
(nanti malam temui aku di tempat biasa.)
Raisya membanting ponselnya ke kasur. ia meremas rambutnya. om Aris terus menerus memanfaatkannya dan ia harus selalu berbohong kepada Arman. jika ia kerumah maminya.
(baiklah om)balas raisya. lekas ia menghapus balon percakapannya bersama Aris di ponselnya.
ia sangat muak membayangkan Aris menyentuh tubuhnya. tapi ia tak dapat berbuat apa apa. jika Aris nekat, dan memberi tahu Arman tentang video syur mereka. maka tamatlah riwayatnya.
tak lama ponselnya kembali berbunyi. kali ini pesan yang masuk.
(sya. kau belum transfer mami. mami tunggu secepatnya. mami sudah terlanjur memesan gaun ke Tante Asna. jangan membuat mami malu.dan kenapa uang yang transfer berkurang setiap bulannya. setelah menikah kau semakin pelit. mana buktinya ucapanmu waktu itu)
airmata Raisya luruh membaca pesan maminya.
ia yang telah berusaha membuat maminya bahagia. dengan mengorbankan dirinya. tapi apa balasan maminya. yang ada difikiran maminya hanyalah uang dan uang.
belum sembuh sedihnya kembali Raisya menangis membaca pesan Ranu adiknya.
(kak jangan lupa motor yang kakak janjikan pada ranu. ini sudah beberapa bulan dan kakak belum memenuhinya. pokoknya Ranu tunggu sampai akhir bulan ini kak)
Raisya membanting ponselnya kesal. ia merasa hanya seperti mesin ATM bagi keluarganya. mereka tak mau tahu apapun tentang Raisya.
armanlah saat ini Harapan Raisya untuk hidupnya. ia tidak mau lagi perduli pada
ibu dan adiknya. sudah cukup ia berkorban dan bahkan saat ini ia harus menanggung akibatnya sendirian.
"kau kenapa sya?"tanya Arman yang baru pulang bekerja.
"aku kangen mami mas"ucap Raisya.
Arman mengernyitkan keningnya."bukankah kau sering mengunjungi mami. Dan kau tak mau kutemani. karena kau ingin leluasa melepaskan rindumu"
"mas aku sedang hamil. dan perasaan ku sangat sensitif. aku merasa selalu merindukan mami. apalagi disini ibu seperti belum bisa menerimaku. yang disayanginya hanyalah Zahira."adu Raisya untuk mencari alasan agar malam ini bisa keluar menemui si bandot tua Aris.
Arman terdiam. jangankan ibunya, sebenarnya ia pun belum bisa sepenuhnya menerima raisya. apalagi jika ia ingat bagaimana Raisya menjebaknya dan bagaimana bapaknya meninggal karena ulah raisya yang mengamuk di kamar bapaknya saat itu.
namun ada makhluk kecil tak berdosa di perut Raisya. yang diyakini Arman adalah buah hatinya. sehingga mau tak mau ia akhirnya berusaha untuk bersikap baik dan menjaga Raisya.
"baiklah pergilah menemui mami. agar kau merasa lebih baik. apakah mau ku antar?"tanya arman.
"tidak usah mas. aku naik taksi. online saja. kau pasti lelah pulang dari bekerja."ucap Raisya cepat.
__ADS_1
"yasudah kalau begitu. aku mau mandi dulu"ucap Arman bangkit.
"mas"panggil Raisya."kenapa kau amat sangat jarang menyentuhku. apakah aku tidak menarik untukmu?"tanya raisya.
selama ini memang Arman memperlakukan nya dengan baik selama ia hamil. namun Arman jarang sekali menyentuhnya. hanya sebatas memeluk saja. dan mengecup keningnya. Arman beralasan jika ia takut menyakiti anak didalam perutnya. namun Raisya tidak bodoh. Arman menolaknya secara halus.
Arman hanya tersenyum tanpa menjawab dan meninggalkan raisya untuk mandi.
Raisya lagi lagi menelan kecewanya.
****
Raisya sudah berada di lobby. kemudian ia mengirim pesan pada Aris. Aris yang membaca pesan raisya langsung menjemput pujaan hatinya ke lobby.
sesampai dikamar tanpa basa basi. Aris langsung menghajar Raisya di ranjang. rasanya sangat nikmat apalagi ia melakukan tanpa pengaman.
Dan tanpa harus membayar. airmata jatuh diwajah Raisya. namun Aris tak perduli. yang ada di otak mesumnya hanya kepuasan yang ia dapatkan.
****
Bu Wening memandang Poto Poto suaminya dan Raisya untuk kesekian kalinya di hotel. ia sebenarnya sudah sangat muak. namun ia harus bersabar karena ia masih harus melalui proses untuk pengalihan harta benda. ia tak ikhlas jika aris Dan perempuan tersebut mendapatkan harta benda.
Bu Wening saat ini masih memikirkan cara untuk mendapatkan tanda tangan Aris. Aris harus melakukannya dengan sukarela.
"aku yakin pasti akan ada saatnya dimana Aris akan lengah dan aku akan memanfaatkan waktu tesebut"Bu Wening bermonolog.
****
Zahira baru saja keluar rumah meeting. dari pukul 17.00 ia mengikuti meeting bulanan bersama Zayn dan Al dengan peserta para manager dari divisi divisi yang ada di perusahaannya.
review kinerja ternyata membutuhkan waktu yang lama. karena masing masing divisi mempresentasikan hasil kinerja mereka dalam satu bulan ini. Zahira bertugas sebagai notulen yang mencatat di laptopnya hasil dari kinerja setiap divisi. apa saja pencapaiannya dan apa saja yang harus diperbaiki.
"apa kau lelah za?"tanya Zayn ketika mereka sudah berada di lift.
Zahira tersenyum"jujur saya merasa lelah pak. tapi saya senang melakukan pekerjaan ini"ucap Zahira.
Zayn langsung terpana melihat senyuman sekretarisnya. Al nampak langsung menyenggol bosnya."jaga image dong bos."bidiknya.
Zayn langsung mengalihkan pandangannya. wah kali ini dia benar benar sudah jatuh dalam pesona istri orang. ia tak membayangkan bagaimana jika mami dan papinya mengetahui semua ini.
setelah sampai di mejanya lekas Zahira membereskan barang barangnya ia bersiap untuk pulang. dilihatnya jam dipergelangan tangannya, jarum jam menunjukkan pukul 21.30. ia sudah mengirimkan pesan pada Bu Mona, jika ia lembur hari ini.
__ADS_1
ia pun menekan angka 101.
"ya ada apa za?"terdengar suara Zyan disana.
"pak saya sudah bersiap ingin pulang. apakah masih ada yang bapak butuhkan?"tanya Zahira.
ya ada yang kubutuhkan za. yaitu dirimu.zayn berbicara dalam hati.
"halo pak Zayn?"Zahira memanggil bosnya karena Zayn tidak menjawab apa apa.
"tunggu dulu ada hal penting yang ingin kutanyakan"Zayn menutup telponnya.
"kau mau kemana?"tanya Al yang sedang duduk di sofa ruang kerjanya.
"kau dengarkan aku Al. untuk saat ini kau diam lah disini. jangan mengikutiku. keluar ruangan. jika kau melanggarnya aku akan memotong gajimu"ancam Zayn.
Al hanya bisa melongo. kenapa bosnya begitu konyol.
Zayn memandang Zahira yang masih duduk dikursinya. ternyata ia masih menunggu Zayn.
mendengar langkah kaki bosnya Zahira langsung berdiri."apa anda butuh sesuatu pak?"tanya Zahira.
"iya ada yang ingin kutanyakan seperti kataku tadi. ini sudah diluar jam kantor. aku ingin bertanya hal pribadi padamu.apakah kau bahagia dengan pernikahanmu?"tanya Zayn tanpa ragu.
Mata Zahira membola. kenapa tiba tiba bosnya bertanya seperti itu. Zahira bukan perempuan bodoh. sebenarnya dia tahu pandangan memuja Zayn padanya. namun ia berusaha untuk tidak memperdulikannya.
Dan sikap Zayn yang selalu baik padanya zahira memaknai Jika memang Zayn adalah pribadi yang baik kepada siapapun. jadi dia tak mau terbawa rasa.
selain itu statusnya saat ini masih menjadi istri orang lain. walaupun pada kenyataanya ia masih perawan hingga saat ini. dan ia sangat bersyukur karena malam itu ia tak jadi menyerahkan miliknya yang berharga kepada Arman.
namun mengapa malam ini Zayn menanyakan hal tersebut. apa sebenarnya yang terpendam dalam hati bosnya.
"kenapa anda menanyakan itu pak?"tanya Zahira menatap ceo-nya.
"aku hanya ingin jawaban jujur darimu. agar aku bisa menentukan sikap za."Zayn tak lagi menggunakan bahasa formal pada Zahira.
Zahira menghela nafasnya."maafkan pak untuk pertanyaan pribadi anda. saya tidak bisa menjawabnya"ucap Zahira."saya permisi dulu pak"Zahira pun berlalu meninggalkan Zayn.
Zayn mengusap wajahnya. kenapa ia tak menjawab. aku merasa ia menggantungkan hatiku. apakah ini karma untukku karena sebelumnya aku hanya bermain main dengan perasaan wanita. keluh Zayn dalam hati.
****
__ADS_1