When I See You

When I See You
First Kiss


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kak Rangga pun ikut duduk di samping ku,meskipun aku tidak bisa melihatnya secara langsung,tapi aku bisa merasakan saat dia hendak duduk di sampingku.


"Kenapa?"


"Kenapa apanya?" Tanya ku balik.


"Kakak merasa sikap kamu aneh,kamu seperti berusaha untuk menghindari kakak."


"Beberapa hari ini kami bahkan tidak berangkat sekolah dengan bus, saat istirahat pun Vira bilang kamu langsung buru-buru keluar."


"Terlebih lagi, kakak sama sekali tidak bisa menghubungi kamu. Apa HP kamu rusak? Sampai kamu tidak bisa mengangkat telpon dari kakak."


"Masalah itu......."


"Kenapa? Kamu marah sama kakak?" Tanyanya.


Aku pun langsung terdiam dan hanya bisa memalingkan wajah ku.


"Lihat kaka sini," ucapnya.


"Tidak,"


"Xavi, lihat kakak."


"Kalau benar kamu tidak marah sama kakak, pasti kamu nggak bakalan menghindari kakak sejauh ini." Lanjutnya.


"Aku tidak marah kok," balas ku dengan posisi masih membelakanginya.


"Ya udah, kalau gitu lihat kakak."


Dia pun memegang pundak ku dan membalikkan badan ku.


"Kalau kamu tidak marah, kenapa sampai kamu tidak ingin lihat kakak? Bahkan beberapa hari ini, kamu menghindari kakak." Ucapnya.


"Aku hanya merasa kesal saja,"


"Iya kakak tahu, tapi tidak dengan menghindari kakak seperti ini. Kamu kesal sama kakak, tapi kamu tidak kasih kakak untuk menjelaskannya sama kamu." Jelasnya.


Aku pun hanya bisa terdiam, dengan air mata yang bercucuran. Melihat itu, kak Rangga pun menyekanya dan berusaha untuk menenangkan aku.


"Maafin kakak, kalau buat kamu kecewa. Kakak pun bingung harus menjelaskannya seperti apa, karena kamu sulit untuk di hubungi." Lanjutnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah merasa lebih tenang, aku pun mulai menjelaskan alasan kenapa aku bisa sekesal ini sama kak Rangga.


"Kamu hanya salah paham,"


"Rere itu, teman sekelas ku. Dia murid pindahan dan baru masuk awal minggu ini."


"Saat itu dia minta bantuan ku, karena dia kesulitan dengan tugas fisika. Dan memang wali kelas ku pun,minta tolong sama aku untuk membantunya karena dia sedikit tertinggal dalam pelajaran." Jelas kak Rangga.


"Kalau masalah dia membicarakan ku seperti itu pada temannya, kakak tidak tahu."


"Kakak hanya anggap dia itu, teman saja tidak lebih." Lanjutnya.


"Benarkah?" Tanya ku meyakinkan.


"Kalau tidak percaya, kamu bisa tanya Bastian dan Angga.Mereka yang tahu bagaimana kakak di kelas seperi apa."

__ADS_1


Perasaan ku pun mulai membaik, setelah mendengar penjelasan kak Rangga barusan. Aku hanya salah paham dan berburuk sangka saja sama dia selama ini.


Aku merasa malu sekali, karena berpikir yang tidak-tidak terhadap dia dalam beberapa hari ini. Harusnya aku bersikap dewasa dan berani untuk menanyakannya langsung, bukan malah menghindarinya.


Tiba-tiba saja, kedua tangan kak Rangga meraih wajah ku. Sontak saja aku kaget dan langsung menatapnya.


"Tidak mungkin......" Bisik ku dalam hati.


*Cup.........


Kak Rangga mendaratkan ciumannya di bibir ku, karena malu aku pun memejamkan mataku dan merespon ciumannya.


Aku sepertinya sudah gila saat ini, karena berani ciuman dengannya di sekolah. Setelah menyudahi ciumannya, karena merasa malu aku pun buru-buru pergi.


Namun, kak Rangga sudah lebih dulu berhasil menarik tangan ku dan memeluk ku dari belakang.


"Kenapa kamu malah kabur?" Tanyanya.


"Aku merasa malu saja,"


"Bisa-bisanya kamu malah kabur, setelah berhasil berciuman dengan ku."


"Jadi, apa setelah ini aku bisa anggap kita berdua sudah resmi berpacaran saat ini?" Lanjutnya.


"Hah?"


Karena terkejut, aku pun langsung melepaskan pelukannya dan berbalik menghadapnya.


"Awalnya aku berencana untuk menyatakan perasaan ku ini dengan cara yang romantis,"


"Tapi sepertinya aku tidak bisa menunggu lagi, karen kamu beberapa hari ini malah menghindari ku."


"Aku sudah terlanjur menyatakannya di sini," Jelasnya.


"Atau jangan-jangan, kamu tidak memiliki perasaan yang sama terhadap ku?" Tanyanya.


"Tidak bukan seperti itu kak,"


"Aku hanya merasa kaget saja. Aku tidak menyangka kakak bakalan menyatakan perasaan kakak barusan." Lanjut ku.


"Jadi?"


"Enggak tau ah, aku malu."


Aku pun buru-buru kabur dari hadapannya secepat kilat. Rasanya seperti mimpi, seorang yang selama ini aku kagumi barusan habis menyatakan perasaannya pada ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setibanya di kelas,aku langsung duduk di kursi ku sambil menenangkan diri ku yang merasa kacau.


"Ya.......!" Teriak Vira.


"Kamu dari mana saja, aku cariin kamu kemana-mana tadi."


"St......."


"Kenapa?" Tanyanya heran.


"Aku tengah menenangkan diri ku saat ini, jadi kasih aku waktu sejenak untuk berpikir."


"Hah? Maksudnya apaan sih?"

__ADS_1


"Kamu kok jadi aneh sih, akhir-akhir ini."


"Kamu nggak lagi sakitkan?" Lanjutnya.


"Tidak lah, aku baik-baik saja." Balas ku.


"Ya terus kenapa? Cerita lah sama aku,biasanya juga kamu suka cerita kalau ada apa-apa."


"Tadi kak Rangga menyatakan perasaannya pada ku," bisik ku.


"What? Aru you suru?"


"Aku mendengarnya dengan jelas,"


"Ya ampun,Xavi."


"Selamat yah, aku ikut senang mendengarnya."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepulang sekolah aku masih merasa tidak percaya, kalau saat ini aku dan kak Rangga tengah menjalin hubungan. Terlebih lagi, saat ini dia tengah menunggu ku di depan kelas ku.


Sontak saja apa yang di lakukan oleh kak Rangga barusan itu,mengundang perhatian beberapa siswa di kelas ku. Sebagian dari mereka bahkan sempat menunjukku dan seolah meledek ku.


"Yuk," ajaknya.


"Hem, enak yah."


"Sekarang udah ada yang nungguin untuk pulang bareng." Ucap Vira yang keluar bareng dengan ku.


Kak Rangga hanya bisa tersenyum saja, tidak lama kemudian kak Angga datang menghampiri kami.


"Eh besok kita jadikan ngerjain tugas di rumah Bastian?" Tanya kak Angga.


"Jadilah,"


"Oh kakak mau belajar bareng besok? Kita boleh ikut kan," ucap Vira.


"Enggak usah,lagian kitakan bukan satu angkatan."


"Mana bisa kamu gabung sama kita yang udah kelas XI." Lanjut kak Angga.


"Ih Angga......." Balas Vira kesal sambil memukul kak Angga.


"Eh, kalian berdua kok malah ribut sih."


"Udahlah, lagian nggak apa-apa juga kali. Ajaklah," sambung kak Rangga.


Merasa ada yang membelanya, Vira pun meledek kak Angga dengan menjulurkan lidahnya. Melihat hal itu, kak Angga tidak terima dan mengejar Vira karena dia sudah lebih dulu kabur.


"Ya ampun, mereka udah kayak kucing sama anjing aja. Enggak ada akur-alurnya," Lanjut kak Rangga.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di rumah, aku langsung menuju dapur untuk mengambil minum. Aku masih saja terbayang kejadian saat di belakang sekolah tadi dan tanpa sadar aku terus tersenyum sendirian.


"Eh eh......"


"Ada apa dengan anak ayah hari ini? Kemarin saja pulang-pulang dalam keadaan lemas banget."


"Sekarang aja, malah senyum-senyum sendirian." Lanjut ayah.

__ADS_1


"Ya ampun ayah, buat aku kaget saja." Balas ku.


"Enggak kaget gimana? Dari tadi ayah panggil-panggil,nggak di jawab sama kamu."


__ADS_2