Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 11


__ADS_3

Zahira menyiapkan handuk dan air hangat untuk mengompres Arman."kau mau apa za?"tanya Arman.


"aku akan mengompres mu mas. ini bisa membantu untuk meredakan demammu"ucap Zahira sembari meletakkan handuk hangat di kening Arman. setelah itu ia memijat kepala suaminya. Arman pun merasakan lembutnya tangan Zahira memijat kepalanya dan membuat ia menjadi relaks.


"aku mengantuk za".ucap Arman.


"tidurlah mas. kau butuh istirahat agar cepat pulih. aku akan menjagamu. semoga kau besok sudah membaik. jika belum maka kau harus mau kubawa kedokter"ucap Zahira menatap suaminya.


Arman yang ditatap Zahira merasa salah tingkah. entah mengapa ia seperti tersihir dengan tatapan istrinya. jantungnya terasa berdegup kencang.


jika Arman merasakan hal tersebut. berbeda dengan Zahira. ia tak merasakan apapun. saat ini ia hanya ingin menjalankan tugasnya sebagai istri dan merawat Arman di Kala sakit. ia tulus melakukan ini agar Arman bisa segera pulih.


ponsel arman terus berbunyi. tertera nama Raisya disana. arman yang sudah sangat mengantuk terganggu dengan suara ponsel tersebut. ia tahu pasti jika yang menelepon adalah Raisya. namun ia sedang tak ingin berbicara di ponsel.


"za bisakah kau jawab panggilan itu?"ucap Arman.


Zahira mengambil ponsel Arman. Dan melihat nama Raisya disana."ini dari Raisya mas. apakah tak mengapa aku yang menjawab?"tanya Zahira.


"jawab saja za. aku sedang tak ingin berbicara banyak saat ini"ucap Arman dengan mata setengah terpejam.


"halo assalamualaikum"jawab Zahira.


Raisya terkejut mendengar suara wanita yang ia yakini adalah Zahira."mengapa kau yang menjawab ponsel Arman?"tanya nya nyaring di ponsel memekakkan telinga. Zahira menjauhkan ponsel dari telinganya. dilihatnya suaminya sudah tertidur. maka ia sedikit menjauh dari suaminya. inikah wanita yang dipuja Arman. wanita yang mudah sekali emosi. fikir Zahira.


"memang kenapa jika aku menjawab ponsel suamiku?bukankah hal yang wajar?kami adalah suami istri. hal yang tak wajar jika kau yang menjawab ponsel mas Arman. karena kau bukanlah istri mas arman"jawab Zahira tenang. ia tak mau terlihat lemah di mata Raisya. meski hatinya telah mati untuk Arman,namun ia tak mau perempuan seperti Raisya mengintimidasi dirinya.


Raisya membolakan matanya. berani sekali ****** ini berkata demikian."ya aku memang bukan istri arman. tetapi aku wanita yang amat dicintainya. dan kau meskipun kau berstatus istri sah. tapi kau hanyalah istri pajangan untuk Arman."ucap Raisya mencoba memprovokasi Zahira. sumpah mati jika Zahira didepannya maka akan ia cabik cabik. ia yakin jika Arman saat ini sedang tidur karena terakhir mereka berkirim pesan. Arman berkata sedang tidak enak badan dan ingin istirahat.

__ADS_1


Zahira hanya tersenyum miris. dia menyadari perkataan Raisya benar adanya. ia tak bisa memungkirinya. namun apakah hal itu pantas untuk dibanggakan. jika Raisya wanita baik baik. tentu dia akan menjauh jika tahu Arman sudah memiliki istri. namun tidak Raisya justru makin menjadi.


"aku tak perduli jika kau wanita yang dicintai suamiku. bagaimanapun Dimata Allah dan di mata manusia. aku yang lebih berhak atas suamiku. kau memang dicintainya namun aku yang dinafkahinya. kau memang dipujanya tapi setiap malam dia tidur satu kamar denganku. kau memang wanita yang diinginkannya tetapi orang tuanya lebih memilih menaruh sayang padaku. lalu apa yang harus kau banggakan. hanya rasa cinta Arman yang kau miliki. namun tidak dengan statusnya dan pengakuan terhadap dirimu. jika orang lain tahu kau masih menjalin hubungan dengan suamiku. apakah mereka akan berpihak padamu. maka berpeganglah pada cinta mas Arman untuk menguatkanmu. jangan lupa ada Allah maha pembolak balik hati manusia. jangan sombong dan merasa kau bisa mengendalikan terus hati seseorang"ucap Zahira panjang dan menohok Raisya.


"lihat saja!aku akan segera menjadikan Arman suamiku dan kau akan ku tendang dari rumah itu"ancam Raisya.


"silahkan saja. aku tak memiliki perasaan terhadap mas Arman. Dan jika kehilangannya maka tak ada yang hilang dalam hidupku. jika kau yang kehilangan Arman. maka aku yakin seluruh hidupmu akan hilang!oh iya satu lagi. mas Arman tentu tak tahu bagaimana sifat aslimu karena kau terbiasa untuk bermain peran. berusahalah sekerasmu.assalamualikum"Zahira mematikan sambungan telepon.


ia menatap suaminya. mengapa wanita yang kau cintai harus seperti Raisya mas. aku takut kau akan menyesal nantinya. aku juga kasihan jika ibu dan bapak bermenantukan wanita seperti Raisya. semoga Allah membuka hatimu mas. dan dapat melihat seperti apa sebenarnya wanita yang kau cintai dengan dalam. bathin Zahira berdoa. Zahira lalu melanjutkan untuk mengompres Arman. ia tidak bisa tertidur dan rutin mengecek suhu tubuh Arman. dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari suhu tubuh Arman sudah kembali normal. maka Zahira lekas merebahkan tubuhnya di lantai beralaskan selimut dan tenggelam dalam mimpinya.


****


pukul 05.00 Zahira sudah bangun. ia bergegas melaksanakan kewajibannya. setelah itu ia ke dapur seperti biasa membantu bik irah menyiapkan sarapan. tapi kali ini ia ingin membuat bubur untuk sarapan Arman.


"za apa Arman sudah baikan?"tanya Bu Mona menghampiri Zahira Yang sedang memasak bubur.


Bu Mona ikut tersenyum. dibelainya kepala menantunya. ia merasa sangat beruntung Zahira hadir dikehidupan mereka. ia berharap agar Arman bisa melepaskan raisya Dan mencintai Zahira.


"Bu za bawa sarapan dulu ya untuk mas arman.za hari ini tidak memasak sarapan dulu karena za sepertinya harus menyuapi mas Arman"ucap Zahira.


"ITS ok sayang."jawab Bu Mona sembari tersenyum.


****


Zahira masuk ke dalam kamar. ternyata Arman masih tertidur. dibangunkannya pelan suaminya.


"mas bangun dulu kau harus sarapan dan minum obatmu. agar kau benar benar pulih"ucap Zahira.

__ADS_1


Arman mengerjapkan matanya. ia merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik saat ini. Zahira membantu Arman untuk duduk bersandarkan bantal.


"aku suapi ya mas."ucap Zahira. dan Arman pun mengangguk ia masih merasa sedikit lemas.


ketika Zahira sedang menyuapi Arman.


di bawah bik irah mendengar pintu diketuk dengan kencang. saat itu Bu Mona sedang mandi dan pak Rohmat sedang jalan pagi di sekitar rumah.


tok!!!! tok!!!! seolah si tamu ingin merobohkan pintu rumah. Bu Mona mendengar kegaduhan tersebut. namun ia baru mulai mandi. dibiarkannya saja dahulu baru kemudian nanti akan dilihatnya.


Bik irah membuka pintu. dan wanita bernama Raisya langsung saja menerjang masuk."mana Arman?!"ucapnya dengan sedikit membentak.


bik irah sampai kaget."tuan arman dikamarnya"jawab bik irah.


"Dimana kamarnya?! tunjukkan padaku!!!!"ucap Raisya seperti nona dirumah itu.


"tidak bisa non.saat ini tuan Arman sedang bersama non Zahira"bik irah memang mengenal Raisya karena, arman pernah membawa Raisya kerumah.


Raisya makin emosi ketika mendengar Arman berduaan dengan kekasihnya di dalam kamar.


ia langsung berlari ketangga. Dan membuka setiap.kamar. bik irah kewalahan menghadapi ke bar baran Raisya. sampai akhirnya dia membuka pintu kamar Zahira Dan Arman yang memang tidak Zahira kunci.


demi melihat Arman sedang makan disuapi Zahira. Raisya langsung mendekat dan mengambil mangkuk bubur lalu membantingnya ke lantai.


prang!!!!


semuanya terkejut."APA YANG KAU LAKUKAN DI RUMAHKU!!!!"gelegar suara pak Rohmat yang ternyata baru kembali dari jalan pagi.

__ADS_1


****


__ADS_2