When I See You

When I See You
Cerita Angga


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tanpa terasa hari pun sudah siang dan aku masih betah nongkrong dengan kak Angga dan kak Bastian.


"Ngomong-ngomong, besok kita udah mau masuk sekolah lagi. Enggak kerasa banget yah, perasaan baru kemarin kita libur." Ucap kak Angga.


" Ya itu sih kamu, kalau aku sibuk banget."


"Selama liburan sekolah kemarin, aku tidak kemana-mana. Aku di sini terus bantu orang tua aku jagain cafe mereka."


"Ya tapi kan, pada akhirnya kamu bakal dapat imbalan juga."


"Iya sih, mereka kasih aku tambahan uang jajan."


"Nah itu,"


"Xavi,"


"Teman kamu si Vira kapan dia balik?" Tanya kak Angga.


"Sore kayaknya,tapi gak tahu juga."


"Soalnya aku belum nanyain juga sih."


"Ih gimana sih, kalian kan temenan. Bagaimana bisa kamu nggak tau,"


"Kenapa nggak kakak aja, yang tanya langsung sama dia. Kapan dia bakal pulang,"


"Bukannya kakak udah punya nomor HP dia?"


"Ih ya enggak mau lah....."


"Nanti di sangkanya aneh-aneh lagi sama dia." Timpalnya.


"Alah, bilang aja kamu suka sama dia."


"Asal kamu tahu aja, selama libur kemarin dia bolak-balik ke cafe."


"Apa coba yang dia pinta, dia minta aku untuk kirim pesan sama Vira. Nanyain dia masih lama enggak dan kapan pulang ke sini nya." Jelas kak Bastian.


"Jadi benar, kakak menaruh hati sama Vira?"


"Iya......"


"Mau aku sembunyikan pun percuma, ujung-ujungnya bakalan ketahuan juga."


"Tapi sepertinya Vira hanya menganggap aku teman saja. Tau sendiri sikap dia sama aku kayak gimana."


"Yang sabar yah,"


"Dia anaknya memang seperti itu, susah untuk di tebak. Kakak jangan purus asa buat ngedeketin dia,"


Kak Angga pun hanya terdiam dengan menatap kosong ke arah luar.


"Sebenarnya sehari sebelum dia berangkat ke Bandung, aku sempat ajak Vira untuk lihat festival."


"Terus?" Tanya kak Bastian semangat.


"Aku tidak sengaja dengar percakapan dia dengan teman dia."


"Temannya siapa?" Tanya ku.


"Katanya teman waktu SMP, kalau nggak salah namanya Salsa sama Nabila."


"Oh iya, aku tahu."


"Apa kata dia,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...

__ADS_1


*Flash Back......


"Itu kamu datang sama siapa Vir?" Tanya Nabila.


"Kak Angga,"


"Pacar baru kamu?"


"Kalian bertemu di mana?" Sambung Salsa.


"Sepertinya di sekolah dia yang sekarang lah." Timpal Nabila.


"Eh kalian ngomong apa sih,"


"Aku sama dia hanya berteman saja, tidak lebih."


"Aku hanya anggap dia itu sebagai senior ku saja," lanjut Vira.


"Tapi kamu kok mau, pergi ke sini bareng sama dia?"


"Kalau kamu nggak suka, pasti kamu bakalan milih untuk pergi dengan yang lain."


"Eh nggak gitu juga konsepnya,"


"Bukan berarti aku datang ke sini dengan dia, bisa di bilang aku suka. Ya enggak lah....."


"Lagian aku nggak mau, kalau akhirnya aku pacaran dengan teman ku sendiri."


"Takutnya suatu saat kita pisah, kita jadi canggung dan jauh. Lebih enak berteman saja,"


"Kan kalau teman nggak ada kata bekas teman, beda dengan pacar." Jelas Vira.


"Ah iya aku ngerti,"


Angga yang sedari tadi berdiri di belakang Vira pun hanya bisa diam terpaku, sambil memegang es krim yang sudah mulai meleleh.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Aku mau jujur dengan perasaan ku sama dia,"


"Kalian tau kan, gimana sulitnya memendam perasaan ini sendirian. Apalagi tiap hari aku lihat dia di sekitaran aku," lanjutnya.


"Ya aku tahu betul gimana rasanya." Balas ku.


Apa yang di takutkan oleh kak Angga itu, sama persis dengan apa yang aku rasakan saat ini. Bedanya aku tidak merasa takut,kalau harus menerima jawaban yang mengecewakan dari kak Rangga nantinya.


"Bas, kamu jangan diam dong."


"Kasih teman kamu ini solusi,"


"Apa yang harus aku lakukan kedepannya?" Lanjut kak Angga.


"Ya aku juga bingung lah,"


"Apalagi aku, sama sekali aku tidak punya pengalaman dalam masalah percintaan."


"Emangnya kamu pernah gitu, lihat aku dekat sama cewek selama ini?"


Kak Angga pun hanya menggeleng-geleng kepalanya.


"Nah itu,"


"Jadi, gimana aku mau kasih solusi sama kamu. Nanti yang ada kamu malah tersesat lagi,"


Saat kami tengah asik mengobrol, tanpa kami sadari Vira datang menghampiri kami.


"Eh itu Vira kak," ucap ku sambil menyiku kak Angga.


"Eh biasa aja, jangan sampai dia curiga."

__ADS_1


Terlihat Vira membawa beberapa tas di tangannya, raut wajahnya tampak bahagia dan tidak hentinya terus tersenyum.


"Sepertinya dia tengah berbahagia, lihat aja wajahnya tampak cerah banget hari ini." Bisik kak Bastian.


Setelah menunggu beberapa saat, Vira pun langsung duduk tepat di depan kak Angga. Tampak raut wajah kak Angga langsung berubah kemerahan. Sepertinya dia tengah menahan rasa malunya di depan Vira.


"Kalian lagi ngomongin apa? Aku perhatikan dari tadi kalian asik ngobrol. Sampai kalian tidak menyadari kedatangan ku tadi." Ucap Vira.


"Enggak ada, kita hanya ngobrol biasa aja. Biasalah," balas kak Bastian.


"Oh iya, kapan kamu balik?" Tanya ku.


"Tadi pagi,"


"Asal kamu tahu, tadi aku bahkan sempat ke rumah kamu loh."


"Tapi bunda kamu bilang, kamu lagi jalan-jalan keluar."


"Untung aja tadi aku ketemu sama Hawa di jalan dan dia bilang lihat kamu ke arah sini." Jelas Vira.


"Iya, soalnya rumah aku tengah di bersihkan."


"Eh taunya tadi di jalan, malah tidak sengaja ketemu sama kak Angga dan di ajaknya aku kesini." Jelas ku.


"Pantas,"


"Oh iya, aku sampai lupa. Ini ada sedikit oleh-oleh buat kalian, tidak banyak sih."


"Hanya saja aku ingat saja sama kalian, jadi aku beli beberapa saat di perjalan pulang tadi."


Kami pun menerima bingkisan yang di bawa Vira dan mengambil masing-masing satu tas.


"Terus ini punya kak Rangga gimana?" Tanyanya.


"Gimana kalau sama kamu saja,di kasihnya. Kan rumah kamu sama kak Rangga lumayan dekat." Lanjutnya.


"Gimana yah,"


"Tapi sepertinya saat ini dia tidak berada di rumahnya."


"Udah bawa aja dulu, kan bisa besok aja sekalian berangkat sekolah." Sambung kak Angga.


"Benar itu," timpal kak Bastian.


Sepertinya mereka bertiga memang sengaja,meminta aku sendiri yang memberikannya langsung pada kak Rangga. Di lihat dari gerak-gerik mereka bertiga yang mencurigakan.


"Ya udah........"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di rumah, aku langsung menaruh bingkisan dari Vira di atas meja makan.


"Apa itu nak?" Tanya bunda yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ah ini, dapat di kasih sama Vira."


"Kan dia habis liburan....."


"Ah......"


"Oh iya, bunda lupa tidak kasih tahu kamu."


"Kenapa bunda?"


"Tadi sepertinya bunda lihat Rangga,"


"Dimana?"


"Di sepertinya lewat depan rumah kita deh...."

__ADS_1


__ADS_2