When I See You

When I See You
Graduation


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya hari kelulusan kak Rangga dan teman seangkatannya pun tiba. Beberapa hari sebelumnya aku sudah menyiapkan hadiah khususnya untuk kak Rangga,tidak lupa juga aku membeli untuk kak Angga dan kak Bastian juga.


Biar bagaimana pun,aku bisa menjalin hubungan dengan kak Rangga itu tidak lepas dari bantuan kedua temannya itu. Ada yang aku beli secara langsung dan ada pula yang aku beli secara online.


Padahal di hari aku pergi ke toko sovenir untuk beli hadiah untuknya, kak Rangga malah minta untuk bertemu. Namun aku menolak ajakannya hari itu, dengan alasan aku harus bantu bunda di tempat kerjanya. Meskipun aku harus berbohong seperti itu,tapi tidak lucu juga kalau sampai dia tahu aku tengah menyiapkan sesuatu untuknya.


Vira sendiri dia pun sudah menyiapkan hadiah untuk kak Angga dan kami saling bertukar informasi,karena aku juga harus tahu barang apa yang bagus untuk di kasih ke kak Rangga dan kak Bastian.


Seperti halnya hari ini, sebelum pergi ke sekolah untuk ikut menghadiri acara kelulusan kelas XII. Aku lebih dulu membungkus semua hadiahnya,karena ternyata barang yang aku siapkan untuk kak Rangga itu datangnya telat dan baru bisa aku bungkus hari ini.


"Xavi........" Panggil bunda.


"Iya bunda,"


"Udah selesai belum nak?"


"Sebentar lagi,"


"Hari ini kamu pergi sana ayah saja,sekalian juga bunda juga udah siapkan hadiah untuk Rangga. Hanya saja bunda tidak bisa memberikannya langsung,karena ada kerjaan hari ini." Jelas bunda.


"Iya bunda,"


"Salam buat Rangga, kalau bisa nanti setelah acaranya selesai ajak dia untuk makan malam di rumah kita. Bunda usahakan hari ini pulang lebih awal,"


"Baiklah,nanti aku tanya dulu kak Rangganya juga. Takutnya dia juga udah punya acara dengan keluarganya." Balas ku.


Setelah menyiapkan semuanya dan tidak lupa juga hari ini aku sedikit mengubah gaya ku dan memakai makeup juga. Supaya kelihatan ada yang beda saja, tidak mungkin aku menghadiri acara yang spesial ini dengan gaya yang biasa saja.

__ADS_1


Aku sudah tidak sabar ingin segera sampai di sekolah dan bertemu kak Rangga. Sedari tadi kak Rangga pun sudah mengirimi aku pesan dan menanyakan keberadaan ku saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya aku dan ayah pun sampai di sekolah,tanpa menunggu lama aku langsung keluar dari mobil dan tidak lupa dengan buket yang sudah aku siapkan beberapa hari yang lalu. Untuk hadiahnya aku hendak memberikannya saat nanti acaranya selesai saja.


"Xavi........!" Seru Vira yang baru juga datang.


Dia langsung menghampiri ku dan menyapa ayah. Setelah itu, kami pun langsung masuk untuk mengikuti acaranya. Karena sepertinya acaranya sudah di mulai beberapa saat yang lalu,terlihat dari beberapa orang tua siswa yang sudah menduduki tempat yang sudah di siapkan.


Aku pun langsung mencari keberadaan kak Rangga dan memberitahunya lewat pesan,bahwa aku sudah sampai. Ternyata dia duduk di bagian barisan paling depan bersampingan dengan kak Angga dan kak Bastian.


Tidak lupa aku pun menyapa orang tua dan adiknya kak Rangga terlebih dulu, bersama dengan ayah. Untungnya tempat duduk kami tidak begitu berjauhan,begitu pun dengan Vira yang menyapa keluarga dari kak Angga.


Acaranya berjalan dengan lancar dan yang paling membanggakan adalah kak Rangga mendapatkan nilai tertinggi di ujian tahun ini. Dia pun mendapatkan penghargaan dan piagam atas keberhasilannya itu. Terlihat orang tua kak Rangga sampai berdiri saking bangganya,begitu pun dengan aku.


Dan sekarang waktunya untuk sesi foto-foto, aku memilih untuk menunggu kak Rangga selesai berfoto dengan teman seangkatan dia dan juga keluarganya. Setelah itu barulah aku menghampiri dia dan tidak lupa dengan buket yang sudah aku siapkan untuknya.


Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk meminta ayah bantu aku untuk mengambil foto dengan kak Rangga. Begitu juga dengan ayah yang tidak mau ketinggalan ingin berfoto dengannya.


Acaranya sendiri tidak begitu lama dan kami pun pulang sekitar jam 2 siang. Namun sayangnya,sesuai dugaanku kak Rangga sudah punya rencana dengan keluarganya. Meskipun begitu, kami sudah sepakat untuk bertemu besoknya untuk merayakan kelulusan nya berdua saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, aku sudah bersiap-siap untuk pergi bersama kak Rangga. Aku pun tidak tahu dia akan mengajak ku kemana hari ini. Padahal tadi pagi Vira menelpon ku dan memberitahu kalau hari ini mereka mengadakan acara di cafenya kak Bastian,namun karena aku sudah duluan punya rencana dengan kak Rangga, aku pun meminta maaf karena tidak bisa bergabung dengan mereka hari ini.


Ternyata kak Rangga mengajak ku untuk makan di salah satu restoran yang berada di Bogor. Meskipun harus menempuh jarak yang cukup jauh,tapi aku sangat menikmati perjalanan kami hari ini.


Kak Rangga sudah memesan khusus satu ruangan yang ada di lantai 3 di restoran itu. Pemandangannya pun sangat bagus dan langsung menghadap ke arah pegunungan dan kebun teh yang sangat bagus. Aku sampai tidak hentinya-hentinya berdecak kagum melihat pemandangan yang bisa di lihat dari lantai tiga ini.

__ADS_1


"Aku senang, karena bisa merayakan kelulusan ku dengan kamu. Makasih ya,"


"Kakak terus bilang makasih terus dari kemarin. Sudah sewajarnya aku melakukan itu sama kakak," balas ku.


Dia pun menggeser kursinya dan sengaja duduk lebih dekat dengan ku.


"Nanti kalau aku udah pindah ke Semarang, kamu jangan kangen yah....." Ucapnya.


"Ih gimana sih kakak,"


"Ya pasti kangen lah."


"Becanda, soalnya kalau kamu terus ingat sama kakak,nanti yang ada nggak bisa fokus kuliahnya karena mikirin kamu juga." Timpalnya.


Mendengar hal itu, aku pun di buat tertawa sambil menatapnya.


"Bisa aja," balas ku.


Entah kenapa,tidak tahu aku mendapatkan dorongan dari mana, aku langsung mencium kak Rangga lebih dulu. Tampak kak Rangga terkejut dengan apa yang aku lakukan barusan,karena biasanya aku tidak pernah melakukannya lebih dulu.


"Hem......."


"Ternyata pacar ku ini sudah berani main duluan yah,"


Sontak saja aku di buat tersipu malu karenanya dan langsung menutup wajahku dengan kedua telapak tangan ku.


"Tidak perlu malu, aku bicara seperti itu bukan karena keberatan. Aku hanya kaget saja dan tidak mengira kamu seberani itu untuk melakukannya lebih dulu." Jelasnya.


"Tetap saja aku malu, karena kak menatapku seperti itu."

__ADS_1


Kak Rangga pun mengambil tangan ku dan balik dialah yang mencium ku sekarang. Untungnya di lantai 3 ini tidak ada pengunjung lain,jadinya aku tidak malu untuk melakukannya.


__ADS_2