
Akhirnya hari pernikahan Zahira dan Arman terselenggara hari ini. Pak rohmat menyewa sebuah gedung untuk prosesi akad nikah dan resepsi.
Tamu undangan sudah memenuhi gedung. Pak rohmat dan Bu Mona mengundang seluruh kerabat, tetangga, teman dan seluruh kenalan mereka. Arman pun mengundang teman teman kerjanya. Tak lupa Bu Rima dan seluruh anak panti asuhan hadir di acara tersebut.
Banyak tamu yang berbisik bisik jika Arman menikahi seorang gadis yatim piatu. menurut mereka sangat disayangkan karena Arman termasuk pemuda tampan memiliki jabatan yang mapan. Tentunya dapat memperoleh gadis yang jauh lebih baik.
Arman sudah siap duduk di hadapan penghulu.
Ia telah bersiap untuk melaksanakan prosesi ijab kabul. Wali nikah Zahira diwakilkan oleh wali hakim. Arman tidak nampak tegang sedikitpun. Dia sangat santai menghadapi acara pernikahannya. Ia hanya ingin acara ini cepat selesai dan segera menemui Raisya. Karena dari tadi raisya meneleponnya sambil menangis.
Akad nikah pun berjalan dengan lancar. Semua yang hadir mengucapkan syukur. pak Rohmat dan Bu Mona sangat senang akhirnya zahira menjadi menantu mereka. Tidak ada rasa minder dalam hati mereka meskipun mereka tahu banyak yang membicarakan latar belakang Zahira. Bagi mereka yang terpenting adalah akhlak dan kepribadian yang dimiliki oleh Zahira.
Pembawa acara pun memanggil mempelai wanita untuk duduk di samping mempelai laki laki. Zahira pun keluar dari ruangan khusus untuknya ditemani oleh Vivi. Saat Zahira berjalan memasuki gedung semua mata menatap Zahira dengan kagum. Tak seperti yang mereka bayangkan. Zahira gadis yatim piatu ternyata sangat cantik. Wajahnya mirip sekali dengan aktris terkenal Nikita Willy.
Arman pun yang melihat Zahira dalam balutan busana pengantin. nampak terpesona. Ada sedikit rasa bangga dalam hatinya ketika menangkap pandangan tamu yang memuja terhadap kecantikan Zahira.
Setelah Zahira duduk di samping Arman. Maka rangkaian acara lainnya pun dilanjutkan. Saat momentum mencium tangan arman untuk pertama kalinya, hati Zahira terasa menghangat. Ia tidak menyangka jika saat ini dia sudah memiliki suami yang tampan seperti Arman. Bayangan kebahagiaan telah memenuhi fikirannya.
Setelah acara akad nikah selesai maka dilanjutkan dengan acara resepsi. Lagi lagi tamu dibuat terkagum kagum dengan Zahira. Zahira bagaikan Puteri dari kerajaan khayalan.
Para tamu pun antre untuk memberikan ucapan selamat. Ketika tiba giliran teman teman Arman memberikan ucapan selamat.
Salah satu temannya tampak berbisik kepada Arman. "gila bro. bini Lo cakep bener. jagain bro jangan sampe diambil orang" Arman yang mendengarnya tampak sangat bangga.
Dipandangnya Zahira dari samping. gadis ini memang sangat cantik. Sayang sekali aku sudah terlanjur mencintai Raisya. Arman meyakinkan dirinya untuk tidak jatuh hati pada sosok Zahira.
****
Akhirnya acara pernikahan pun selesai pada pukul 14.00. Semua tamu sudah pulang. Arman Zahira pak Rohmat dan Bu Mona berada dalam satu mobil untuk kembali kerumah pak Rohmat.
Zahira langsung diboyong hari itu juga. Kebetulan barang barang Zahira sudah dibawa oleh orang suruhan pak Rohmat.
Sesampainya dirumah. Bu Mona memeluk hangat Zahira. "Selamat datang sayang dikeluarga kami. ibu bahagia sekali bisa memiliki menantu sepertimu. semoga kamu betah ya tinggal disini"ucap Bu Mona.
Zahira tersenyum bahagia. "terimakasih ibu dan bapak mau menerima Zahira. Zahira pasti betah tinggal disini"balas Zahira. mereka semua tersenyum. hanya Arman yang sibuk melihat ke ponselnya.
"Man! kenapa malah sibuk bermain ponsel. lekas bawa Zahira ke kamar kalian. sepertinya dia lelah"perintah pak Rohmat. pak rohmat nampak tidak senang karena dia tahu pasti Arman sibuk meladeni Raisya di ponsel.
Arman langsung mengalihkan perhatiannya dari ponsel. Dan memandang istrinya"ayo za kita kekamar"ucapnya berjalan duluan.
Zahira pun pamit kepada mertuanya untuk mengikuti Arman ke kamar. di kamar Arman sudah duduk di atas kasur masih sibuk mengotak Atik ponselnya. Zahira yang bingung akhirnya menegur Arman.
__ADS_1
"maaf mas. dimana aku bisa meletakkan barang barangku?"tanyanya.
Arman yang merasa terganggu pun menatap Zahira tak suka. saat ini Raisya mengirimkan pesan jika ia ingin pergi saja karena tidak bisa menerima kenyataan Arman telah menikah. Membuat fikiran Arman sangat kacau.
"haruskah kau bertanya! disitu sudah ada lemari tinggal kau lihat saja dimana ruang yang kosong dan kau letakkan barang barangmu! aku mau keluar sebentar ada urusan!"ketus Arman sembari berlalu.
Zahira mematung. Meskipun tinggal di panti asuhan namun ia tak pernah mendapatkan perlakuan kasar. Dan kali ini suaminya sendiri memperlakukannya seperti ini. Tubuhnya bergetar hebat dan ia ambruk ke lantai dan menangis. Rasanya menikah dengan orang yang baru dikenal saja sudah cukup membuat Zahira kesulitan. belum lagi ternyata sikap Arman yang tak ia sangka.
Bunga bunga indah yang belum sempat mekar kini seakan Melayu. mungkin ia terlalu cepat jatuh cinta kepada sosok Arman.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu. lekas Zahira menghapus airmatanya. Menarik nafas dalam. mencoba untuk terlihat biasa saja.
"Za ini ibu."ucap Bu Mona dari balik pintu. Dia melihat Arman pergi dengan terburu buru. firasatnya tidak baik, maka ia lekas menemui menantunya.
Zahira membuka pintu berusaha tersenyum namun matanya tidak dapat berbohong.
Bu Mona menatap menantunya dengan Iba. Pasti sulit untuk Zahira menikah dengan orang yang baru dikenal dan tanpa rasa cinta sebelumnya. semua ini karena andilnya dan suaminya. Dipeluknya menantunya. Zahira tak sanggup dan kemudian menangis lagi.
"Ada apa za? katakan pada ibu. Arman menyakitimu?"tanya Bu Mona sambil menghapus air mata Zahira. Kemudian ia membawa Zahira untuk duduk di atas kasur.
"za ibu dan bapak minta maaf ya. jika Karen kami,kamu harus melewati ini semua. lalu kemana Arman?"tanya Bu Mona.
"za tidak tahu Bu. mas Arman hanya bilang jika dia ada urusan. za tidak berani bertanya."ucap Zahira menunduk.
Bu Mona menarik nafas panjang. pasti Arman belum memutuskan hubungan dengan Raisya.
ia dan suaminya memang tidak bisa bertindak keras pada Arman karena mereka tahu jika dikerasi maka Arman akan semakin jauh dan sulit untuk dikendalikan.
"ibu minta sekali pada za. agar za bisa bersabar dan bertahan dalam rumah tangga ini. ibu dan bapak sangat menyayangi za. semoga saja setelah ini hubungan za dan Arman akan membaik. sekarang sebaiknya za mandi dan beristirahat." ucap Bu Mona.
"iya Bu. za juga merasa sedikit lelah. setelah ini za akan mandi dan beristirahat"ucap Zahira.
"yasudah ibu keluar dulu Ya."Bu Mona pun melangkah keluar kamar Zahira.
sepeninggal Bu Mona Zahira merasakan sepi berada disini. dia merasa asing. jika biasanya ada Bu Rima Vivi dan anak anak panti yang selalu ramai dan menjadi temannya. Beruntung dia memiliki mertua seperti Bu Mona yang perhatian dengannya.
Tak ingin lebih lama merasakan sedih dan sepi Zahira pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
****
__ADS_1
Arman mengemudikan mobilnya dengan tergesa gesa. sungguh ia tak mau berpisah dengan Raisya. mengapa Raisya berubah fikiran bukankah kemarin ia sudah berjanji untuk rela menunggu Arman.
Arman keluar dari mobil dengan wajah tegang ketika sampai di depan rumah Raisya. mami Raisya yang melihat jika Arman sepertinya sedang emosi memilih untuk langsung memanggil Raisya kedalam.
Raisya pun keluar dengan wajah yang tak karuan. matanya sembab seperti habis menangis panjang. sebenarnya ini adalah bagian dari rencananya untuk membuat Arman merasa bersalah sehingga dia bisa mengendalikan Arman.
Begitu melihat wanitanya. Arman langsung memeluk Raisya erat."jangan katakan kau akan meninggalkanku!"ucap Arman menahan sesak di dadanya.
Terukir senyuman di wajah Raisya. Ternyata Arman memang berada di dalam genggamannya."Aku sangat hancur mas. mengingat kau mengikat janji suci dengan wanita lain. aku tak bisa mas. lebih baik aku pergi Kita sudahi saja semua ini. ini tak akan berhasil"ucap Raisya menangis.
"Maafkan aku sayang. aku tidak mencintainya. aku melakukan ini semua hanya demi orang tuaku. aku berjanji padamu aku tidak akan jatuh cinta padanya. dan aku tidak akan menyentuhnya. jika aku merasa sudah menemukan saat yang tepat aku akan membuangnya dan menjadikan hanya kau satu satunya wanitaku"Arman menggenggam erat tangan Raisya.
bukan tanpa alasan dia begitu mencintai Raisya. Raisya adalah cinta pertamanya. Dari dulu Arman tidak pernah perduli dengan wanita. Hanya Raisya yang mampu meluluhkan hati Arman. Raisya yang selalu menemaninya dalam suka dan duka. Raisya yang selalu mengerti Arman dan bahkan rela menunggu restu dari orang tua Arman.
"aku mau kau mengucapkan itu di depan istrimu mas. agar aku percaya dan yakin dengan semuanya"ucap Raisya.
Arman terdiam. Sebenarnya ia tak tega menyakiti Zahira lebih jauh. Namun jika ia tak menyanggupi ia takut Raisya akan berfikir jika ia tak sungguh sungguh.
"baiklah nanti malam kita bertemu di cafe tempat biasa kita bertemu. aku akan membawanya kesana dan aku akan melakukan yang kau mau"ucap Arman.
"terimakasih sayang."raisya memeluk Arman dengan bahagia.
****
Zahira terbangun di sore hari lekas ia mandi dan menunaikan kewajibannya. saat dia baru selesai membuka mukenanya. Arman masuk ke dalam kamar mereka. Tanpa bicara Arman masuk ke kamar mandi. Zahira memilih untuk keluar kamar dan menemui mertuanya Yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
Saat zahira sedang asik menonton sinetron bersama mertuanya di saluran ikan terbang. Arman datang. terlihat dia sudah segar karena habis mandi.
"za nanti malam kita makan di luar ya. aku ingin mengajakmu ke suatu tempat"ucap Arman.
Zahira menoleh dan terkejut. kenapa tiba tiba Arman mengajaknya pergi. Namun Zahira berusaha tampak biasa saja. saat ini dia mulai akan mengontrol perasaanya terhadap Arman. karena dia tak bisa menebak apa sebenarnya maksud Arman.
"nah gitu dong man. ajak istrimu keluar rumah. habisan. waktu berdua agar kalian bisa lebih saling mengenal dan lebih dekat"ucap Bu mona sembari tersenyum. pak Rohmat pun hanya tersenyum menanggapi ucapan istirnya.
"iya Bu. Arman minta izin ya Bu tidak bisa makan malam bersama ibu dan bapak"ucap Arman.
" ya tidak apa apa malah ibu sangat senang mendengar kalian akan kencan"goda Bu Mona.
Zahira memaksakan tersenyum. sejak Arman membentaknya tadi siang dia merasa jika akan ada yang tidak beres dengan pernikahannya.
****
__ADS_1