Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 22


__ADS_3

Zahira masuk kedalam mobilnya. ia memegang dadanya. entah mengapa pandangan bosnya tadi menghadirkan debar aneh di dadanya.


Zahira, kenapa sih kau sangat lemah. baru begitu saja kau sudah kalang kabut. ingat ketika hatimu berdetak untuk Arman dan kemudian ia mengecewakanmu berkali kali. monolog Zahira dalam hati.


dihidupkannya mobilnya. saat ini ia harus fokus pada masa depannya. uang pemberian Arman selama ini digunakan untuk membeli keperluan pribadinya, selain itu ia rutin memberikan Bu Rima setiap bulannya untuk membantu membeli keperluan di panti. dan sisanya ia tabung untuk cita citanya. Karena sebetulnya ia memiliki mimpi yang masih ia pendam sendiri. dan saat ini ia pun sudah memiliki pekerjaan. Zahira merasa mimpinya semakin dekat di genggamannya.


sesampainya di rumah. Zahira memarkirkan mobilnya. saat ia turun dan masuk ke dalam rumah tiba tiba ada suara menyapanya


"mengapa baru pulang za?"tanya arman. semenjak raisya hamil sulit sekali bagi Arman untuk berbincang dengan Zahira. bila Raisya melihatnya memulai obrolan dengan Zahira maka raisya akan langsung datang dan mengganggu dengan semua ocehannya. sehingga membuat Zahira akan pergi menghindar.


"aku lembur mas. kebetulan ini akhir bulan jadi kami mengadakan meeting bulanan"Jawab Zahira sembari ingin naik ke kamarnya.


"za tunggu. sudah lama sekali kita tidak berbincang, maukah menemaniku berbincang sebentar?"tanya Arman dengan penuh harap.


Zahira menghela nafas. lalu ikut duduk di kursi yang agak jauh dari Arman."baiklah mas. tapi jangan terlalu lama yah. aku sangat lelah"jawab Zahira.


"tidak za. aku hanya butuh teman bicara. rasanya sudah sejak lama aku merasa kesepian dirumah ini semenjak kepergian bapak. ibu pun saat ini hanya berbicara seperlunya denganku"ucap Arman sendu.


Zahira menatap Arman. ada sedikit rasa iba dihatinya. namun sikap Bu Mona berubah bukan tanpa alasan. semenjak Arman membentaknya waktu itu, Bu Mona memilih untuk lebih banyak diam daripada ribut dengan Arman.


"sadarkah kau mas itu semua karena sikapmu sendiri. kau masih ingat kan sudah membentak Dan mengancam ibu karena Raisya. mengapa harus kesepian mas. bukankah ada Raisya sekarang disisimu?"nada Zahira pelan namun terasa menusuk bagi Arman.


"aku tahu za. aku hanya ingin melindungi calon anakku dan ibunya. aku sangat menyayangi anak di dalam kandungan Raisya. aku sedikit sedih karena sepertinya ibu tidak menerima dengan senang hati kehadiran anakku. padahal itu adalah cucunya"Arman menyugar rambutnya.


Zahira tersenyum miring."kau tahu mas aku merasa bodoh ketika percaya kau akan menjalin rumah tangga dengan ku saat itu. aku Fikir kau terpaksa menikahi Raisya. karena malam itu kau berteriak jika kau dijebak. tapi nyatanya apa. kau bahkan melakukan hubungan *** dengan Raisya Dan memiliki seorang anak. sedangkan denganku. dari awal menikah kau sudah menegaskan jika tak akan menyentuhku karena telah memiliki Raisya. aku emang naif percaya padamu saat itu. kau menghancurkan ku berkali kali mas. jika bukan karena ibu aku mungkin sudah tak Sudi lagi berada disini. namun aku masih melihat ada kebaikan dari dirimu saat ini. kau menyayangi dan melindungi calon anakmu. tapi kau jangan memaksa ibu untuk dapat bisa menerima anak kalian. karena semuanya butuh proses mas. sama seperti aku saat ini hatiku telah benar benar mati untukmu setelah melalui beberapa proses yang menyakitkan"Zahira mengeluarkan semua isi hatinya selama ini.


Arman terdiam. lalu ia mendekati Zahira dan menggenggam tangan istrinya. Zahira mencoba melepaskan namun Arman kuat menggenggamnya.


"za aku melakukan bersama raisya yang pertama karena dijebak. dan yang kedua Karena pada saat itu aku sangat menginginkanmu sehingga aku melampiaskan kepada raisya. karena aku tahu kau tak akan mau melayaniku di ranjang. dan saat ini aku amat sangat jarang menyentuh Raisya lagi dan mengenai keinginanku yang ingin membina rumah tangga denganmu. aku sungguh sungguh za. namun takdir berkata lain"Arman menangis seperti anak kecil. menahan perasaan terhadap wanita yang dicintainya sangat menyesakkan.


"terserah apapun alasanmu mas. sekarang semuanya sudah tidak berguna bagiku."jawab Zahira memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"kalian sedang apa?!!!!"Raisya yang baru datang langsung marah melihat pemandangan di hadapannya. Arman menghapus airmatanya dan melepaskan tangan Zahira. ia tak mau raisya marah marah dan berpengaruh pada janinnya.


"kau sudah pulang?"tanya Arman berusaha untuk biasa saja.


Zahira pun lekas ingin naik dan meninggalkan wanita singa yang sedang marah marah. melihat Zahira yang malah akan pergi membuat Raisya yang memang sedang dalam suasana hati tidak baik karena habis di pakai seenaknya oleh bandot tua Aris semakin emosi.


"tunggu kau!!!!wanita ******!!!!"maki raisya.


"raisya hentikan!"bentak Arman.


Raisya Yang sedang dalam kondisi tak waras mendekati Zahira. dan PLAk!!!! ia menampar Zahira dengan sangat keras namun Zahira tak tinggal diam.


Plak!!!!


Plak!!!!


Raisya shock mendapatkan balasan dari Zahira.


"apa! kau mau mengadu pada suamimu. jangan lupa suamimu adalah suami sahku. aku sudah cukup bersabar dan diam. seharusnya aku melakukan hal yang dilakukan istri sah yang lain yaitu menyeretmu keluar dari rumah ini. tapi aku masih memikirkan bayimu. aku tak mau bayimu merasakan apa yang kurasakan. besar tanpa sosok orang tua. itu menyakitkan. namun bukan nya berterimakasih kau malah bertingkah!"Nafas Zahira memburu."dan satu hal yang harus kau ingat. aku punya hak yang sama denganmu. bukan sekedar berbincang untuk bercinta dengan mas Arman juga adalah hakku. jika saat ini aku mau aku pun bisa menghabiskan malam yang panjang dengannya. dan kau pasti akan menangis tanpa jeda sampai esok. jadi jangan menantangku ketika aku masih berbaik hati denganmu!!!!"


Arman dan Raisya sampai terdiam mendengar perkataan Zahira. tidak bisa. ternyata zahira tidak semudah yang kubayangkan fikir Raisya.


ia menarik Zahira.


"lekas kau minta cerai pada Arman. kau bilang tidak Ingin anakku seperti dirimu. maka biarkan ia mendapatkan kebahgiaan utuh bersama kami orang tuanya tanpa ada dirimu"ucap Raisya menatap nyalang Zahira.


Zahira menghempaskan tangan raisya. dan menyilangkan tangannya di dada. sepertinya menyenangkan membuat wanita hamil ini semakin frustasi. terlintas ide dalam benak zahira untuk mengerjai Raisya dan membuatnya kalut.


"bercerai?jangan mimpi kau! aku tidak akan pernah bercerai dari Arman. ya memang aku ingin anak itu merasakan keluarga yang utuh. selama kau masih menikah dengan Arman. ia tidak akan kekurangan kasih sayangmu dan mas Arman. namun untuk statusmu. selamanya kau hanya akan menjadi istri siri arman. dan kau hanya akan menjadi bayang bayangku. kau tahu jika semua orang tahu yang sebenarnya bagaimana kau menjebak suamiku. apa kau fikir mereka akan menaruh simpati untukmu. tetangga disini saja tidak ada yang menyukaimu. jadi kau harus sadar diri. dan jika kau memang ibu yang baik. berhentilah mencari masalah dan fokus pada kandunganmu!"ucap Zahira tegas.


"mas kenapa kau diam saja!!!!. lihat mas apa yang Zahira lakukan. apa kau tak takut dengan keadaan anakmu!!!!"Raisya meraung pada Arman. Arman tak mengira ternyata sifat asli Raisya seperti sekarang.selama dua tahun menjalani dengan Raisya hanya hal hal baik yang terlihat.

__ADS_1


"tutup mulutmu. lama lama akupun muak denganmu. Zahira benar. kau sebagai ibu seharusnya menjaga kandungannmu. percuma saja aku mati Matian menjagamu. jika kau sendiri tidak becus menjaga diri"jawab Arman sebal.


"Dan jangan pernah meminta Zahira bercerai dari Arman. kau tidak punya hak untuk itu!"tiba tiba Bu Mona muncul. ia sedang tertidur dan terbangun mendengar keributan dirumahnya.


"naiklah za. kau pasti lelah sehabis bekerja. tidak seperti dia. keluyuran tidak jelas." gerutu Bu Mona.


Raisya membolakan matanya. sungguh ia merasa sendirian saat ini. bahkan Arman yang semula memihaknya kini ikut memarahinya. Arman yang pusing melangkahkankan kakinya ke kamar tamu.


Bu Mona pun masuk ke kamarnya. dengan langkah gontai raisya menuju ke kamarnya.


dia merasa semakin hari ia semakin sial saja.


kenapa semuanya terasa tak adil baginya.


(sya kenapa kau belum transfer. dari tadi Tante Asna menelepon mami. jangan buat mami malu sya).


(kak transfer uang jajan untuk Ranu jangan lupa. Ranu besok ada rencana jalan jalan ke puncak bersama teman teman Ranu. tidak banyak kak. hanya dua juta saja)


Raisya tertawa miris. dia sangat bodoh selama ini mencoba menjadi pahlawan bagi keluarganya.


(mi kembalikan gaun itu. Raisya. tidak bisa transfer uang lagi. mami kan tahu Raisya sudah tidak bekerja. dan uang bulanan dari mas Arman tidak begitu besar)


pesannya langsung terbaca oleh maminya.


(jika menjadi seperti ini untuk apa kau capek capek membuat rencana menjebak Arman. lebih baik kau tetap bekerja. menyesal mami waktu itu ikut memuluskan rencanamu. mami tidak mau tahu cepat kau transfer sekarang)


darah Raisya terasa mendidih.


(aku tidak akan transfer mi untuk sekarang dan seterusnya. aku sudah lelah menjadi ATM untuk mami dan Ranu. sekarang mami harus fikirkan sendiri bagaimana mami mencari uang untuk membiayai kehidupan mami dan Ranu. Raisya capek mi raisya lelah!!!!).


Raisya mematikan ponselnya. yang dilakukannya hanyalah menangis. mengapa semua nya terjadi padaku. aku hanya ingin bahagia. tangisnya pilu.

__ADS_1


****


__ADS_2