
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makan malam semalam sungguh jadi kenangan yang berarti untuk ku, ternyata orang tua ku sangat peduli dan sayang terhadap kak Rangga.
Bahkan ayah sempat meminta kak Rangga untuk menginap di rumah kami semalam, namun kak Rangga menolaknya karena tidak enak sama pamannya. Terlebih lagi dia belum ijin juga kalau harus menginap di rumah ku semalam.
Paginya aku bantu-bantu bunda di dapur, karena semalam bunda tidak sempat lagi untuk membereskan barang-barang bekas makan malam kami.
"Kapan Rangga balik lagi ke Semarang?" Tanya bunda.
"Sepertinya besok, soalnya waktu itu dia cerita liburannya tidak lama. Sama mungkin kayak aku,"
"Kalau gitu, bunda mau buatkan makanan untuk di bawanya ke sana. Supaya ada makanan untuk dia di sana," ucap bunda.
"Makasih ya bunda. Karena bunda udah sayang sama kak Rangga,"
"Kenapa bilang begitu? Udah sewajarnya bunda sayang juga sama dia. Karena dia pun sayang sama anak bunda ini,"
Tanpa kami sadari ayah tengah duduk di belakang kami dan sepertinya menyimak pembicaraan kami berdua sejak tadi. Hampir saja aku menjatuhkan piring yang tengah aku keringkan karena kaget menyadari ayah yang tengah duduk tepat di belakang kami.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siangnya kak Rangga datang ke rumah untuk mengajak ku jalan-jalan. Katanya dia juga sudah janjian dengan Kak Angga dan Vira juga hari ini. Karena aku tahunya dadakan jadinya aku hanya dandan seadanya saja.
Hari ini kami pergi ke kebun binatang, jujur aku terkejut juga kami pergi ke sini. Karena awalnya aku mengira dia akan mengajak ku ke mall atau ke tempat yang lain,tapi ternyata kak Angga lah yang menyarankan untuk pergi ke kebun binatang hari ini.
"Awalnya aku kira kita akan pergi ke mall, taunya dia malah ngajakin ke sini." Bisik Vira.
"Sama aku juga,"
"Tapi ya udahlah. Kita nikmati saja," timpal ku.
"Kadang pacar ku itu suka melakukan hal di luar dugaan. Padahal aku berharap hari ini dia ajakin aku untuk nonton di bioskop,taunya malah ngajakin nonton atraksi gajah di sini." Gerutunya.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar keluhan teman ku yang satu ini. Terlihat raut wajahnya yang sejak tadi tampak muram,karena sudah berekspektasi tinggi terhadap kak Angga.
__ADS_1
Kami pun lanjut melihat ke area tempat jerapah, di sana kami sempat mengambil beberapa foto juga. Kak Angga yang menyadari Vira yang masih cemberut pun membujuknya dengan mengajak dia beli es krim. Dan sekarang tinggal lah aku dan kak Rangga saja.
"Untung saja pacar ku ini tidak marah,di ajak ke kebun binatang." Ucap kak Rangga.
"Marah sih enggak,cuma sempat heran saja."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah beberapa saat, akhirnya kak Angga dan Vira pun sudah kembali. Tampak Vira sudah tidak muram lagi, mereka pun tidak lupa untuk membelikan makanan untuk kami juga.
Karena di rasa cukup melelahkan, kami pun memutuskan untuk cari tempat untuk beristirahat sambil meregangkan kaki yang terasa pegal karena sejak tadi sudah cukup jauh berjalan.
"Kapan kamu balik?" Tanya kak Angga.
"Besok pagi, aku sengaja ambil tiket yang pagi supaya sampai di sana siang. Soalnya kalau yang sore atau malam, kadang suka sulit dapat taksi onlinenya."
"Iyalah, lebih enakan berangkat pagi-pagi saja."
"Besok aku antar kamu, kebetulan besok aku tidak ada kelas ini." Lanjut kak Angga.
Mendengar hal itu, aku merasa tidak enak. Karena besok bertepatan dengan aku yang mulai kembali masuk sekolah setelah libur selama 3 hari.
"Tidak apa-apa. Lagi pula kan ada Angga yang akan antar aku,"
"Iya tenang saja. Kamu serahkan saja sama kakak, di jamin dia berangkat dengan selamat." Timpal kak Angga.
Perasaan baru kemarin aku melihat kak Rangga pulang dan menunggu ku di depan rumah. Besok dia sudah harus balik lagi ke Semarang,karena sama harus kembali kuliah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang dari kebun binatang, kak Rangga tidak langsung mengantarkan ku pulang. Melainkan malah mampir ke taman yang dulunya biasa aku dan dia bertemu di sana.
Di sana kami tidak melakukan apa-apa,hanya bersantai sambil menikmati matahari yang tenggelam.
Kak Rangga pun tiduran di atas paha ku sambil menikmati senja hari ini, jujur aku sangat menikmati momen kali ini. Karena rasanya tenang dan damai, mungkin karena tidak begitu banyak orang tidak seperti saat tadi di kebun binatang.
__ADS_1
"Kedepannya kamu jangan memendam apa-apa sendirian. Jangan takut, kakak akan selalu ada untuk kamu." Ucapnya.
"Iya......."
"Jangan bilang iya, tapi bohong. Kak serius,"
"Kamu jangan merasa tidak enak sama kakak. Yang ada kalau seperti itu, kakak lah yang merasa tidak enak sama kamu." Lanjutnya.
"Iya aku janji, kedepannya aku akan lebih berterus terang sama kakak."
"Harus, kalau tidak awas saja." Ucapnya langsung bangun dari tidurnya.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi,dia hanya menatap matahari yang hanya tinggal sedikit lagi tenggelam. Tepat saat itu pula,kak Rangga langsung mencium ku. Jujur meskipun ini bukan kali pertama dia melakukan hal itu, tapi setiap kali dia melakukannya jantung ku berdetak cukup kencang.
Aku pun masih merasa suka malu saat kami menyudahinya, aku bahkan tidak kuat kalau harus menatapnya untuk beberapa saat.
"Padahal ini bukan kali pertama untuk kita melakukannya,tapi kenapa ekspresi kamu seperti itu terus?" Ucapnya.
"Nggak tahu,"
"Aku hanya merasa malu saja." Balas ku.
"Malu, ada-ada aja kamu."
Kak Rangga pun tidak tahan untuk tidak tersenyum,melihat dia tersenyum seperti itu buat aku merasa tidak rela kalau harus berjauhan lagi dengannya secepat ini.
Mungkin ini yang di namakan ujian hubungan jarak jauh, tapi memang aku merasakan perasaan yang berbeda saat kami di kasih kesempatan untuk bertemu kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di rumah pun, tidal lama setelah aku mandi kak Rangga menelpon ku. Padahal baru saja kami bertemu, tapi seolah pembicaraan kami itu tidak ada habisnya. Ada saja hal yang di bicarakan meskipun itu hal yang receh menurut ku.
Aku bahkan tidak sadar saat bunda memanggil ku untuk makan malam, bahkan ayah harus turun tangan untuk ikut memanggil ku.
"Makan dulu, nanti baru lanjut lagi telponnya." Bisik ayah.
__ADS_1
Jujur aku kaget, karena tidak tahu kehadiran ayah ke kamar ku. Atau jangan-jangan, ayah juga mendengar lagi percakapan aku dengan kak Rangga barusan. Memanglah ayah ku ini, hobinya itu buat orang kaget saja.
"Iya......." Balas ku.