
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kak Rangga pun pamit untuk pulang lebih awal, karena aku dan ayah harus belanja terlebih dulu.
Dilihat dari raut wajahnya sepertinya kak Rangga masih belum sepenuhnya lega, karena kami belum bicarakan hubungan kami pada bunda atau pun sama orang tuanya.
"Apa yang kamu pikirkan? Ayah sudah mengijinkan kamu untuk pacaran dengan Rangga." Ucap ayah.
"Tidak ada, hanya saja aku bingung harus memulai dari mana nanti saat minta ijin sama bunda."
"Tenang saja, nanti ayah bantu kamu. Sepertinya bunda pun akan memberikan ijinnya sama kamu,"
"Memangnya kamu lupa,kejadian saat Rangga datang berkunjung ke rumah kakek di Semarang? Reaksi bunda saat itu cukup baik terhadap Rangga." Jelas ayah.
"Iya sih, tapi tetap saja aku khawatir."
"Sudahlah...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang dari mall, aku tidak langsung naik ke lantai atas melainkan singgah di dapur untuk membantu ayah membereskan barang belanjaan yang sudah kami beli tadi.
"Ayah, Xavi......."
Panggil bunda yang baru saja keluar dari kamar dan langsung menghampiri kami berdua.
"Iya bunda, tadi di sana kami makan dulu soalnya. Makanya pulangnya sedikit telat," balas ayah.
"Tidak apa-apa ayah. Lagi pula bunda juga baru aja sampai barusan,"
Setelah membereskan semua barang belanjaannya, aku pun langsung naik ke lantai atas untuk mandi. Sebenarnya aku hendak bicara sama bunda,mumpung ada kesempatan untuk bicara dengan beliau barusan. Namun,bunda sudah lebih dulu meminta ku untuk mandi lebih dulu.
Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, begitu pun dengan ayah dan bunda ku. Sekarang bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan ijin dari bunda,yaitu dengan cara aku meyakinkan bunda.
Aku yakin bunda pun tidak akan marah atau bahkan menentang hubungan kami,sekarang tinggal aku saja yang harus berani untuk bicara sama beliau.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malamnya saat aku tengah nonton TV di kamar, bunda datang ke kamar dengan membawa cemilan buah untuk ku.
"Liv....... "
__ADS_1
"Bunda sudah dengar ceritanya dari ayah,"
"Bunda, aku minta maaf yah. Karena bunda tahunya lewat ayah,tidak langsung dari aku."
"Aku udah niat untuk bicara sama bunda secepatnya,namun aku bingung harus memulainya dari mana." Jelas ku.
"Tidak apa-apa, bunda paham nak."
"Yang terpenting kamu bisa jaga diri baik-baik,jangan sampai mengecewakan ayah dan bunda."
"Punya anak perempuan itu,tidak seperti punya anak laki-laki. Kamu paham kan maksud bunda?" Lanjut beliau.
"Iya bunda,aku paham."
Rasanya lega sekali setelah mendapatkan ijin dari bunda. Sekarang tinggal aku, bagaimana aku akan membawa hubungan ini seperti apa.
Meskipun umur ku masih muda,tapi aku tidak berniat untuk main-main saja. Aku ingin serius dan bisa menjaga hubungan kami sampai nanti aku dan kak Rangga dewasa.
Tidak ada pasangan yang benar-benar cocok,yang ada ialah pasangan yang menahan diri supaya tidak berantem atau pun salah paham.
Kunci dalam sebuah hubungan itu adalah rasa saling percaya dan terbuka satu sama lain. Sekecil apapun itu sebisa mungkin kita harus bisa bicara jujur terhadap pasangan kita sendiri.
Aku sendiri tidak tahu, apakah kak Rangga itu jodoh ku yang di takdirkan untuk ku atau bukan. Yang terpenting untuk saat ini, aku harus bisa menjaga hubungan kami ini dan sebisa mungkin jangan ada kata perpisahan keluar dari mulut kami berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di cafe kaka Bastian, ternyata kami yang paling duluan sampai lebih dulu. Sedangkan kak Bastian sendiri yang punya Cafenya masih mandi kata ibunya tadi.
"Kira-kira ada apa ya kak? Tumben banget kak Bastian minta kita kumpul di sini."
"Aku juga tidak tahu, sepertinya ada hal penting yang mau di sampaikan."
"Mungkin saja," lanjutnya.
Saat kami tengah mengobrol, terlihat kak Angga dan Vira datang bersamaan dengan mengendarai motornya kak Angga.
"Jangan-jangan, kak Angga mau bicara tentang hubungannya dengan Vira lagi." Bisik ku.
"Kita tunggu saja,"
Mereka berdua pun langsung masuk setelah memarkirkan motornya di depan cafe, terlihat dari raut wajah Vira yang tampak sumringah memancarkan kebahagiaan.
__ADS_1
"Hai......." Sapanya.
"Eh Hai juga," balas ku.
"Kalian udah lama?" Tanya kak Angga.
"Tidak juga, kami juga baru sampai. Cuma Bastian sepertinya masih siap-siap,"
"Oh ya ampun, gimana sih dia. Padahal dia sendiri yang minta kita untuk kumpul di sini."
Setelah menunggu hampir 15 menitan, akhirnya kak Bastian pun datang dengan rambut yang masih basah.
"Maaf yah, kalian harus menunggu lama. Hari ini aku sibuk, habis mengantar ibu dulu belanja tadi." Jelasnya.
"Ngomong-ngomong,ada apaan sih? Kamu minta kita kumpul di sini." Ucap kak Angga.
Raut wajah kak Bastian langsung berubah setelah mendengar ucapan kak Angga barusan.
"Ya ampun, kalian masa tidak ada yang ingat ini hari apa? Benar-benar yah," balasnya.
"Emangnya ada apa dengan hari ini?" Sambung kak Rangga.
"Hari ini kan, hari ulang tahun ku. Masa kalian nggak ada yang ingat dengan ulang tahun ku? Padahal aku sengaja mengundang kalian ke sini, supaya aku bisa merayakannya dengan kalian. Orang-orang terdekat ku," jelasnya.
Bukan hanya aku saja yang terkejut, melihat ekspresi kak Rangga dan kak Angga yang langsung melongo,mereka pasti jauh lebih terkejut. Karena mereka sudah berteman sejak lama, namun tidak ada satu pun yang mengingat tanggal ulang tahun kak Bastian hari ini.
"Bas, bukan seperti itu. Tapi emang aku sendiri tidak ingat," balas kak Angga.
Untuk menenangkan suasana hati kak Bastian yang kecewa, mereka pun langsung memeluknya secara bersamaan. Untungnya kak Bastian tidak sampai marah dan kecewa pada kami karena lupa dengan hari ulang tahunnya.
"Aku maafkan kalian kali ini," ucapnya.
Ternyata kak Bastian pun sudah menyiapkan kue ulang tahun dan beberapa makanan yang sepertinya sudah sengaja di siapkannya sejak tadi. Ibu dan ayah nya pun ikut serta merayakan ulang tahunnya bersama kami, padahal aku memikirkan hal lain saat ini.
Aku sudah cukup lama menunggu Vira untuk bicara tentang hubungannya dengan kak Angga,tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda untuk dia bicara sama kami bertiga.
"Aku kira, rencana hari ini itu kak Angga sama Vira mau mengumumkan hubungan mereka."
Spontan aku berbicara seperti itu,di saat yang lainnya tengah menikmati kue ulang tahun kak Bastian.
"Xavi......."
__ADS_1
"Bagaimana kamu tahu? Padahal aku dan kak Angga belum membicarakannya sama siapa pun." Lanjutnya.