
tangan Zahira gemetar ketika melihat foto foto yang dikirimkan oleh Arman. airmata langsung tumpah diwajahnya. sedari tadi ia mengkhawatirkan suaminya. namun ia menahan diri untuk tidak menghubungi. ia ingin percaya kepada Arman. tetapi apa yang dilihatnya malah membuatnya frustasi.
"za!za!"panggil Bu Mona.
belum hilang rasa shock zahira mendengar ibu mertuanya tampak berteriak memanggil namanya.
"ada apa Bu?"tanya Zahira saat sudah turun kebawah. diperhatikannya wajah bapak dan ibu nampak suram.
"barusan Arman menelepon. dia bilang dia terkena masalah. saat ini ia dirumah Raisya. dan sedang diadili warga."ucap pak Rohmat sambil menahan deru nafasnya. ia tak menyangka Arman berbuat seperti ini.
Zahira merasakan kepalanya pening. badannya terasa gemetar. telinganya tiba tiba tidak bisa mendengar apapun. pandangannya menggelap. lalu kakinya terasa tidak bisa menopang bobot tubuhnya. lalu setelah itu ia tak sadarkan diri.
Bu Mona memekik melihat menantunya pingsan. pak Rohmat langsung mengangkat Zahira dan dipindahkan ke kamarnya. karena untuk mengangkat Zahira keatas rasanya ia tak sanggup. mengingat umurnya yang tak lagi muda.
Zahira pun dibaringkan di kasur."bik irah..."panggil Bu Mona."tolong ambilkan minyak kayu putih di kotak obat. non Zahira pingsan"teriak Bu Mona dari pintu kamar.
bik irah tergopoh gopoh mengambil minyak tersebut dan langsung menuju ke kamar nyonyanya. ia ikut panik melihat non nya dalam keadaan tak sadarkan diri
Bu Mona mendekatkan minyak kayu putih tersebut ke hidung Zahira. tak lama kemudian Zahira membuka matanya. Zahira masih merasakan kepalanya pusing dan badannya lemas.
"za.kamu sudah sadar sukurlah nak"ucap Bu Mona.
sedetik kemudian Zahira teringat tentang yang dikatakan mertuanya."apakah benar pak yang bapak katakan tadi. mas Arman sedang diadili warga di rumah Raisya. berati mereka kedapatan berduaan dirumah tersebut."ucap Zahira lirih.
pak Rohmat menunduk."jika hanya kedapatan berdua saja mungkin tidak.akan sefatal ini za. namun mereka kedapatan di atas tempat tidur tanpa mengenakan pakaian"ucap pak Rohmat.
airmata kembali mengalir tak terbendung. Zahira menangis terisak. baru saja dia merasakan kebahagiaan karena Arman mau memulai hidup berumah tangga dengannya secara utuh. namun ia sudah dihempaskan lagi oleh kenyataan pahit. teringat semalam Arman mencumbunya, membuat dada Zahira semakin sakit. Arman lagi lagi mematahkan hatinya.
Bu Mona memeluk menantunya. ini semua pasti sangat berat untuk Zahira. Zahira hanya bisa menangis tersedu sedu dipelukan Bu Mona. ternyata gambar yang dikirim Arman memang benar terjadi.
"bapak harus kesana za. karena warga sana meminta Arman dan Raisya menikah saat ini juga "ucap pak Rohmat lagi. sungguh sebenarnya ia tak Sudi kesana, namun Arman berkata jika mereka tak menikah malam ini. maka warga akan membawa mereka ke kantor polisi. apakah ini memang rencana Arman dan Raisya agar mereka bisa bersama.
__ADS_1
"za, Bu. sepertinya bapak akan kesana. tidak mungkin juga membiarkan Arman menghadapi masalah ini sendiri. ibu disini saja temani Zahira. bapak akan mengajak Andre kesana"ucap pak Rohmat. Andre adalah salah satu karyawan pak Rohmat di tempat usahanya. dan pak Rohmat cukup percaya dengannya.
"baiklah pak. ibu minta bapak berhati hati"ucap Bu Mona. Zahira tidak berkata apapun. yang bisa ia lakukan hanya menangis.
****
Arman duduk dalam keadaan bingung. saat ini ia sedang duduk dikelilingi banyak warga. seingatnya terakhir dia sadar. dia sedang minum kopi buatan raisya. selanjutnya ia tak tahu apa yang terjadi. yang ia tahu selanjutnya tubuhnya diguncang dengan keras. dan saat ia terbangun ia mendapati banyak warga yang berada di kamar Raisya. ia sendiri saat itu tidak mengenakan apapun. sedangkan Raisya nampak menangis di sebelahnya dengan tubuh yang ditutupi selimut.
nampak seorang pria yang tidak ia kenal. seperti memimpin rombongan itu.
tentu saja Arman tak mengenalnya.karena Arman hanya beberapa kali ke rumah Raisya. pria tersebut adalah pak Ujang orang suruhan Raisya. yang paling lantang berteriak dan menuduh Arman dan Raisya adalah pasangan pezina dan sebagai konsekuensinya mereka harus segera menikah untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
Raisya sangat senang melihat pak Ujang karena ternyata pak ujang memang dapat diandalkan.
"jadi bagaimana pak Arman apakah orang tua bapak bersedia datang?"tanya pak RT.
"sedang dalam perjalanan pak"jawab Arman pasrah. rasanya ia ingin menolak semua tuduhan warga. namun ia merasa tak punya kekuatan. karena nyatanya warga melihat sendiri ia tanpa pakaian di kamar Raisya tanpa mengenakan pakaian.
"pak RT pokoknya pria ini harus menikahi Raisya.
kami tidak mau terkena azab dari perbuatan Zina mereka. dengan mereka menikah semoga saja bisa menolak keburukan dari perbuatan mereka dilingkungan kita"lagi lagi pak Ujang nampak mengompori warga.
"iya iya benar"riuh suara warga mendukung ucapan pak Ujang.
"baik semuanya tenang. kita sedang menunggu orang tua dari pak Arman."pak RT menenangkan.
tak lama terdengar deru mobil di luar.
"assalamualaikum"salam pak Rohmat memasuki rumah tersebut. untung dia mengajak Andre yang bisa membaca gmap.
pak RT langsung berdiri dan menyambut pak rohmat. pak Rohmat masuk diikuti Andre.
__ADS_1
"waalikum salam"jawab semua yang hadir.
"mari pak duduk disini"pak RT menyilahkan pak rohmat untuk duduk dikursi tersebut.
pak rohmat memandang Arman yang hanya bisa tertunduk lesu. ia pun duduk disebelah Arman dan Andre duduk disebelahnya disebuah sofa panjang.
pak RT pun mulai menceritakan semua kejadiannya. pak Rohmat hanya diam mendengarkan.karena sebelumnya ia sudah mendengarkan cerita dari Arman tadi ketika menelpon.
ia pun menoleh pada anaknya."bagaimana Arman kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu. apakah kau siap?"tanya pak Rohmat.
Arman nampak terdiam. sebenarnya ia tak ingin. namun situasi dan kondisi saat ini seolah memojokannya. mau tak mau ia menganggukkan kepalanya.
"pak RT bisa dipanggil Raisya nya sebentar. saya ingin berbicara dengannya"ucap pak Rohmat.
lalu dipanggilkan Raisya. Raisya duduk dengan kikuk karena pak Rohmat memandangnya dengan tajam.
"kau sudah tahu kan status Arman sudah menikah. kenapa kau masih mau tidur dengannya?"tanya pak rohmat.
Raisya terkejut mendengar pertanyaan pak Rohmat.dia hanya terdiam.
"lalu dimana orang tuamu dan saudaramu. mengapa kau sendirian dirumah tepat ketika kau bersama anakku?"pak Rohmat melanjutkan pertanyaannya.
beberapa warga nampak berbisik. Raisya nampak memberi kode kepada pak Ujang. pak ujang memahami kode tersebut.
"pak apapun alasannya. mereka tetap melakukan perzinaan. kami melihat sendiri mereka berdua berada dikamar"ucap pak Ujang.
"saya tahu sangat tahu. saya mengenal anak saya. makanya saya bertanya pada perempuan ini. apakah ini benar terjadi atas dasar mau sama mau ataukah anak saya hanya dijebak disini.mengingat anak saya sudah memiliki istri"ucap pak Rohmat.
"jangan menuduh anakku yang bukan bukan!!!!!"ucap ibu Raisya yang tiba tiba datang bersama Ranu.
****
__ADS_1