Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
Bab 37


__ADS_3

"hapus air matamu za.aku mohon"ucap Zayn.


Zahira berusaha meredakan tangisnya.dadanya terasa sesak.namun ia menyadari jika saat ini Bu Rima dan yang lainnya pasti sedang menunggu mereka.


"pak.saya menghargai perasaan bapak ke saya.untuk saat ini saya hanya bisa meminta maaf karena belum bisa membalasnya.namun saya tidak tahu kedepannya seperti apa.saya hanya berharap yang terbaik untuk saya dan bapak.semoga saya tetap bisa bekerja secara profesional setelah semua ini."ucap Zahira memberanikan diri memandang wajah Zayn.


Zayn mengusap wajahnya.ia sudah bisa menebak seperti apa jawaban zahira.bukannya ia tidak merasa jika Zahira sedikit memiliki rasa untuknya.namun Zahira adalah type wanita yang tidak mudah jatuh dalam pelukan lelaki lain.


tapi setidaknya Zayn merasa lega telah mwngungkapkan semuanya.


Zayn dan Zahira pun kembali ke kamar Bu rima.vivi sedikit heran dengan wajah Zahira yang terlihat sembab.namun ia menyimpan rasa penasarannya untuk saat ini.


"maaf semuanya kami sedikit lama.karena ada urusan mendesak tadi"ucap Zayn."baiklah jika semua sudah siap ayo kita pulang"ucap Zayn lagi.


Zayn dan alfarizi memilih membawa barang barang yang akan dibawa pulang.sedangkaan Zahira mendorong Bu Rima menggunakan kursi roda.dan Vivi membawa barang barang milik Zahira.


"za mobilmu ditinggal disini dulu saja.nanti setelah dari panti asuhan kau bisa mengambilnya."ucap Zayn.


Zahira hanya menurut saja.fikirannya masih melayang kemana mana.


alfarizi dan Vivi duduk di bangku depan sedangkan Zahira Bu Mona dan Zayn duduk di bangku tengah.


alfarizi nampak gugup karena Vivi duduk disampingnya.


"Al konsentrasi meski aku tahu kau sedang menahan grogi"goda Zayn lagi.al hanya bisa mengumpat dalam hati.lihat saja nanti akan kubalas kau zayn.bathin Al.


sesampai di panti asuhan.zahira Dan Vivi memapah Bu Rima untuk beristirahat dikamarnya.anak anak panti berebutan ingin bertemu Bu rima.mereka lega ibu mereka kembali dengan keadaan sehat.


setelah memastikan Bu Rima sudah merasa nyaman.zahira berpamitan pada Bu Rima dan Vivi.karena Zayn dan Al harus segera kembali ke kantor.sedangkan dirinya ingin segera beristirahat.jujur saja bekerja dan menjaga orang sakit cukup menguras tenaganya.


Al dan Zayn pun berpamitan.diperjalanan mereka lebih banyak diam.sesampainya di parkiran rumah sakit.zahira segera mengucapkan terimakasih dan turun dari mobil Zayn.namun entah mengapa badannya terasa lemas dan kepalanya pusing.


ia limbung.zayn yang melihat Zahira tidak baik baik saja segera keluar dari mobil dan merengkuh Zahira ia merasa jika saat ini tubuh Zahira terasa panas dan gemetar.


"kau kenapa za?"tanya Zayn sembari tetap merengkuh tubuh Zahira.


"badan saya terasa sangat lemas pak.kepala saya pusing sekali"jawab Zahira lemas.


"ayo kita periksa saja mumpung masih disini"ajak Zayn.


"tidak usah pak saya ingin beristirahat saja dirumah.sepertinya saya hanya kelelahan"jawab Zahira.


akhirnya Zayn memapah Zahira masuk ke mobil milik Zahira.dia akan mengantarkan Zahira pulang kerumahnya.sedangkan Al mengiringi dari belakang.


Ranu tersenyum lebar.akhirnya ia mendapatkan moment yang diinginkannya.tidak sia sia ia berhari hari mengikuti Zahira kemana mana.

__ADS_1


segera dicari kontak sang kakak dan dikirimkannya bukti Poto tersebut pada Raisya.


********


Raisya yang sedang dirumah sakit untuk memeriksakan kandungannya nampak sangat senang melihat hasil kerja Ranu.ia sudah tidak sabar untuk menggunakan foto ini.


"kau kenapa sepertinya bahagia sekali?"tanya Arman memandang Raisya.


"tentu saja aku bahagia mas.kita kan akan bertemu calon anak kita.dan hari ini kita bisa mengetahui jenis kelamin anak kita"jawab Raisya manja.


Arman hanya tersenyum mendengarnya.ia pun sudah tidak sabar untuk mengetahui jenis kelamin anaknya.


keluar dari ruang pemeriksaan wajah arman dan Raisya nampak berseri,menurut dokter kemungkinan besar anak mereka adalah laki laki tentu saja Arman semakin menyayangi anak dalam perut Raisya.


sesampai dirumah Arman melihat mobil Zahira sudah terparkir di halaman.apakah Zahira tidak masuk kerja.fikir Arman.


ia segera melangkahkan kakinya Dan bertanya pada bik irah.apakah benar Zahira ada dirumah.bik irah pun menjawab jika non Zahira memang ada dirumah dan sedang berada dikamarnya.


Arman bergegas naik ke atas untuk menghampiri zahira.raisya yang melihat kelakuan Arman hanya menggerutu.arman seolah lupa pada dirinya dan calon anaknya.


Arman mengetuk pintu kamar Zahira.namun tidak ada jawaban.akhirnya ia memilih untuk berhenti,ia berfikir mungkin saja Zahira sedang tidur.


Zahira yang di dalam kamar memang sedang tertidur pulas karena efek obat yang diminumnya.tadi dia sempat makan sedikit kemudian meminum obat pereda panas dan antibiotik.setelahnya ia merasakan kantuk.


***********"


malam harinya ia turun untuk ikut makan malam.tubuhnya sudah terasa sedikit membaik namun masih terasa lemas dan pusing.


"za kenapa tidak kerumah sakit?"tanya Bu Monam


"Bu Rima sudah pulang bu.tadi za sudah mengantarkan Bu Rima kembali ke panti"jawab Zahira.


"kau kenapa nak?sepertinya kau sedang tidak baik baik saja"tanya Bu Mona melihat Zahira yang nampak lemas.


"za hanya kecapekan bu."jawab Zahira singkat ia tak mau membuat khawatir bu Mona.


tak lama Arman dan Raisya turun untuk makan malam.wajah keduanya nampak sangat bahagia.


"tampaknya kalian bahagia sekali.ada apa man?"tanya Bu Mona.


"tadi kami baru memeriksakan calon anak kami bu.dan ternyata calon anak kami laki laki"bahagia sekali suara Arman terdengar.raisya pun tak henti mengembangkan senyumnya.


"selamat kalau begitu"ucap Bu Mona datar.


"za kau kau tidak kerumah sakit?tadi siang mas mengetuk pintu kamar mu namun sepertinya kau tidur sangat nyenyak"

__ADS_1


"Bu Rima sudah pulang mas.aku sedikit lelah jadi tidur sangat nyenyak"jawab Zahira singkat.


Zahira dapat melihat bagaimana kebahagiaan Arman dan Raisya.apakah dia harus terus menahan kebahagiaannya sendiri.


"Bu mas Arman setelah makan ada yang ingin za sampaikan"ucap Zahira pelan.


"aku juga mau ikut"ucap Raisya.dia penasaran apa yang akan dikatakan Zahira.jangan sampai dia mempengaruhi ibu dan mas Arman.


"terserah jika kau mau ikut.aku rasa ini juga ada hubungannya denganmu."ucap Zahira.


***********


mereka semua duduk di ruang televisi.entah mengapa Arman merasakan gelisah.sepertinya hal yang ingin disampaikan zahira bukanlah kabar baik.


"mas Arman dan ibu.sebelumnya za minta maaf.sepertinya za tidak bisa bertahan lagi dalam kehidupan pernikahan ini"ucap Zahira pelan namun mampu mengejutkan semua yang ada disana.


jika Arman dan Bu Mona merasa terkejut lain halnya dengan raisya hatinya bersorak gembira.


"maksudmu apa za?!kau ingin berpisah denganku?!apa karena lelaki itu?!"Arman merasa sangat marah.ia sudah bersabar menuruti semua keinginan Zahira agar Zahira tidak pergi dari sisinya.tapi apa yang dia dapat.wanita di depannya malah menginginkan perpisahan.


"sabar dulu man.dengarkan penjelasan Zahira dulu"Bu Mona menenangkan Arman meski hatinya berdenyut mendengar perkataan Zahira.


"mas tidak ada gunanya mempertahankan pernikahan ini.untuk apa mas.apa selamanya aku harus terjebak dalam kehidupan rumah tangga seperti ini.aku hanyalah istrimu di atas kertas.kau sudah memiliki Raisya dan calon anakmu.jadi apa gunanya aku bagimu"Isak tangis Zahira.


"Bu maafkan za bu.za mengkhianati janji za pada almarhum bapak.tetapi za tidak bahagia bu.za ingin mengejar kebahagiaan za sendiri bu.sekali saja dalam hidup za.ingin merasakan dicintai dan mencintai dengan tulus.meskipun za bukan menantu ibu lagi.za akan tetap menyayangi ibu bu.maafkan za Bu"


Bu Mona menangis terisak.ia semua ini adalah salahnya meminta Zahira untuk tetap tinggal disini.seharusnya jika ia tidak egois saat ini Zahira tidak perlu merasakan kesakitan ini.


"sya aku tarik ucapanku waktu itu.nyatanya saat ini aku kalah sya.kau bisa menjadi wanita satu satunya untuk mas Arman."Zahira menatap Raisya.


raisya pun tersenyum penuh kemenangan.akhirnya tidak sia sia ia menahan semuanya selama ini.pada akhirnya dia lah yang akan menjadi pemenangnya.


"za maafkan ibu za.ibu lah yang menyebabkan semua ini terjadi.jika memang perpisahan yang terbaik untukmu.ibu akan merelakanmu"ucap Bu Mona dengan derai airmata.


"tidak bisa!!!!!aku sudah menuruti semua maumu!!!!aku tidak menyentuhmu!!!!aku tetap menafkahimu!!!!agar kau tidak pergi dari sisiku.aku sudah terlanjur memiliki rasa padamu.apa karena lelaki itu kau meminta perpisahan dariku?!!!!"Arman berkata penuh emosi.


"hatiku telah lama mati untukmu.semenjak aku tahu sikapmu yang berubah ubah dan berkali kali menyakitiku.dan apakah aku salah jika hatiku kemudian berdetak bukan lagi untukmu suamiku tetapi untuk orang lain"ucap Zahira dengan berani.ia harus melakukan ini agar Arman mau melepaskannya.


"tidak bisa tidak bisa.aku tidak akan pernah merelakanmu.aku anggap aku tidak pernah mendengar ini.aku tidak pernah mendengar ini."Arman menggila.


"mas hentikan!!!!jangan bersikap seperti ini.kau melukaiku Dan calon anak kita.lepaskanlah Zahira mas.maka kita akan hidup bahagia bersama anak kita"ucap raisya.


Arman memandang sendu perut Raisya.disana ada calon anaknya.namun di depannya ada wanita yang telah merebut hatinya.


"za fikirkan lagi.bukankah selama ini rumah tangga kita baik baik saja hem.jangan karena ucapan lelaki itu hingga kau lupa statusmu za.aku mohon fikirkan lagi untuk pergi dari sini."Arman berusaha merayu Zahira.

__ADS_1


kepala Zahira kembali terasa pusing dan tubuhnya terasa gemetar.ia memilih untuk naik ke kamarnya.sepertinya akan sangat sulit berbicara pada Arman.


************


__ADS_2