Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 33


__ADS_3

"bagaimana?"tanya Bu Wening dengan suara pelan.saat ini aries sudah tertidur.namun ia takut aries dapat mendengar pwmbicaraanya.


(wanita itu tidak mau memberikan informasi Bu.dia bertanya untuk apa tujuan saya mengetahui hal tersebut)jelas lelaki di ujung sambungan telepon.


Bu Wening menghela nafasnya.ia memang belum mengizinkan orang suruhannya untuk berterus terang.karena ia ingin memastikan apakah benar sosok yang dicarinya masih berada disana.


"yasudah.hentikan dulu.nanti kita lanjutkan jika saya sudah menyelesaikan urusan rumah tangga saya bersama aries.saya takut jika hal ini bisa dijadikan aries untuk merebut kembali harta yang sudah saya kuasai"ucap Bu Wening Dan mematikan sambungan telepon.


matanya membasah.ia ingat sekali saat meletakkan bayi nya di depan pintu panti tersebut.ia yang baru satu bulan menjadi ibu harus merelakan melepas bayinya demi menikah dengan aries.


saat itu Wening Hamil karena pergaulan bebas.lelaki yang ia harap bisa bertanggung jawab ternyata membohonginya selama ini. lelaki tersebut sudah memiliki istri dan seorang anak.ia tidak mau mengakui anak yang dikandung Wening sebagai anaknya.


Wening putus asa.apalagi setelah mengetahui Wening hamil di luar nikah.orang tuanya tidak bisa menerima dan mengusir Wening dari rumah.karena telah mencoreng nama keluarga.


ditengah keputus asaannya,ia bertemu dengan aries.mantan kekasih nya sewaktu di bangku SMA.aries yang masih menyimpan rasa,bersedia membantu Wening.ia yang anak orang kaya mulai memberikan Wening bantuan berupa materi.memberikan tempat tinggal.saat itu aries sudah mulai bekerja di perusahaan orang tuanya.


ia mendampingi Wening dengan sangat sabar.wening merasa sangat bersukur memiliki aries saat itu.ia sangat bergantung pada aries.


ketika mendekati usia persalinan wening.aries pun melamar wening.rasa bahagia menyelimuti hati wening.namun perkataan aries membuat Wening sangat terpukul.ia ingin Wening meninggalkan anaknya ketika sudah terlahir nanti.


karena orang tua aries meski tidak memandang latar belakang ekonomi,namun tidak akan bisa menerima jika aries harus menikahi Wening yang membawa anaknya.


Wening yang saat itu takut sekali jika tidak bisa hidup tanpa aries.menetapkan hati untuk membuang anaknya sendiri ke panti asuhan.selanjutnya ia menikah dengan aries.dan hidup bahagia tanpa sekalipun pernah mengingat anaknya yang telah ia telantarkan.


dan kini setelah tahu aries menyakitinya.pintu hatinya baru terketuk untuk mencari tahu tentang anak kandungnya.ia merasa mungkin ini karma karena telah membuang anak kandungnya sendiri demi seorang laki laki.


ia berharap ketika bertemu kembali dengan anaknya.anaknya akan bersedia memaafkannya.dan menerima penjelasannya.ia ingin menebus semua kesalahannya.ia akan memberikan apapun yang anaknya mau.


tanpa Wening ketahui.tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang anak ketika harus tumbuh tanpa orang tua.mereka harus menahan rindu dan sedih.apalagi bagi anak yang tahu jiks mereka sengaja ditinggalkan.yang kenyataannya orang tuanya masih hidup.harta benda tidak akan bisa mengobati rasa sakit dan kesepian selama ini.


****


Zahira melipat mukenanya.ia baru saja menyelesaikan kewajiban subuh dua rakaatnya.setelah selesai Lekas ia berganti pakaian dan bersiap untuk berangkat ke kantor.sebelumnya ia sudah mengelap Badan Bu Rima dengan air hangat.nanti Vivi yang akan menyuapi bu Rima sarapan.


Zahira berpamitan pada bu Rima Dan vivi.ia sudah memesan taksi online.mobilnya masih berada di parkiran kantor.karena kejadian kemarin ia tak sempat mengambil mobilnya.


sesampai di kantor lekas ia masuk keruangan zayn.merapikan beberapa berkas yang ada di atas meja atasannya.tak lama Zayn masuk.ia menyapa Zahira"selamat pagi za"

__ADS_1


"pagi pak"jawab Zahira.zayn segera mengalihkan pandangannya dari Zahira.ia sudah berjanji akan menahan hati dan perasaannya.dan hanya bersikap profesional.


"bagaimana keadaan Bu Rima?"tanya Zayn tanpa melihat mata Zahira.zahira sangat bingung dengan Zayn yang seperti menghindari kontak mata dengannya.


"alhamdullilah Bu Rima sudah membaik.berkat pak Zayn Bu Rima mendapatkan perawatan terbaik."jawab Zahira dengan sopan.sebenarnya ia sangat merasa tak nyaman dengan sikap Zayn.namun ia mencoba mengimbanginya.mungkin memang lebih baik seperti ini agar ia tak banyak berharap.


"sukurlah.baiklah mari kita mulai bekerja"ucap Zayn langsung menatap layar monitor di hadapannya.


Zahira tahu diri dan segera keluar menuju ke meja kerjanya.ia menepuk kepalanya pelan"makanya za jangan berfikiran terlalu jauh.untung saja pak Zayn sudah tegas menetapkan batasan dari sekarang"Zahira berusaha mengalihkan perhatiannya dengan mulai mengerjakan pekerjaannya.


****


pukul 11.30 Zayn keluar dari ruangannya.


"za saya akan kerumah sakit.alfairizi sudah bisa keluar hari ini saya akan menjemputnya kerumah sakit."ucap Zayn.


"baik pak.sampaikan salam saya pada pak alfarizi.maaf saya belum sempat menjenguk beliau"ucap Zahira.


"oke akan saya sampaikan.jika ada yang ingin bertemu dengan saya.jadwalkan untuk besok saja za.karena saya mungkin baru kembali pukul 14.00"ucap Zayn lagi.


"baik pak"jawab Zahira.


sedangkan Zahira kembali menarik nafas dalam.


****


Zayn mengurus administrasi rumah sakit alfarizi.setelah selesai ia bergegas menemui Alfarizi dan kedua orang tuanya.


orang tua Alfarizi sangat berterimakasih pada Zayn.karena Zayn sudah sangat baik kepada anak mereka.zayn mengajak alfarizi dan orang tuanya untuk mampir kerumah makan terlebih dahulu.


Al sangat penasaran dengan ucapan Zayn kemarin.namun Zayn berkata ia akan memberitahu al besok saja.ketika Al sudah kembali bekerja.


****


setelah jam kantor berakhir.zahira menekan interkom.ia bertanya apakah masih ada yang harus dikerjakan.dan Zayn menjawab tidak ada.serta mempersilahkan Zahira untuk pulang.


Zayn sudah berencana untuk menjenguk Bu Rima sore ini bersama kedua orang tuanya.setelah yakin Zahira sudah meninggalkan mejanya ia bergegas bersiap siap untuk pulang.

__ADS_1


ia melewati meja Zahira.dipandanginya meja tersebut.serasa ia melihat pemiliknya masih berada disana.betapa menyiksanya mencintai tapi tak bisa memiliki.


****


saat Zahira sedang menyuapi Bu Rima buah.pintu kamar diketuk.kemudian masuklah sosok ibu mertuanya.zahira segara menghampiri dan meraih tangan Bu Mona kemudian menciumnya,menyusul Arman masuk setelahnya.zahira pun menghampiri Arman dan melakukan hal yang serupa


Vivi yang ada disana ikut menyalami keduanya.lalu permisi untuk keluar sebentar.ia merasa tak suka dengan kehadiran Arman disana.


Bu Mona mendekati Bu Rima."Bu rima.saya ikut prihatin dengan musibah yang menimpa ibu semoga ibu bisa cepat pulih ya Bu"


Bu Rima mengangguk dan tersenyum"terimakasih Bu Mona sudah mau repot repot kemari"


Arman yang telah selesai meletakkan barang bawaan mereka berupa buah dan beberapa kue pun mendekati Bu Rima.


"Bu Rima Arman juga turut prihatin.maaf baru bisa menjenguk sekarang"ucap Arman.


"tidak apa apa nak.justru ibu yang berterimakasih padamu karena sudah mengizinkan Zahira ada disini merawat ibu.oiya dimana raisya?"tanya Bu rima.biasanya istri kedua Arman selalu mengikuti kemana Arman pergi.


Arman merasa sedikit malu dengan pertanyaan Bu Rima."raisya sedang menemui maminya bu.ia rindu"jawab Arman.


zahira hanya memilih untuk diam.


"kamu sudah makan sayang?"tanya Bu Mona kepada menantunya.ia tahu Zahira nampak tak nyaman dengan kehadiran Arman.


"nanti za makan Bu bersama vivi.za belum terlalu lapar"Zahira menjawab dengan tersenyum.


"biar nanti kubelikan untuk makan malam za.kau ingin makan apa?"tanya Arman perhatian.saat ini tak ada raisya ia merasa bebas memberikan Zahira perhatian.


"tidak usah mas.biar nanti aku dan Vivi beli sendiri saja."tolak Zahira.arman kecewa mendengarnya.sepertinya Zahira masih menutup rapat pintu hatinya.karena Kejadian kemarin.


tok tok


kembali pintu diketuk.saat ini memang jam besuk.tetapi siapakah gerangan yang datang.


ketika pintu terbuka muncullah wajah pak Kusuma dan Bu Clara dan kemudian wajah Zayn yang terlihat.


seketika wajah Zahira memerah dan jantungnya berdebar ketika melihat kedatangan bos nya.arman menggenggam tangannya dengan keras.ia melihat jelas bagaimana wajah Zahira yang memerah malu dan sikapnya yang salah tingkah.

__ADS_1


api cemburu membakar dada arman.ketika tatapan Arman bertemu dengan Zayn.keduanya nampak menatap dengan tajam dan dalam.


****


__ADS_2