Wanita Terbuang Milik Ceo

Wanita Terbuang Milik Ceo
bab 20


__ADS_3

sepeninggal Zahira. Alfarizi langsung protes kepada bos sekaligus sahabatnya.


"Zayn tidak bisa seperti ini. kau harus mengikuti prosedur perusahaan. seharusnya kau menyuruh ya menunggu pemberitahuan melalui email. dan aku harus menyerahkan terlebih dahulu berkasnya ke pihak HRD untuk proses perekrutan. jangan mentang mentang dia cantik maka kau mengabaikan peraturan perusahaan. kau mau ia di cap nepotisme disini"Alfarizi nampak mengoceh panjang lebar. ia dan Zayn bersahabat baik dari kuliah. Papi dan mami Zyan membayar biaya kuliahnya Dan bahkan memberikan pekerjaan sebagai asisten Zayn.


"kau selalu mengomel seperti nenek nenek"ucap Zayn enteng."aku ini profesional. aku butuh sekretaris urgent. dan apakah kau tidak membaca resumenya. dia sangat pintar. dia lulus dengan predikat cumlaude. mataku sangat jeli melihat potensi seseorang. tapi yang membuat aku kecewa mengapa ia sudah menikah padahal usianya sangat muda."ucap Zayn lagi.


"berhentilah ikut campur urusan pribadinya Zayn. yang terpenting adalah kualitasnya dalam bekerja. jangan berfikiran macam macam. ayo kita ke ruang meeting. kau ada jadwal meeting dengan tim marketing serta collection"ucap Al. jika hanya berdua Maka Alfarizi akan bersikap santai saja. namun jika sudah didepan bawahan yang lain ia akan bersikap profesional antara bawahan dan atasan.


"baiklah baiklah. ah aku tak sabar menunggu esok hari. akan kubuat persyaratan agar ia tidak boleh memiliki anak selama bekerja denganku. ya benar. setidaknya ini bisa mengobati sakit hatiku mengetahui ia sudah menikah"ucap CEO tampan tersebut.


"kau benar benar gila"umpat Alfarizi tak habis fikir dengan Zayn.


****


Zahira sampai dirumah. ia heran melihat rumahnya terlihat ramai. ada acara apa ya fikirnya.


saat Zahira masuk. semua mata memandangi Zahira."siapa dia jeng?"tanya salah satu wanita yang mengenakan baju berwarna kuning terang menyilaukan mata.


Bu Yulia lekas menjawab"oh ia hanyalah anak dari panti asuhan yang kebetulan dikuliahkan oleh orang tua menantuku"ucap Bu Yulia sembari mendelik ke Zahira.


Zahira memutar matanya. nampaknya wanita didepan matanya sama saja dengan anaknya tak tahu malu.


"benar kan Raisya"ucap Bu Yulia meminta dukungan anaknya. Raisya langsung mengangguk dan berkata pada Zahira"lekas bantu bik irah untuk menjamu tamu mamiku"perintahnya seperti bos saja.


Zahira menarik nafas. nampaknya ibu Raisya dan Raisya meremehkan dirinya. pasti saat ini ibu sedang di tempat usahanya. makanya mereka Berani bertindak semaunya.


"aku tidak mau"jawab Zahira sembari menyilangkan tangannya."kau dan ibumu punya kaki dan tangan mengapa tidak kalian lakukan sendiri. dan berhentilah menyuruh nyuruh bik irah seenaknya"ucap Zahira tajam. semua mata memandang Zahira tak percaya. Zahira meraih ponselnya mengetik pesan untuk ibu mertuanya. agar segera pulang. jarak antara tempat usaha dan rumah tidak terlalu jauh.


"hei kau beraninya berbicara seperti itu. apakah karena diangkat anak disini kau merasa nyonya dirumah ini"ucap salah satu teman Bu Yulia.


"tentu saja aku berani. karena aku adalah nyonya muda yang Syah dirumah ini."Zahira mengeluarkan ponselnya. ia menunjukkan foto pernikahannya kepada semua yang ada disana.


"dan dia wanita itu dia menjebak suamiku agar menikahinya. kalian tahu mengapa ia bisa menikah dengan suamiku. mereka ketahuan warga dan dinikahkan paksa. akulah istri yang sah secara agama maupun negara"ucap Zahira.


Bu Yulia emosi. segera ia mendekat ke arah Zahira. dan ingin menampar wajahnya. namun kali ini Zahira sangat siap. ia memegang tangan Bu Yulia yang ingin menamparnya."jangan pernah berani menyentuhku. atau aku akan melaporkanmu ke polisi atas dugaan penganiayaan"ancam Zahira.


Bu Yulia menarik tangannya. satu persatu teman Bu Yulia beranjak pulang."ayo kita pulang. memalukan saja. anak Bu Yulia ternyata seorang pelakor"


Raisya merasa sangat marah."lihat saja akan kuadukan kau kepada mas Arman"ancamnya.


"silahkan saja. aku tak perduli"ucap Zahira enteng.


Bu Mona sampai dirumah. Dan dia terkejut melihat rumah dalam keadaan sangat berantakan. gelas Dimana mana. sampah makanan berserakan. Bu Mona merasakan kepalanya sangat pening.


"ada kekacauan apa ini?!"tanyanya emosi.


"begini besan. tadi teman temanku datang untuk main dan melihat rumah raisya"ucap Bu Yulia dengan manis.


"perlu aku luruskan ini bukan rumah Raisya ini rumah ku dan anakmu harus meminta izin padaku. jika ingin membuat acara apapun dirumah ini"ucap Bu Mona dengan wajah garang.


Bu Yulia nampak terdiam ia tak menyangka jika besannya sangat galak.


"tapi Bu. aku sedang hamil dan tak boleh kelelahan."Rajuk Raisya.

__ADS_1


"kau itu sedang hamil bukan sedang sakit"ketus Bu Mona.


"lekas kalian berdua bersihkan semua ini. Bik irah tidak usah membantu mereka. biarkan mereka membereskan kekacauan yang mereka buat sendiri."ucap Bu Mona."ayo za kita kedalam saja.pusing ibu melihat semua ini"ucap Bu Mona menggandeng Zahira. Zahira pun menuruti Bu Mona dan masuk.


Raisya dan Bu Yulia terpaksa melakukan semuanya."sya mami lelah mami tidak bisa mengerjakannya"ucap Bu Yulia.


"mi mami tega Raisya sedang hamil mi. ayo mi bereskan atau tidak Raisya tidak akan memberikan mami jatah bulanan."ancam Raisya.


Bu Yulia langsung bangkit dan membantu Zahira.


bisa runyam jika Raisya menghentikan jatah bulannanya.


sebenarnya Raisya sedang risau. Arman memberikan uang bulanan untuknya hanya 7 juta rupiah. karena harus berbagi dengan Zahira. sebenarnya uang itu cukup jika hanya untuk kebutuhan pribadinya. namun uang tersebut harus ia bagi kepada mami dan Ranu. sedangkan tabungannya mulai menipis dan bandot tua itu sekarang seenaknya memakai dirinya Tanpa.membayar. sepertinya ia harus segera menyingkirkan Zahira. agar uang bulanan Zahira. beralih padanya. Dan mobil Zahira bisa menjadi miliknya.


****


pagi ini Zahira sudah siap berangkat bekerja. hatinya sangat bahagia karena akhirnya ia bisa bekerja di sebuah perusahaan besar. ia sudah mengabari Bu Rima dan kak Zizi melalui pesan.


mereka mengucapkan selamat untuk Zahira.


Zahira turun untuk sarapan. tak lupa seperti biasa ia menyiapkan sarapan untuk Arman. sedangkan Raisya nampak sibuk dengan makanannya sendiri. sekarang sudah lebih mending Raisya sudah mau mandi dan sedikit berhias.


"za, ibu sangat bangga padamu. Kau sekarang sudah bekerja di sebuah perusahaan besar." Bu Mona berkata dengan bahagia.


Arman memandang Zahira. Zahira sungguh mengagumkan. baru lulus dia sudah mampu mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bagus.


"mas kita jadikan Nanti ke dokter untuk periksa."ucap Raisya memutus pandangan Arman pada Zahira.


Bu Mona nampak mendengkus mendengarnya. raisya selalu saja meminta perhatian pada Arman. setiap hari Raisya hanya menghabiskan waktu dengan bermalas malasan. Untung saja Bu Mona memiliki kegiatan di luar rumah. jika tidak ia bisa stress seharian melihat kelakuan Raisya.


Zahira mengakhiri sarapannya. kemudian ia beranjak mencium tangan Bu Mona. kemudian ia mencium tangan Arman. lalu ia pun langsung pergi menuju mobilnya.


Zahira serasa menghirup udara bebas jika berada di luar rumah. jika dirumah ia harus selalu menyaksikan Arman dan Raisya yang belakangan ini selalu saling menempel. semenjak raisya hamil. Arman selalu tidur di kamar Raisya. alasannya karena keinginan bayinya. Untung saja untuk nafkah Arman masih memberinya. jumlahnya Lin tidak berkurang sedikitpun. Arman berpesan padanya jika Raisya bertanya perihal besaran nafkah yang ia berikan. agar Zahira tidak memberitahu kepada raisya. Zahira langsung mengiyakan saat itu tanpa mau tahu alasan dibaliknya.


sesampainya dikantor raisya langsung menuju ke meja resepsionist. ia merasa harus memperkenalkan dirinya lagi.


"selamat pagi. kenalkan aku Zahira. sejak hari ini aku bekerja sebagai sekretaris CEO"ucap Zahira ramah.


dua gadis yang menjadi resepsionist tersebut saling berpandangan. seingat mereka baru kemarin Zahira interview. tetapi hari ini dia sudah mulai bekerja sebagai sekretaris. namun untungnya dua gadis ini bukan type orang yang langsung berfikiran negatif. mungkin saja karena memang CEO mereka butuh cepat sekretaris.


"selamat pagi Bu zahira. selamat bergabung di perusahaan ini"sahut mereka dengan tersenyum.


Zahira membalas senyuman mereka. lalu melangkahkan kakinya dengan riang menuju lift.


saat sedang menuju lift tiba tiba terlihat semua orang di lobby nampak berdiri dan beberapa menundukkan kepalanya saat berpapasan. ternyata ceo-nya sudah datang bersama dengan asisten pribadinya pak Alfarizi.


Zayn berjalan dengan penuh wibawa. namun ia selalu menebar senyum kepada para karyawann yang berpapasan dengan nya.


Zayn menggunakan lift khusus untuk CEO. matanya memindai sekitar. dan retinanya menangkap sosok yang mengisi mimpinya semalam.


tanpa ragu didekatinya wanita tersebut.


"kau sudah datang. ayo naik lift bersama saya

__ADS_1


kita berada di lantai yang sama"ucap Zayn.


Alfarizi memijit pelipisnya. mengapa Zayn tak berhenti berulah. sedangkan Zahira nampak salah tingkah ketika semua mata memandangnya.


"ayo Zahira. lekas naik lift bersama kami. sebelum bos menjadi tontonan karyawan disini."Alfarizi mendekati Zahira dan berbisik kepadanya.


mendengar itu lekas Zahira mengikuti langkah Zayn dan Alfarizi. berada satu lift bersama Zahira membuat Zayn tersenyum senyum sendiri.


Alfarizi pun menyenggol lengan bosnya Dan berbisik."tolong tahan dirimu. jangan konyol"


hilang sudah senyum Zayn. Alfarizi memang sangat menyebalkan. Untung saja ia sudah bersahabat lama dengan alfarizi. meskipun menyebalkan namun ia tahu jika Alfarizi Sangat perduli dengannya.


sesampainya di lantai 5. Zayn langsung menunjukkan meja Zahira. seharusnya itu dilakukan oleh Alfarizi selama ini. namun karena Zahira istimewa untuk Zayn maka Zayn sukarela menunjukkan sendiri mejanya.


Zahira tidak menyadari apapun. yang ia rasakan hanyalah ueforia karena bisa bekerja disini.


"nanti Alfarizi akan menjelaskan apa saja tugasmu. aku akan keruangan ku dulu."ucap Zayn


Al menarik nafas lega. akhirnya otak Zayn kembali berfungsi sempurna. Alfarizi kemudian menjelaskan beberapa sub pekerjaann Zahira sebagai sekretaris. ternyata benar penilaian Zayn. Zahira sangat pintar dan langsung tanggap dengan apa yang dijelaskan Al.


"ini id cardmu. kau harus pakai selama berada dikantor"ucap Al. id card yang jadi hanya dalam semalam. ulah siapa lagi kalau bukan Zayn. bahkan pihak HRD sampai Heran. karena pak Al langsung yang membawa berkas Zahira Dan meminta untuk segera diproses hari itu juga mengenai perekrutannya. Al beralasan saat ini kondisi urgent maka CEO mereka mempercepat proses rekruitmen.


Zahira memandang id card tersebut dengan bahagia. di fotonya id card tersebut dan dikirimkannya ke Bu Rima, Zizi dan Bu Mona.


tak lama telepon kantornya berdering.tertera 101. ia tahu itu berasal dari ruangan bosnya.


"iya pak Zayn. ada yang bisa dibantu?"jawab Zahira lembut.


(keruangan saya sebentar. ada yang ingin saya bicarakan)ucap Zayn di telepon.


"baik pak"jawab Zahira.


Zahira segera bangkit. sebelum masuk keruangan Zahira terlebih dahulu mengetuk pintu.


"duduk za. ada hal penting yang ingin saya sampaikan padamu"ucap Zayn sembari tersenyum.


Al memandang Zayn. ia sudah bisa menebak Jiak Zayn pasti akan benar benar melancarkan aksinya. Al hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah bos sekaligus sahabatnya.


"za ada yang ingin saya sampaikan. ini agak pribadi. saya harap kamu tidak keberatan"ucap Zayn.


"silahkan pak akan saya dengarkan dengan baik."ucap Zahira gugup. ada apa sebenarnya.


"saya membaca di resume mu. disitu tertulis kau sudah menikah. maka dari itu saya harus menyampaikan secara pribadi. jika syarat kau bekerja disini adalah kau tidak boleh memiliki anak selama kau masih bekerja disini sebagai sekretarisku"Zayn langsung mengemukakan persyaratan yang sebenarnya ia buat secara mendadak semalam.


Zahira tersenyum. syarat yang diberikan bosnya Ternyata tidak sulit. toh memang pernikahannya hanyah status semata.


"baiklah pak saya akan penuhi persyaratan dari bapak."ucap Zahira tersenyum.


senyum yang sangat lebar terbit di bibir Zayn


rasanya ia sangat bahagia mendengar ucapan Zahira. mungkin benar ucapan Al kemarin jika ia memang sudah gila karena sosok wanita bernama Zahira Luna.


****

__ADS_1


__ADS_2