
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku sangat bersyukur bisa melewati tahapan menjelang ujian nanti, nilai dari ulangan aku pun cukup memuaskan dengan hasil terbaik di kelas ku.
Bunda dan ayah pun menghadiahkan aku barang yang memang sudah dari lama aku inginkan,yaitu berupa iPad keluaran terbaru. Aku memang sangat membutuhkan itu untuk saat ini.
Hari ini aku pergi ke cafe untuk bertemu dengan Vira di sana,tidak seperti dulu kami biasa nongkrong di cafe milik keluarga kak Bastian, sekarang kami memilih cafe yang letaknya dekat dengan perpustakaan umum.
Karena sampai lebih dulu, aku pun memutuskan untuk mesan beberapa makanan dan cemilan. Kebetulan tadi di rumah aku hanya makan roti dan susu saja,jadinya tidak cukup untuk mengganjal perut ku.
Hampir sekitar 10 menitan aku menunggu kedatangan Vira, padahal sebelumnya dia janji akan datang lebih awal tapi nyatanya aku sendiri yang datang lebih dulu.
"Wah ada yang baru nih," ucap Vira yang baru saja datang mengagetkan ku.
"Iya ini dapat di kasih bunda sama ayah. Mereka kasih ini,karena aku berhasil dapat nilai yang bagus di ulangan kemarin." Jelas ku.
"Enak banget yah,"
"Orang tua ku,tidak kasih aku apa-apa. Padahal nilai ku kemarin cukup baik,"
"Hanya uang jajan ku saja yang sekarang di kasih lebih." Lanjutnya.
"Jangan ngomong kayak gitu. Buktinya mereka kasih uang lebih sama kamu sekarang,itu buktinya mereka pun mengapresiasi usaha kamu."
"Iya sih,"
Setelah curhat sebentar,Vira pun pergi untuk memesan cemilan dan minuman. Karena aku tadi tidak langsung memesan untuknya juga,takutnya makanannya keburu dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai mengganjal perut, kami berdua pun langsung menuju perpustakaannya. Jaraknya hanya beberapa langkah saja dari cafe tempat kami tadi makan.
Mungkin karena ini hari libur dan juga kebanyakan sekolah di sini rata-rata tengah mempersiapkan muridnya untuk ujian,jadinya pengunjung perpustakaan nya hari ini cukup banyak di banding minggu kemarin. Namun meskipun begitu masih ada tempat yang kosong untuk kami berdua belajar selama sekitar 4 jam kedepan.
__ADS_1
Kami berdua sengaja memilih untuk belajar di lantai 3, karena di sana tempatnya jauh lebih tenang dan tidak banyak orang juga. Jadinya kami bisa fokus belajar tanpa ada gangguan apapun.
Jujur memang terasa suntuk dan membosankan, yang biasanya saat libur sekolah kami gunakan untuk istirahat atau pergi jalan-jalan ke mall atau ke tempat wisata,ini kami malah pergi ke perpustakaan karena harus belajar.
Aku ingin di ujian nanti bisa mendapatkan hasil yang bagus dan memuaskan, aku punya harapan supaya setelah lulus nanti aku bisa melanjutkan kuliah di kampus yang aku inginkan dimana pun itu.
Waktu pun telah berlalu cukup cepat dan aku sudah menyalin beberapa temuan dari buku yang aku baca sejak tadi,tidak lupa aku pun menyalinnya ke dalam iPad supaya lebih praktis.
"Xavi, aku mau ke toilet dulu yah. Udah gak tahan nih, kebelet." Bisik Vira.
"Oh ya sudah,nanti aku jagain barang-barang kami. Tenang aja,"
Dia pun langsung turun ke lantai dua,karena toiletnya sendiri hanya ada di lantai satu dan lantai dua saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak terasa aku sudah membaca beberapa buku yang tadi aku ambil,karena melihat jam sudah menunjukan pukul 11 siang aku pun mengajak Vira untuk istirahat terlebih dulu. Enaknya di tempat ini itu, ada tempat istirahat khusus pengunjung yang bisa di gunakan untuk tiduran atau bersantai sambil menikmati pemandangan yang ada di luar sana.
Satu jam sudah berlalu dan alarm yang aku atur sebelumya pun sudah berbunyi. Tidak lupa aku pun membangunkan Vira yang ternyata masih tertidur pulas. Untungnya dia bukan tipe orang yang sulit untuk di bangunkan,meskipun dia bergeming masih ingin melanjutkan tidurnya karena saking nyamannya.
"Tapi kita harus pulang, biar yang lain bisa gantian juga. Ayo," ajak ku.
Dalam kondisi masih setengah sadar,dia pun mengikuti aku dari belakang. Sebelum pulang tidak lupa kami pun lebih dulu menyimpan buku yang tadi kami ambil ke tempatnya semula dan kami hanya di bolehkan meminjam buku masing-masing hanya 2 buku saja.
"Aku sangat menikmati tidur ku barusan," ucapnya.
"Ya sama, sepertinya sepulang dari sini aku mau langsung lanjutin tidur lagi deh. Jujur aku masih ngantuk,"
"Gimana kalau kamu ikut ke rumah ku dulu saja,nanti sore baru kamu pulang." Ajak ku.
Vira pun sempat terdiam sesaat dan setelah itu dia pun akhirnya setuju dengan usulan yang aku ucapkan barusan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sesampainya di depan rumah, aku di buat kaget karena melihat kak Rangga dan kak Angga yang tengah jongkok di samping pagar rumah ku.
"Kak Rangga," panggil ku.
Mendengar aku yang memanggil namanya,dia pun langsung beranjak dan melihat ke arah ku.
"Xavi......"
"Kenapa kakak bisa ada di sini? Kapan pulang?" Tanya ku.
"Baru aja sampai sejam yang lalu." Balasnya.
"Kenapa nggak bilang sebelumnya,kalau kakak bakalan pulang minggu ini. Aku kan bisa jemput kakak ke stasiun,"
"Sengaja, aku ingin kasih kejutan untuk kamu. Tapi ternyata setibanya di sini,kamu tidak ada di rumah."
"Tadinya Angga menyarankan untuk menelpon kamu dan menanyakan keberadaan kamu,tapi urung aku lakukan. Karena kan niat awalnya aku ingin kasih kejutan untuk kamu." Jelasnya.
"Padahal aku kasih tahu Angga loh, kalau hari ini aku mau pergi ke perpustakaan." Timpal Vira.
"Iya, tapi kamu nggak cerita kalau kamu pergi sama Xavi." Sambung kak Angga.
"Kalau bukan sama Xavi, memangnya sama siapa lagi aku pergi."
"Eh udah, kok kalian malah ribut sih?"
"Yang terpenting sekarang kita sudah bertemu di sini. Nah mumpung ada di sini,gimana kalau kita langsung masuk saja." Ajak ku.
Tanpa menunggu persetujuan mereka berdua,karena kelamaan mikir aku pun langsung menarik tangan kak Rangga dan mengajaknya langsung masuk ke dalam rumah.
Untung saja semalam itu bunda dan ayah habis belanja bulanan,jadi stok cemilan di rumah terbilang aman. Vira pun membantu ku menyiapkan minuman dan cemilan untuk teman kami ngobrol.
Aku sengaja mengajak mereka duduk di halaman belakang,karena kalau di dalam rumah terasa pengap dan gelap juga. Lebih enak di belakang rumah karena bisa sambil menikmati angin yang bertiup lembut.
__ADS_1