
Raisya dan Bu Yulia tertawa bahagia.akhirnya rencana Raisya menyingkirkan Zahira akan terwujud.sudah terbayang di depan mata Raisya jika ia akan menjadi satu satunya wanita bagi Arman.
"kak.kakak harus banyak berterimakasih padaku Karena aku lah kakak bisa menjalankan rencana kaka.jangam lupa ya kak.imbalan untukku"Ranu berkata sembari menggerakkan alisnya naik turun.
"sebenarnya jika dirunut.pengorbanan kakak yang paling besar.kau tahu rasanya berguling guling di tangga dan berusaha melindungi kandungan kakak.sangat sulit ranu.tapi tenang saja karena kakak sangat bahagia maka kakak akan memberikanmu imbalan"ucap raisya.
"mami jangan kau lupakan sya.kan mami bantu mendoakan agar rencanamu berhasil"ucap Bu Yulia.
"tenang saja mi.itu masalah gampang"ucap Raisya cepat.saat ini suasana hatinya sangat baik sehingga apapun yang diminta adik dan maminya akan disanggupinya.
*****************
setelah menenangkan fikirannya.arman keluar
kamar dan masuk ke kamar bekas Zahira.di sana Bu Mona sedang terbaring.sepertinya ibunya sudah sadar.
Arman mendekati ibunya."apa kata dokter Bu?ibu hanya shock kan.nanti juga ibu segera pulih kembali"ucap Arman.
Bu Mona hanya diam memandangi langit langit kamar.rasa kecewanya pada Arman begitu besar.rasanya ia ingin menyusul suaminya saja.karena anaknya sendiri saat ini sudah sangat berubah.tak Ada lagi Arman yang penurut dan bersikap lembut.
Arman memandang lelah ibunya.ia sangat tahu jika saat ini Bu Mona tentu sangat marah padanya.namun ia tidak ada keinginan untuk membujuk ibunya saat ini.karena suasana hatinya pun saat ini sedang sangat tak karuan.
bukan perasaan lega yang ia rasakan setelah mengusir Zahira namun perasaan hampa dan kehilangan yang coba ia tepis.zahira sudah mengkhianatinya untuk apa ia masih memikirkan wanita tersebut.
saat ini sudah ada Raisya dan calon anak mereka.ia pernah mencintai Raisya begitu dalam tentu tak akan sulit untuk mengembalikan rasa itu kembali.
"Bu jika ibu tidak mau bicara dengan Arman akan Arman terima Bu namun Arman minta pada ibu.arman lah anak kandung ibu.arman yang disakiti oleh zahira.mengapa ibu tidak bisa sekali saja membela Arman?"ucap Arman frustasi.
__ADS_1
Bu Mona memandang anaknya."kau berkata kau yang tersakiti.lalu apa kabar Zahira.ia belum terbukti berselingkuh kau sudah berlaku kasar sampai mengusirnya.dan bisakah kau lihat dirimu.kau menyakitinya dari awal kalian menikah.kau memiliki anak dari perempuan lain.dia masih bertahan disini.dia masih melayani kebutuhanmu dia masih mengurusmu.kau bayangkan bagaimana perasaannya saat kau bersama raisya.sedangkan kau baru melihat satu foto yang kau belum tahu kebenarannya kau sudah bertindak keterlaluan"suara Bu Mona terdengar bergetar.
Arman mengusap wajahnya"bu.zahira tidak mengizinkan Arman menyentuhnya.tetapi lelaki lain ia biarkan memeluk tubuhnya dan ibu tahu sendiri jika Zahira berkata ia memiliki perasaan kepada lelaki lain"ucap Arman mencoba mencari pembelaan sang ibu.
"itu karena ia sudah lelah denganmu man.kau tidak punya pendirian.sehingga menyiksa Zahira.ia bertahan disini karena ibu.entah mengapa ibu lega ia pergi dari sini.meski ibu tak tahu ia dimana sekarang.yang pastinya ibu berdoa ia bersama orang orang yang baik"Bu Mona menghapus airmatanya.
"Zahira pasti ke panti asuhan bu.mau kemana lagi dia.dia tidak memiliki siapa siapa di dunia ini.oiya Bu Arman sudah memutuskan untuk bercerai dari Zahira."
Bu Mona memandang anaknya."baguslah jika begitu.ibu senang Zahira akan menemukan kebahagiannya sendiri"
Arman yang mendengar perkataan ibunya memandang tak percaya pada Bu Mona.sepertinya ia tak bisa berharap dari ibunya.
"dan dengarkan ibu man.ibu tidak bisa satu rumah dengan raisya.di masa tua ibu.ibu hanya ingin hidup tenang.kau memiliki jabatan dan pekerjaan yang mapan.bawalah Raisya keluar dari rumah ini dan hiduplah mandiri bersamanya"Bu Mona berkata dengan tenang.
"ibu menyuruh Arman pergi bu.ibu Yakin dengan kata kata ibu.ibu tidak akan menyesal nantinya.saat ini hanya Arman yang ibu punya bu.lagipula Arman akan memiliki anak bu.apakah ibu tidak ada rasa kasihan pada bayi tak berdosa itu Bu"Arman tak habis fikir dengan ibunya.tega sekali ibunya kepada ia dan anak istrinya.
"sungguh kali ini ibu keterlaluan bu.arman tidak bisa menerimanya.baiklah jika memang itu mau ibu.arman akan pergi dari rumah ini.dan Arman tidak akan kesini lagi.silahkan nikmati masa tua ibu sendirian demi membela anak yatim piatu tersebut!"Arman berkata dengan emosi ia sangat sakit hati dengan setiap perkataan ibunya.berat sebenarnya meninggalkan sang ibu.namun ini sudah menjadi keputusan ibunya sendiri.
ia ke kamarnya.dikemasinya barang ia dan raisya.airmata pun terus mengalir di wajahnya.ia merasa semenjak kehadiran Zahira merusak segalanya dalam keluarganya.bapaknya yang meninggal Dan saat ini ibunya sendiri mengusirnya.
Arman menyeret koper besar miliknya.bik irah menghampiri Arman.
"tuan mau kemana tuan.ibu Mona sedang sakit"bik irah turut menangis melihat kepergian Arman.
"saya titip ibu ya bik.mungkin saya lama tidak akan kesini lagi.semoga saja ibu sehat sehat ya bik"serak suara Arman.
bik irah hanya bisa memandang kepergian Arman dengan menangis.ia tak percaya keluarga yang dulunya sangat harmonis harus berakhir seperti ini.
__ADS_1
Bik irah naik ke lantai atas.ia menemukan Bu Mona sedang menangis tersedu sedu.didekatinya nyonya nya.melihat Bik irah Bu Mona langsung memeluknya dan menumpahkan tangisnya dipelukan bik irah.
***************
setelah merasa kondisi Zahira sudah agak membaik.zayn dan Bu Clara berniat ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Zahira yang merasa tidak bisa menanggung semuanya sendirian pun menceritakan semuanya pada Zayn dan Bu mona.
Zayn dan Bu Mona menatap Zahira dengan iba.
"maafkan aku za.karena aku jugalah kau harus merasakan hal seperti ini"ucap Zayn dengan lirih.
Zahira memandang zayn.ia merasa tidak enak mendengar perkataan Zayn."tidak pak ini bukan kesalahan bapak.memang rumah tangga saya sedari awal sudah bermasalah.dan ternyata inilah akhirnya"jawab Zahira.
"lalu apa rencanamu selanjutnya za?"tanya Bu Clara ia ingin tahu apa yang ada difikiran wanita dihadapannya.
"za akan mengurus perceraian za Bu.lebih cepat lebih baik.setelah bercerai za ingin menjalani hidup za sesuai yang za inginkan."Zahira sudah membayangkan apa saja yang akan ia lakukan ketika nanti sudah resmi berpisah dari Arman.
"apa kau ada rencana untuk tinggal kembali di panti?"tanya Bu clara
Zahira menggeleng."tidak bu.untuk kedepannya saya akan mencari tempat tinggal.mungkin kamar kost yang harganya terjangkau.karena saat ini saya sudah bekerja.menurut saya,saya bisa menghidupi diri saya sendiri dan mulai menata masa depan."jawab Zahira dengan yakin.
"bagus kau sudah punya rencana kehidupan.saya kan mendukungmu za.anggaplah saya sebagai orangtuamu sendiri"ucap Bu clara.ia sangat menyukai Zahira.
"jangan lupa masukkan aku ke dalam rencana hidupmu za"ucap Zayn tiba tiba.
*******************
__ADS_1