
Zahira dan Zayn bergegas menuju ke IGD. sesampainya disana mereka menanyakan pasien yang bernama Rima melati. lalu perawat mengarahkan ke brankar tempat Bu Rima di tangani.
"Zahira"Vivi menangis memeluk Zahira. ia dari tadi ketakutan karena Bu Rima masih belum sadar. dan oksigen masih menempel di hidungnya.
"apa kata dokter vi?"
"dokter bilang Bu Rima mengalami gegar otak ringan za akibat benturan. untungnya tidak sampai pecah pembuluh darah. kemungkinan Bu Rima akan dirawat beberapa hari"jelas Vivi.
"apa kau sudah mengurus administrasinya?. kalau belum biar aku yang mengurus."
Vivi mengangguk."tadi perawat bertanya apa Bu Rima akan memakai asuransi atau melalui umum. aku mengatakan akan mengurus dengan asuransi namun karena buru buru aku tidak membawa apa apa. menurut perawat aku jika dalam waktu 3x24 jam tidak melampirkan kartu asuransi maka akan dimasukkan ke umum"Vivi menjelaskan panjang lebar.
"biar aku yang menanggung semuanya za. kau dan temanmu disini saja menemani Bu Rima."Zayn yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara. saat ia akan melangkah, tangan Zahira menahannya .
"pak tidak usah. Bu Rima memiliki asuransi. nanti malam atau besok bisa disertakan. saya tidak mau merepotkan bapak"
Zayn memandang Zahira, membuat Zahira salah tingkah. lalu ia menyadari jika ia mencengkram lengan Zayn dengan keras. dilepaskannya perlahan dengan muka memerah.
"za tidak apa apa. Bu Rima adalah pemilik panti asuhan dimana orang tua ku menjadi donaturnya. jadi tidak masalah kan jika aku mengurus Bu Rima. orang tuaku tentu akan senang jika aku melakukannya"Zayn meyakinkan Zahira. dia memang tulus membantu Bu Rima. karena Bu Rimalah harapan bagi anak anak yang tinggal di panti.
Zahira yang mendengarkan ucapan Zayn akhirnya membiarkan Zayn melakukan semuanya. kemudian ia mendekati Bu Rima. di usapnya dengan sayang wajah Bu Rima. wajah yang penuh keteduhan dan kasih sayang.
tak lama ponselnya bergetar. ia melihat tertera nama Zizi disana. Zahira menepuk keningnya. ia lupa jika ia memiliki janji temu dengan Zizi.
"halo assalamualaikum kak"
"waalaikum salam za. kita jadi bertemu kan sore ini? ini kakak sudah bersiap siap"ucap Zizi diujung sana.
"Kak sepertinya za tidak bisa. Bu Rima mengalami kecelakaan kak sekarang sedang dirumah sakit."
__ADS_1
"ya ampun. baiklah nanti kakak kesana saja menemuimu. bagaimana kondisi Bu Rima?"Zizi nampak ikut panik.
"Bu Rima masih belum sadar kak. kata dokter Bu Rima mengalami gegar otak ringan. karena benturan di kepalanya. saat ini kami sedang mengurus rawat inap untuk Bu Rima"
"oke baiklah. nanti tolong kabari Kaka. dimana kamar Bu Rima ya sayang."Zizi mengakhiri teleponnya.
"za Bu Rima sudah dapat kamar. dan menurut dokter tadi Bu Rima sudah bisa dipindahkan karena tidak ada gejala gejala yang berbahaya pasca kecelakaan."
Zahira mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada Zayn. ia sangat bersukur dengan kehadiran Zayn saat ini.
****
sementara dirumah Arman sudah uring uringan tak jelas. karena Zahira belum pulang. waktu sudah menunjukkan pukul 18.00. apakah Zahira lembur. Bu Mona juga sudah sedari tadi menghubungi menantunya namun tak ada jawaban. ia ikut pusing melihat Arman yang sejak tadi seperti orang yang kebakaran jenggot.
"kau kenapa sih man. mungkin saja Zahira sedang lembur. jangan berlebihan seperti ini"Bu Mona nampak jengkel dengan anaknya yang terlihat sangat berlebihan.
raiysa yang melihat bagaimana suaminya bersikap setelah pertemuan dengan Zahira tadi siang menjadi semakin yakin jika Arman menyimpan rasa yang dalam pada Zahira. perih hatinya ia tak terima dengan. perasaan Arman tersebut.
"mas sudahlah. jika memang Zahira memiliki hubungan dengan bosnya. biarkan saja mas. toh selama ini zahira hanya istrimu di atas kertas"
Arman memandang Raisya dengan tajam. Bu Mona memutar bola matanya. sudah pasti akan ada pertengkaran sepasang suami istri.
ia memilih menuju ke kamarnya. ia yakin zahira tidak akan melakukan hal hal yang seperti Arman bayangkan. ia mengenal baik Zahira. namun jika memang akhirnya Zahira memiliki jodoh yang lain selain Arman. Bu Mona sudah ikhlas. ia merasa selama ini ia terlalu egois pada Zahira.
****
bu Rima sudah dipindahkan ke kamar rawat. sukurnya bu Rima sudah sadar. dan menurut dokter bu Rima hanya perlu proses pemulihan dari luka lukanya.
"alhamdullilah Bu. ibu selamat. semoga saja ibu segera pulih ya Bu"Zahira menggenggam tangan wanita tersebut.
__ADS_1
bu Rima hanya bisa membelai kepala Zahira. saat ini seluruh tubuh dan kepalanya masih terasa sakit. ia memandang ke arah Vivi dan tersenyum untuk menunjukkan jika dirinya baik baik saja. karena sedari tadi Vivi tak berhenti menangis.
matanya beralih kepada Zayn. ia merasa pernah melihat pria itu tapi ia lupa dimana. selanjutnya ia kembali merasa mengantuk dan jatuh tertidur.
"Vi malam ini aku akan menjaga Bu Rima. kau nanti kembali lah ke panti asuhan. kasihan anak anak hanya bersama mang Ujang dan bik lani."ucap zahira.
"iya za. tak apa kau disini sendirian menunggu?"
Zahira mengangguk."nanti aku akan pulang sebentar mengambil baju dan yang lainnya. kau besok bergantian jaga disini ya. pulang kerja ku akan kembali kesini"
"kau tidak perlu masuk besok za. kau temani saja Bu Rima dahulu"Zayn berkata, namun zahira segera menggelengkan kepalanya.
"tidak pak. pak Al masih dirawat aku tidak bisa membiarkan bapak bekerja sendirian."ucap Zahira tak enak hati.
Zayn hanya diam tak membantah. tak lama Zizi datang menjenguk Bu rima.ia membawa banyak sekali makanan.
"za kakak tidak bisa lama. tadinya kakak ingin bertemu denganmu karena kakak ingin berpamitan. kakak akan ikut tinggal sementara dengan suami kakak di Paris. karena dia ada urusan pekerjaan yang lama disana. kakak harap kita tetap bisa berkomunikasi ya za"Zizi memeluk Zahira yang sudah ia anggap adiknya sendiri. kemudian ia pamit menyalami Vivi kemudian Zayn. ia agak heran dengan kehadiran lelaki tersebut disana.
****
Zahira sampai dirumah. ia diantar oleh Zayn. tadinya Zayn akan menunggu Zahira untuk mengambil barang kemudian mengantarkan kembali kerumah sakit. namun Zahira menolak ia tak mau merepotkan Zayn. selain itu ia tak mau jika orang orang berpikiran macam macam Tentang dirinya.
Zayn mengalah dan melajukan kendaraanya. Zahira sebenarnya merasa sangat lelah saat ini. mengurus semuanya belum lagi ditambah perasaannya yang sedang bersedih.
ketika ia masuk ke dalam rumah. tiba tiba tangan Arman kasar menarik tangannya. Zahira yang tidak siap merasa terkejut dan berusaha melepaskan tangan suaminya. namun pegangan Arman terlalu kuat.
Arman sudah terlanjur diliputi emosi dan kemarahan. lihat saja za kau akan tahu rasa karena sudah berani bermain api dibelakangku. bathin Arman.
****
__ADS_1