When I See You

When I See You
Hampir saja.....


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepulang sekolah aku di buat kaget dengan kehadiran kak Rangga. Ternyata dia tengah menunggu ku di depan kelas, kehadiran dia pun menimbulkan kehebohan. Banyak siswa di kelas ku yang memperhatikan kehadiran kak Rangga.


Sebagian dari mereka pun ada yang bergunjing dan melihat ke arah ku.


"Udah jangan hiraukan mereka,"


"Itu karena mereka sirik sama kamu." Bisik Vira.


"Iya juga,"


Aku dan Vira pun dengan pedenya keluar dari kelas tanpa menghiraukan mereka yang tengah bergunjing.


"Kamu sudah mau pulang?" Ucap kak Rangga.


"Iya......."


"Ya sudah, gimana kalau kita bareng saja."


"Boleh,"


"Ya udah kalau gitu aku duluan yah,kebetulan aku juga ada janji sama Kirana." Ucap Vira.


Sepertinya dia memang sengaja bilang seperti itu, karena setahu aku dia tidak punya teman bernama Kirana. Vira sepertinya sengaja supaya aku dan kak Rangga bisa berduaan.


"Oh ya sudah,"


"Sampai ketemu besok." Lanjut ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku dan kak Rangga pun memutuskan untuk pulang dengan menaiki bus dan kami pun menunggu di halte bus yang jaraknya tidak begitu jauh dari sekolah.


"Eh Rangga,"


"Itu kami bareng sama siapa?" Tanya seorang perempuan yang baru saja datang.


"Teman, lebih tepatnya adik kelas."


"Oh pantas, soalnya seingat ku di angkatan kita nggak ada dia."


"Hai......."


"Aku Sani," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Xaviera......"


"Panggil saja Vira,"


"Ah Vira........"


Terlihat dia langsung membisikkan sesuatu pada kak Rangga. Aku pun di buat penasaran dengan apa yang di bisikan oleh wanita bernama Sani itu. Namun di lihat dari raut wajahnya kak Rangga tampak menertawakan sesuatu.


"Ya udah kalau gitu, aku duluan yah."


"Lah emang kamu nggak pulang naik bus?" Balas kak Rangga.


"Enggak itu teman ku udah menunggu di sana." Ucapnya.


"Baiklah......."


Sepanjang perjalanan aku hanya bisa terdiam sambil sesekali melihat ke arah kak Rangga.


"Ada apa?" Tanya kak Rangga tiba-tiba.


"Enggak,"


"Aku lihat kamu mencuri-curi pandangan barusan pada ku."


"Hah apa, kakak pede banget."

__ADS_1


"Aku tadi hanya lihat......."


"Lihat apa? Aku sudah menangkap basah kamu."


Aku pun memilih untuk memalingkan wajah dan melihat ke arah luar. Bisa-bisanya kak Rangga mengatakannya langsung pada ku seperti itu.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setibanya di halte bus yang berada di dekat rumah, aku pun langsung berpamitan untuk langsung pulang sama kak Rangga.Namun ternyata dia malah ikut turun dan memapah ku.


"Padahal kakak bisa langsung pulang saja, aku bisa sendiri kok."


"Tidak apa-apa,"


"Lagi pula jarak dari rumah kamu tidak begitu jauh juga dari sini."


"Tidak jauh gimana, jaraknya lumayan cukup jauh dari sini."


"Sudah tidak apa-apa." Balasnya dengan santai.


Setibanya di depan rumah, langkah ku langsung terhenti karena melihat ayah tengah mengurus tanaman di depan rumah.


"Kenapa?" Tanyanya heran.


"Ada ayah......."


"Memangnya kenapa?"


"Ayah pasti marah, lihat aku pulang dengan cowok."


"Karena orang tua ku cukup sensitif, apalagi yang bersangkutan dengan masalah asmara."


"Baiklah aku paham, tapi bukan berarti aku tidak ada atau pun tidak punya keberanian untuk menemui orang tua kamu."


Aku langsung tertegun mendengar ucapan kak Rangga barusan. Rasanya aneh saja dia bisa berkata seperti itu.


"Ya udah, kalau begitu aku duluan yah."


"Sampai ketemu besok," lanjutnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Anak ayah udah pulang," ucap ayah melihat kedatangan ku.


"Ayah tumben banget rajin sekali, biasanya jam segini ayah tengah di rumahnya om Hasbi."


"Oh itu,"


"Kebetulan om Hasbi tengah ada urusan hari ini, jadinya ayah di rumah saja."


"Kenapa memangnya? Kok sepertinya kamu terlihat tidak senang melihat ada ayah di rumah."


"Bukan seperti itu, aku hanya merasa aneh saja." Balas ku.


"Udah sekarang kamu mending langsung masuk aja, makan sana."


"Tadi bunda sudah masak makanan kesukaan kamu."


"Emang bunda kemana?"


"Lagi pergi, ada urusan."


"Oh......."


Aku pun langsung berpamitan untuk masuk lebih dulu.


"Ayah, nanti aku mau ijin buat pergi ke wahana bermain." Ucap ku di ambang pintu.


"Kapan?"


"Sabtu besok,"

__ADS_1


"Tapi sama siapa dulu? Baru ayah ijinkan."


"Ya sama siapa lagi, sama Vira."


"Sama ada tiga teman ku yang lain."


"Oh......."


"Kalau gitu, nanti ayah tanya bunda dulu."


"Ih ayah mah......."


"Kok malah tanya bunda dulu,"


"Ya kan udah cukup, di kasih ijin sama ayah juga."


"Nanti kalau bicara sama bunda, yang ada nggak di kasih ijinnya lagi."


"Maksud ayah itu, biar ayah bantu kamu untuk minta ijin sama bunda. Jadi kamu tinggal tahu beres saja,"


"Oh oke deh, kalau seperti itu ceritanya." Lanjut ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tanpa terasa seminggu sudah berlalu dan hari ini udah saatnya untuk liburan. Seperti yang sudah di rencanakan waktu itu, kami sudah janjian di dekat halte bus.


Baru aja aku keluar dari rumah dan menutup gerbang, kak Rangga sudah menunggu ku di depan rumah.


"Eh kak,"


"Aku tidak tahu, kakak bakalan menghampiri ku ke sini."


"Itu karena yang lainnya udah menunggu di sana dan mereka meminta ku untuk menjemput kamu ke sini."


"Oh jadi aku yang paling belakangan dong,"


"Bisa di bilang seperti itu." Timpalnya.


Aku malah sudah kepedean, tahunya dia menjemput ku ke rumah atas dasar permintaan dari yang lain.


Benar saja, Vira dan yang lainnya tengah menunggu di halte bus. Mereka tampaknya sudah merasa kesal, terlihat dari raut wajah kak Bastian.


"Maaf yah,''


"Sudah buat kalian semua menunggu,karena aku telat."


"Tidak apa-apa, lagian aku juga barusan baru datang juga kok." Balas Vira.


"Aku nih, yang paling duluan datang. Bela-belain nggak sarapan dulu di rumah," ucap kak Bastian.


"Emang kakak datang jam berapa tadi?" Tanya ku.


"Jam setengah 7......."


"Hah? Bukannya kita janjian jam setengah 8 kemarin?" Timpal Vira.


"Ini nih, gara-gara ulah Angga."


"Tadi pagi dia sibuk menelpon ku dan bilang katanya aku harus sampai di sini jam segitu."


"Hehehe......."


"Tadinya aku memang berniat untuk datang lebih awal, tapi ternyata ayah ku malah masuk kerja itu kebagian piket yang paling pagi."


"Aku baru aja selesai mandi, beliau udah berangkat duluan. Makanya aku malah yang telat tadi, padahal aku sendiri yang minta Bastian untuk berangkat lebih awal." Jelasnya.


"Lain kali kalau mau seperti itu, jangan hanya kasih tau Bastian saja. Kasih tahu yang lainnya juga,"


"Kasihan kan, dia harus menunggu kita di sini lama." Jawab kak Rangga.


"Iya deh maaf, lain kali aku nggak bakalan ngelakuin hal seperti ini lagi."

__ADS_1


"Jangan lah, gimana sih kakak." Timpal Vira.


"Udah lah, lagian aku juga tidak keberatan ini. Hanya merasa kesal saja, karena kesepian tadi sendirian di sini." Ucap kak Bastian.


__ADS_2