok tinggi yang menghalangi.


"maafkan saya pak maafkan saya"Zahira tak kuasa menahan airmatanya.sungguh jika saat ini ia berstatus lajang ia akan segera menyambut cinta Zayn.


Zayn mendekat ke Zahira.ingin rasanya merengkuh tubuh mungil wanita yang dicintainya namun ia sadar ia tak punya hak untuk itu.kenyataan kembali menghantam dadanya dan membuat rasa sakit yang dalam.


"jangan menangis za.saya tidak bisa melihat tangisanmu.maafkan saya karena saya egois.saya hanya ingin merasa lega setelah mengungkapkan ini semua.jangan pernah berfikir untuk meninggalkan pekerjaan karena hal ini.saya akan berusaha menata hati saya.agar tidak membuat kamu tidak nyaman bekerja."ucap Zayn pelan.


Zahira hanya bisa menangis.apakah sekarang ia harus memilih untuk menemukan jalan hidupnya sendiri.tetapi bagaimana janjinya kepada mendingan pak Rohmat untuk terus menjaga Bu Mona.


haruskah ia terus mengorbankan hati dan perasaannya.ia ingin mengejar cintanya ia ingin mengejar mimpinya.sungguh kebimbangan merajai hati seorang Zahira Luna.

__ADS_1


***********


__ADS_2