
dokter yang diminta Arman pun datang kerumah untuk memastikan penyebab kematian pak Rohmat. dan ternyata pak Rohmat terkena serangan jantung.
sebenarnya ketika pak Rohmat mengeluhkan lemas dan dadanya terasa nyeri Bu Mona dan Zahira sudah membujuk untuk memeriksakan diri ke dokter. namun pak rohmat bersikeras tidak ingin dibawa.
dan malah berpesan jika suatu saat ia berpulang. ia menitipkan Bu Mona kepada Zahira.
setelah mengetahui penyebab kematian pak Rohmat. bik irah segera menemui pengurus masjid mengabarkan jika pak Rohmat sudah tiada. saat itu sudah dini hari. tetapi mereka tidak menyangka para tetangga tetap datang untuk melayat. dan sebagian ibu ibu pun datang untuk membantu membereskan rumah dan menyiapkan minuman atau makanan untuk pelayat.
Bu Mona merasa terharu karena ia sendirian di kota ini. keluarga mereka berada di pulau seberang.
esok harinya. pak Rohmat akan dikebumikan. nampak karyawan pak Rohmat hadir di rumah tersebut untuk ikut mengantarkan pak Rohmat ke tempat terakhirnya.
para tetangga nampak berbisik melihat Raisya yang selalu menempel ke Arman sedangkan zahira tampak sibuk mengurus keperluan pemakaman dan keperluan dirumah.
Arman benar benar risih namun suasana duka seperti ini ia tidak mau membuat kegaduhan.
ia tak perduli meski Raisya selalu duduk disebelahnya. Bu Mona memandang jenazah suaminya. suami yang sudah menemani nya Selama ini. sedih hatinya karena suaminya meninggal. dalam keadaan sedih dan kecewa.
setelah pemakaman nampak masih ada beberapa pelayat yang datang. Zahira sibuk melayani mereka. termasuk Bu Rima anak anak panti dan Zizi pun hadir disana. Zizi belum mengetahui yang terjadi pada Zahira. namun ia sempat heran karena ia ingat sosok Yang selalu menempel pada Arman. adalah wanita yang disebut Zahira adalah kekasih Arman. mengapa ia disini dan begitu menempel pada Arman. ingin bertanya pada Zahira Zizi merasa ini bukanlah saat yang tepat.
****
Zahira menemani Bu Mona di kamar. sedangkan Arman masih menemani beberapa temannya yang datang.
Bu Mona menggenggam tangan Zahira."za bisakah kau tetap tinggal disini bersama ibu. rasanya kehilangan bapak sangat menyakitkan dan membayangkan untuk tinggal bersama Raisya rasanya ibu tak sanggup. apakah ibu menyusul bapak saja ya"ucap Bu Mona dengan airmata berlinang.
"Bu jangan bicara seperti itu. ibu harus tetap sehat Bu"ucap Zahira memeluk mertuanya.
"ibu egois ya za ibu hanya memikirkan diri ibu sendiri. namun ibu terlanjur menyayangimu."ucap Bu Mona.
Zahira nampak diam dan berfikir. rasanya sangat tak tega meninggalkan Bu Mona. namun apakah ia mampu.ya mungkin saja ia mampu. bukankah Allah tidak akan memberikan cobaan yang melampaui batas kemampuan umatnya.
"baiklah Bu. za akan tetap disini dan menemani ibu"ucap Zahira. Bu Mona memandang Zahira."terimakasih za terimakasih anakku."merekapun menangis sambil berpelukan.
****
"mas aku ingin bicara denganmu"ucap Zahira.
Arman menoleh. ia takut apa yang Zahira bicarakan adalah Tentang perpisahan.
"aku ikut mas"lagi lagi Raisya selalu ingin menempel.
"kau tunggulah disini!"ucap Arman ketus.
"tidak apa apa dia ikut. agar dia pun bisa mendengar apa yang kukatakan. karena saat ini ia pun istrimu kan?"ucap Zahira sinis.
mereka bertiga pun berjalan menuju taman.
"mas aku tidak akan meminta cerai darimu"ucap Zahira. Arman memandang Zahira dengan bahagia. ternyata ia tak akan benar benar kehilangan istrinya.
Raisya nampak ingin bersuara namun lekas Zahira kembali berbicara"namun dengan satu syarat. selama kita menikah kau tidak boleh menyentuhku. aku akan tetap mengurusmu sebagai seorang istri selama kau masih memperlakukanku dengan baik. namun untuk urusan ranjang aku rasa aku tidak akan Bisa melayanimu.bagaimana mas. apakah kau setuju?. jika tidak aku akan pergi dari sini sekarang"tegas Zahira.
__ADS_1
Raisya tersenyum senang. sedangkan Arman nampak terpukul. namun mau bagaimana lagi. jika ia bersikeras maka Zahira akan pergi meninggalkannya.
"baiklah"ucap Arman pasrah.
****
om Aris sangat marah mendengar raisya menikah tanpa sepengetahuannya.
(lekas temui aku. jika tidak aku akan kerumah suamimu dan menunjukkan video panas kita kepada suamimu)
Raisya gemetar membaca pesan dari om Aris. lekas ia menyambar tasnya. hari ini adalah hari ketujuh setelah kepergian pak Rohmat. dirumah sedang ramai para tetangga datang untuk membantu masak masak dirumah. tetangga sudah tahu jika Raisya adalah pelakor. maka ketika Raisya turun hendak keluar rumah. para tetangga memandangnya dengan sinis. Raisya tidak memperdulikan itu.
"mau kemana kau?"tanya Bu Mona.
"ini Bu aku harus menemui temanku dahulu"jawab raisya. saat ini Raisya sudah mengundurkan diri dari tempat kerjanya.
Bu Mona mendengkus sebal."dirumah sedang ada acara malah kau mau pergi bukannya membantu di dapur"gerutu Bu Mona.
*Zahira pun tak membantu Bu"jawab Raisya berani.
"dia kuliah tidak keluyuran tak jelas seperti kau. yasudah terserahlah kau disini pun tidak membantu"ucap Bu Mona.
Raisya hanya diam kemudian berlalu keluar rumah. yang terpenting saat ini adalah menemui Bandot tua Aris.
****
Aris nampak senang ketika Raisya datang. dipeluknya wanita tersebut.
"lepaskan om. aku kesini Karena aku ingin mengakhiri semuanya."ucap Raisya
"tidak bisa sayang. tubuhmu candu bagiku."ucapnya Kembali memeluk Raisya.
"aku mohon om saat ini aku sudah memiliki suami"raisya ingin sekali menangis.
"malah bagus kau sudah memiliki suami. maka aku bisa memakaimu tanpa pengaman dan tidak perlu lagi membayarmu jika kau menolak maka aku akan menemui suamimu dan menunjukkan bukti video yang kumiliki"ucap Aris dengan senyum menjijikan.
airmata Raisya luruh. dia merasa terjebak dengan permainannya sendiri.
Aris langsung menindihnya. terasa sangat nikmat ketika miliknya masuk ke dalam Raisya tanpa pengaman. saking nikmatnya ia minta berkali kali pada raisya. stamina Aris sangat terjaga karena ia rajin mengkonsumsi ramuan.
Aris merasakan bagai di surga sedangkan Raisya merasakan bagai di neraka.
****
meskipun sudah menikah dengan raisya namun sampai kini Arman masih memilih untuk tidur dikamar tamu. sebenarnya ia ingin sekali tidur dengan Zahira namun ia takut tak bisa menahan hasratnya.
tapi ia sangat merindukan Zahira. lalu ia pun mendatangi kamar Zahira. ia membuka pintu ternyata tidak dikunci. matanya membelalak melihat Zahira yang hanya mengenakan bra dan ****** ***** nampaknya ia baru selesai mandi.
Zahira merasa terkejut langsung ia meraih handuknya. ia teledor lupa mengunci pintu.
ingin rasanya Arman menerjang Zahira saat itu juga namun ia kembali menata hatinya. ia harus sabar jika tak ingin Zahira makin membencinya.
__ADS_1
namun gejolak gairahnya seperti tak tertahan apalagi membayangkan dua gunung kembar Zahira yang sangat menggoda.
saat ia sedang merasa pusing. dilihatnya Raisya yang ingin masuk kekamar. tanpa fikir panjang ia pun ikut masuk ke kamar raisya. dicumbunya raisya dengan nafsu. Raisya awalnya terkejut namun ia merasa sangat bahagia akhirnya Arman menyentuhnya.
setelah puas saling mencium meraba dan meremas. Arman pun bersiap memasuki Raisya
dan JLEB! sangat mudah bagi Arman memasuki Raisya seolah milik Raisya sudah dimasuki beberapa kali. mengapa tidak sempit. apakah jika hanya sekali dimasuki maka milik wanita akan langsung terasa tidak menggigit.
namun karena nafsu sudah menguasainya maka Arman pun melanjutkannya. Raisya ingin memberikan pelayanan terbaik. maka ia pun memberikan Arman service terbaik. Arman larut dalam kenikmatan. namun yang dibayangkannya saat ini adalah Zahira bukan Raisya.
ia membayangkan menunggangi Zahira dan Zahira berada dibawah kungkungannya. lalu tak lama ia merasakan ada yang mendesak ingin keluar. akhirnya Arman terkulai lemas di samping Raisya.
Raisya memeluk Arman"terimakasih mas karena sudah memberikan nafkah bathin untukku.".
.Arman hanya diam saja. disingkirkannya tangan raisya. lalu ia meninggalkan Raisya tanpa bicara.
****
Zahira tetap melayani Arman seperti istri istri lainnya. ia tetap menyiapkan keperluan Arman.
sedangkan Raisya lebih banyak menghabiskan waktu dikamar. jika diluar kamar selalu saja ia merasakan hawa permusuhan dari Zahira maupun ibu mertuanya.
bulan depan Zahira akan wisuda. dia sangat senang sekali. rencananya ia akan bekerja. lagipula sekarang Bu Mona. banyak menghabiskan waktu di tempat usahanya.
jika malam hari saja mereka berbincang berdua.
Zahira sudah mengutarakan niatnya untuk bekerja dan Bu Mona pun nampak setuju.
****
hari ini hari wisuda Zahira. semuanya nampak datang. dan menghadiri wisuda Zahira. Bu Rima dan Zizi pun turut serta. tak ketinggalan Raisya yang selalu menempel Arman meskipun semua orang nampak tak suka dengan kehadirannya.
tiba tiba raisya Merasakan perutnya mual. dan kepalanya pening."mas aku merasakan pusing dan mual"ucap raisya.
Arman mendengkus kesal."sudah kubilang kau tak usah ikut. tapi masih saja"ucap Arman.
"mas tolonglah"raisya tiba tiba berlari keluar. ia mencari toilet. dan memuntahkan semuanya disana. tubuhnya gemetar. keringat dingin membanjiri tubuhnya.
Arman meskipun kesal tetap menyusul raisya. rencananya dia akan pulang mengantar Raisya kemudian kembali lagi.
dilihatnya raisya dengan wajah pucat.
"kau kenapa?"tanya nya.
"aku.muntah mas"ucap raisya.
"muntah muntah seperti orang hamil saja"ucap Arman.
tiba tiba raisya ingat jika ia memang terlambat datang bulan."mas antar aku pulang tetapi sebelumnya antarkan aku membeli alat test kehamilan"ucapnya.
Arman memandang dengan terkejut
__ADS_1
apakah benar Raisya hamil.
****