Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab


__ADS_3

meskipun Zahira meminta tangannya dilepaskan. Arman seolah tak perduli. saat ini hatinya diliputi dengan rasa cemburu yang sangat besar. Bu Mona sudah tertidur sehingga tidak mendengar keributan yang terjadi.


Raisya yang masih terjaga, mendengar suara Zahira yang memohon untuk dilepaskan. ia tak perduli. bukankah ini lebih baik karena Zahira akan semakin membenci Arman.


Arman membuka pintu kamar Zahira. setelah itu ia mendorong Zahira masuk ke kamar. Zahira yang dalam kondisi lemas jatuh tersungkur saat itu juga."apa yang kau lakukan mas?!aku tak menyangka jika kau ternyata orang yang sangat kasar"Zahira menatap Arman dengan pandangan kebencian.


Arman yang merasakan tak ada kehangatan dalam tatapan Zahira semakin bertambah emosi."aku juga baru tahu ternyata kau berpura pura selama ini. kau seperti ini. kau berlagak seperti gadis polos tapi ternyata kau profesional. katakan padaku apa yang sudah kau lakukan dengan bosmu!bagian mana tubuhmu yang sudah dinikmati olehnya?!jawab aku!"Arman menggila.


Zahira ingin sekali menampar Arman. namun saat ini tubuhnya terasa sangat tak bersahabat."jangan berkata apa apa lagi. karena jika iya aku akan sangat membencimu!"ucap Zahira memohon. saat ini ia hanya ingin cepat mengambil barang miliknya dan pergi kerumah sakit.


Arman tersenyum miring. lihatlah wanita ini, dia bahkan tak berusaha menyangkal. berarti benar dugaanku selama ini.aku tidak rela jika orang lain menyentuhnya.sedangkan aku yang suaminya saja tidak diizinkan untuk menikmati istriku sendiri.


fikiran Arman sudah tertutup oleh setan. di raihnya Zahira. dipeluknya dengan erat.zahira yang mendapatkan serangan tiba tiba dari Arman merasa tidak siap.namun sekuat tenaga ia berusaha melepaskan diri dari Arman. semakin Zahira memberontak. Arman semakin menjadi.


"aku berhak atas dirimu za!aku selama ini terlalu sabar padamu!malah mau menyia nyiakan kepercayaanku!"arman langsung mencoba mencium bibir Zahira. Zahira berusaha menghindari ciuman Arman. namun Arman terus memaksa. menetes airmata Zahira. ia tahu Arman memang berhak atas dirinya dan dia berdosa jika menolak Arman. selama ini Arman setuju tidak menyentuhnya. namun kali ini Arman menggunakan haknya. seharusnya memang Zahira tidak boleh menolak.


Zahira hanya bisa pasrah. ia hanya berdoa ada seseorang yang akan menyelamatkannya.


"tok tok tok!!!!"


pintu diketuk dengan keras dari luar. Arman menarik nafas kesal. siapa yang sudah mengganggunya untuk memberikan Zahira pelajaran dan menuntaskan hasratnya.


Arman membuka pintu hendak memaki siapapun yang datang.namun ketika ia membuka pintu nampak wajah ibunya di depan pintu. emosi Arman langsung redam sedikit.

__ADS_1


"ada apa Bu?"tanya Arman.


"apakah Zahira sudah pulang?ibu ketiduran menunggunya. namun terbangun karena belum tenang jika belum mendapatkan kabar darinya"Bu Mona melongokkan kepalanya ke dalam kamar untuk melihat apakah Zahira ada dikamar atau tidak. matanya memindai ke kamar"astagfirullohalazim,Zahira kau kenapa?kenapa menangis dan kenapa kau terlihat Sangat kacau?"Bu Mona mendekati Zahira.


Zahira langsung memeluk Bu Mona."katakan sayang apakah Arman menyakitimu?"Bu Mona memandang tajam anaknya. Arman yang dilihat sebegitu rupa oleh ibunya hanya bisa menundukkan wajahnya. ia tak mau ibunya semakin jauh darinya. karena semenjak ia membentak ibunya perihal Raisya. ibunya semakin jauh dari dirinya.


" Zahira sedang kalut Bu. Bu Rima kecelakaan Bu dan seharian ini Zahira mengurus dirumah sakit."Zahira mencoba menutupi semuanya dari Bu Mona.


Arman yang mendengar penjelasan Zahira menyesal. karena cemburu yang berlebihan ia tak bertanya lebih dahulu kepada istrinya dan malah berfikir yang bukan bukan.


"lalu bagaimana keadaan Bu Rima za?.ya ampun ibu ikut lemas mendengarnya"bu Mona merasakan tubuhnya ikut gemetar mwndnegar kabar yang Zahira bawa.


"Bu Mona di rawat inap Bu. sukurlah tidak ada cedera yang sangat parah.bu malam ini Zahira harus kesana menemani Bu Rima. karena Vivi akan pulang untuk menemani anak anak panti"ucap zahira pada Bu Mona. yang sebenarnya Zahira juga ingin Arman mendengarnya.karena Zahira sudah sangat malas berbicara dengan Arman.


"bagaimana za?.ibu akan ikut juga za.ibu ingin menjenguk Bu Rima walaupun hanya sebentar."ucap Bu Mona.


"Bu jam besuk sudah lewat. hanya penunggu pasien yang boleh masuk. bagaimana jika besok pagi saja Bu. atau sore hari ketika za sudah pulang kantor"Zahira memberi pengertian pada Bu Mona.


"yasudah jika begitu.tapi biarkan Arman mengantarmu ya.ibu khawatir jika kau naik taksi. online malam malam"Bu Mona berusaha membujuk Zahira.


Zahira tidak bisa menolak permintaan Bu Mona. ia tak ingin Bu Mona mengkhawatirkan dirinya."baik Bu. za tidak mau ibu khawatir."Zahira menggenggam tangan Bu Mona.


"mas aku akan bersiap siap dahulu."Zahira berkata singkat pada Arman.

__ADS_1


Arman tentu saja senang mendengarnya. nanti di mobil ia akan meminta maaf pada Zahira atas semua yang ia lakukan. ia tak menyangka jika kejadian sebenarnya seperti ini.


Arman masuk kekamarnya dan Raisya, untuk mengambil kunci mobil dan dompetnya.raisya yang sedari tadi tidak bisa tidur penasaran kemana suaminya akan pergi.


"kau mau kemana mas?"tanya Raisya sembari bangkit dari kasurnya.


"aku akan mengantar Zahira kerumah sakit. Bu Rima kecelakaan. dan sedang di rawat. jika ia tak ada teman disana maka aku akan menemaninya"ucap arman ia pun akan melangkah pergi.


mendengar hal tersebut Raisya tidak tinggal diam. ia mengambil sweaternya di lemari Lalu memasukkan ponselnya dengan buru buru ke dalam tas. ia pun keluar kamar. tak akan kubiarkan mas Arman pergi berduaan bersama Zahira.


Zahira telah siap dengan barang bawaanya. Bu Mona masih setia menemani Zahira dikamar.


"kau sudah makan za?"tanya nya.


Zahira menggeleng."nanti saja Bu ketika dirumah sakit."


"jangan telat makan za. menunggu Dan merawat orang sakit. kita yang sehat harus pintar pintar menjaga kesehatan."nasihat Bu Mona kepada Zahira.bu Mona memandang tubuh Zahira yang mungil,meski mungil tenaga Zahira seakan tidak pernah habis.


"iya bu.za akan mengingatnya.terikmakasih ya bu.selama ini sudah sangat perhatian pada za"Zahira memeluk ibunya.


Arman merasa hangat memandang dua orang yang ia sayangi saling berbagi kasih.ah!seandainya saja saat itu aku tidak terjebak oleh raisya.tentu saat ini aku akan memiliki rumah tangga bahagia bersama zahira. dan tentu bapak bisa hidup lebih lama lagi.bathin Arman pilu.


****

__ADS_1


__ADS_2