Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
bab 15


__ADS_3

Arman memarkirkan mobilnya di parkiran cafe. sebelum masuk ia mensugesti dirinya jika sekarang ia telah memiliki Zahira sebagai istrinya dan akan mempertahankan rumah tangganya. bohong jika arman bilang jika ia tak lagi mencintai raisya. rasa itu masih ada namun mungkin tak sebesar dulu.


Raisya sudah menunggu Arman. dipasangnya muka sedih mengiba. ia akan tetap berusaha agar Arman mau terus bersamanya. jika tak berhasil maka mau tak mau ia harus menjalankan rencananya.


"mas"sapa Raisya lembut ketika Arman menghampirinya. hatinya langsung mencelos ketika Arman memilih duduk di bangku depannya bukan disampingnya.


"sya aku akan langsung ke intinya saja. sepertinya hubungan kita tak bisa diteruskan. dan aku ingin mengakhiri disini. maafkan aku. kau boleh membenciku."ucap Arman tegas. ia tak mau terlalu lama bersama dengan Raisya. ia takut hatinya yang belum benar benar mantap akan goyah.


Raisya memandang lelaki yang sudah dua tahun lebih memenuhi hatinya."mas tak segampang itu. hubungan kita sudah cukup lama. dan kau sendiri yang memintaku untuk bersabar menunggumu. mengapa secepat ini hatimu berubah mas. apakah sudah benar benar tak ada aku dihatimu"Raisya mulai menangis. Arman memejamkan matanya. hal ini yang paling ia takutkan. ia akan merasa tak tega pada Raisya.


namun lekas dibayangkannya wajah Zahira dan kedua orang tuanya.


"aku bajingan Raisya. hatiku sudah tak seperti dulu yang Mampu berpegang teguh pada janji setia cinta kita. aku benar benar ingin mengakhiri semuanya"ucap Arman seketika ingin bangkit pergi.


Raisya lekas menarik tangan Arman."baiklah mas. jika itu maumu. aku bisa apa. tapi bolehkah aku memintamu mengantarku pulang. Untuk uang terakhir kalinya."mohon Raisya. Arman menimbang apakah ia harus mau atau tidak.


ia merogoh ponselnya. maksud hatinya ingin memberi tahu Zahira. Raisya yang melihat gelagat tersebut cepat cepat menghentikan Arman.


"kau sedang apa mas?"tanya Raisya.


"aku ingin memberi tahu Zahira jika aku akan mengantarmu dahulu. aku takut ia menunggu terlalu lama"ucap Arman.


mata Raisya langsung memerah. ternyata Arman sangat memikirkan perasaan Zahira saat ini."mas tidak usah memberitahunya. kau hanya akan membuat ia gelisah dan berfikir yang tidak tidak. kau kan hanya mengantarku sebentar mas"Bujuk Raisya, ia tak ingin rencananya gagal.


Arman nampak berfikir. ada benarnya juga yang dikatakan Raisya. lebih cepat ia mengantar Raisya maka lebih cepat ia bertemu Zahira dirumah.


"baiklah ayo kuantar pulang. aku akan membayar minumanmu terlebih dahulu."Arman melangkah menuju ke kasir.


Raisya buru buru mengambil ponsel dan mengirim Ranu pesan.(siapkan semuanya. rencana akan kita jalankan).


(oke kak.)balas Ranu.


Raisya memandang Arman yang berjalan ke arahnya. kau fikir semudah itu man membuangnya. aku Raisya. aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu.


"ayo kuantar pulang"ucap Arman.


"ayo mas"raisya bangkit. tak ada lagi rangkulan mesra ia bersama Arman. yang ada mereka hanya berjalan bersisian dalam diam.

__ADS_1


****


sesampai dirumah Raisya. Arman nampak heran melihat rumah Raisya dalam keadaan gelap gulita."kenapa rumahmu gelap. disekitar sini tidak mati lampu"ucap Arman.


"mungkin Ranu dan mami sedang pergi.tapi seingatku. Ranu tidak pernah lupa menghidupkan lampu. mas temani aku masuk mas untuk mengecek. aku takut mas."ucap Raisya.


Arman merasa keberatan. selama ia menjalin hubungan dengan Raisya ia sangat menjaga untuk berbuat jauh dengan Raisya. masuk ke dalam rumah berdua Raisya. Arman merasa itu sangat berisiko.


"lebih baik kau telepon Ranu dahulu. aku akan menemanimu menunggu di luar"ucap Arman.


Raisya menarik nafas. mengapa sangat sulit untuk menjebak Arman. rencana ini adalah hidup dan matinya. dan harus berhasil.


Raisya menelpon Ranu. semoga saja Ranu cepat tanggap dan bisa bekerja sama. ia sudah mengeluarkan uang yang cukup besar untuk membayar adiknya. serta mengeluarkan uang untuk membuat mami menginap di salah satu hotel bintang lima.


(halo kak)jawab Ranu diseberang.


"ran kau dan mami dimana? kenapa rumah gelap gulita. apakah sebelum pergi kau tidak menghidupkan lampu. Untung saja kakak diantar mas Arman saat ini. kami ada di depan rumah sekarang."ucap Raisya memberikan kode pada Ranu


(aku Dan mami sedang di luar kota kak. kebetulan paman Hanif ingin bertemu ibu. Dan tadi aku sudah menghidupkan lampu kak. coba kakak masuk dan cek sekring)pintar juga Ranu berbohong. untung tadi Raisya menggynakan pengeras suara. jadi Arman bisa mendengar langsung.


"Dimana sekrringnya"tanya Arman.


"ada dibelakang mas dekat pintu dapur"ucap Raisya.


Arman pun menyalakan lampu ponselnya dengan Raisya yang mengikuti di belakang. setelah menemukan sekring tesebut Arman memeriksa dan ternyata memang sekringnya turun. Arman pun menaikkan kembali dan lampu pun kembali menyala.


"Sudah kan sya. aku pamit pulang ya"ucap arman.


"mas sebelum kau pulang maukah kau mencicipi black forest buatanku. aku sangat ingat jika kau sangat suka kue itu. hanya kali ini mas. besok aku tidak akan mengganggumu."mohon Raisya lagi.


Arman menarik nafas dalam. satu sisi ia ingin segera pulang. namun disisi lain ia tak tega menolak raisya. anggap saja ini terakhir kali ia menuruti keinginan Raisya.


"baiklah tapi aku tak bisa lama. istriku menunggu dirumah."ucap Arman. dia memilih duduk di ruang tamu. pintu dibuka nya lebar.


Raisya bersorak dalam hati. lekas ia memotong kue tersebut. dan membuat kopi. sebelum dihidangkan Raisya memasukkan obat tidur ke kopi Arman.


"ini mas. setelah ini rasanya aku tidak akan mau lagi membuat black forest"ucap Raisya sendu.

__ADS_1


Arman hanya diam dia memakan sedikit kue tersebut. lalu meminum kopinya tanpa rasa curiga sedikitpun.


"mas kau nikmati dulu kuemu. aku ingin ke kamar mandi sebentar"ucap Raisya sembari berdiri.


Arman mengangguk. dihabiskannya kuenya dan meminum kopinya. Arman menunggu Raisya selesai dari kamar mandi untuk berpamitan pulang. tetapi ia merasa tiba tiba sangat mengantuk. kantuk itu menyerangnya dan ia tak bisa menahannya kemudian jatuh tertidur.


Raisya keluar dari kamar mandi. ia tersenyum senang. sekarang tinggal langkah terakhir saja.


lekas ia mengambil ponselnya. dan menelepon Ranu.


"nu cepat kemari jangan lupa kau ajak pak Ujang ya"ucap Raisya.


(oke kak) jawab Ranu diseberang. tak lama terdengar suara Ranu dan pak Ujang. Raisya menyuruh Ranu dan pak Ujang mengangkat Arman ke kamarnya.


sesampai dikamar ia menyuruh pak Ujang dan Ranu untuk pergi kembali."jangan lupa pak Ujang nanti jika saya sudah siap saya akan mengirim pesan ke Ranu dan pak Ujang yang mendatangi ketua RT. dan membawa warga kesini"ucap raisya.


"sip neng. yang penting mah cuannya jangan lupa neng"pak Ujang menadahkan tangannya.


Raisya mengambil 20 lembar uang berwarna merah dan menyerahkan ke pak Ujang. pak Ujang adalah salah satu warga di daerah rumahnya. ia hanya pengangguran. makanya dia sangat senang ketika Ranu menawarkan pekerjaan.


"kak. jangan sampai gagal ya. dan jangan lupa kakak sudah berjanji untuk membelikan Ranu sepeda motor yang Ranu inginkan"ucap Ranu memastikan.


"iya...iyaa.. tenang saja"cepat kau pergi agar cepat selesai.


****


sepeninggal Ranu dan pak Ujang Raisya mulai melancarkan aksinya. ia membuka seluruh pakaian Arman. Arman tertidur tanpa sehelai benang pun. kemudian ia pun membuka pakaiannya. lalu ia memposisikan diri seperti sedang bercinta dengan Arman. diambilnya beberapa Poto dengan angle yang Arman tak kelihatan sedang tertidur, tetapi seolah ia sedang bercinta dengan Arman.


lalu setelah mengambil beberapa Poto. ia mengirimkan pesan pak Ujang agar sekitar satu jam lagi untuk melancarkan aksinya.


setelah itu ia mengambil ponsel miliknya. mengirim beberapa Poto ke ponsel Arman. dan mengirimkan poto Poto tersebut ke ponsel Arman. Untung saja Arman tidak memasang kode sandi di ponselnya. dicarinya nama Zahira. ternyata Arman telah mengubah nama kontaknya menjadi istriku.


kesal sekali hati Raisya membacanya. lekas ia mengirimkan foto foto yang tadi dia ambil ke kontak Zahira. lalu ia meletakkan ponsel tersebut Dan kemudian naik ke ranjangnya lalu menarik selimut dan memeluk Arman. sambil menunggu warga datang dan tentu saja Zahira yang sok itu.


Raisya tertawa lebar. membayangkan bagaimana nanti hancurnya Zahira. dan ia akan menjadi istri Arman.


****

__ADS_1


__ADS_2