
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hal yang aku anggap akan baik-baik saja setelah kejadian itu,ternyata semuanya salah. Beberapa hari setelah itu aku mendapatkan pesan dari kontak baru,meskipun nomornya baru aku langsung tau itu siapa. Dengan hanya membaca isi dari pesan yang di kirimkan orang tersebut.
"Aku harap kamu bisa merelakan Rangga untuk aku. Secara sekarang kalian berjauhan dan pastinya dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ku."
"Aku tidak ingin kalah dari anak ingusan seperti kamu. Sekarang Rangga mungkin tengah kecewa pada ku,namun akan aku pastikan dia akan balik berpaling pada ku."
Jujur aku sangat terkejut dengan sikap nekad yang di miliki oleh Tasya dan darimana dia bisa mendapatkan nomor aku?
Karena tidak ingin mengganggu pikiran, aku pun langsung memblokir nomor itu. Namun sebelum itu aku screenshot dulu pesan yang di kirimkan oleh Tasya untuk aku jadikan bukti nantinya.
Masalahnya hari ini aku tengah mengikuti latihan soal beberapa pelajaran yang nantinya bakal di jadikan bahan untuk ujian, aku tidak ingin saja masalah ini mengganggu ku. Kalau pun aku langsung kasih tahu kak Rangga,sebenarnya bisa saja. Namun aku memilih untuk menunggu sampai ulangan minggu ini selesai,karena setahu aku kak Rangga pun sama tengah mengikuti ujian di kampusnya sekarang.
"Tapi menurutku, sebaiknya kamu jangan menunda ini terlalu lama. Kak Rangga harus tau masalah ini secepatnya," ucap Vira.
"Kita tunggu sampai nanti kamis saja. Kamu tahu juga kan, saat ini dia tengah ada ujian di kampusnya. Aku tidak ingin buat dia khawatir," balas ku.
"Ya aku mengerti,namun aku juga merasa khawatir sama kamu. Dia udah berani mengirimi kamu pesan seperti itu, darimana coba dia mendapatkan nomor kamu? Kan aneh." Jelasnya.
"Ya aku juga memikirkan hal yang sama seperti kamu. Secara kak Rangga sendiri sudah jelasin,kalau dia udah gak berhubungan lagi dengan dia."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Untuk berjaga-jaga, aku pun menutup dulu semua akun media sosial ku. Takutnya karena nomornya sudah aku blokir, dia malah nekat mengirimi aku pesan lewat media sosial milik ku.
Aku tidak habis pikir saja,dia sangat terobsesi ingin memiliki kak Rangga, bahkan sampai meneror ku seperti itu.
Sepulang sekolah aku pun tidak langsung naik ke lantai atas,melainkan memilih untuk bersantai di ruang tengah. Hari ini ayah dan bunda tengah ada di luar,karena sepulang dari tempat kerja mereka langsung menuju super market untuk belanja mingguan katanya.
Saat aku tengah bersantai,tiba-tiba saja kak Rangga menelpon ku. Dia tampak baik-baik saja,sama seperti biasanya karena dia belum tahu tentang masalah yang baru saja menimpaku.
__ADS_1
Dia cerita kalau minggu depan dia akan pindah ke kosan baru. Meskipun jaraknya tidak sedekat dengan kosan yang sekarang,tapi di kosan barunya nanti peraturannya cukup ketat dan tidak bisa sembarang orang bisa masuk. Karena ada scurity yang menjaganya 24 jam di depan.
Mendengar kabar darinya aku sangat senang,setidaknya Tasya tidak bisa mengganggu kak Rangga saat berada di luar kampus. Menurut ku tidak mungkin juga dia nekat melakukan hal yang buruk saat di kampus,pastinya dia melakukan hal buruk saat berada di kuar kampus. Tapi aku juga tidak tahu,di lihat dari dia yang bisa nekat dengan mengirimi aku pesan seperti itu sepertinya bisa saja.
"Xavi........" Panggil ayah yang baru saja pulang.
"Eh ayah, bukanya ayah biasa pulang bareng sama bunda?"
"Iya, hanya saja hari ini ayah pulang lebih awal. Soalnya pekerjaan ayah sudah selesai lebih dulu dan bunda pun minta ayah untuk pulang duluan." Jelasnya.
"Ah........"
"Kamu udah makan belum?"
"Belum,ini aku juga baru sampai. Barusan habis istirahat dulu sebentar,"
"Ya sudah, sebaiknya kamu sekarang mandi ganti pakaian. Biar ayah masakin sesuatu untuk kamu,pasti kamu lapar."
"Kedengarannya bagus,baiklah. Aku nggak kan lama-lama mandinya,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya di sekolah aku tidak langsung masuk ke kelas dan memilih untuk bersantai di taman,sambil menunggu Vira datang.
Setelah menunggu hampir sekitar 10 menitan, akhirnya Vira pun datang. Dia tampak senang hati ini,aku bisa tahu itu karena dia datang dengan bernyanyi sambil menikmati eskrim di tangannya.
"Yang benar saja kamu, ini masih pagi loh."
"Masa iya kamu udah makan eskrim aja," ucap ku.
"Ah ini, aku dapat di kasih dari tukang warung tadi. Kalau aku tolak kan nggak baik juga,takut bapak warungnya tersinggung." Jelasnya.
__ADS_1
"Kamu udah lama di sini?" Tanyanya.
"Tidak juga,"
Dia pun ikut duduk bersama ku sambil menikmati sisa es krimnya. Kelakuan teman ku yang satu ini, memang terkadang di luar dugaan dan itu lah yang selalu jadi penghibur ku di saat lelah akhir-akhir ini. Apalagi sekarang kami tengah di sibukkan dengan persiapan ujian,yang udah di depan mata.
"Ah iya lupa, aku belum menanyakannya sama kamu."
"Masalah si Tasya itu, apa kamu sudah cerita sama kak Rangga?" Tanyanya.
"Belum," balas ku singkat.
"Ih kenapa belum, harusnya kamu cerita sama kak Rangga secepatnya. Biar cewek itu di kasih pelajaran langsung sama kak Rangga, supaya dia gak macam-macam lagi sama kamu."
"Iya, secepatnya aku akan kasih tahu dia. Kamu tenang aja,"
Vira tampak tidak puas dengan keputusan ku kali ini,sejak kemarin memang dia lah yang selalu mendorong ku untuk segera menceritakan masalah yang menimpaku baru-baru ini.
"Dengan kamu menundanya,yang ada masalah ini secara tidak langsung malah di biarkan begitu saja." Lanjutnya.
"Ya aku tahu maksud kamu gimana, cuma aku juga punya alasan sendiri kenapa aku sampai belum kasih tahu kak Rangga masalah ini."
"Hem......."
"Ya sudahlah, gimana kamu saja."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini pelajaran yang aku ikuti cukup melelahkan,belum lagi praktik pelajaran olah raga yang menguras tenaga yang cukup buat aku lemas.
Rasanya hari ini kondisi ku tidak seperti hari biasanya,mungkin saja ini karena aku memikirkan masalah yang tengah menimpaku saat ini. Meskipun aku berusaha untuk tenang, namun sejujurnya aku juga pusing memikirkan gimana cara untuk aku menyampaikan masalah ini sama kak Rangga.
__ADS_1
Semoga saja sepulang sekolah nanti, aku punya ide atau jalan untuk punya keberanian bicara sama kak Rangga.
Tidak baik juga ternyata,memendam masalah ini sendirian. Terlebih lagi aku pun tengah di hadapkan, untuk bersiap mengikuti ujian yang sudah di depan mata.