
sesampainya dirumah,Arman segera turun dengan tergesa gesa.bu Mona nampak kewalahan mengikuti arman.sepertinya Arman benar benar dibutakan oleh rasa cemburu.
"ZAHIRA!!!!"teriak arman.bi irah yang berada di dapur sampai terkejut dan berlari ke depan.
"non Zahira dikamarnya tuan.ia sedang tidak enak badan."ucap bik irah.ia ketakutan melihat wajah Arman yang marah,tak pernah ia lihat sebelumnya.
mendengar ucapan bik irah.arman menaiki tangga dengan langkah lebar.bu Mona dan bik irah mengikuti Arman.
"Arman hentikan nak!jangan seperti ini!kau dengar sendiri Zahira sedang sakit!"dada Bu Mona mulai terasa sesak.
"Bu!tolong!aku anak ibu bukan Zahira!ibu melihat sendiri bukti yang diberikan raisya!"Arman membentak Bu Mona membuat Bu Mona seketika terdiam.ia memegang dadanya yang mulai terasa nyeri.
"BRAK!!!"Arman menggebrak pintu kamar Zahira.
Zahira yang sedang tertidur langsung terbangun.tertatih ia berjalan ke arah pintu.
"ada apa mas?!bagaimana keadaan Raisya"tanya Zahira tulus.
Arman berdecih.ditariknya kasar Zahira keluar kamar.dihempaskannya hingga Zahira terjerembab.bu Mona dan bik irah berusaha menolong Zahira.arman benar benar seperti orang kerasukan.
"jangan berpura pura baik.lepaskan topeng kepolosanmu!aku sudah tahu semuanya!dasar wanita murahan!"bentak Arman dengan keras.
"apa maksudmu?!seharusnya kau berkaca sebelum bicara!"ucap Zahira berusaha melawan.namun tubuhnya terasa sangat lemah.
"man jangan langsung percaya pada Raisya!harusnya kau bicara dahulu dengan Zahira!kemana hati nuranimu nak!"Bu Mona berusaha menyadarkan anaknya.
"diam Bu!!!!ini rumah tanggaku!!!!ibu tidak berhak ikut campur!!!!lihatlah Bu wanita pilihan ibu dan bapak!!!!ternyata wanita ini hanyalah wanita munafik!!!!"Arman semakin beringas bahkan ia tega membentak bu Mona.
"hentikan!!!!jika kau marah padaku.maka lampiaskan hanya padaku.jangan kau sakiti ibumu!"Zahira menatap Arman tajam.
Arman tertawa sumbang."kau bermain gila dengan bosmu.lalu Raisya tahu.dan kau tega mendorong raisya yang sedang mengandung.hanya karena untuk menutupi perbuatanmu!"
"aku tidak mendorongnya dan aku tidak berselingkuh!tapi percuma saja ku jelaskan kau tidak akan perduli.sekarang apa maumu?!",tantang Zahira.
Arman yang mendengar ucapan Zahira menjadi sangat marah.bukannya meminta maaf dan menenangkannya Zahira malah mempermainkan egonya sebagai lelaki.
Arman menarik tangan Zahira.ia merasakan tangan Zahira sangat panas.namun diabaikannya.ia menyeret Zahira turun kebawah.ia kuat mencengkram tangan Zahira hingga Zahira meringis kesakitan.
Bu Mona yang melihatnya tak kuasa melindungi Zahira.kepalanya terasa berat pandangannya mengabur.bu Mona tak sadarkan diri.
"tuan!!!Bu Mona pingsan!",jerit bik irah.
__ADS_1
Zahira yang mendengar teriakan bik irah ingin kembali ke atas melihat ibu mertuanya.namun Arman seolah tuli ia terus menarik tangan Zahira dan menghempaskannya ke lantai teras rumah.
sakit yang dirasakan Zahira ketika tubuhnya beradu dengan kerasnya lantai.namun lebih sakit hatinya dengan perlakuan Arman.
"mas!ibu pingsan!apakah kau tidak punya hati!"teriak Zahira.
"ya!!!!aku memang tidak punya hati!!!!kau yang mematikan hatiku!!!!kau menantangku kan.maka akan aku kabulkan keinginanmu!"ucap Arman dengan wajah merah penuh amarah.
dan setelah Arman dengan tegas dan yakin menjatuhkan talak satu pada Zahira.
"aku harap kau tidak akan menyesali semuanya suatu saat nanti.kau yang menyuruhku pergi.jangan pernah memintaku kembali lagi"ucap Zahira lirih.
"aku tidak akan menyesalinya.sedari awal memang takdirku adalah raisya.kau datang hanya untuk mengganggu kebahagiaan kami.menyesal aku pernah jatuh hati pada wanita lebih kebohongan sepertimu.pergi kau dari sini.aku akan mengurus perceraian Ke pengadilan."
"oh iya.jangan lupa kembalikan semua nafkah lahir yang telah kuberikan padamu.aku tidak ikhlas dan tidak ridho.karena selama menikah denganku kau tidak pernah melayani bathinku."ucap Arman lagi.lalu ia bergegas naik keatas di ambilnya pakaian milik Zahira dimasukkannya ke dalam tas semua barang milik Zahira beserta ponsel milik Zahira.ia tidak memperdulikan ibunya yang masih pingsan di pangkuan bik irah.
bik irah hanya bisa menangis melihat Arman yang seperti tak dikenalnya.ia tetap berusaha membangunkan Bu Mona.
Arman melemparkan tas dan ponsel Zahira."cepat pergi dari sini!aku sudah muak melihat wajahmu!dan jangan lupa transfer uang ku nanti!"setelah itu Arman meninggalkan Zahira.
setelah ia merasa sudah melampiaskan amarahnya dan mengusir Zahira barulah ia mengurus ibunya.arman merasa jengkel pada Bu Mona yang tak pernah berpihak padanya.
ia mengangkat tubuh Bu mona.lalu menelepon dokter untuk datang kerumah mereka memeriksa Bu Mona.
bik irah hanya bisa mengangguk.tangis turun di wajahnya.ia merasa sedih karena saat ini keluarga yang selama ini tempat dia mengabdi sangat kacau.
*****
"kau mau kemana?!"tanya Al melihat Zayn mengemasi barangnya.
"aku akan kerumah Zahira sekarang!entah mengapa perasaanku tidak tenang"jawab zayn langsung melangkahkan kakinya.
alfarizi meskipun enggan namun tetap saja mengikuti bosnya.
"apakah kau memiliki ikatan bathin?!atau kau hanya berlebihan saja"gerutu Al sembari mengemudikan mobil.
"jangan banyak bicara al.aku ingin cepat sampai!"ucap Zayn gusar.
*********"
Zahira berjalan dengan tertatih.jika siang hari lingkungan tempat tinggal Bu Mona memang sepi.
__ADS_1
Zahira berniat memesan taksi online.namun lagi lagi ia sial.ponselnya mati.ia lupa mengisi daya.
Zahira memutuskan untuk jalan ke depan kompleks.berharap menemukan ojek.ia sebenarnya belum punya tujuan.ia tidak mau ke panti dengan kondisi kacau seperti ini.
saat sedang berjalan.zahira merasakan tubuhnya gemetar.telinganya seakan tuli.dan pandangannya menggelap.
selanjutnya ia tak sadar apa yang terjadi.
**********
Zahira membuka matanya.terasa berat.samar samar ia melihat wajah Zayn,Al Dan Bu Clara.
lalu ia melihat tangannya telah terpasang infus.
Zayn yang melihat Zahira sadar.langsung mendekati Zahira.begitu pun Bu Clara dan Alfarizi .
"za kau sudah sadar.lekas panggil dokter Budi ke atas."Zayn memerintahkan al.memanggil dokter Budi yang sedang berada di bawah.dokter Budi adalah dokter keluarga Zayn.
mendengar jika pasiennya telah sadar.dokter Budi dan perawatnya lekas naik untuk memeriksa keadaan Zahira.
"Nona.apa yang anda rasakan saat ini?"tanya dokter Budi.
"saya merasa lemas dok.pusing dan mual.dan sudah dua hari saya mengalami demam yang naik turun.saya juga tidak nafsu makan dok"jawab Zahira lemah.
"sepertinya gejala yang anda sebutkan tadi bisa jadi anda tekena penyakit tipes.namun saya harus melakukan test lab terlebih dahulu untuk memastikannya.setelah ini perawat saya akan mengambil darah anda.jika nanti sudah keluar hasilnya akan segera saya beritahu"
"untuk selanjutnya anda harus banyak beristirahat.minum air putih yang banyak.dan anda harus tetap berusaha makan meskipun sudah dibantu oleh cairan infus.nanti jika memang hasilnya keluar adalah types maka saya akan langsung meresepkan obat untuk anda konsumsi"ucap dokter Budi.
selanjutnya perawat melakukan pengambilan darah pada Zahira.dan dokter Budi pamit kepada Zayn dan Bu Clara.
**********
"kenapa aku bisa ada disini pak?"tanya zahira.
"kami menemukan pingsan tergeletak di jalanan.untung saja kami datang tepat waktu.ternyata kekhawatiranku benar adanya.ada hal yang tidak beres terjadi padamu"ucap Zayn memandang Zahira.
"za kau dirawat disini saja ya.biar saya bisa sekalian menjagamu.nanti akan ada satu perawat yang kami minta untuk merawatmu."ucap Bu Clara.sebenarnya Bu Clara penasaran sekali tentang apa yang terjadi pada zahira namun ditahannya mengingat kondisi zahira yang tidak baik baik saja.
"Bu Clara.pak Zayn saya mohon maaf jika merepotkan.namun saat ini saya sangat berterima kasih.jujur saja saat ini saya benar benar merasa sendirian"lirih Zahira.
"saya minta tolong agar Bu Rima dan Vivi jangan sampai tahu.bu Rima belum benar benar pulih dan Vivi pasti sangat repot sekarang saya tidak mau membuat mereka khawatir"pinta Zahira.
__ADS_1
"tenang saja.kami tidak akan memberitahukan.asal kau menurut untuk dirawat disini.dan nanti ketika kau sudah siap kau bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi"ucap Zayn memandang lekat Zahira.
***********