Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 7


__ADS_3

Pukul 20.00 Zahira dan Arman sudah bersiap untuk berangkat ke cafe tujuan mereka. Zahira tidak bersemangat sama sekali. Sepanjang perjalanan dia hanya diam memperhatikan keluar jendela mobil. Arman pun tak jauh berbeda dia hanya fokus mengemudi.


Akhirnya mereka sampai di cafe tujuan mereka. Arman dan Zahira turun kemudian berjalan beriringan memasuki cafe.


Perasaan tak enak menghinggapi Zahira. Apalagi ketika dilihatnya ada wanita cantik melambaikan tangan ke arah Arman.


"ayo kita ke meja itu"ucap Arman datar.


Zahira pun hanya diam dan mengikuti. Ia sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi.


Arman mengambil tempat duduk di sebelah Raisya. Zahira menghela nafasnya dan mengambil tempat duduk di depan mereka berdua. Matanya sudah mulai mengembun melihat suaminya memilih duduk di sebelah wanita lain.


Raisya yang sudah menyiapkan muka sendu Dan teraniaya memulai aksinya.


"kenalkan aku kekasih Arman. aku Dan Arman sudah menjalin kasih sebelum kau dan Arman bertemu lalu menikah"ucap Raisya berusaha selembut mungkin. Ia sengaja bersikap dia adalah korban dari semua ini.


Terasa ada yang mengoyak hati Zahira saat itu. Namun dia berusaha sekuat tenaga menahan airmata yang seolah olah berlomba lomba ingin keluar."lalu? mengapa jika kau adalah kekasih mas Arman. apa yang kau inginkan dariku. tahukah kau jika aku dan mas Arman hari ini telah resmi menikah?"ucap Zahira berusaha setenang mungkin.


Mata Raisya membola. ternyata gadis cilik ini punya keberanian juga. Ia pun beralih menatap Arman yang sedari tadi masih diam saja."mas kau saja yang berbicara dengannya agar dia mengerti"suara Raisya dibuat semendayu mungkin.


Arman yang melihat Raisya seperti kesulitan mulai membuka suara. Ia menggenggam tangan Raisya. Zahira yang melihatnya hanya bisa menahan sakit hatinya. Bagaimanpun Arman adalah suaminya. Ikatan pernikahan bagi Zahira bukanlah main main.


"Za aku sangat mencintai Raisya. aku menikahimu karena terpaksa. aku tidak ingin mengecewakan ibu dan bapak. aku sangat menyayangi orang tuaku. aku dan Raisya telah lama menunggu restu ibu dan bapak. Namun yang terjadi malah aku dipaksa menikah denganmu. ini sulit untuk dan Raisya"ucap Arman.

__ADS_1


"Lalu jika ini sulit untukmu Dan dia. bagaimana denganku. ketika kau meminangku aku sudah bertanya padamu apakah kau bersedia. kau menjawab sangat manis saat itu seolah memberikan ku harapan kemudian saat ini kau jatuhkan aku. apakah menurutmu hanya kau dan dia yang punya perasaan?"luruh juga airmata Zahira. dia sudah mencoba sekuat tenaga untuk kuat. namun ia hanyalah wanita biasa yang tidak akan kuat jika dihadapkan pada situasi seperti ini.


Raisya panik ia takut Arman akan bersimpati pada Zahira. Lekas ia kembali memasang wajah sedih dan berbicara kepada kekasihnya.


"Mas bagaimana ini mas? ternyata istrimu tidak bisa menerima tentang hubungan kita. haruskah aku pergi mas. dan membiarkan kau bahagia dengan istrimu"ucap Raisya. sebenarnya ia takut mengatakan ini. ia takut jika Arman benar benar merelakan ia untuk kali ini


Arman menarik nafas jengah. Ia muak melihat Zahira yang malah menangis dan seolah tidak bisa menerima kenyataan.


"jangan drama za. aku membawamu kesini bukan untuk meminta persetujuanmu. aku kesini agar kau tahu jika aku telah memiliki wanita yang mengisi hatiku dan tak akan tergantikan. kau hanya harus terus berpura pura tidak terjadi apa apa dengan pernikahan kita. aku akan. tetap menafkahimu dengan layak tapi satu hal yang harus kau tahu aku tidak akan pernah menyentuhmu apalagi sampai mencintaimu"Arman berkata tanpa perasaan.


Seketika tangis Zahira berhenti. Dia sadar airmatanya terlalu berharga untuk menangisi seorang Arman yang egois dan tak punya hati.


"Baiklah aku mengerti maksudmu. Lalu katakan padaku apa yang kau inginkan dan apa yang harus kulakukan. aku menurutimu bukan demi kau dan wanita ini. tetapi demi menjaga perasaan orang tuamu dan Bu Rima. Aku tidak ingin membuat mereka bersedih"Zahira menjawab dengan tegas menegakkan kepalanya. dia harus lebih kuat saat ini.


"Aku hanya ingin kita tetap menjalani pernikahan ini. Namun hanya sebagai status saja. Kau tetap bebas dengan hidupmu dan aku bebas dengan hidupku. aku akan tetap berjuang agar raisya bisa diterima oleh ibu dan bapak. sebagai kompensasinya seperti yang kubilang tadi. aku akan memberikan nafkah yang layak untukmu. bagaimana?"ucap Arman.


"oke. aku terima semuanya. akan aku turuti semuanya. tapi berjanjilah kau tidak akan meminta hak batinmu kepadaku"ucap Zahira.


Arman dan Raisya tertawa. "ternyata kau cukup percaya diri zahira. aku sama sekali tidak tertarik padamu. jika aku memang ingin menyalurkan hasratku yang ku harapkan adalah Raisya hanya Raisya."ucap Arman yakin. Raisya yang mendengar ucapan Arman semakin melambung hatinya.


Baiklah mas. ucapanmu akan selalu ku ingat. Kau telah membuang ku di hari pertama pernikahan kita dan kau mengatakan itu didepan wanita selingkuhanmu. aku Zahira akan kuat berdiri dengan kakiku sendiri. akan kubuktikan suatu saat kau akan menyesal telah memperlakukan ku dengan kejam seperti ini.


****

__ADS_1


Setelah kejadian tadi, yang awalnya Zahira merasa canggung dan malu malu saat bersama Arman. Kini tidak lagi, ia lebih santai berada satu ruangan dengan lelaki tesebut. karena sudah tidak ada debar aneh didadanya. Ia menganggap saat ini ia hanya harus satu ruangan dengan Arman tanpa harus satu hati.


Zahira lekas membersihkan dirinya. Ditatapnya baju tidur tipis yang sudah ia siapkan untuk malam pertamanya. ia pun tersenyum miris melihat baju tesebut. Baju nya halus dan lembut harganya pun sangat mahal. Bu Mona yang membelikan untuk Zahira ketika ia berbelanja waktu itu. Sayang jika tidak dipakai. maka Zahira pun memutuskan untuk memakainya. Masa bodo jika Arman mengira dia menggodanya. Arman kan sudah bilang ia tidak tertarik pada Zahira. Jadi tak masalah jika Zahira memakai gaun tidur ini.


Saat Zahira keluar dari kamar mandi. Mata Arman terpana melihat zahira. bagaimana tidak. Kulit putih dan mulus Zahira nampak terekspos.


"apa kau sengaja ingin menggodaku?"Arman bertanya dengan sinis.


"apakah kau tergoda?. jangan terlalu percaya diri mas. tak sedikitpun aku ingin menggodamu. baju ini sudah terlanjur dibeli. dan sayang jika tidak dipakai. lagipula kau sudah jelas mengatakan jika kau tak tertarik sedikitpun denganku. maka tak masalahkan jika aku memakai ini."ucap Zahira sembari duduk di depan meja rias. Dia masih bingung mau tidur dimana, karena arman masih duduk di atas kasur.


Arman tidak mengira jika Zahira sangat pandai berdebat. karena saat pertama mengenal Zahira. Zahira adalah sosok yang lemah lembut dan penyabar. Arman tidak sadar jika ialah yang mengubah Zahira saat ini.


melihat Arman yang tak kunjung bangkit dari kasur. akhirnya Zahira tidak tahan untuk berbicara. "Aku tidur dimana mas?haruskah aku tidur dibawah menggunakan selimut?"tanya Zahira jengah.


Arman pun tersadar. "aku tidak sejahat yang kau fikirkan. silahkan kau tidur di atas dan aku yang tidur dibawah"ucap Arman tanpa mau memandang Zahira. karena dia merasa panas dingin melihat Zahira mengenakan gaun tidur tipis tersebut.


"Baguslah mas. aku sudah sangat mengantuk"Zahira pun merebahkan dirinya di kasur. Rasa sakit dan penghinaan yang ia terima hari ini dari Amran dan wanita itu akan dijadikannya sebagai cambuk agar dia menjadi lebih kuat lagi dalam mengahadapi hidup.


Jika Zahira sudah nyenyak dalam tidurnya. Berbeda dengan Arman. dia seorang lelaki normal berada satu kamar dengan wanita cantik bergaun tidur tipis tentu mengganggu fikirannya. dia merasa terlalu jumawa ketika mengatakan tidak akan tertarik dengan Zahira.


lekas Arman meraih ponselnya membuka galery dan menatap Poto Poto Raisya yang ada disana. berharap kantuk akan datang padanya dan pagi hari segera datang.


****

__ADS_1


__ADS_2