When I See You

When I See You
Cerita Vira


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di sekolah, kami malah mendapati Vira tengah duduk sendirian di dekat taman. Wajahnya tampak murung,bahkan dia tidak sadar dengan kedatangan kami berdua.


"Kenapa dia?" Tanya kak Rangga.


"Aku pun tidak tahu,sebaiknya aku tanya langsung saja."


"Ya sudah, kalau begitu kakak duluan ke kelas yah."


"Takutnya nanti dia nggak nyaman lagi karena ada kakak." Lanjut kak Rangga.


"Ya sudah,"


Sepeninggal kak Rangga, perlahan aku pun mendekati Vira. Benar saja,wajahnya terlihat sangat sedih saat ini. Matanya terlihat sembab,sepertinya dia habis menangis.


"Vira......" Panggil ku.


Dia pun tampak terkejut dan langsung mendongakkan kepalanya, melihat ke arah ku.


"Kamu kenapa?"


"Gimana ini Xavi? Sepertinya aku sudah salah langkah." Ucapnya.


"Maksud kamu apa? Bicara yang benar,supaya aku paham.


"Tadi, aku lihat kak Angga berangkat sekolah dengan seorang cewek. Mereka berdua tampak akrab,bahkan kak Angga menggandeng tangan cewek itu."


"Hah? Terus masalahnya apa?" Tanya ku kembali.


Aku hany pura-pura tidak tahu saja, padahal sebenarnya aku tahu betul bahwa sebenarnya Vira punya rasa terhadap kak Angga.


Aku kenal dia cukup lama, Vira memang tidak seperti aku yang terus terang dalam menyukai seseorang,sedangkan dia malah sebaliknya.


"Sepertinya aku punya rasa terhadap kak Angga, tapi sepertinya kak Angga tidak. Makanya kenapa dia saat ini tengah dekat dengan orang lain."


"Apa aku salah yah? Selama ini aku hanya tidak ingin menunjukannya secara jelas. Aku hanya takut perasaan ku ini akan berubah seiring dengan berjalannya waktu, tapi ternyata tidak.Semakin lama perasaan ini,makin tumbuh."


"Dada ku terasa panas, saat melihat dia menggandeng tangan cewek lain di hadapanku." Jelasnya.


"Sebentar deh,"


"Bukannya kamu hanya anggap kak Angga itu teman saja? Tapi dari kata-kata kamu barusan, kamu suka sama kak Angga." Balas ku.


"Ya awalnya aku hanya anggap dia teman saja, tapi sepertinya hati ku sendiri yang menolak itu."


"Aku suka sama dia," lanjutnya.


Aku di buat tersenyum dengan kisah cinta Vira dan kak Angga. Selama ini kak Angga sudah salah paham karena kejadian saat mereka pergi ke festival dulu. Begitu pun dengan Vira, karena dia tidak jujur sejak awal sekarang dia malah merasakan kekecewaan karena kak Angga sudah menggandeng cewek lain.


Aku harus ceritakan ini sama kak Angga dan menanyakan siapa cewek yang di ceritakan oleh Vira barusan.

__ADS_1


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di kelas,Rangga langsung menghampiri Angga dan Bastian yang tengah asik ngobrol dengan siswa yang lain.


"Eh, kamu udah datang ternyata." Ucap Bastian yang paling duluan menyadari kehadiran Rangga.


"Hem......."


Balas Rangga langsung duduk di salah satu kursi yang masih kosong, tepatnya di samping Angga.


"Tadi aku lihat Vira di taman, sepertinya dia tengah sedih." Ucap Rangga.


"Hah? Apa kamu tidak salah lihat?"


"Bagaimana mungkin aku salah lihat,aku yakin itu dia."


Mendengar berita yang di sampaikan oleh Rangga barusan, perasaan Angga pun langsung merasa tidak nyaman dan sedih. Angga bahkan hendak beranjak dari tempat duduknya, namun guru telah lebih dulu datang.


"Kamu mau kemana?" Tanya Rangga.


"Aku ingin menemui Vira,"


"Ya jangan sekarang juga,tunggu sampai kelasnya selesai."


Angga tidak bisa lagi menyembunyikan kekhawatirannya itu,selama jam pelajaran berlangsung Angga terus melihat ke arah luar.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Kenapa dia?" Tanya Bastian heran.


"Tadi aku bilang,kalau Vira tengah sedih. Karena tadi pagi aku lihat dia tengah duduk sendirian di taman," balas Rangga.


"Pantas, reaksi dia seperti itu."


"Oh iya, kamu udah ketemu sama Kelly belum? Kamu masih ingatkan sama sepupunya Angga itu. Hari ini dia datang ke sekolah kita," jelas Bastian.


"Ah iya ingat,"


"Ada urusan apa dia ke sini? Bukanya dia sekolah di Surabaya yah?"


"Katanya memasuki tahun pelajaran baru nanti, dia hendak pindah sekolah di Jakarta. Dia lagi cari sekolah yang cocok untuk dia sekolah di sini, salah satunya sekolah kita ini."


"Tapi sepertinya Angga menentang itu dan tadi malah menyarankan Kelly untuk sekolah di tempat lain saja." Lanjutnya.


"Bisa-bisanya dia sekejam itu,"


"Tahu sendiri mereka berdua kalau di satukan,yang ada malah ribut." Timpal Bastian.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Vira langsung buru-buru keluar, saat bel tanda istirahat tiba. Aku sangat mengerti dengan perasaannya saat ini, pasti tidak nyaman banget.

__ADS_1


"Kak Angga," ucap ku menyadari kedatangan kak Angga ke kelas ku.


"Vira mana?" Tanyanya.


"Dia udah lebih duluan keluar tadi."


"Tau gak, dia pergi kemana?" Tanyanya kembali.


"Tidak tahu, dia tidak bilang apa-apa. Hari ini suasana hatinya sedang kacau," balas ku.


"Dia bilang,tadi pagi lihat kakak menggandeng cewek." Lanjut ku.


Mendengar ucapan ku barusan, kak Angga pun langsung duduk di kursi yang berada di samping ku.


"Ya ampun, sepertinya dia sudah salah paham. Tadi itu aku mengantar sepupu ku,namanya Kelly. Dia tengah mencari sekolah di sini,karena mau pindah sekolah di Jakarta." Jelas kak Angga.


"Dan sepertinya alangkah lebih baik, kakak menjelaskan ini sama Vira. Dia sudah salah paham sama kaka," timpal ku.


Mendengar hal itu, kak Angga pun buru-buru keluar dari kelas ku setengah berlari.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Vira sendiri dia memilih untuk pergi ke taman belakang setelah membeli cemilan di mini market.


"Ada apa dengan aku, kenapa rasanya bisa sesakit ini?" Gumamnya.


Dia pun memilih untuk duduk, sambil menikmati roti yang telah di belinya tadi. Tidak lama setelah itu, dia pun melihat Angga yang tengah berlari menuju ke arahnya.


Melihat kedatangan Angga, Vira langsung berbalik membelakangi Angga. Dia tidak mau Angga melihat kondisi dia saat ini yang tengah kacau.


"Vira......." Ucap Angga dengan nafas terengah-engah.


"Hem........"


"Aku sudah cari kamu kemana-mana, ternyata kamu di sini." Lanjut Angga.


"Memangnya kenapa? Aku sedang makan sekarang." Balasnya.


"Tapi kenapa kamu malah membelakangi ku seperti itu? Aku tidak akan memintanya kok, tenang aja."


"Bukan begitu,hanya saja......."


Belum sempat Vira menyelesaikan ucapannya,Angga sudah lebih dulu meraih pundaknya dan langsung membalikkan badannya.


Terlihat mata Vira yang tampak sembab dan wajahnya yang tampak kacau saat ini. Melihat kondisi Vira saat ini, Angga pun tidak tahan dan langsung memeluknya.


"Apa yang kamu lakukan?" Ucap Vira berusaha memberontak.


Padahal sebenarnya, dia sangat mengharapkan Angga sejak tadi untuk menenangkan perasaanya yang tengah kacau.


"Kamu yang kenapa? Ada apa dengan wajah kamu hari ini?" Balas Angga.

__ADS_1


__ADS_2