Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 28


__ADS_3

"bagaimana keadaan pak Al pak?"tanya Zahira ketika Zayn sudah sampai kembali ke kantor.


"dia harus dirawat inap za.jadi kita berdua yang akan pergi mengunjungi KPO. kita diantar pak karyadi saja karena pak Didi ku perintahkan untuk menunggu disana terlebih dahulu. sampai orang tua Al dari kota sebelah datang"Zayn melihat arlojinya. sudah pukul 09.15 mereka harus segera berangkat.


"apakah semuanya sudah siap za?"tanya zayn.zahira mengangguk kan kepalanya. Zayn berjalan menuju lift diikuti Zahira dari belakang. saat di dalam lift mereka berdua hanya saling diam mencoba menenangkan detak jantung masing masing.


****


meeting berjalan dengan sukses, investor merasa puas dan yakin untuk menanamkan modal. Zayn dan Zahira sangat senang dengan hasil hari ini. ketika akan meninggalkan KPO, semua mata wanita seperti tak berkedip memandang Zayn. dan banyak pria yang berbisik bisik dan menatap memuja pada Zahira. Zayn yang menyadari itu menyuruh zahira untuk berjalan disisinya.


"za bagaimana kalau sekalian kita makan siang?.sepertinya sekarang sudah masuk jam makan siang"ucap Zayn sembari melirik Zahira.


"baiklah pak. saya juga sudah merasa lapar"Zahira berucap sembari tersenyum.


"pak kita ke restoran seafood langganan saya saja"ucap Zayn kepada pak karyadi. mobil pun melaju menuju restoran.


sesampainya disana pak karyadi segera membukakan pintu mobil untuk Zayn. sedangkan Zahira turun sendiri.


"pak Ayo ikut masuk. makan siang bersama saya dan Zahira"ajak Zayn pada sopir kantornya tersebut.


pak karyadi menggeleng"tidak usah pak saya masih kenyang. nanti saya beli Kopi di depan saja. dan menunggu disini"jawab pak karyadi. rasanya sungkan sekali harus makan bersama bos besarnya.


Zayn dan Zahira pun melangkah masuk ke dalam restoran. Zayn segera memesan menu favoritnya. Zahira hanya ikut saja. sambil menunggu pesanan mereka mengobrol hal ringan diluar pembahasan kantor.


makanan pun tiba. tampilan dan aromanya menggugah selera. Zahira sangat menikmati makanan tersebut. pantas saja resto seafood ini menjadi langganan Zayn Karena rasanya tidak mengecewakan.


setelah selesai makan. saat hendak beranjak pergi. tiba tiba ada suara yang menegur Zahira."za sedang apa kau disini?"tanya Arman. Arman nampak memindai Zayn. ada rasa tak percaya diri dalam hatinya melihat Zayn. ia nampak kalah jauh jika dibandingkan dengan Zayn. rasa cemburu menyelusup dalam jiwanya.


Zahira sempat terkejut. namun beberapa saat kemudian ia kembali biasa saja."aku sedang makan siang bersama bosku."ucap Zahira. baru saja Zahira akan memperkenalkan Arman dan Zayn. tiba tiba raiysa datang dan memeluk lengan Arman ."ayo sayang kita makan. anak kita sudah tak sabar ingin makan udang saus Padang"ucap Raisya manja.

__ADS_1


Arman yang sedang terbakar cemburu tidak memperdulikan raiysa. apalagi terlihat Zahira tidak memperkenalkan siapa dirinya pada bosnya.


"za jawab aku. kenapa kau hanya berdua bersama bosmu?"Arman ingat jika sekretaris di kantornya merupakan simpanan bosnya. apakah Zahira juga seperti itu.


"za, who is he?"tanya Zayn. ia yang sedari tadi diam saja menjadi penasaran. seorang laki laki dengan wanita hamil tetapi mengapa ia bertingkah seolah dia adalah suami Zahira.


"dia adalah suami saya pak. namanya adalah Arman. dan yang sedang bergelayut dilengannya adalah istri sirinya yang sedang mengandung anaknya"ucap Zahira tanpa ragu. untuk apa ditutupi karena kenyataan di depan matanya tidak bisa dibohongi."dan mas ini adalah pak Zayn ia adalah CEO di kantorku"ucap Zahira lagi.


"What!!!!"Zayn sampai tidak bisa berkata apa apa. sungguh banyak kejutan dari sekretarisnya. ia memandang Arman. cih! sok tampan sekali lelaki satu ini sampai sampai mempunyai dua istri. tapi kenapa Zahira mau di poligami. aku jadi tak habis fikir dan tak rela.


"perkenalkan, saya adalah suami Zahira. dan saya sedikit tidak suka jika bapak dan istri saya bersama di luar jam kerja"ucap Arman menatap tajam Zayn.


"calm down man. kami makan siang berdua karena baru selesai kunjungan cabang. lagipula ini area publik. Dan jangan sekali kali kau menganggap istrimu wanita gampangan. Zahira adalah wanita terhormat. dia tidak akan sembarangan menjatuhkan dirinya kepada setiap lelaki"Zayn menatap Arman dan Raisya bergantian dengan pandangan mengejek.


muka Arman memerah. ia tahu apa yang dimaksud Zayn sesungguhnya.ia menoleh pada Zahira"aku ingin bicara padamu dirumah nanti"


"baiklah."jawab Zahira malas. ia merasa Arman terlalu berlebihan. padahal dalam rumah tangga mereka armanlah yang mendua. tetapi mengapa dia sekarang merasa jika dirinya adalah orang yang paling tersakiti.


"kita cari makan tempat lain saja! aku sudah tidak selera makan disini"ucap Arman. Raisya merengut"tapi aku sangat ingin makan disini mas"rengeknya.


"jika kau benar benar ingin makan disini. maka makanlah sendiri"ucap Arman dengan nada kesal. Zahira memutar bola matanya melihat dua sejoli yang sedang berisik dihadapannya.


"dan anda bapak Zayn. saya peringatkan untuk tidak mengambil kesempatan kepada Zahira karena Zahira masih sah menjadi istri saya"ucap Arman sekali lagi kepada Zayn.


Zayn tersenyum meremehkan"kalau saya tidak mau mengikuti mau anda. Anda mau apa"tantang zayn. Arman mengepalkan kedua tangannya. ia tak mau ribut disini. lebih baik nanti malam ia akan memberikan Zahira hukuman karena telah berani berdua dengan lelaki lain dibelakangnya.


selepas kepergian Arman dan raiysa. Zahira menarik nafas panjang. ia sangat tahu jika Zayn penasaran. namun ia dengan sabar menunggu Zahira bercerita.


"za tell me the thruth sebenarnya apa yang terjadi dalam rumah tanggamu. saya tahu saya tidak berhak untuk ikut campur tetapi setelah mengetahui semua ini. apakah kau tega membiarkanku tak bisa tidur nanti malam karena penasaran"ucap Zayn. Zahira tertawa mendengarnya.

__ADS_1


"ternyata anda orang yang sangat ingin tahu ya pak."ucap Zahira.


"hanya kepada orang yang saya rasa spesial saja za"Zayn menatap manik mata Zahira. Zahira nampak salah tingkah. ia pun mencoba meredakan getaran dihatinya.


Zahira pun mulai menceritakan segalanya. mulai dari awal pernikahannya dan mengapa semua bisa terjadi. Zayn mendengarkan dengan seksama. tak sedikitpun ia ada keinginan untuk menyela.


"begitulah pak ceritanya. saya merasa sangat malu harus menceritakan perihal rumah tangga saya kepada bapak. saya harap kehidupan pribadi saya tidak berpengaruh terhadap penilaian bapak terhadap kinerja saya"ucap Zahira dengan hati hati.


"Sampai kapan kau akan bertahan za?. meskipun kau bilang rasamu telah mati untuknya. pasti tetap lah tidak mudah berada di posisi seperti ini. mengapa tak kau tinggalkan saja dia za?"Zayn mencoba untuk mengusik hati Zahira.


"saya juga Tak tahu sampai kapan pak. hanya saja almarhum mertuanya saya menitipkan istrinya kepada saya. dan ibu mertua saya sangat menyayangi saya dan meminta saya untuk tetap tinggal disana"jelas Zahira.


"tapi ini terdengar egois za"ucap Zayn lagi.


Zahira tersenyum"jika memang benar saya ikhlas pak. setidaknya saya merasakan kasih sayang orang tua dari mertua saya. mereka sangat baik dan sayang pada saya. mungkin juga tuhan masih menginginkan saya untuk berada disituasi ini"


terdengar ponsel Zahira berbunyi. dilihatnya nama yang tertera."Vivi"


ada apa Vivi menelepon. segera Zahira menjawab panggilan tersebut.


"halo vi assalamualaikum ada apa?"jawab Zahira. air muka Zahira berubah ketika mendengar penjelasan dari Vivi.


"baiklah aku akan kesana sekarang"ucap Zahira panik.


"ada apa za?"Zayn tahu pasti ada sesuatu yang tak beres.


"Bu Rima pak. Bu Rima tertabrak mobil saat akan menyebrang. saat ini ia ada dirumah sakit pak"airmata Zahira mengalir keluar. ia sangat takut sesuatu terjadi pada Bu Rima.


"ayo cepat kuantar za."Zayn menarik tangan Zahira. Zahira yang masih shock mengikuti Zayn menuju ke mobil.

__ADS_1


fikirannya saat ini sangat kalut


****


__ADS_2