
Zayn segera meraih ponselnya.sedangkan mommy Clara hanya memandang tingkah laku anak laki lakinya.
(halo bos.ternyata seorang Mikail Zayn akhirnya ingat memiliki teman dan bawahan yang bernama alfarizi)sindir Al diujung telepon.
"Al..i'm So sorry.aku sampai melupakanmu.bagaimana keadaanmu Al?apakah orang tuamu sudah datang?"tanya Zayn tak enak hati pada sahabat sekaligus asistennya.
(aku sudah membaik.ayah dan ibu sudah ada disini.)jawab Al singkat.
"sukurlah.hari ini banyak kejadian tak terduga al.sampai Sampai aku tak sempat menengokmu.besok aku akan kesana selepas jam kantor."ucap zayn
(kejadian apa?apakah masalah kantor?sepertinya jika besok sudah tidak ada keluhan aku sudah boleh pulang bos.)jawab Al kembali.
"ceritanya panjang al.besok aku akan kesana.sekalian menjemputmu.sebagai penebusan rasa bersalahku."bujuk Zayn agar Al tak merasa kesal lagi.
(baiklah maaf merepotkan mu bos.)lalu Al mematikan sambungan ponselnya.
"bagaimana?apakah Al sudah baikan?apakah asam lambungnya kembali kumat?"tanya mom Clara beruntun.ia sudah menganggap Al sebagai anaknya sendiri.
"yeah mom.seperti biasa.maka dari itu Zahira tidak mau Zayn suruh libur.dia kasihan jika Zayn mengerjakan pekerjaan kantor sendirian.zahira memang sangat perhatian pada Zayn mom"ucap Zayn seraya tersenyum.
pletak!!!!
senyum Zayn pudar berganti dengan ringisan kesakitan.lagi lagi mom Clara menyentil dahinya.
"mom besok Zayn akan pakai helm di dalam rumah.upaya perlindungan dari mommy and daddy.bisa bisa hancur kepalaku jika seperti ini terus."keluh Zayn mengusap dahinya.
"jangan manja.kau laki laki berbadan tegap berotot kawat masa hanya terkena sentilan mommy kepalamu hancur.lagipula kau terlalu besar rasa.zahira seperti itu karena dia profesional dalam bekerja.bukan karena menaruh perhatian berlebih padamu.sudah ah.lebih baik mommy tidur.daripada meladeni kau yang diatas normal karena cinta"mommy Clara beranjak meninggal anaknya.
"mom...sebenarnya Zahira tidak bahagia dalam pernikahannya"ucap Zayn tiba tiba.
mendengar itu mom Clara segera membalikkan badannya.ia jadi penasaran dengan ucapan zayn.benar adanya atau hanya mengada Ngada.
__ADS_1
ia pun duduk kembali di samping Zayn.
"cepat ceritakan pada mommy apa maksud dari perkataanmu?"mom Clara nampak tak sabar.
Zayn malah termenung.ia ingat berjanji pada Zahira untuk tidak membicarakan masalah ini.
"tidak apa apa mom.tidak jadi.aku sudah berjanji pada Zahira akan menjaga rahasia ini"Zayn menutup mulutnya menggunakan tangan.
pletak!!!!
"ouw mom!!!!mommy keterlaluan!!!!"rengek Zayn.
"ya mommy bukan hanya akan menyentil kepalamu.tetapi akan memasukkan kau kembali ke perut mommy.jika kau mempermainkanku.cepatlah Zayn ceritakan pada mommy.akan mommy jaga rahasia ini.percayalah!"mom Clara berusaha merayu anaknya.
Zayn menatap mommynya,ada rasa tak percaya.namun demi melihat sorot tajam mata mommy nya akhirnya Zayn menceritakan tentang kehidupan rumah tangga Zahira.mom Clara yang mendengarnya sempat shock dan tidak menyangka.sayang sekali gadis baik seperti Zahira harus mengarungi biduk rumah tangga yang tidak sehat seperti saat ini.
"nah mom.berarti tidak salah kan jika Zayn berharap pada Zahira.suaminya menyakitinya dan tidak membuatnya bahagia.seandainya Zayn suaminya tidak akan Zayn sakiti barang seujung kuku bidadari itu"ucap Zayn bersemangat.pasti setelah ini mommy akan mendukungnya.
"ya mom merasa kasihan pada Zahira.seharusnya dia mendapatkan lelaki yang bisa menjaganya membahagiakannya. Bukan malah bersikap seperti pecundang yang tidak memiliki pendirian."ucap mom Clara.senyum lebar tersungging di bibir Zayn.namun langsung hilang setelah mendengar ucapan mom Clara selanjutnya.
memang hidup tidak ada yang sempurna.bisa jadi anaknya memiliki segalanya.namun lihatlah ia bertekuk lutut pada pesona wanita yang sudah memiliki suami.
Zayn diam dan meresapi setiap nasihat dari mom Clara.ibunya tidak pernah menyudutkan dirinya.ia akan memberikan pandangan baik dan buruk atas semua yang terjadi pada anaknya.
tiba tiba ponsel Zayn berbunyi menandakan ada pesan masuk.
(maaf pak.saya baru membuka ponsel.saya sudah dirumah sakit pak.saat ini Bu Rima sedang tidur.terimakasih banyak pak atas semua pertolongan bapak hari ini.semoga Allah membalas semua kebaikan bapak).
sebenarnya Zayn sudah berusaha mengontrol hatinya.namun tetap saja dia bahagia membaca pesan dari zahira.pesan biasa bahkan pesan formal antara bawahan dan atasan.tapi bisa membuat senyuman kembali hadir di wajah Zayn.
****
__ADS_1
Zahira meletakkan ponselnya.ia baru saja mengirim pesan pada Zayn. Rasanya tak pantas mengabaikan atasannya apalagi ia sudah banyak membantu Zahira hari ini.
(iya za.tidak apa apa.jangan lupa makan.jika memang bisa usahakan untuk beristirahat dan tidur walau hanya sebentar).
Zahira tersenyum membaca jawaban pesan dari Zayn.namun lekas ia enyahkan rasa tersebut mengingat statusnya masih menjadi istri Arman.
terbayang perlakuan Arman tadi padanya.apakah ia pantas menerimanya.ia masih seorang istri.mungkin memang salah jika ia hanya makan berdua dengan atasannya.tetapi mereka makan di tempat ramai.dan tidak melakukan hal hal yang di luar batas.zahira makin larut dalam dilemanya.
sebenarnya ia sudah sangat tidak tahan menjalani rumah tangga yang rumit ini.bukan hanya hal itu.ia merasa berdosa karena hatinya sudah tidak berdetak kencang untuk suaminya namun untuk pria lain.sebisa mungkin ia menata hatinya untuk tidak terjerumus dalam hubungan dosa.namun pesona Zayn dan segala kebaikan Zayn mengetuk pintu hati Zahira.apalagi Zayn sudah mengetahui semuanya.
namun tidak mungkin ia meninggalkan Bu Mona begitu saja.bu Mona sudah sangat baik padanya.ia berharap suatu saat ada jalan baginya untuk pergi dari kehidupan Arman tanpa harus melukai perasaan Bu Mona.
Zahira menscroll ponselnya.tiba tiba ia ingat jika ia belum mengecek rekeningnya.dibukanya dengan semangat aplikasi mobile banking miliknya.ia memasukkan kode akses lalu memilih menu transaksi.
matanya berkaca kaca.melihat nominal yang masuk sebanyak dua digit.ia memang mendapatkan nafkah yang besar dari Arman selama ini.namun nominal yang tertera saat ini adalah murni hasil kerja kerasnya.rasa bahagia membuncah.ia sudah merencanakan jika Bu Rima sudah pulih dan bisa kembali ke panti asuhan.ia akan membuat sukuran kecil kecilan.
"za..."panggil Bu Rima lemah.
Zahira lekas mendekati Bu Rima."kenapa Bu?apa ada yang sakit?"tanya Zahira khawatir.
"tidak nak.ibu hanya ingin menyuruhmu beristirahat dan tidur.kau kelihatan sangat lelah nak.apakah kau sudah makan?"tanya Bu Rima.
Zahira baru teringat jika perutnya belum terisi.nasi yang dibelikan Arman masih terbungkus rapi di meja.sedangkan yang satunya sudah ia berikan pada Vivi.
"za belum lapar dan mengantuk bu.za akan menemani ibu dulu ya"ucap Zahira lembut.dibelainya rambut wanita yang telah ikhlas membesarkan dan menyayanginya selama ini.
Bu Rima memandangi Zahira. sebenarnya penyebab ia kecelakaan tadi adalah karena ia melamun memikirkan perkataan seseorang yang datang ke panti asuhan. seorang pria berpakaian rapi.ia membawa sebuah Poto bayi.dan bertanya apakah Bu Rima pernah melihat bayi tersebut.
namun ketika Bu Rima bertanya ia tidak mau memberitahu alasannya bertanya hal tersebut.maka dari itu Bu Rima belum bisa memberikan informasi kepada orang tersebut.
ia bukan tidak tahu siapa bayi di dalam foto tersebut.ia adalah zahira semasa bayi.namun sebelum orang tersebut memberikan alasan yang tepat ia tidak akan memberitahukan yang sebenernya.
__ADS_1
ia takut orang itu akan berniat jahat pada Zahira.
****