
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesuai rencana kami pun sudah kumpul pagi-pagi sekali di rumah kakek. Haikal pun sudah mempersiapkan kendaraan yang akan kami gunakan untuk kesana dan sudah selesai di lakukan pengecekan juga.
Begitu pun dengan kak Rangga dan yang lainnya yang sudah datang,sebelum berangkat kakek menyarankan untuk sarapan terlebih dulu. Karena mba yang bekerja di rumah pun memasak lebih awal tidak seperti biasanya. Kenzo pun sempat merengek ingin ikut bersama kami,namun karena kami di sana tidak tahu sampai kapan jadinya paman pun membujuknya untuk pergi ke timezone saja.
Setelah drama yang terjadi kami pun berangkat lebih awal sekitar jam setengah jam 4 pagi. Karena kalau kesiangan seperti rencana awal yang di janjikan berangkat jam 7 yang ada kita nggak bakalan dapat view yang bagus seperti waktu itu.
Kami pun harus menembus dinginnya udara pagi ini,namun semua itu terkalahkan oleh pemandangan yang akan kami dapatkan nantinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat jam 6 kurang lebih, kami pun akhirnya sampai di puncak gunung Telomoyo. Meskipun tadi kak Angga sempat kesulitan saat hendak naik ke atas,karena mungkin ini kali pertama dia melewati jalan yang berkelok dan menanjak.
"Akhirnya sampai juga......!" Seru Vira langsung berlarian.
Tampak dia dan yang lainnya terlihat sangat senang dan menikmati apa yang ada di hadapan kami saat ini. Hamparan awan yang tampak seperti lukisan terpampang nyata di hadapan kami. Kak Rangga sendiri tidak hentinya terus berdecak kagum melihat pemandangan pagi ini dari puncak Telomoyo.
"Ini emang kali pertama yah,buat teman-teman kamu ke sini?" Tanya Haikal.
"Iya, jadi jangan rusak kebahagiaan mereka yah."
"Udah kamu mending ngopi-ngopi aja di warung sana. Nanti yang ada kamu ganggu lagi," lanjut ku.
"Iya, aku sih udah bosen saking seringnya kesini." Timpalnya.
Haikal pun berlalu menuju warung yang ada di kawasan puncak,sedangkan aku dan yang lainnya bersua foto. Kapan lagi aku bisa menghabiskan waktu bersama mereka dan kak Rangga juga.
Sepeninggal dia aku dan yang lainnya asik mengambil beberapa foto untuk kami jadikan kenang-kenangan. Aku tidak tahu kapan lagi kami berlima bisa kumpul dan pergi ketempat yang seindah ini. Terlebih lagi saat ini kami tengah di sibukkan dengan urusan masing-masing,apalagi kak Bastian yang harus mengikuti pelatihan dan jarang mendapatkan libur.
__ADS_1
Tidak terasa hari pun sudah siang dan awan yang tadinya menyelimuti hampir menutupi kawasan itu pun sudah mulai terbuka. Aku dan kak Rangga pun memilih untuk menghampiri Haikal yang tengah menunggu kami di warung. Sedangkan yang lainnya masih asik, aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan mereka saat ini.
"Aku senang bisa menghabiskan waktu kali ini dengan pergi ke sini. Apalagi bareng-bareng sama yang lain," ucap kak Rangga.
"Iya aku juga,"
"Sebentar lagi udah waktunya aku pulang lagi ke Jakarta. Karena sebentar lagi ajaran semester kedua akan segera di mulai."
Mendengar hal itu,kak Rangga langsung memegang tangan ku erat. Dia tampak sedih dan hanya menatap ku saja tanpa mengatakan apa-apa.
"Sepertinya akan lebih baik jika aku kembali bersama Vira dan kak Angga. Supaya aku ada teman di perjalanan nanti," lanjut ku.
"Secepat itu? Perasaan baru kemarin kamu datang ke sini untuk mengunjungi ku."
"Aku minta maaf yah,karena saat itu kamu malah di buat sedih." Jelasnya.
"Tidak apa-apa kak,lagi pula setiap hubungan itu tidak akan selamanya lancar tanpa hambatan."
"Makasih ya,karena kamu sudah mengerti. Aku merasa tidak enak dan bersalah sama kamu,tidak banyak kenangan yang kita ukir selama kamu di sini." Balasnya.
"Kita bisa merencanakan lagi kedepannya,nanti saat kakak udah ada waktu. Janji yah,nanti giliran kakak yang datang mengunjungi ku."
"Janji........" Dia pun mengaitkan jari kelingkingnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari setelah itu, aku dan kak Angga seringkali menghabiskan waktu berdua saja. Meskipun sempat Vira mengajak kami untuk pergi ke suatu tempat yang tengah hits di Semarang, namun aku menolaknya karena aku sudah punya rencana lain dengan kak Rangga.
Sampai akhirnya tiba dimana waktunya untuk aku kembali lagi ke Jakarta dan malamnya aku dan Vira sama-sama membereskan barang-barang kami. Tidak lupa juga kakek sudah menyiapkan oleh-oleh untuk bunda dan ayah di rumah,jadinya yang tadinya aku hanya bawa satu koper saja ada tambahan koper kecil yang tidak boleh aku tinggalkan.
__ADS_1
Sejak pagi kak Rangga sudah datang untuk ikut mengantar ku ke stasiun, sedangkan kak Bastian dia tidak bisa ikut karena waktu liburannya sudah berakhir kemarin.
Setelah berpamitan dengan kakek dan sepupu ku Kenzo, aku pun langsung di antar paman menuju stasiunnya. Sedangkan kak Angga sudah berangkat lebih dulu dari hotel dimana dia menginap semalam.
Sepanjang perjalanan paman tidak hentinya memberi ku pesan,seperti layaknya seorang ayah pada anak perempuannya. Selama di sini paman lah yang selalu mengantar ku kesana kemari dan mengajak ku jalan-jalan ke tempat yang belum pernah aku kunjungi selama dulu tinggal di sini.
Tibalah waktunya untuk kami berpisah, dari tadi di mobil kak Rangga tidak pernah melepaskan genggamannya dari tangan ku. Meskipun sejujurnya aku juga berat untuk berpisah secepat ini dengan dia,namun kami harus melanjutkan apa yang tengah kami jalani saat ini.
"Nanti kalau sudah sampai,jangan lupa kasih kabar. Aku akan menunggu kabar dari kamu," ucap kak Rangga.
"Udahlah kamu tenang saja,Xavi tidak sendirian ini. Ada aku dan Vira yang bersama dengan dia sekarang." Ucap kak Angga.
"Tetap saja,"
"Ya sudah kalau begitu aku berangkat yah....."
"Kakak di sini jaga diri baik-baik, jangan lupa makan. Sama yang terpenting kesehatan kakak harus di jaga,jangan makan sembarangan." Ucap ku.
"Iya siap."
Aku,Vira dan kak Rangga pun langsung menuju tempat pengecekan tiket,karena kami memesan tiketnya lewat online semalam. Pama dan kak Rangga masih berdiri menunggu sampai kami memasuki area tempat dimana keretanya berada.
"Udah, nanti juga kalau ada waktu lagi kita bisa kumpul lagi.'' Ucap Vira menguatkan ku.
"Iya......."
Kami bertiga pun langsung masuk ke dalam keretanya dan mencari tempat duduk yang sesuai dengan nomor yang ada di tiket.
"6 jam loh kita di perjalanan nanti,"
__ADS_1
"Bagus jika kalian istirahat saja." Ucap kak Angga.
"Iya kalau bisa tidur, kalau enggak gimana?" Timpal Vira.