
Arman melihat ke ponselnya. sudah belasan kali Raisya menelponnya. namun diabaikannya saja.
saat ini ia dan Zahira sedang bersiap untuk tidur. badannya sudah sangat jauh lebih baik.
ia memandang Zahira yang baru keluar dari kamar mandi. sepertinya dia habis membersihkan wajahnya dan menyikat gigi.
Zahira nampak kikuk. karena Arman memandangnya terus menerus. mukanya memerah seperti kepiting rebus.
"mas berhentilah menatapku. aku malu"ucap Zahira sembari duduk di tepi ranjang.
Arman tersenyum. dia baru menyadari jika istrinya sangat cantik dan menggemaskan. didekatinya istrinya.
"memangnya aku tidak boleh memandangi istriku hm?"tanya Arman menggoda Zahira.
Zahira semakin menundukkan kepalanya. Arman benar benar membuat jantungnya berdebar debar."bukan seperti itu mas. tapi...ah tak tahulah mas aku bingung"jawabnya.
Arman tertawa. sebenarnya dia juga merasakan dadanya berdebar. selama ini ia selalu menjaga jarak dengan Zahira. namun ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri. ia akan membuka hatinya untuk Zahira Dan belajar mencintai istrinya.
digenggamnya tangan Zahira.dikecupnya tangan tersebut dengan lembut."za maafkan aku ya. sudah menyakitimu. tapi aku berjanji akan memperbaiki semuanya dan akan membahagiakanmu"ucap Arman memandang wajah istrinya.
"aku pegang janjimu mas. seandainya kau tahu. hatiku sempat mati untukmu. namun mungkin Allah menginginkan kita bersatu kembali menjadi suami istri. maka apalah dayaku sebagai manusia. aku hanya meminta padamu. jangan kau sakiti aku lagi mas"ucap Zahira memandang Arman dengan sendu.
Arman langsung memeluk istrinya. hatinya pun terasa sakit jika mengingat hari itu. hari dimana ia seolah membuang Zahira sebagai istrinya. beruntung Zahira masih mau membuka maaf untuknya dan memberikan kesempatan.
Arman melepaskan pelukannya. di belainya rambut Zahira. kemudian wajahnya. lalu Arman melihat ke bibir Zahira yang nampak sangat menggoda.
perlahan didekatkan wajahnya ke wajah istrinya. dikecupnya pelan. Zahira hanya diam saja. bukan karena menolak. namun ia tak berpengalaman dalam hal ini. Arman pun mengerti. itu makin menambah hasratnya untuk melakukan lebih. Karena ia yakin ialah yang pertama untuk Zahira.
di gigitnya pelan bibir Zahira Agar bibirnya terbuka. lalu Arman mulai menjelajahi mulut istrinya. Zahira nampak sangat kaku namun ia mencoba memberikan yang terbaik untuk suaminya. ia hanya mengikuti naluri alami dari tubuhnya. ciuman Arman terasa sangat nikmat hingga tanpa sadar Zahira mendesah. mendengar hal tersebut membuat Arman semakin merasa terangsang.
tangannya pun mulai berani bermain di gunung kembar milik Zahira. diremasnya perlahan dari luar pakaian. Zahira merasakan sensasi kenikmatan untuk pertama kalinya."mas"desahnya.
"iya sayang"mata Arman semakin berkabut. dilepaskannya kancing baju Zahira satu persatu. ketika telah terbuka. nampaklah pemandangan indah di depan wajahnya. kulit Zahira sungguh putih mulus ditambah dua dadanya yang ternyata berukuran besar dan kencang.
tak sabar Arman memainkan dua benda b
__ADS_1
tersebut meremasnya memilinnya kemudian menghisapnya. Zahira semakin tak karuan. tanpa sadar ia menjambak rambut Arman yang masih menyusu kepadanya.
setelah puas bermain main dengan dua benda kesenangannya. lantas Arman pun berbisik pada Zahira."apakah mas boleh meminta hak mas?"tanya Arman dengan nafas menggebu.
dan di detik itulah Zahira baru tersadar. jika saat ini ia sedang kedatangan tamu bulanannya. lekas ia duduk. ia bingung dan merasa bersalah. bagaimana cara mengatakannya.
"apakah kau belum mau memberikannya sayang?"tanya Arman sembari duduk disamping Zahira.
"bukan begitu mas. aku sangat ingin. namun aku lupa aku sedang menstruasi"ucap Zahira tak enak hati.
Arman terdiam. ya ampun hasratnya sudah di ubun ubun tapi nyatanya ia harus menelan kembali gairahnya. tapi tak mengapa bukankah akan masih ada malam malam lainnya yang akan ia lalui bersama Zahira.
dipeluknya istrinya."tak mengapa sayang. ayo kita tidur saja. saat ini aku hanya ingin memelukmu"ucap Arman lembut.
Zahira memandang suaminya dengan rasa bersalah. namun ada rasa lega dalam hatinya. karena suaminya tak marah.
sambil memeluk Zahira,Arman meminta izin untuk mengirimi Raisya pesan. ia ingin mengakhiri semuanya dengan Raisya. ia merasa lebih cepat lebih baik. jadi ia berniat besok akan bertemu dengan Raisya.
"za bolehkah mas besok bertemu Raisya. mas ingin menyelesaikan semuanya dengan Raisya. mas merasa lebih cepat lebih baik. mas ingin merasakan ketenangan dan menjalani rumah tangga yang utuh denganmu"ucap Arman.
Zahira tersenyum namun entah mengapa ada rasa ragu memberikan Arman izin. bukan hanya karena cemburu tapi ia merasakan firasat yang tidak baik.
Arman mengusap rambut istrinya."bukannya aku tidak ingin sayang. tapi aku tidak mau keadaan menjadi runyam. Karena aku tidak bisa menebak bagaimana nantinya reaksi Raisya. aku takut ia menyakitimu. percayalah padaku sayang. aku lelaki yang memegang janjinya"ucap Arman. Arman seperti terlupa jika ia pun pernah berjanji bahkan memohon pada Raisya agar bertahan dan tidak meninggalkannya.
Arman berfikir jika segala sesuatunya akan mudah. tanpa ia sadari jika Raisya adalah wanita yang penuh dengan intrik dan tipu daya.
Zahira menghela nafasnya. ia mencoba untuk percaya dan berharap agar segala sesuatunya berjalan dengan baik."baiklah mas. aku mengizinkanmu. aku tahu hubungan kalian sudah cukup lama. maka memang kau harus menemuinya agar semuanya menjadi lebih jelas."jawab Zahira.
"terimakasih sayang. aku akan mengirim pesan terlebih dahulu dengannya. agar esok ia tidak akan terlalu terkejut"ucap Arman.
****
mendengar bunyi pesan di ponselnya. Raisya bergegas membuka aplikasi pesan berwarna hijau tersebut. dibukanya ternyata benar dari Arman. tak sabar Raisya membaca pesan Arman. Dan seketika airmata menggenang di kedua pipinya.
(sya. maafkan aku baru bisa menghubungimu.
__ADS_1
besok aku ingin bertemu denganmu. aku ingin membicarakan perihal hubungan kita. maafkan aku jika esok yang akan kubicarakan denganmu pasti akan menyakiti hatimu. sampai jumpa besok di cafe tempat biasa kita bertemu)
yang ditakutkan Raisya selama ini akhirnya terjadi. dari pesan yang Arman kirimkan dia dapat membaca jika ada yang berubah dalam hubungan mereka. Arman tak lagi memanggilnya sayang.
Raisya menghapus airmatanya. tidak! aku tidak akan mudah kau tinggalkan. kau satu satunya harapanku lepas dari bandot tua tesebut. dan aku sangat mencintaimu. lihat saja mas. akan kubuat kau menjadi milikku sepenuhnya!!!!
****
(mas. langsung menuju cafe ya sayang. semoga tidak akan lama. nanti mas akan menghubungimu kembali)
Zahira membaca pesan Arman. ia hanya bisa menarik nafas untuk meredakan galau didadanya.
"ada apa za?sepertinya ada yang mengganggu fikirannmu?"tanya Zizi. saat ini ia dan Zahira sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan.
Zahira mengajaknya bertemu untuk jalan jalan. awalnya zizi heran. Zahira. bukan tipe orang yang suka berjalan jalan di mall.
"kak bagaimana jika kita mencari tempat untuk mengobrol. Zahira. ingin membicarakan sesuatu"ucap Zahira. sebenarnya memang ia hanya ingin mengisi waktunya daripada kefikiran Arman yang bertemu Raisya.
"baiklah ayo kita ke food court sepertinya lebih asyik mengobrol disana sembari minum"ajak Zizi.
mereka berdua pun menuju ke food court terdekat. setelah semua pesanan datang zahira Dan Zizi mulai menyantap pesanannya. namun yang Zizi lihat Zahira hanya mengaduk aduk makanannya.
Zizi meletakkan sendoknya."ceritakan pada kakak. apa yang terjadi?".
Zahira terkejut. namun ia mulai menceritakan semuanya ke Zizi. mulai dari awal hingga akhir.
"kakak sangat bersukur za. akhirnya Arman mau membuka hatinya untukmu. dan kau mau memberinya kesempatan"ucap zizi.
"iya kak.namun yang mengganggu za saat ini. adalah mas Arman sedang menemui Raisya. entah mengapa perasaanku tidak menentu seperti akan ada hal yang tidak baik yang akan terjadi"ucap Zahira.
Zizi nampak terdiam. benar juga. rasanya beresiko sekali membiarkan Arman bertemu dengan raisya.
"mengapa kau tidak ikut za?"tanya Zizi.
"za sudah ingin ikut kak. hanya saja mas Arman melarang za untuk ikut dengannya karena mas Arman tidak mau Raisya berbuat yang tidak tidak pada za."adu Zahira
__ADS_1
"yasudah za. cobalah percaya kepada Arman. h ini juga bisa menjadi menjadi pembuktikan. bagaimana sebenarnya Arman. apakah ia benar benar menepati janjinya atau ia akan melakukan kesalahan yang sama. kau berdoa saja semoga kali ini Arman benar benar berubah dan menepati janjinya"Zizi berusaha membuat Zahira menjadi lebih tenang namun ia juga ingin Agar zahira bisa menguatkan hatinya jika semua berjalan tak sesuai keinginannya.
****